Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Tragedi Bima


__ADS_3

Satu jam lebih Letta membersihkan tubuh di toilet, dan sekretaris Bima sudah memberikan baju, Letta segera membuka sedikit pintu kamar mandi menatap BIma yang rupanya menunggu di depan pintu.” Baju .,” tegas letta dengannya.


Bima segera mengulurkan baju tanpa drama sebab tau jika Letta sangat emosi. Letta mengambilnya kasar dan menggunakan pakaian yang diberikan. Sialnya ini baju dress seksi yang bertali satu dan karena letta sudah berfikir jika dalaman pasti tidak ada tadi, ia masih menyimpan yang tadi tidak terkena telur juga kan.


Letta segera keluar dari kamar mandi, bau amis padanya sudah terganti jadi wangi sabun dan sampo segar. Bima segera mendekati Letta memegang tangannya lembut, Letta menghempaskan tangan Bima kasar.” Baby.” Gumam Bima lirih kepada letta.


Letta membuang muka.” Tama, Brayen kompak buat bully letta, masa semua orang di suruh lempar telur ke muka Letta.” tegas Letta kepada Bima dingin.


” Dan Om harus putus kerja dengan keluarga Bella, pecat papa dia yang bekerja di bawah naungan Om. Dia manager di perusahaan om kan?” Tanya Letta kepadanya tegas. tentu Letta sudah memegang kunci ini sejak dulu. hanya sekarang saja ia jalankan.


Bima gelagapan mengangguk.” Kamu duduk dulu sini, kita bicarakan baik baik.” jelasnya.


" nggak mau, nggak ada yang dibicarakan baik baik. kalo om nggak bertindak, kita nggak usah ketemu lagi, om nggak usah ketemu letta dan Letta bakal benci om seumur hidup.” Tegas Letta dingin.


Bima mendengar hal itu semakin shok, menggeleng takut. menarik Letta untuk dirinya peluk, tapi Letta kekeh menjauh dan mendorongnya.” Iya saya akan memberi pelajaran dengan anak saya dan ayahnya Belle siapa itu?” tanyanya dengan tegas.


Letta melirik Bima menggunakan ekor matanya.” Candra...” tegas letta dingin.,’" Candra.. dia bekerja di perusahaan om sebagai manager.” Tegas Letta dingin.


“ baik om bakal pecat dia sekarang juga.” Tegas Bima mengambil Hpnya dna mendekati Letta, mencari kontak HRD nya dan menelponnya. Saat telepon menyambung Bima segera berucap tegas” tolong kau panggilkan pak Candra sebagai manager di perusahaan kita ke ruangan mu, dan pecat dia sekarang juga dengan alasan korupsi, aku akan mengurus berkasnya.,” tegas Bima dingin.


“ apakah benar pak sebab pak Can..”


“ Jangan banyak Tanya, lakukan apa yang saya perintahkan atau kau akan ku pecat.” Tegasnya dengan dingin segera mematikan Hpnya,


Bima menatap Letta yang menyimak semua yang dirinya lakukan.” Udah kan? ayoo sini duduk dengan saya bicara baik baik.” jelas Bima masih mencoba membujuk letta.


Letta Masih membuang muka. “ satu lagi, kita nggak usah ada hubungan lagi, Letta nggak ma.. akg.” Letta sontak kaget saat Bima menarik bahunya dan menatap Letta dingin dan tajam.,


letta meneguk Saliva menatap matanya “ saya tidak suka kamu bicara begitu baby.” Gumamnya membawa Letta yang duduk di sofa disebelahnya menjadi Duduk di pangkuannya.


Letta segera berdiri dari pangkuan Bima tapi Bima menahan pinggangnya membuat tubuhnya dan Letta menempel, “ tapi anak anak om nggak suka sama saya. Brayen, Tama... saya nggak mau banyak masalah.” Jelas Letta kesal.


“ mereka akan saya hajar nanti,.” Jelas Bima memainkan ujung rambut Letta yang masih basah, menahan tubuhnya agar tetap menempel, melirik paha Letta yang terlihat membuatnya meneguk Saliva kering, Letta melihat gelagat aneh Bima menahan bahu bima dan berdehem.,


” yah.” gumamnya pelan.


