
“ gue mau ngomong bentar.” Potong Mars. Letta mengangguk segera menjauh dari sana bersama mars.
Mars menghela nafas pelan memandang letta yang berdiri di depannya tenang. “ loe sama Zeyn udah mau nikah?” Letta diam, Mars mendengarkan semua yang dibicarakan Letta dan Mars. Mars tidak menyukai hal ini. tidak menyukai apa yang dirinya dengar.
Letta mengerjab pelan, menggeleng kepada Mars.” Nggak kok. dia sama loe sama aja, sama sama ada kontrak kerja..” jelas letta memandang kue kue di sebelahnya, mengambil donut dan memakannya santai.
Mars memandang Letta sedih tapi tidak letta lihat.” Gue pikir loe udah nggak kerja sampingan begini lagi.” bisiknya pelan
Letta menggeleng pelan.” masih ada beberapa lagi, mungkin kalo udah habis sama loe dan sama Zeyn gue udah kok. kebutuhan keluarga gue lagi banyak Mars, belum lagi nato, gue harus bayar biaya kuliah dia juga.” Jelas Letta kembali.
Mars berdehem pelan. " Yang gue kasih kurang??" bisik Mars sesak.
Letta mengangguk " Letta sebelumnya punya banyak utang. harus gue bayar..!" Jelasnya berbisik juga.
Letta melirik Mars yang diam di sebelahnya menepuk pelan pundaknya.” Nggak usah khawatir, gue bakal tetap menyelesaikan kontrak kita sampai kalian putus tunangan kok. “ jelas Letta,.
Mars hanya diam memandang Letta sulit. Letta berfikir jika tatapan mata ini sebagai tanda jika dia takut letta lari dari tanggung jawab.
...----------------...
Letta dan Nato pulang dalam keadaan lelah, jam 2 malam baru sampai rumah, saat memasuki rumah, keduanya mendapatkan Agung yang masih menonton televisi.
” Loh bapak belum tidur?” Tanya Letta melirik Agung yang belum tidur
Agung menggeleng pelan menunjuk risol yang ia gulung.” Belum. Bapak masih guling-guling risol.” Jelasnya.
Letta melirik Nato yang di sebelahnya ikut memandang Agung sedih.” yaudah tidur dulu aja pak, besok kan mau jualan, kita udah pulang.” jelas Letta pelan.
Agung mengangguk pelan.” iya. Kalian bersih bersih gih udah itu lanjut istirahat yah.” Tegasnya.
Letta mengangguk segera masuk, sedangkan Nato melihat Agung yang kelelahan kesal.” Bapak kalo cape istirahat aja. Letta kan ada Nato yang jagain.” Jelasnya menduduki diri di sebelah agung.
Agung melirik Nato sejenak.” Bapak Cuma nggak bisa tenang kalo belum lihat kalian pulang.” Jelasnya jujur. Nato hanya bergumam malas, Agung selalu begini, jika Letta atau dirinya belum pulang, dia belum kan tidur.
...----------------...
Sebulan paska perpisahan, kelulusan di umumkan, hari ini Letta dan Nato bersama sama ke sekolah untuk melihat hasil ujian mereka, apakah mereka lulus atau tidak, Letta dan Nato memang datang siang saat dimana di suruh nya, adik adik kelas keseluruhan di suruh pulang lebih awal.
“ yaampun gimana yah kalo ngak lulus.” Gumam Udin kepada Letta di sebelahnya cemas.
__ADS_1
Letta melirik Udin berdehem.,” setahu gue selagi loe rajin, baik nggak suka bolos dan nilai loe standar juga bakal lulus. Paling NIM nya aja yang kecil.” Jelas Letta tegas.
Udin menghela nafas pelan.” karena itu kalo nim kecil nggak keterima di kampus bagus, gue SNMPTN kemaren nggak lulus anj, harus tes gue.” jelasnya memelas
“ loe lulus Let?” Tanya Beta pada Letta.
Letta menaik turun alisnya. “ lulus dong, jurusan kedokteran.” Ujar Letta menepuk dadanya bangga., dirinya menguasai dunia kedokteran sejak kehidupan pertama nya. jadi Letta tak mau ambil pusing kembali, memanfaatkan ilmu yang ada saja.
“ anj beneran?” Tanya Bastian mendekati Letta berseru.
Letta mengangguk serius.” beneran, tinggal registrasi ulang ke kampusnya aja lagi, lagian kan di UE ini MOS nya memang lebih awal ketimbang yang lain.” jelas Letta kembali.
“ buset... gue nggak lulus kampus UE.” Gumam Udin kesal.
Beta terkekeh.” Loe ada temennya tu.” Ujarnya menunjukkan Utami.
“ iya padahal gue juara terus dikelas. Eh malah Letta yang dapet.” Jelasnya Utami kesal melirik Letta.
“ Untung untungan mungkin.” Jelas Letta kepadanya lamban.
“ atau loe pakek orang dalam Letta? ngaku aja loe..” tegas Bastian kepada Letta tajam.
Letta menggeleng.” Mana ada, sodara bapak gue aja gue nggak tau siapa. Boro boro orang dalam, kampusnya aja belum pernah gue injek.” Jelas Letta kepada Bastian melotot.
