
“ Mama?” Gumam Tama kaget .
Tama melirik Bima lagi nanar.” dia mama? Bukannya mama sudah meninggal?” Tanya Tama bergetar.
Bima menggeleng sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari wanita di depannya. Wanita itu diam bak patung, tak bicara apapun, hanya saja wajahnya sangat pucat seakan tak di alirkan darah.” Ma mas Bima?” Gumam nya pelan dan nanar.
“ ma?” gumam tama kaget melirik ibunya.
Bima menggeleng.” yah dia ibumu, ibumu yang selalu kau puji, wanita baik, wanita yang begitu kalian banggakan sampai kalian melupakan saya sebagai ayah kalian. Perlu kalian ketahui jika ibu yang kalian banggakan ini masih hidup.” Jelas Bima dingin, tersenyum miring, matanya memerah usai mendengar hal itu.
“ Mas.” Gumam mantan istri Bima nanar mendekati Bima.
Bima mengangkat tangannya tinggi menghentikan mantan istri memegang tangannya. Mereka diam memandang Bima nanar.” saya sudah bertahun tahun menanggung amarah yang tak mendasar, di tuduh melakukan perselingkuhannya padahal kau yang selingkuh. Di maki oleh anak anak padahal aku yang membesarkan dan memberi makan. Di otak mereka selalu memujamu dan memaki diriku. Aku tidak lagi sanggup Sarah.,” jelas Bima dingin diikuti Air mata Bima jatuh di selah amarahnya.
Tama diam di sana tak mengerti apapun, ibunya sudah lama meninggal, saat mereka masih kecil, dimana ibu dan ayahnya bertengkar hebat, saat dimana ayahnya menampar ibunya dan ibunya kabur. Saat ibunya kabur malamnya mereka mendapat kabar jika ibunya meninggal karena kecelakaan tubuhnya terbakar hingga habis membuat mereka tidak melihat jasad aslinya.
“ sarah ucap sesuatu pada anakmu supaya dia tak lagi memandangku sebagai laki laki iblis.” Jelas Bima pada mantan istri.
Mantan istrinya membisu, penuh memandang Bima sesak dan tak terima. Bima terkekeh pelan.” bagaimana hidupmu dengan laki laki pilihanmu itu? meninggalkan keluarga kita, anak anak kita karena cinta mu itu? apakah kau bahagia setelahnya?” Tanya Bima kembali sesak kepada sarah. Mantan istrinya.
Sarah meneteskan air matanya.” ma pa? ada apa sebenarnya yang kalian katakan?” gumam Tama seakan orang bodoh ditengah pertengkaran orang tuanya. Tama melirik ibunya sesak.” Dan mama mengapa ada di sini,? bukannya mama sudah meninggal karena kecelakaan? Mengapa masih hidup dan tidak pulang? Kami menunggu mama, kami merindukan mama.” Tanya Tama bergetar pada sarah.
“ ibumu sama sekali tidak meninggal di kecelakaan itu.” tegas Bima mengalihkan atensi Tama dan Sarah.” Mas... berhenti bicara.” Jelas Sarah nanar.
” kenapa? Kau tak mau mengakui semua kesalahanmu?” Tanya Bima dengan nanar.
” kau perempuan paling egois yang pernah ku temui Sarah.” Jelas Bima dingin.
Bima menghela nafas pelan memandang tama kembali.” Dia ketahuan memiliki hubungan gelap bersama mantan pacarnya saat kami masih bersama, saat kau dan brayen masih usia 4 dan 8 tahun, dan selama pernikahan kami dia berkhianat, mereka masih berkomunikasi, bahkan uang yang aku berikan kepadanya ia berikan kepada kekasihnya untuk membuat studio seni. “ jelas Bima tegas.
Sarah menggeleng menatap suaminya, ingin pergi tetapi Bima memegang tangannya erat. Sarah memelas memandangnya Bima.
__ADS_1
” Diam.. dan biarkan anakmu mengetahui semuanya.” jelas Bima tegas kembali pada Sarah yang ingin kabur dari sana menghindari bima.
