Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
keluarga sederhana


__ADS_3

Letta kembali menatap sekeliling, semua sudah tertata rapi. Letta memilih segera menuju lantai atas, kamar dirinya sendiri kah?


Sebab lantai bawa ada tiga kamarnya dan lantai dua ada dua kamarnya, tapi belum naik tangga ia menemukan Agung dan Nadia yang sedang membereskan beberapa yang belum beres di dekat tangga, padahal sekarang sudah hampir jam 10 malam.


Kadang Letta kagum pada Agung yang benar-benar membantu istrinya dalam semua pekerjaan. Agung adalah laki-laki yang manis Dimata Letta.


” Eh bapak ibuk kok belum istirahat?” Tanya Letta pelan. Letta berhenti sebelum menaiki tangga.


Nadia dan Agung mendongak menatap Letta. tersenyum lebar Nadia menggeleng.” nak ini barang barang kamu semua apa gimana?” Tanya Nadia yang malah tidak menjawab pertanyaan Letta.


Letta menggaruk tengkuknya dan mengangguk.” Iya buk hehe. Bapak ibuk jangan lupa istirahat yah letta mau istirahat dulu,” ujar Letta, takut di tanya dimana ia mendapatkan uang untuk membeli semua ini.


Nadia dan Agung mengangguk.” Nanti bapak antar susu yah nak. Kamu pasti capek, apa mau ibuk masakkan air panas buat mandi?” Tanya Nadia lebih perhatian.


Letta menggeleng pelan.” Nanti Letta ambil sendiri aja susunya yah pak. Letta keatas duluan yah.” jelas Letta. keduanya mengangguk memegang erat sapunya.


Agung melirik Nadia yang tersenyum lebar.” Pak letta sekarang berubah banget ibuk senang rasanya.” Jelas Nadia dengan hati yang sangat senang.


Agung mengangguk ikut tersenyum. Beda dalam hati Agung. Agung menatap kembali ke atas, tak banyak bicara agung selama ini, tapi rasanya Letta terlalu asing, seperti bukan anaknya yang lama, dia seperti orang lain dengan versi tubuh anaknya. Agung tidak punya bukti lain jika di depannya ini bukan anaknya, yang jelas dirinya benar benar paham jika di depannya berbeda dengan anak kandungnya.


Letta mengusap rambutnya pelan mendudukinya diri di atas kasur, Letta menghela nafas pelan melihat kamarnya. “ enaknya jadi orang cantik.” Gumam Letta terkekeh mengingat menjadi letta.


“ Gue nggak pernah mikir enak jadi letta, bisa bisanya ketemu Bima, Bima ngasih uang sebanyak itu Cuma Cuma, aduh Letta Letta dimana sih loe dapet cogan cogan dan tajir. Kalo gini mah tamat sekolah nggak nyari loker gue.” gumam Letta menggeleng,


Kalian bertanya apakah Letta berminat menjadi mafia kembali??? Jawabannya adalah TIDAK..!! letta lebih berminat menjalani hidup dengan senang, menjalankan hidup dengan damai, lagi pula sedikit sedikit hutangnya juga akan lunas kok.


“ Letta...” Letta melirik di pintu yang diketuk dengan suara Agung. Letta segera keluar drai kamarnya membuka pintu menatap Agung di depan pintunya membawa makanan dan susu.


” Loh pak kan kata Letta tadi ngak usah biar Letta ambil sendiri, patsi bapak ibuk capek udah beres beres rumah seharian.” Ujar letta hendak mengambil alih nampan di pegang Agung.

__ADS_1


Agung Tersenyum dan segera membawa ke dalam membuat Letta melepaskannya supaya tidak jatuh.” Kamu kan belum makan dan minum nak sejak pulang, pasti capek udah nyari nyari barang untuk rumah.” Ujar Agung menaruh itu di atas meja belajar lalu menatap Letta lebih dalam.


“ Makasih yah pak.” Ujar Letta tulus pada Agung,.


Agung mengangguk mengusap kepala Letta dan mencium ubun-ubunnya sayang.,” makasih yah nak, dengan keseluruhan kesalahan kamu selama ini kamu sudah berubah, atau bahkan kamu yang berbeda.???” Jelas Agung menyiratkan hal lain. Letta paham, agung mengusap kembali kepala letta.


atau kamu yang berbeda?


