Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Selingkuhan


__ADS_3

Letta kucar kacir berlari usai menggigit Brayen, mendesis mengusap darah di pipinya. Letta melirik ke kanan dan ke kiri, dimana mendapatkan Zeyn yang berada di depan gerbang sedang berbincang dengan Fajar. Letta membuang muka saat hampir mata mereka bertemu.


Buru buru ke kelasnya untuk mengambil tas, dan keseluruhan sudah pulang kecuali ada Utami, Udin, Bastian. “ duh Letta loe lama banget, kita kira loe dimana? Kita udah nyariin loe takut banget lihat muka Brayen kek mau makan loe. “ ujar Utami menatap letta memasuki kelas dnegan rambut acak acakan seperti singa.


Udin menggeleng melihat letta mengusap rambut Letta hingga lurus dan rapi kembali. “ sumpah deh. Loe kayak kena Jambak monyet. Bilang sama abang monyet mana yang jambak adek?” Tanya Udin dengan tatapan songong pada letta.


“ kalian udah tau monyet mana yang terus cari masalah sama gue,” jelas letta kesal mengambil tasnya.


“ Brayen Fajar?” Tanya Bastian kepada letta.


letta mengangguk.” Seratus buat loe., nggak ada monyet lain selain mereka yang benci gue di dunia ini, capek banget gue sama mereka, “ gumam letta memelas kepada teman temannya.


“ loe sih ganjen, mau makek baju Brayen.” ujar Utami pedas.


“ gue dikasih anjir sama Renja dan gue nggak tau tu baju Brayen, gue tinggal pakek karena takut kehilangan nilai dan telat ujian kimia.” Jelas letta tegas.


“ yah udah jangan ngegas.” Ujar Utami meringis.


“ loe ngomongin gue ganjen tadi.” Ujar letta melotot pada Utami.


‘” udah udah.. ribut terus kalian.” Ujar Udin menggeleng.


” Yuk pulang. Letta loe pulang sama siapa? Udah jam segini nanti bentar lagi udah mau magrib, pulang yuk pulang.” ujar Udin menarik Letta menjauhi utami.


Bahu Utami pun ditarik oleh Bastian. “ yuk pulang. gue sama Utami kan searah duluan yah bai..” ujarnya mengajak Utami menjauh, melotot pada Udin di sana. supaya Letta dan Utami tidak ribut lagi.


Udin terkekeh membawa Letta juga keluar kelas. “ lain kali nggak usah berurusan sama mereka let, mau dia Renja atau siapapun itu, kasihan gue lihat loe.” Ujar udin mengeleng.


Letta mengangguk memainkan tali tasnya ke atas kebawah sampai ke parkiran ia mendapatkan Zeyn duduk di kap mobilnya, lebih tepatnya bersandar disana.


” dia siapa let?” Tanya Udin dengan melebarkan matanya.” ganteng banget." gumamnya bergetar.


Plak” loe Lanang Bangk3!!.” ujar letta melotot.


Udin meringis merasakan lengannya dipukul letta. “ kenapa sih letta gue kan Cuma bilang dia ganteng.” Ujar Renja kesal melihat Letta yang memukulnya.


" Geli gue denger nya. Setahu gue cowok normal pantang muji cowo lain!!!"


" Gue terkecuali!!!" Tegas Udin.


Letta mendelik tak suka mendekati mobilnya bersama udin yang mengambil mobilnya sendiri.


Zeyn segera mendekati Letta dan memandang letta dengan dalam.” dia siapa?” Tanya Zeyn serak dan tajam melihat Udin disebelah Letta.

__ADS_1


Udin ditanya buru buru menatap Zeyn gugup. “ pacar gue kenapa” Tanya Letta malas membuat Udin yang ingin menjawab shok menatap letta.


Zeyn tersenyum remeh memandang letta. “ jika cari pacar yang lebih ganteng dari saya. Kalo gini saya rasanya turun harga dirinya.” Jelas Zeyn remeh.


“ tapi dimata gue harga diri loe segini.” Ujar letta menunjukkan sepatunya dan menginjak nginjaknya.” Udah nggak ada.” Jelas letta malas.


Zeyn di sana memandang Letta tambah dingin. Dirinya dihina!