“ ibuk?” Tanya dari belakang, mereka menoleh menatap gadis culun membawa arit menatap mereka kaget.” Ada apa buk?” tanyanya pelan sebab ibunya terlihat ketakutan. Bima sama sekali tidak terganggu di datangi oleh gadis itu dan laki laki baya.
“ dimana laki laki itu?? Mengapa dia pria lain?” Tanya Bima kembali.
Sarah diam memejamkan mata sesak.” Dia selingkuh, dia meninggalkan saya, kamu dan Brayen.” tegas Bima kembali memandang mata Tama yang sudah kosong.
” Dia memalsukan kematiannya agar terlepas dari aku, kau dan Brayen,. dia tak ingin bertanggung jawab terhadap kalian dan ingin bahagia bersama kekasih tercintanya. Dia saat itu mengandung anak mereka membuat saya murkah, saya marah, saya menamparnya dan mengusirnya, “ jelas Bima kembali.
Tama diam memandang ayahnya dengan air mata yang jatuh. Bima pun sama lemahnya di depan tama. “ yah dia wanita yang kalian puja, kalian cari, kalian banggakan. Kembalilah bersama dia, hidup bahagia sebagaimana yang kalian bayangkan. Tapi..” Bima menekan kata terakhirnya dan menggeleng.
” tolong jangan lagi kau Tama dan Brayen mencariku, menyakiti kekasihku Letta... jangan lagi menyalahkan dia di segalah amarah kalian, dia wanita baik dan tidak pernah terikat masalah dengan rumah tangga saya.” Jelas Bima dengan nanar.
Bima membuang muka, memandang rerumputan sesak.” Dia datang menghibur saya, memberikan saya arahan dan semangat, dia menjadi tempat sandaran saya dan saya tertawa di sela kalian menghina dan menyakiti saya tanpa dasar.” Jelasnya kembali dingin.” Dia tidak pernah bersalah, yang bersalah adalah ibu kalian.” Jelasnya dingin.,.
Bima kembali mendongak memandang Tama sesak dan sedih.” Kembalilah bersama ibu kalian agar kau bahagia... jangan lagi cari saya ataupun menyakiti wanita saya, saya sudah menyerah menjadi ayah yang baik untuk kalian.” Jelasnya tegas segera menjauh dari sana. " Mulai saat ini kamu dan Brayen bukan lagi anak saya, saya permisi!!"
Tetapi ibunya hanya diam.” Mama..” tegas Tama kembali tetapi sarah hanya diam saja.
Tama melirik Bima yang sudah mendekati Mobil.. tama segera menarik kakinya mendekati sang ayah.” pa papa... papa tidak bisa begini. Selesaikan seluruhnya jangan begini.” Tegas Tama berteriak keras.
“ semuanya sudah selesai.” Jelas Bima menghentikan langkahnya. Tama ikut berhenti memandang punggung Bima yang tegap dan tegas.” Semua sudah terhenti, selama ini saya sudah mengatakan kepada kalian sejujurnya tetapi kalian tetap mengatakan saya iblisnya nya dan ibu kalian adalah malaikatnya, kalian memojokkan saya. “ jelas Bima kembali tegas.
“ sekarang kembali pada malaikat kalian, sebab iblis ini sudah lelah. Kau bebas bersama ibumu.” Jelas Bima kembali memasuki mobilnya meninggalkan tama.
Tama mendengar itu diam menjatuhkan dirinya di rerumputan, sesak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, selama ini rupanya ayah yang selalu mereka salahkan tidak lah jahat dan ibu yang selalu mereka bela adalah tersangka utama,. Tama menggeleng pelan menatap mobil ayahnya yang sudah pergi.
” Papa..” teriak Tama.” Papa jangan pergi, papa...” Teriak tama kembali lebih kuat. tapi sayangnya Bima sudah tak mendengar apapun lagi. Bahkan jika Bima mendengar teriakan Tama, ia gak akan kembali, ia tak akan lagi mendekati Tama dan merangkul nya.
