Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Kembali pergi


__ADS_3

Bima disana memandang Xior shok, itu terlalu detail.” Dan oh iya, kau sempat mabuk di ruangan kamu, karena berfikir tentang perasaanmu yang labil. Bima... aku mengetahui semua tentang itu.” jelas Xior tersenyum miring.


Bima terdiam, mendadak jadi gagu di depan Xior, dari mana Xior mengetahui semua itu?? Bima memang sempat ragu terhadap perasaannya.


siapa yang tidak ragu jika bertemu dengan masa lalu yang begitu ia cintai. 7 tahun itu bukan waktu yang singkat untuk Bima lupakan.


“ dia memang mantanku.. namanya Calisa.” Jelas Bima tak bisa mengelak apapun selain jujur. Bima menatap Xior sulit.” Meskipun begitu aku tidak akan meninggalkan Letta demi dia.. aku.. aku akan menikahi letta seperti janjiku.” Jelas Bima tegas.


Xior mendengus.” Pantas saja hidupmu menyedihkan.” Tegas Xior. Bima mendengar itu menaiki alisnya bingung.” Kau laki laki yang harus berfikir matang di setiap langkah, baik,. jujur dan bertanggung jawab saja tidak cukup dalam hidup ini.” jelas Xior dengan pedas pada Bima


Bima menghela nafas pelan, tak tau dirinya ungkapkan. Setelah melihat calisa perasaan itu kembali ada, rasanya ia menjadi seperti muda. Bertemu dengan orang paling mengerti dirinya, paling ceria. Tapi Bima sadar ia punya Letta, jadi ia pikir perasaan ini hanya semu, dan ia akan tetap setia.


...----------------...


Rumah Letta sekarang penuh dengan teman teman letta karena kabar letta sudah pulang, mulai dari Syafira, Bara. Bastian, Beta, Udin bahkan Utami bela bela pulang ke Indonesia mendengar kabar jika Letta sudah pulang.


Lihat sekarang.. Udin, Bastian, Bara. Utami, Beta duduk di bawah lesehan memandangnya letta yang memakan buah dengan tenang. Sedangkan mereka gugup dengan rasa takut mereka..


“ Letta.. ini enaak..” jelas syafira dengan semangat, dia yang sama sekali tidak ada tahu malunya di sini,


Letta berdehem pelan.” kalian mau tetap seperti babu begitu?” Tanya suyafira kepada Beta. Bastian dan yang lain. mereka melotot pada Syafira.


“ Letta.” gumam Bastian pelan, menunduk tak berani bicara dengan letta.”maafkan kami.” Jelas Bastian lirih.


Letta mendengar itu berdehem pelan, mengangguk tak menjawab.” Letta kami benar benar minta maaf, maafkan kami yang kemarin tidak percaya sama kamu.” Jelas Udin merengek di depan letta. Matanya melebar dengan bulat yang hampir keluar dari sarangnya.


Letta mengangguk lagi?” Kemarin sudah aku katakan mereka agar tidak percaya akan gosip murahan itu, tapi mereka tetap saja percaya.” Jelas Beta kesal.


“ Letta jangan marah padaku juga, aku tidak percaya gosib itu, jadi tolong jangan menjauhiku.” Jelas Betta memegang kaki Letta yang duduk di kursi.


Letta mengerjab pelan menatap Beta.” Syafira kamu mau ini??” Tanya Letta mengabaikan Betta dan yang lain.


Syafira mengangguk semangat menerima melon dari letta.” terimakasih.” Jelasnya senang segera melihatnya.


Lihat bagaimana wajah masamnya Betta dan teman teman Letta. Bara disana hanya idiam tak bicara apapun disana. melihat letta baik baik saja membuat dirinya jauh lebih tenang.”Letta tolong jika mau marah pukul saja kami jangan diamkan kami.” Tegas Bastian sedih. Menarik tangan letta yang masih memegang pisau.” Tusuk saja atau apapun itu, tapi jangan diamkan kami begini, kami tau kami salah tapi marahnya diam begini membuat kami merasa sangat sakit.” Jelas Bastian merengek.