“ gu- gue duluan yah hehe. Dah.” Udin buru buru pergi meninggalkan letta dna Zeyn saat sadar ada perang dingin di keduanya. Tidak mau dirinya ikut campur. Aura disini aur-auran. Cukup dirinya tidak mau jadi korban.


Letta menghela nafas segera mengikuti Udin yang pergi tapi Zeyn lebih dulu menahan tas Letta.” mau pergi kemana Letta? urusan kita belum selesai.” Tegas Zeyn ingin kepada Letta.” Fine jika kamu ngak mau lanjutkan kontrak kerja kita, tapi kamu harus membayar kontrak nya.,” kecam Zeyn mengancam Letta.


Letta melirik Zeyn lewat ekor matanya, mengerjab pelan. sepuluh miliytar dimana ia dapat uang sebanyak itu? hey hey itu duit semua bukan daun..! daun aja ngak terhitung berapa banyak yang letta harus mengumpulkan untuk jumlah segitu banyaknya.


Zeyn yang melihat wajah keruh Letta pun menarik tas letta lebih kencang membuat letta memandang wajah Zeyn kesal.


“ gimana???” tanyanya serak dan berat tepat di depan wajah Letta. Letta mengerjab pelan dan berdehem pelan.


“ tapi gue nggak mau berurusan sama adek loe.” Ujar Letta pelan.


Zeyn mengacak rambut Letta pelan, dan segera ditepis oleh Letta.” Fine. Dia bukan hal yang harus loe pikirin, tapi inget. Kita tetep harus dengan kotrak.” Ujar Zeyn dengan dingin. Mau tak mau Letta mengangguk pelan, tak ada pilihan lain.


Sejujurnya mudah saja Letta mencuri uang uang yang mungkin dari beberapa situs yang masih aktif sejak dulu, tetapi Letta sudah taubat, tidak lagi mau dikejar maut, sedikit banyak ia pasti dilacak dan akan ketahuan, besar lagi masalahnya kelak. Letta tidak ingin punya masalah khusus kepada mafia atau perusahaan besar.


“ temani saya untuk bertemu klien malam ini.’ Jelas Zeyn kepada Letta tegas.


Letta mengerjab pelan. '' gue pulang dulu, nanti loe jemput di rumnah aja gimana?” Tanya Letta pelan. malas dirinya berlama lama di salon Zeyn.


Zeyn berdehem pelan.” oke... “ Zeyn mengeluarkan kartu dari dompetnya, menaruhnya di saku Letta pelan.


Letta melotot segera mundur memegang dadanya, zeyn tersenyum miring.” Buat beli baju.” Bisiknya pelan.


Letta menatap Zeyn seperti dilecehkan, memang tidak kena dadanya, tetap saja letta tidak terima. Memandang kartu yang di sakunya., Letta tersenyum miring. Oke jika begitu mari kita ikuti permainan Zeyn.


Zeyn merasa tak lagi ada pembicaraan segera pergi dari sana meninggalkan Letta menuju mobilnya yang berada di depan gerbang.


Letta mengipasi dirinya menggunakan kartu di tangannya dan sandi yang sudah ada dibelakang kartu. Letta memasuki mobilnya dan tersenyum lebar." saat nya shoping.” Gumam Letta terkekeh pelan dan menjalankan mobilnya menuju mall..


Tak lama sampai di mall, letta segera menuju ke tempat penjual HP dan Laptop. “ mau cari apa dek??? Hp android? Iphone? laptop? MacBook? kau Credit, cahs atau tukar tambah??” sales nya mendekati Letta penuh keramahan karena memang aura letta yang orang kaya membuat beberapa sales mendekatinya, apalagi tas dan sepatu Letta batang branded semua.


Letta mengangguk pelan menduduki kursi bulat dan bisa berputar di depannya” mau beli HP android tapi speknya bagus mbak. “ jelas Letta pelan.


“ satu aja yang iPhone spek terbaru.” Jelas Letta tersenyum lear kembali lagi. tentu saja senyum sales mereka dua kali lipat lebih lebar ketimbang senyum Letta sebelumnya sembari menyiapkan HP hp yang diinginkan.

