Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Alasan


__ADS_3

“ Letta..”


Letta menoleh memandang Putra yang masuk ke kamarnya membawakan susu.” Kata Jiya kamu melewatkan susu pagi ini.” jelas Putra pelan memandang Letta geram.


letta menggeleng pelan.” tidak, aku sudah minum dua gelas asal kau tau.” Jelas Letta jujur.


Putra menaiki alisnya.” kau tak berbohong?” tanyanya tak percaya pada Letta.


Letta menggeleng pelan mendekati Putra. Tapi tatapan Letta jatuh pada lehernya yang bercak keunguan. Sejenak tatapan Letta menjadi air karena itu.


Putra yang sadar pandangan Letta, pupul miliknya bergetar.” In ini karena di gigit nyamuk.” Gumamnya pelan. Mencoba tenang menjelaskannya.


Letta mengangguk pelan. “ nyamuknya nakal sekali yah menggigit di sana.” jelas Letta terkekeh pelan.


Putra menghela nafas pelan melirik Letta yang mengambil susu di tangannya.” Kau tau? Jiya memberikan aku susu sapi sedangkan aku alergi susu sapi. Aku sudah menyetok susu kambing disana.” jelas letta menunjukan kulkasnya.


Putra mendengar itu melebarkan mata.” Kau alergi? Serius?” tanyanya kaget.


Letta mengangguk pelan membuat Putra menatap letta merasa bersalah.” Tidak apa apa... aku memang belum mengatakan apapun padamu.” Jelas Letta tegas.


“ baik aku akan menghindari semua hal berjenis susu sapi di rumah oke... “ gumam Putra tegas.


Letta mengangguk pelan.” itu lebih baik.” jelas Letta menyetujui.


Putra Mengangguk pelan menaruh susu itu di atas meja pelan, mengusap pelan pipi Letta.” apapun yang tidak nyaman katakana. Aku akan melakukan yang terbaik.” Jelas Putra tulus.


Letta mengangguk.” Hmmm aku ingin bertanya sesuatu yang membuat aku tak nyaman.” Jelas Letta.


Putra menaiki alisnya, Letta menarik tangan Putra duduk di atas kasur.” Mengapa kau tidak pernah menyukai Jasmine? Padahal dia wanita yang cantik, baik, pintar bahkan juga memiliki prestasi yang baik.?” Tanya Letta dengan heran pada Putra. Jasmin itu minus nya tidak ada selain cinta ditolak.


“ kau wanita paling baik yang aku temui, berhenti bicara tentang wanita lain.” jelas Putra menggeleng tegas. Putra tidak ingin membicarakan wanita manapun yang berpotensi menyakitkan hati Letta.


Letta mendengar itu lemah.” Aku hanya ingin jawabannya.. Putra ayo jawab.” Jelas Letta memelas pada Putra.


Putra diam mengingat Jasmine, ingatan pada Jasmine, maksudnya ingat bagaimana Jasmine, Jasmine memang wanita berhati lembut, dia juga sangat baik tamnpa pandang bulu saat membantu orang, dia kuat, berprestasi.


Bahkan menyukainya sejak dulu, tapi sayangnya Putra lebih dulu menyukai dan sakit secara bersamaan,.


Hati Putra terlalu lama ia tutup hingga berdebu. Putra rasa tak lagi ada rongga atau ruang lain untuk perempuan lain selain untuk Letta.


” Karena kamu.,.. karena aku sudah menyukai kamu jadi aku tidak membutuhkan siapapun lagi untuk di sukai.” Jawab Putra serius pada Letta.


Letta mendengar itu mengangguk rumit.” Jika aku tidak ada, apa kamu akan menyukai jasmine?” Tanya Letta pelan.


Putra menggeleng pelan.” tidak tau, jangan membicarakan hal yang tidak penting.” Jelas Putra tegas.


Letta terkekeh pelan.” Putra bagaimana rasanya mencintai dengan tulus terhadap seorang perempuan tetapi tidak terbalaskan? Menyukai terlalu lama dan pada akhirnya kamu ditinggalkan karena pria lain?” Tanya Letta serius.,


Putra memandang Letta dalam.” Sakit yah?” gumam Letta menghela nafas pelan.” nggak mau coba buka hati untuk jasmine? Dia suka sama kamu loh sejak sekolah dasar.. aku denger kemaren dia cerita banyak hal tentang perasaan dia ke kamu..” Jelas Letta tersenyum tipis.