” Tusuk nih.” Jelas Letta menarik pisaunya.


Bastian segera melotot dan melepaskan letta, semua tertawa melihat itu.” katanya tusuk aja.” Gumam Letta datar.


Bastian menatap letta memelas” is letta tidak peka, itu namanya istilah aja.. maafin gue.” gumam Bastian memelas kepada Letta.

__ADS_1


Letta menghela nafas melihat wajah merengek dan memelas mereka semua disini.” Its oke. Gue udah maafin.” Jelas Letta pelan.” tapi gue nggak pernah lupa gimana kalian bilang gue p3rek.” Jelas Letta mengangkat bahunya.,


” itu bener bener sakit dihati gue. nggak dipercayai satu pun sama orang orang kepercayaan gue.” gumamnya dengan pelan.


Bastian menatap Letta memelas.” Im sorry.’” Guam Beta memelas.


"Kita tau kita memang salah. Loe berhak kok marah sama kita, tapi kita janji nggak bakal gitu lagi..” jelas Betta segera mendekat.” Iya kita janji letta. gue bener bener ngerasa bersalah.” Gumam Udin memelas.


Letta mengangguk.” Iya gue udah maafin, tapi lain kali jangan gitu yah.. meskipun di saat itu posisinya gue memang Slash kalian sebagai temen nggak harus atau ngeklim gue sebagai orang yang bersalah, kalian harusnya support, kayak nanya, ini bener atau nggak??? Kalo bener kalian Tanya alasannya kenapa??? Kalo enggak pun kalian juga harus bertanya kenapa bisa itu terjadi. Karena orang yang bunuh diri kebanyakan itu karena nggak ada sandaran, lingkungan yang nggak baik, bukan karena fitnahnya. Selagi orang yang disekitar kita, yang kita sayang masih percaya sama kita, kita bakal tetap tenang dan bisa berfikir positif.” Jelas Letta dewasa.


Beta menatap Letta memelas dan juga sedih.” Im sorry.,” bisik Betta meneteskan air matanya.


Letta mengangguk dan terbatuk pelan.” its oke,.” Gumam letta pelan. tidak bisa ia pungkiri hatinya sakit, terlebih dari yang mereka bayangkan.


Sesudah acara mewek sekarang Bastian dan teman temannya bermain di rumahnya, mulai dari main game, tapi sekarang lebih seru karena Brayen juga ada di sini bersama Fahmi, Renja dan juga Fajar. Letta tidak tau dari mana datangnya mereka, tiba tiba sudah ada saja di rumah ini membuat dirinya pusing.


Letta memijit pelipisnya, kepalanya sakit, beberapa hari ini dadanya sesak, karena itu juga ia tak banyak melakukan aktifitas.” Letta are you oke?” Tanya Fajar mendekati Letta. Letta melirik fajar dan bergumam pelan tak menjawab lebih.


Fajar mendekati Letta dan memegang kepala letta, tapi suhu tubuh Letta bukan panas tapi dingin, berkeringat dingin juga, wajah Letta memang putih pucat dari dulu, entah mengapa Fajar merasa letta tidak baik baik saja.


“ Mom..” bisik Bara.


Letta melirik Bara dan menaiki alisnya. Bara tersenyum tipis memandang Letta yang menatap dirinya. Rasanya hati Bara sangat sangat bahagia.’” Thanks... Bara sayang sama moms.. sehat terus yah.” jelas Bara berbisik lagi.


Letta boleh egois kan???


“ I miss you mom.” Bisik bara kembali memeluk Letta erat.


Fajar melihat kedekatan mereka dingin. Letta sama sekali tidak menatap dirinya. Fajar hanya bisa meredakan dadanya yang memanas, ini bukan salah Letta tapi salah dirinya, dulu Letta sangat mencintai dirinya tapi dirinya yang menjauhkan??? Letta sudah berjalan dijalan yang benar.


...----------------...


Persiapan pernikahan Letta sudah sangat lengkap, mulai dari gedung yang sudah didekor karena besok adalah acara pernikahannya, pernikahan yang dibuat di room, dan cukup privasi. Akan dihadiri oleh para tokoh dan juga saksi saja.