Bima mendongak memandang letta dengan tatapan memerah. Mencoba memegang bagian pinggang Letta tetapi Letta menepisnya. Bima benar benar meresahkan sekali bagi letta yang awam terhadap hubungan begini. “ Letta kamus seksi sekali.” Gumam Bima dengan berbisik menjilat daun telinga Letta sensual.


Letta meliriknya dengan berdehem pelan.” saya boleh?’” Tanya Bima dengan tatapan sulit.

__ADS_1


Letta menggeleng tegas.” Saya masih kuliah, saya nggak mau rusak, papa saya bisa marah.” Tegas Letta terang terangan dengan hal ini.


“ hanya ciuman..” bisik Bima membasahi bibir bawahnya.


Letta membuang muka.” Saya akan membiayakan kuliahmu dan kakakmu hingga tamat, saya janji.” Tegasnya kembali.


Letta melirik Bima yang bicara begitu lantang. Ini menggiurkan dimata letta. Bima melihat hal itu mengusap punggung letta dan mendekati wajah Letta ke wajahnya.


Letta menggeleng pelan.”nggak mau.” Gumam Letta menjauh tetapi tertahan oleh Bima.


Bima menahan bahu Letta dan merapatkan dada mereka yang menempel. “ tapi saya tidak suka bantahan.” Bisiknya mengecup pipi Letta dan membalikkan keadaan.


Letta kaget saat tubuhnya dibawah Bima dna Bima mendekap tubuhnya di sofa dan mengecup bibir Letta dengan rakus, menghisap bibir bagian bawahnya dan menerobos masuk lidahnya sebab memang Letta yang tidak paham apapun.


Tangan Bima meremas pelan rambut letta menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman, satu tangannya lagi mengusap [lpaha Letyta membiuat letta merasa ada yang aneh pada tubuhnya. menahan tangan Bima agar tak lebih tetapi Bima malah lebih menahan tangan letta. kembali mendekati posisi mereka dan memperdalam ciuman.


Bima benar benar menghabisi bibir letta sampai dalam. Tapi tunggu rasanya ada yang mengganjal di bagian inti Letta, rasanya geli.


Bima snegaja ia gesekkan membuat letta melenguh dan melepaskan ciumannya, mendorong Bima kuat secara tiba tiba membuat ciuman keduanya terlepas.


Letta memandang Bima shok sebab Bima mengusap bibirnya yang masih penuh liur. Ia melirik celana bahan Bima yang membengkak membuat Bima tersneyuum miring dan kembali menerjang Letta dengan ciuman.


Letta menggeleng dan menahannya.” Hanya ciuman, atau aku akan melakukan lebih.” Bisik Bima.


Siallll Letta merasa tak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri saat ini. dan Bima masih menggesekkan miliknya ke tubuh Letta, sesekali letta melenguh dan juga gelisah.


Kesadaran Letta kembali menahan tangan Bima yang menyingkap dresnya.” Hanya ciuman.” Bisik letta.


Bima mengangguk kembali mencium Letta. sampai keduanya merasa puas Bima melepaskan ciumannya dan mengusap tali Saliva yang menyangkut, bisa ia lihat wajah Letta yang memerah dan bibir yang bengkak.


Letta Terkekeh mengusap bibir bawahnya, Bima tersneyuum senang.” Om lebih sayang sama letta atau kedua anak om?” Tanya Letta dengan manja.


“ tentu saja dengan kamu. Bagi saya kamu paling terpenting dalam hidup saya.” Bisiknya.


” Jika saya minta Om untuk tidak memberikan mereka jajan selama sebulan dan memutus semua fasilitas om beri kepada mereka apakah om akan menolak?” Tanya Letta memainkan dada bidang Bima.


Bima mengangguk menahan tangan Letta dan menciumnya.” Apapun untukmu baby.” Bisiknya dengan kelabu serak.


