
Udah yah hehe.
.
.
.
Letta dan teman temannya segera ke kantin, karena menang Letta akan ditraktir oleh Bastian, wajah bastian suram seperti ahkhir bulan melihat wajah songong letta. sampai di kantin Letta memesan bakso dan juga beberapa makanan lainnya.
“ Hai... Letta ..” Letta melirik siapa yang mengajaknya bicara, menaiki satu alisnya dengan Tanya, sosok Kirana? Ia pernah sekali bertemu dengan Kirana ini, karena Kirana menaraknya dan baru kali ini lagi. memang wajahw ajah adem sih, kayak polos dan tenang.. ibu ibu eble banget bahasanya tu, mukanya nggak ibu-ibu tapi emang aura dia bikin nyaman.
Kiramna menatap Letta takut karena Letta menatapnya sangat tajam dan tak menjawab ucapannya. “ hmm letta bisa bicara sebentar-sebentar nggak berdua?” Tanya Kirana membuat orang kelas Letta menatap Kirana ikut heran dan penasaran
Letta mengunyah somai porsi besar menatap Kirana.”nggak bisa. gue mau makan, kalo mau ngomong yah ngomong aja disini.,” jelas letta kepada Kirana, malas berurusan dengan yang namanya Fajar dkk apalagi Kirana, bisa bisa masalah menghampirinya.
“ Pliss, bentar aja,. Nanti makanya aku traktir deh.” Jelas Kirana kepada Letta memelas.
Letta mendengarnya mengunyah menepis tangan Udin yang hendak mencomot somai nya.” Oke deh.” Jela letta membawa piringnya.
” Lah somai nya loe bawa?” Tanya Udin.
“ iyalah. Rugi kalo kalian ngabisin.” Jelas letta.
“ anj pelit.” gumam Udin malas. Sedangkan orang melihatnya terkekeh gemas, apalagi saat Kirana dan Letta saling berdampingan. Kentara sekali aura mereka, aura Kirana tenang aura Letta dark.
Sampai di belakang leb kimia, letta menghabiskan hampir keseluruhan somai miliknya, menatap Kirana dengan heran. Kirana sangat takut kelihatannya.” Kamu bisa nggak, jauhin Mars sama Fajar???” Tanya Kirana gugup.
__ADS_1
Letta mendengarnya mengernyitkan dahi bingung.” Maksunya gimana gimana?” tyanya Letta tidak mudeng.
Kirana semakin meremas ujung bajunya sendiri.” Kamu jauhin Fajar dan Mars, jangan ganggu mereka lagi, aku tau kok kamu jadikan mars sebagai pelarian kan??? aku nggak mau Mars sakit hati gara gara kamu dan buat Fajar dia pacar aku. Akhir akhir ini dia sering liatin kamu dan nggak peduli sama aku. Kamu pelet Fajar yah?” tanyanya hampir bergetar.
Letta mendengarnya ingin memuntah somai dimulut rasanya, tadinya enak sekarang terasa srek, “ loe nuduh gue godain mereka????” Tanya Letta hampir menegaskan
Kirana menggeleng.” dan loe nuduh gue melet mereka?? Dan apa hak loe ngatur gue biar nggak deket sama mars? Gue dan Mars udah mau tunangan asal loe tau.” Jelas Letta Tersenyum remeh.
Kirana melebarkan mata tak percaya.” Aku tunangan Mars, nggak mungkin, kamu nggak usah bohong. “ jelas Kirana berteriak.
Letta menatap Kirana remeh, Mengunyah kembali dan menyenderkan dirinya di bahu kiri ke dinding. “ loe tamak banget yah, emang mama loe nggak bilang Mars batalin tunangan kalian??? Secara gue udah ketemu sama bang Fluto, siapa lagi? cinta??? Duh Kirana kirana, udah tau udah tunangan masih aja pacaran sama cowok lain. itu namanya loe selingkuh.” Cibir letta
Kirana mengepalkan tangan.” Kamu murahan suka sama Fajar ngejar Fajar tapi nggak dapet, aku sama Fajar itu saling cinta nggak kayak kamu. P3lacur.”