Letta menggigit bibir bawahnya memukul dadanya yang semakin nyeri, malam ini Xior akan menjemput dirinya. Letta Sudah mengatakan pada ibunya jika ia akan liburan beberapa minggu, dan nanti Xior akan menjemputnya. Awalnya agung menolak dan Nadia, tapi Letta kekeh dan mengatakan jika ia butuh hiling karena terlalu lama di rumah.


Agung dan Nadia mau tak mau membolehkan, karena letta begitu keras kepala.


Dan sekarang peluh membanjiri tubuh letta, di atas kasur dengan wajah datar menahan dadanya sakit. Letta tidak karuan lagi menahan dirinya. Sampai pintu terbuka.


.” letta ada temanmu sudah menjemput.” Jelas Nadia pelan.

__ADS_1


Letta mendatarkan wajahnya dan tersenyum.” Iya buk..” jelas letta.


” suruh dia masuk dulu.” Jelas letta kembali tenang.


Nadia mengangguk pelan, aneh melihat wajah Letta yang tak biasanya .” kamu kenapa?” Tanya Nadia.


” Mau berak.” Gumam Letta memelas memegang perutnya.


Nadia mendengus mendengarnya.” Pantes keringetan. Sana berak nanti eek di celana lagi.’' Gumamnya segera menjauh.


Letta menghela nafas pelan, segera menatap obat yang sudah ia konsumsi satu jam yang lalu, sama sekali tak bereaksi. Letta segera mengambil lebih banyak lagi dan hampir memakannya secara gegabah.


Andai jika Xior tak membuka pintu cepat dan menatap letta melahap semua obat itu.


“letta.” gumam Xior hampir berteriak.


Mendekati letta dan mengapit pipi Letta kuat, letta yang memang skait tak sadar. Xior mengorek mulut Letta, mengeluarkan obat obat itu, Letta hanya diam tak memberontak. Beberapa sudah tertelan membuat Xior menatap letta datar.” Kamu gila? Mau mati?” Tanya Xior dingin.


“ sakit..” Bisik letta memegang dadanya.


Xior mendengar itu terdiam, menatap tangan letta yang bergetar, mata yang sayu, tubuh yang sudah basah.” Oh ok.e. ki kita berangkat sekarang..” gumam Xior segera menarik letta.”


koper.” Gumam letta lemah.


” biar nanti dibawa anak buah.” Tegas Xior segera menggendong Letta dipunggung nya untuk keluar rumah.


Menmuruni tangga agung dan andia melihat Xior dan letta heran.” Loh letta kenapa?” Tanya Agung segera berdiri.


” Ngantuk pak, dia mau tidur tapi pesawatnya landas sebentar lagi.” jelas Xior tenang, sedangkan Letta sudah setengah sadar dipunggung nya.


Agung menatap jam yang sudah pukul 9 malam.” Yaampun ditunda aja gimana?” Tanya Agung mendekati Letta dan mengusap pipi anaknya pelan.


Tapi Letta tak bangun.” Tidak bisa pak, sebab kita udah boking tempat wisata juga.” Jelas Xior kembali mencari alasan agar mereka diperbolehkan pergi.


“ yaudah kalo gitu.. nak Xior Terimakasih sejak kemarin sudah menjaga anak kami letta. kami titip yah, jaga bagaimana kamu jagain adik kamu... Nato juga ikut sama kalian jadi bapak juga nitip Nato ya,.” Gumam agungnya pelan.


Xior mengangguk, memang Nato memang di bawa oleh Letta bersama Xior agar di beri izin oleh orang tua mereka.


Nato dibolehkan untuk ikut dengan mereka untuk mengawasi letta, lagi pula Nato baru sudah UAS sehingga hanya menunggu nilai ujiannya keluar.


“ nato jaga adik kamu oke..” tegas Agung.

__ADS_1


Nato mengangguk tegas.” siap pak bu, Nato pasti jagain Letta di sana.... “


Nadia dan Agung mengangguk, mengantarkan anak anaknya sampai ke depan rumah dengan tenang, Xior dan yang lain segera pergi dari sana,


__ADS_2