__ADS_1


” Ada merk hp tertentu yang mbak inginkan sebelumnya?” Tanya sales perempuan kembali,


Letta menggeleng pelan.” tunjukan yang terbagus dan termahal.” Jelas letta sombong. Sales kembali ke belakang mengambil produk terbaik mereka, menawarkan pada letta.


Letta tersenyum sinis mengambil tiga HP Android dan satu hp Iphone terbaru, mengambil macbook dua, Notebook 1 dan segera membayarnya. Hampir ratusan juta totalnya ia gunakan kartu yang di beri oleh Zeyn. tersenyum senang Letta segera keluar dari tempat membeli HP.


Letta segera menuju tempat perhiasan dan membeli beberapa perhiasan, keluar dan menuju tempat baju, letta memilih baju yang paling ia senangi, tatapannya tertuju pada baju yang berada di etalase, berwarna cream Beige, sangat cantik dan elegan, deres yang menggunakan lengan tiga jari, di beberapa bagian ada butiran bunga putih yang menambah kesan elegan.


“ Letta kamu disini juga?” Letta melirik Sunja yang berada di sisinya, mengajaknya bicara


Letta mengangguk pelan melirik kebelakang Sunja ada Cinta dan Belle yang memandang belanjaannya. Dengan muka songong Letta mengipasi wajahnya dengan boks yang dirinya miliki.


“ iya nih habis dari beli HP terbaru soalnya bosen sama HP lama, terus beli perhiasan juga. Rasanya juga mau beli itu baju deh.” Ujar Letta menunjukan baju pilihannya. Bella dan Cinta yang tau maksud lain dari Letta mendesis tak suka.


“ tapi aku juga mau baju itu.” jelas Sunja pelan.


Letta mendengarnya mengangguk paham.” Yaudah kalo gitu, beli aja sih.” jelas letta pelan segera menjauh.


“ hmm letta.” letta melirik Cinta yang memanggilnya, tersenyum tipis Belle dan Cinta kepada Letta.” loe nggak mau temenan sama kita? kita bak---..”


“ orak sudi.” Potong Letta membuang muka segera pergi tanpa mau mendengar ucapan Belle dan cinta.


Tangan belle mengepal mendapatkan penolakan Letta, bajunya ditepuk pelan oleh Cinta.” Kita bales nanti.” Ujarnya dingin. Segera pergi memilih baju mereka.


Letta tersenyum sinis pergi dari mereka smeua, rasanya letta mendapatkan hawa panas jika berdekatan dengan mereka terlalu lama, pilihan terjatuh kembali pada dres biasa, berwarna Warda polos yang hanya sepaha.


Letta senang dengan warnanya, letta memanggil pelayan dan memilih dres itu, kembali mencari yang lain diikuti pelayan letta kembali mnengambil dua dress terbagus dan dua sepatu sekolah berwarna bagus baginya dan juga satu hils 7 centi berwarna warda sama dan satu hils berwarna putih.


Saat pembayaran ia mendapatan Sunja dan teman temannya juga hendak bayar. Dengan sombong memberi seluruh belanjaan dengan kasir di lirik oleh cinta dan Belle yang tak suka melihat belanjaan Letta yang cukup banyak dan meningkatkan sifat iri dengki mereka.


Tapi Letta suka muka mereka yang begini.


” total keseluruhan 298juta kak.” Ujar pelayan pada letta.


Letta mengangguk pelan.” ini saya bayar cahs.” Ujar Letta melirik cinta dan belle.


"saya nggak pakek kredit kak.” Bisiknya.


Pelayan terkekeh segera mentotalkan keseluruhan yang letta ambil. “ Gue denger denger loe bukan anak pak kepala sekolah Leta? Dimana loe dapet duit sebanyak itu? Om om mana yang loe gaet?” Tanya Belle sinis pada Letta.,


Letta mengangguk.” Bokap loe.” Jawab Letta santai.


Belle melebarkan mata menatap Letta dengan tajam. Letta mengambil belanjaannya dan kartunya sembari tersenyum mengejek .” Duluan.” Ujar Letta sok ramah,.

__ADS_1


“ anjing, letta beneran selingkuhan bokap loe?” Tanya Cinta pada Belle.


__ADS_2