Letta mengangguk pelan.” baik.. jika Om tidak menetapinya, aku akan pergi.” Ancam letta.,

__ADS_1


Bima mengangguk dengan tenang kepada Letta. letta tersenyum miring., kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan padanya...


“ belle..” teriak Candra memasuki rumahnya, menghempaskan jas kantornya, Candra merenggangkan dasinya, melihat ada istrinya yang melihatnya kaget dan segera mendekat Candra segera bertanya.” Dimana Belle?” tanyanya dingin dan tegas.


Istrinya menunjukan kamar ragu.” Ada apa pa? pa?” tanyanya kaget saat sang suami mendekati kamar Belle dan membuka pintu kasar, ia bisa lihat sang anak sedang joget didepan kamera hpnya.


Belle melihat hal tersebut segera mendekati Candra dengan kaget sebab ia sedang live instagram.” Ada apa pa?” tanyanya kaget.


Langkah Candra sangat lebar mendekati Belle dan menamparnya kuat. Belle kaget memegang pipinya yang terasa kebas di tonton hampir ribuan pengikutnya pun kaget.


” Anak sialan kamu. Apa yang kamu lakukan sampai sampai saya di pecat ha?” teriaknya menggema.


“ aku. Aku..” belle menggeleng pelan memandang ayahnya kaget. “ Laporan mengatakan kamu menyombongkan kekayaan dan kamu tau gara gara kamu papa ketahuan korupsi Belle. Gara gara kamu kita jatuh miskin!!!!” teriak Candra menjambak anaknya kuat. Belle terpekik kesakitan karena dijambak ayahnya.


demi tuhan ini pertama kali ia dihajar ayahnya.


“ pa tenang pah. Jangan begini.” Gumam istrinya memisahkan kedua orang tersebut, sang suami terobsesi marah pada anaknya.


” mulai hari ini semua barang kita di sita dan kita bangkrut untuk menebus semua yang papa ambil dan kita jatuh miskin. rumah di sita mobil bahkan perhiasan dan uang!!!” teriaknya menggema. Belle memandang ayahnya kaget dan shok. Jatuh miskin?


miskin??


.....


Letta melihat video yang beredar tadi malam tersneyuum miring.” Cinta.. Belle. Lihat aja kalian, tunggu pembalasan gue.. “ gumam Letta memainkan pisaunya, pisau yangh ia beli beberapa hari yang lalu, pisau itu satu boks set yang sangat tajam,.


letta tidka pernah main main di ucapannya. Dirinya tidak akan membiarkan Belle dan Cinta merusak hidupnya di dunia baru ini.


“ letta kamu udah masuk kuliah hari ini?” Tanya Nadia mengetok pintu


” Iya buk.” Teriak letta menyimpan pisau itu. segera keluar menemuinya sang ibu. Nadia mengangguk pelan.” jam berapa?” tanyanya kembali dengan pelan.


“ jam 8 sekarang buk.” Jelasnya mengangguk


” Yaudah turun yah nanti ibuk taro sarapan dan bekalnya di sana, ibuk mau bantu bapak jualan soalnya yah.” jelas Nadia lembut.


Letta mengangguk pelan dan nada segera turun. “ jangan lupa makan letta.” tegasnya kembali.


“ iya buk.,.” jelas Letta. segera kembali menyisir rambutnya. Hari ini ia sudah masuk kuliah di tajun pertamanya, di sini ia hanya menggunakan jins panjang yang ada sobek di lutut berwarna navi dan jaket hitam kebesaran, sedangkan rambut ia hanya jedai saja sebab tak bisa dikucir tinggi. Menggunakan sandal swallow.. masalah baju untuk kuliahnya memang belum di bagi karena itu ia masih menggunakan baju bebas. Hari ini akan di bagikan.

__ADS_1


Turun melihat ada Nato yang makan dengan tenang. Letta segera duduk di sebelah Nato,. Nato melihat Letta di sebelahnya mengerjab pelan.” loe kuliah?” tanyanya.


Letta hanya berdehem mengambil nasi.” Hati hati.” Bisik Nato pelan, sangat pelan membuat Letta menoleh. Nato meliriknya dengan tenang.


__ADS_2