__ADS_1


Putra mendekati Letta dan menggenggam tangan letta.” kamu berfikir apa tentang perasaan?” Tanya Putra pelan,


Letta mengerjab menatap Putra yang bicara, menggeleng pelan Putra menghela nafas.” mau bagaimanapun aku menerimanya, lebih baik pasti menolak dari pada bersama tapi hati tak sama. letta yang paling menyakitkan itu bukan cinta yang tidak terbalaskan, tapi saat kamu bersama orang yang kamu cintai, tapi pikiran dan hatinya untuk orang lain. Hidup bersama orang yang tidak mencintai kita itu terlalu sulit dan terlalu lama untuk dilewatkan.” jelas Putra tegas.


Letta ingin bicara kembali tapi Putra menutup bibir Letta dengan telunjuknya lembut.” Im sorry, saya hanya bisa mencintai satu orang dari dulu, sekarang dan esok... jangan paksa apapun terhadap perasaan, karena sesuatu hal yang dipaksakan nggak baik. Sama kayak kamu nggak suka makan pahit tapi dipaksa belajar makan pahit. Emang Bisa.. kamu akan bisa karena terbiasa bukan menjadi suka." tegas Putra.


" Terbiasa dan suka itu beda. Beda penyambutan dan beda perasaan... tidak semua hal bisa diawali dengan kata belajar letta dan tidak semua bisa di awali dengan terbiasa, Ada banyak terbiasa dengan ketidak nyamanan. Dan itu sakit.” gumam Putra pelan.


Letta mendengarnya itu hanya diam dengan pandangan sulit, yah semua tidak bisa dipaksakan. Letta mengerti jika dirinya tidak sepenuhnya benar dalam menyuruh orang untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak inginkan.


Putra tersenyum mengusap kepala letta.” Kita nonton saja bagaimana?” Tanya Putra,


Letta menggeleng pelan.” mau dimasakin saja sama kamu bagaimana?” Tanya Letta memelas.


Putra terkekeh pelan.” mau makan apa hm?” Tanya Putra menoel pipi Letta.


letta menunjukan lemari makananya.” Mie pedas.” Jelas Letta semangat.,


Putra menyipitkan matanya memandang mie ‘” itu nggak baik letta.. aku masakkan steak saja bagaimana?” tanyanya pelan.


Letta mengangguk menadakan tangannya.” Gendong.” Gumam Letta.


Putra menjentiikkan kepala letta.” sejak kapan menggemaskan begini? biasanya juga suka dingin.” Gumam Putra heran, tak bisa juga ia pungkiri jika bahagia melihatku.,


Letta mengulum senyumnya dan menggeleng pelan. Putra segera menyambut tubuh letta dan menggendongnya dengan senang.


” semua sudah termaafkan karena kamu sudah menerima pangeran kodok ini Putri cantik.” Gumam Putra dengan senang., Letta terkekeh senang segera menaruh kepalanya di pundak Putra.


" sama sama pangeran kodok!!! " jawab Letta. Putra terkekeh mendengarnya.


Duduk di patri, menatap bagaimana Putra memasak untuknya, Letta senang, senang sekali melihat itu, bagaimana tubuh atletisnya yang memasak makanan begitu sempurma, mereka terlalu sempurna. Letta menghela nafas pelan.” dimana Bima dan Xior?” Tanya Letta.


Putra menatap makananya masam.” Jangan menanyakan yang tidak ada. Mereka sedang ada pekerjaan masing masing..” jelas Putra tegas.


Letta meringis.” Kalian bagi waktu yah???? soalnya kalo ada Xior nggak ada Bima kalo nggak ada Bima, Xior ada kamu..” gumam letta pelan.


Putra mengangguk menaruh kentang goreng di atas piring, “ kami membagi waktu agar tidak ada rasa iri dan kecemburuan saat salah satu lebih dekat.. dan Bima Xior juga setuju..” jelas Putra tenang,.


Membalikkan daging dan menaruh bawang putih di atas dagingnya.” Jangan memikirkan banyak hal. Kami akan berusaha yang terbaik untuk kamu.” Jelas Putra senang. Mengangkat daging di atas piring di dekat kentang goreng.


Letta tersenyum tipis mendengarnya itu.” wahhhh.... “ gumamnya menaruh kepalanya di atas meja dan mengetuk ngetuk jarinya di atas meja., “kalian memang orang orang baik.. aku bersyukur memiliki kalian.” Jelas Letta dengan tenang.