” Bapak tidak peduli, yang bapak pedulikan sekarang bapak sayang sama kamu meski menanggung apapun itu kosekuensinya.” Tegas Agung. Tatapannya tulus sama sekali tidak ada kebohongan.


Ucapan Agung terus mengiang di kepala Letta usai dia memilih pergi dan mengucapkan selamat malam, itu artinya Agung mengetahui dirinya bukan anaknya kan???


Letta paling tidak mau orang tua atau keluarga tau sebenarnya, Letta memilih menjalankan hidup. Menghela nafas pelan Letta merasa harus refreshing deh eh???


...----------------...


Dirinya adalah pembunuh Letta, itu sangat menyakitkan dirinya sungguh.


...----------------...


Pintu di rumah baru, sekarang Nadia tidak perlu lagi menggoreng di dalam rumah, ia dan suaminya mengoreng di depan rumah di ruko mereka, di sana sudah sangat ramai di tambah Nadia dan agung sudah menggoreng lagi jam segini menambah laris, alhasil setiap sudah menggoreng habis semua dibeli oleh orang orang yang leewat, memang sangat strategis, tak jauh dari kampus, sekolah dan juga pasar, dekat Oyo juga dan perhotelan jadi banyak yang lapar ditengah malam yah beli di sini.,


Letta menguap pelan me,buka tudung sayur di meja makan, tidak ada makanan, Letta mengucek matanya pelan, sudah siap dengan seragam dirinya segera kedepan menuju warung ibunya,. Ramai sekali sampai ngantri, Letta mengerjab pelan. oh jadi ini alasan kenapa tidak ada sarapan???


Letta memilih berdiri didekat Agung yang sedang mengoreng dan mencomot dua pastel tyang baru di angkat.


” Letta itu panas, melepuh nanti,, pakai sendok.” Jelas Agung menepuk tangan letta.


Letta meringis mengusap tangannya segera mengambil garpu dan menusuk satu.” Letta laper mau sarapan.” Ujar letta sembari membuka mulut lebar hendak makan.

__ADS_1


Agung tersenyum.” Lagi rameh letta, maaf yah nggak bisa sarapan yang lain dulu, besok kita bangun lebih cepet buat masak oke.’' Jelas Agung sayang sembari mengusap ubun-ubun Letta sayang. Ketta di depan Agung merasa bersalah, dan Agung kenapa sangat lembut dan baik sih? kan Letta jadi selalu merasa sayang pada dia.


“ Letta bantuin ibuk bentar, ibuk mau ke wc nggak tahan.” Ujar Nadia.


Letta meneguk saliva kering mendengarnya, segera mendekati yang mau beli.” mau beli berapa buk?” Tanya Letta gugup.


''mau beli dua puluh pastel semua.” Jelas pembeli.


Letta buru buru memberikan pastel dan tersenyum, sampai kebelakang dan pelanggan mau habis letta sudah kelelahan terkapar duduk di dekat meja, semua gorengan ludes dalam hitungan menit. bahkan ada yang tidak kebagian. Agung pun selesia menggoreng.


” cape bangtet Letta?” Tanya Agung terkekeh melihat Letta kelelahan.


Letta menggeleng.” panas pak, astaga.. Letta kan mau sekolah.” Letta gelagapan menatap jam yang sudha jam 8.


Agung mendengar ikut shok.” Yaampun Letta lupa masih sekolah.” Ujar letta menepuk keningnya.


“ aduh maaf yah gara gara ibuk kamu jadi telat, gimana dong?” Nadia yang datang menatap Letta hampir menangis.


Letta mengibas tangannya buru buru melihat Nadia ingin menangis karena merasa bersalah.” nggak kok buk, ini nih gara gara pelanggan masa sekali beli keroyokan, lihat ketek Letta jadi basah.” Ujar Letta menunjuk keteknya. Agung dan Nadia tertawa mendengarnya membuat Letta Tersenyum tipis. Akh indahnya menjadi keluarga sederhana.


.


.


.


.


Haloo semua. jika ada yang bertanya kenapa novel aku yg sebelah belum tamat, sebelumnya mau aku tamatkan, cuma bermasalah sama level yang naik turun sehingga Mood jadi turun banget. cape nulis tapi dimainin gtu. jadi kalo nanti ada mood aku lanjut kalo ga yah begitulah.

__ADS_1


__ADS_2