Letta mengerjab, bukan sakit hati dibilang lacur Cuma ini yang ngomong Kirana? Perempuan baik hati nan suci itu? wah wah...
Kirana shok diperlakukan begitu oleh Letta, mengepalkan tangan menatap Letta yang melangkah menjauh dari nya. Kirana segera memutar otak menatap got di sebelahnya, Tersenyum miring. Kirana akan menghancurkan Letta lihat saja.
“ Udah? Ngapain dia ngajak loe ngomong?” Tanya Udin pada Letta.
Letta mengangkat bahu acuh.” Tauk akh? Dateng dateng ngajak rebut, “ jelas letta meletakkan somainya yang tersisa satu biji di atas meja dan meminum minum yang tertinggal. Bastian dengan berani mencomot sisa somai milik letta.
Bastian terkekeh mendengarnya.” Takut kalah saing kalik, secara Kirana kan cantik dan populer, Cuma loe doang yang bisa ngalahin dia, apalagi kelihatannya loe udah deket sama mars dan fajar temen temennya?” Tanya Bastian menyahut.
Letta mendelik pada bastian yang memakan sisa somainya. “ nggak tau gue. males mikir.” Jelas letta kesal segera bangkit.
“ pulang ke kelas yuk.” Jelas Letta. keduanya mengangguk segera ikut. Kalian bertanya dimana sunja? Jawabanya main dengan Belle dan Cinta. Mereka main bersama,.
__ADS_1
Brak... letta berbalik shok melihat Fajar yang mendorongnya kuat sampai membentur meja makan, menatap Letta tajam dan dingin.
” Loe udah gue ingetin. JANGAN GANGGU KIRANA..!!! loe denger nggak sih?” teriaknya menggema membuat atensi seluruh orang di kantin melihatnya.
Brak.” Loe apaan sih hoy.,!!!” teriak Udin ikut mendorong Fajar yang bersikap kasar pada Letta.
“ loe nggak usah ikut campur, gue berurusan sama ini cewek..!” ia menunjuk Letta yang masih diam menatap mereka.
“ masalahnya apa? Nggak bisa ngomong baik baik loe? Dia cewek nggak harus loe kasarin pas mau ngomong.” Tegas Bastian ikut membantu Letta berdiri.
“ dia nyeburin cewek gue ke got asal loe tau,,!” teriak Fajar kembali pada Bastian dan udin.
Keduanya mnatap Letta penuh pertanyana. Letta di tatap menggeleng pelan.” kapan?” Tanya Letta kembali.
“ Barusan, dia nangis ngaduh sama gue. “ jelas Fajar kembali kepada Letta dan teman temannya. Letta rasanya ingin melempar piring somai ke kepala Fajar yang, menuduhnya sembarangan.
“ menurut loe kenapa gue dorong dia ke got?” Tanya Letta tenang.
“ karena loe suka sama gue duan loe iri sama dia..!!! kayak biasa letta loe murahan.” Bisiknya pada Letta dingin.
Letta mencebikkan bibir kebawah mendengar hal tersebut.” Gue baru tau sih kalo muka loe setebal tembok.” Jelas letta mengusap tangannya dan melirik teman temannya.
” Dia datang ngajak gue ngomong dua mata, yah gue terima, dia nuduh gue mau rebut loe dan gue tinggal, tiba tiba masuk got. Kalo semisal gue nyebur dia kegot pasti dong gue kena got juga. Coba loe cium badan gue ada bau got nggak?” Tanya Letta mendekati Fajar dan mendekatkan bahunya ke Fajar.
Fajar terdiam menatap letta, wangi, letta sangat wnagi malah.
Bugh. Semua shok tiba tiba Letta menendang perut Fajar yang tak siap apapun kuat.” lain kali kalo ada apa apa nanya dulu jangan sembarang mukul orang. loe pikir loe hebat apa kayak gitu??? Bajingan.” Gumam Letta sinis segera pergi dari sana meninggalkan Fajar yang menabrak meja kantin sembari meringis memegang perutnya yang terasa perih.
__ADS_1
Letta mendesis malas si buat fajar.