“ kami lebih bersyukur memiliki kamu.” Jelas Putra mendekati Letta dan menaruh makanan di depan Letta.


Letta mendongak menatap binary makanan yang Putra masak.” Wanginya..” gumam letta senang.’ Cobalah.. ini wagyu bali terbaik dan kentang terbaik untuk tuan putri, selamat menikmati.” Jelas nya senang.


Letta mengangguk, segera mengambil kentang dan memakannya dengan semangat. Rasanya sangat krispi diluar dan lembut di dalam.” Wah ini enak banget.” Jelas letta semangat.” Sepertinya direstoran.” Gumamnya kembali memandang Putra.


“ lebay.. “ gumam Putra memerah malu.

__ADS_1


” Beneran.” Gumam letta serius memandang kentang yang bertabur nori.


” Ini itu kentangnya memang aku belajar dari cher, dia mengajari untuk direbus dulu lalu di goreng. “ jelasnya. Letta mengangguk paham, segera membela dagingnya.


Empuk sekali. Letta memakan bagian besar dan Putra melotot, Letta terbentuk lebar merasakan daging lembut, ini original, rasa asin butter, manis daging dan guri dari daging asi.


“ ini enak sekali...” gumam letta berbinar.


” Besok besok aku ingin kamu memasak untukku oke?” Tanya Letta. Putra mengangguk.


” Siyapp.. untuk tuan putri apapun itu.” tegasnya.


Letta terkekeh memandang Putra, rasanya sangat senang diperlakukan begitu baik. akhh apa kabar Agung? Tiba tiba ia merindukan Agung.


Hari berlalu begitu saja. Letta senang sebab di hari bergantian Xior, Bima dan Putra akan mengunjunginya. Putra akan libur untuk satu bulan ini, ia mengambil cuti yang selama ini tidak pernah ia ambil, lalu bima dan Xior?


Mereka tetap bekerja di perusahaan masing masing setiap harinya. Mereka jadi jarang bertemu satu sama lain.


...----------------...


Letta diam diam keluar dan mengemudi mobilnya, menyamar sebagai laki laki dan penjaga.. Letta bisa terbebas. Menghela nafas pelan saat di jalanan letta menyetir sangat santai., berhenti di café di dekat rumahnya, Letta memarkirkan mobil.


Masuk di café... ia menatap sepenjuru dan dapat.. Letta segera menurunkan topinya dan mendekat.


” letta..” gumam Brayen.


Brayen di sana kaget melihat Letta yang menghampiri dirinya dengan pakaian laki laki, letta tersenyum tipis.” Letta.” gumam Brayen pelan dan serak.. lihat letta, dia terlihat baik baik saja tapi sedikit pucat dan kurus???


” sudah lama menunggu?” Tanya Letta menghentikan pikiran Brayen.


Brayen mengangguk.” Aku sedikit berambisi bertemu, karena tak mau kehilangan waktu aku menunggu satu jam drai perjanjian.” Gumamnya tak enak hati.


Letta mendengar itu terkekeh pelan.” bagus... “ gumam letta.


Brayen kehilangan suara., apa yang ia tanyakan? Apa yang harus dilakukan. Brayen ngeblank. Dirinya kehilangan banyak akal saat ini.


Mereka memang janjian di sini.


Letta membuka menu dan memanggil pelayan... pelayan datang dan Letta menyebutkan pesanannya disela Brayen yang kikuk... suara lonceng café berbunyi. Letta menatap siapa yang datang. Brayen pun sama..


” Tama.” teriak Letta memanggil siapa yang datang. iya Tama.. Tama tersenyum tipis mendekati letta..


Letta memberi ruang di depan nya untuk tama. Tama duduk menaruh tongkatnya di sebelahnya. Letta melihat dua beradik yang menggunakan tongkat terkekeh.” Kalian patah kaki semua?” Tanya Letta.


Mereka saling lirik. Brayen kikuk, tama kikuk... “ kau??? Kenapa menggunakan kaca mata sekarang?” Tanya Brayen pada kakaknya heran. Kakaknya (Tama) menggeleng pelan.


” dia hampir buta.. matanya buram karena syarafnya sedikit rusak.” Jelas Letta santai. Itu akibat ulah Zeyn dulu


Brayen kaget mendengar kabar buruk kakaknya.” Tidak usah memandangku begitu, kau juga memprihatinkan.” Tegas Tama kesal. Brayen menghela nafas kesal. Letta tertawa melihat mereka yang sama-sama tidak baik-baik saja...

__ADS_1


__ADS_2