Tugas Bima sudah selesai, menjaga anaknya hingga dewasa, memberikan mereka terbaik. dan sekarang pilihan sudah berada di tangan anaknya. Bima sadar jika mereka tak akan bisa bahagia jika bersama dirinya.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka, ada Letta yang duduk di dekat jendela menikmati seluruh drama, menikmati secantik teh. Letta hanya tersenyum tipis melihat mereka yang ribut. Ini menyenangkan dirinya juga rupanya... ternyata penjaga Vila ini adalah ibu Tama itu sendiri.
Tama memandang ibu kandungnya nanar dan sesak. Sedangkan sarah hanya menunduk segera hendak pergi.” Tunggu. Mama nggak mau ngejelasin apapun yang papa katakana?” Tanya Tama tegas menarik tangan ibunya sesak.
Sarah melirik Tama dan menggeleng pelan, tak bicara apapun semakin membuat Tama frustasi. Menggeleng pelan di sana memandang ibunya sesak.” Jadi yang papa bilang bener?” tanyanya sesak dan nanar. tama kehilangan suara.
“ maaaf.” Gumam Fatma Sarah ibu dari Tama. Di sana ada suaminya pak Dar dan Ningsih menatap mereka penuh kebingungan.
“ kenapa?” Tanya Tama serak kepada sang ibu. Ibunya dulu wanita yang baik, meskipun tidak peduli kepada mereka, mereka hanya tau jika ibu mereka meninggalkan mereka dan tidak peduli kepada mereka Karena ayah mereka selingkuh.
Sarah menatap Tama dan menggeleng.” karena mama nggak cinta sama papa kamu.” Jelasnya serak.
Tama menggeleng pelan mendengar hal itu, “mama pikir bersama orang yang mama cintai akan buat mama bahagia, mama capek hidup sama orang yang nggak mama cintai, mama nggak tau apa yang mama pikirkan saat itu.” jelasnya dengan pelan.
“ dengan papamu, mama merasa tidak di sayang, memang apapun yang mama mau akan diberi, bersikap layaknya normal sedangkan mama anak dari orang yang penuh kasih sayang,. Papa mu sangat dingin dan seseorang dimasa lalu mama memberikan apa yang mama mau, apa yang mama butuhkan.” Jelasnya sesak dan serak pada tama.
Tama diam mendengar jawaban Sarah. Sarah menatap tama lebih dalam.” Maaf kan mama.. mama terlalu bodoh terhadap percintaan.” Jelasnya serak menyentuh tangan Tama.
Tama melepaskan tangan sarah dari tangannya,, menatap kosong sang ibu. Sarah menatap tangannya kosong.” Dimana laki laki itu sekarang? apa sekarang anda sudah bahagia??? meninggalkan anak anak, suami, demi kepuasan hati anda nyonya?” Tanya Tama kembali dingin.
Sarah merasa sesak di hati memandang anaknya, “ dia... dia..” ia melirik suaminya di belakang.
Dar, Tama melirik Darmin di belakangnya dan gadis di sebelahnya.” Kami... bahagia.’ gumam Sarah serak. Tama mendengar itu seketika hancur. air mata yang jatuh dan tubuh yang mundur.
Disini kesalahan dirinya karena menganggap ayahnya salah dan ibunya malaikat,. Lihat bagaimana egoisnya sang ibu mengatakan dirinya bahagia setelah apa yang ia tinggalkan, setelah seberapa besar kesalahan yang ia tinggalkan untuk suami dan anaknya.
Hidup dengan ayahnya. Tama selalu menyalahkan apa yang dilakukan oleh sang ayah, selalu menyatakan jika ibunya yang salah dan ayahnya penyebab semua luka.
Rupanya dirinya lah penyebab luka besar untuk ayahnya, dirinyalah yang menambah luka ayahnya. Sang ayah masih berdiri mendekam luka agar menghidupi sang anak, terpaksa menelan mentah mentah semua kesalahan yang sama sekali tidak ia lakukan.
Sekarang bagaimana??? Kenyataan ini sangat pahit, merujuk pada apa yang dinyatakan oleh ibunya. Tama lebih menyesal berbuat kasar pada orang yang tidak bersalah, Bima.. ayahnya dan Letta..
__ADS_1