Letta mendengarnya mengerjab pelan, benar juga sih. “ tapi gue nggak ada orang dalem cuy, bener bener murni hasil daftar SNMPTN.” Gumam Letta tegas.
Bastian berdehem pelan mengangguk.” Aneh tapi.” Gumamnya. sebab UE bukan kampus kecil. Kampus paling terkenal bagus dan terakreditasi A.
Letta mengerjab pelan, apa ada yang membantunya memasuki kampus tersebut????? tapi siapa emang? Melirik Betta yang di sebelahnya memandangnya.” Loe keterima?” tanyanya. Betta mengangguk.
” Jurusan apa?” Tanya Letta.
“ sama kayak loe, mama sama papa gue kan dokter semua.” Jelasnya dengan semangat.
" Kalian ambil jurusan dokter apa??" Tanya Udin pada Betta dan Letta.
" Gue spesialis tulang"
" Gue Bedah." Jelas Letta.
__ADS_1
" Busettt!!" Seru Bastian melebarkan mata semakin aneh memandang Letta. he itu jurusan tidak sembarang bisa masuk.
Letta hanya memandang mereka bangga. Melirik Udin dan Utami yang lesuh, mereka memang kurang beruntung padahal mereka yang juara di kelas terus menerus,. apalagi Udin sebagai ketua kelas terkenal prestasi bagian basket.
“ perhatian semuanya. berkas kelulusan akan segera dibagikan, untuk nilai nya pun yang paling tertinggi saat UN akan diumumkan.. silahkan ke lapangan sekarang juga.” Tegas dari suara mikropon aula utama.
Betta merangkul Letta dan segera berdiri dari duduk di sebelah pohon depan kelas anak kelas 1.
“ yok..” gumamnya.
Letta mengangguk segera berjalan bersama teman temannya menu kelapangan, lapangan ini cukup lebar dan juga ramai di isi oleh anak kelas 3. Letta tidak banyak tau, tapi ia bisa melihat Nato bermain bersama Mars dan teman temannya. Letta hanya bisa senang melihatnya. syukurlah jika Nato sudah punya teman.
Mendapatkan kertas dari guru, Letta membukanya tenang, melebarkan matanya memandang tanda jika dirinya lulus dengan nilai yang memuaskan.
Gotcah. 9,7 keseluruhan, ada juga yang 98,9 atau 9,6 atau 9,7. memang Letta sengaja membuat nilai tidak mencolok ketimbang yang lain,. Letta tidak ingin ada yang mencurigai dirinya.
“ selamat kepada Letta Yonarsa karena nilai tertinggi di urutan ke tiga dengan NIM 9,72.” Seru dari kepala sekolah.
Teman teman Letta memandang Letta kaget sedangkan Letta mengangah memandang kedepan.” Saya?” tanyanya.
” Memang ada nama Letta Yonarsa selain kamu?” Tanya kepala sekolah kesel.
Letta cengengesan segera keluar dari tempatnya menuju tempat podium di depan., “luar baisa yah Letta, sering bolos, suka bolak balik dari BK tapi nilai UN kamu memuaskan, btw pakai dukun mana?” Tanya kepala sekolah guyon.
Letta memandang kepala sekolah kalem.” Nanti chat aja pak biar saya kirim alamatnya.” Jelas Letta.
itu membuat keseluruhan murid berseru ada juga yang tertawa melihat keduanya. “ duhh letta saya lihat kamu dulu mungil sekarang udah kuliah aja. " Jelas kepala sekolah menggeleng, Letta tersenyum tipis saja.
"Udah, kita lanjutkan kembali karena hari ini begitu panas. lanjut ke peringkat kedua jatuh kepada Fajar Alantas DENGAN nim 9,8..” tegasnya..
seluruh berseru kepada Fajar yang segera maju dan tersenyum tipis kepada orang orang., melirik Letta di sebelahnya yang hanya berdiri kalem., Ia berdehem pelan tapi Letta tidak peduli. Mendengus kesal fajar dibuatnya.
“ peringkat utama jatuh kepada Renja Mahendra... dengan Nilai rata rata 9,9... “ seru dari Kepala sekolah, kembali di sorak oleh seluruh murid yang memandangnya kagum. Renja segera maju dan berdiri di sebelah Fajar.
Letta melambaikan tangan pada Renja, dibalas senyum tipis oleh Renja. Fajar menyipitkan mata memandang Letta, tadi dirinya tidak di sambut atau di sapa? Rasanya gerah .
“ karena Renja nilainya 9,9. Selamat yah Renja, kabarnya NIM kamu urutan ke 2 terbesar di nasional...” jelas kepala sekolah menyalami Renja,
Menepuk pundaknya. Renja tersenyum lebar.” Terimakasih pak.” Jelasnya. Kepala sekolah juga menyalami Fajar dan letta.
__ADS_1
Sampai di dekat Letta ia menepuk pundak Letta pelan.” saya tidak yakin sebelumnya jika kamu sebagus ini dalam pencapaian nilai UN. Sangat di sayangkan selama ini kamu memendam kepintaranmu selama ini" Jelas kepala sekolah menggeleng pada Letta.
Letta tersenyum lebar... " Saya anaknya tidak mau sombong pak." Jelasnya yang disambut seru mengejek.