
” Om bisa menganggap aku sebagai teman atau anak?” gumam Letta.
Bima meletakkan sendok kasar mendengar hal itu, ia melirik letta tak suka.” Letta aku sudah mengatakan untuk tidak akan melepaskan mu kapanpun.” Tegasnya
“ Om?? Letta akan menikah suatu saat nanti, tidak mungkin kita terus seperti ini.” jelas letta dengan serius.
“ saya.saya yang akan menikahi kamu.” Jelas Bima tegas.
Letta membuang muka.” Letta hanya ingin menikahi orang yang Letta cinta.” Jelas letta dengan pelan bergumam.
“ yang bagaimana membuat kamu jatuh cinta?” Tanya Bima gusar,
Letta melirik Bima penuh perasaan bersalah.” saya tampan, wanita diluar sana banyak orang yang menyukai saya, saya punya banyak harta, punya banyak uang. Dan apapun yang kamu mau akan saya kasih.” Tegasnya dengan jelas.
Letta mendengar hal itu diam,. Apa ia menikah saja dengan Bima yah? jadi tak perlu memikirkan banyak hal.. mengerjab pelan Letta menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kekiri.” Tidak. Letta masih sekolah.” jelas Letta tegas.
“ beri saya waktu maka akan saya buat kamu cinta dengan saya, tapi kamu tidak boleh menutupi hati kamu. Bagaimana?” Tanya bima dengan serius.
Letta mendengar hal itu menatap Bima dengan serius.” Nanti jika om mati duluan Letta jadi janda. Om kan lebih tua.” Bisik Letta memelas .
“ kamu tidak usah khawatir., saya kaya raya kamu bisa menikmati seluruhnya jika saya mati.” Jelas Bima tanpa keraguan. Letta meringis, bima ini adalah definisi bucin sesungguhnya. Tidak takut dia jika Letta akan meracuni dia nanti apa?
“ Aku mau mandi dulu Om. Mau kuliah, “ jela Aletta memotong pembicaraan.
“ kau bisa mandi dan ganti baju di sana, semuanya sudah aku siapkan.” Jelas Bima menunjukan ruangan lain dari kamar yang mereka masuki semalam. Letta mengangguk pelan mendengar hal itu,
Segera masuk meninggalkan Bima yang meremas pelan sendok dan memejamkan mata.” Letta.." gumamnya mengangguk, tersenyum miring. Bima tidak akan membiarkan Letta jauh dan pergi dari hidupnya.
Tidak akan pernah. Ia akan membuat letta terus di sisinya dan terus menemani hari nya. Dengan cara baik ataupun buruk.
L;etta memasuki ruangan bernuansa kalem, mengerjab, ini kamar luasnya tiga kali lipat dari kamar sebelumnya, yang artinya semalam ia tidur di ruang tamu, tidak ada lemari, ia membuka salah stau pintu di sana, mendapatkan pintu putih bersih dan saat ia buka., mata Letta melebar melihat keseluruhan, ini wall in close, berisikan banyak deretan lemari kaca. Ini impian semua wanita. Sumpah ini benar benar fantastis dimata letta.
Deretan tas tas brendit yang dari atas hingga kebawah dua lemari kaca dan itu teratur sangat banyak, lalu di susul dengan lemari berisikan hils dengan merk ternama berbeda beda, ada juga sneaker di sana, itu bisa Letta lihat semuanya silau. Banyak sekali, meneguk Saliva kering Letta menatap satu sepatu yang berwarna putih dengan merk terkenal di awal huruf D. di sana harganya masih tertera. 3000$. Letta menaruhnya ditempat kembali, semua warna sepatu dan juga hils ada, begitu juga dengan tas.
Ia bergerak kearah lemari satu lagi, tempat baju baju yang di gantung. Letta membukanya dengan pelan menatap kagum banyaknya variasi warna dan model baju. Mengambil satu baju berwarna navi, kemeja wanita, itu sangat cantik dan elegan, ia melihat ben yang di sana, harganya mencapai 98juta.
Letta rasanya ingin buka mall saja. Apa ia buka mall saja yah? lumayan ini pasti banyak dapat uangnya. Letta mengambil celana dasar satu berwarna hitam di sana dan segera memilih mandi. Bima tidak main main menyiapkan kamar ini untuknya. Mana tidak melenyot hati Letta yang miskin ini?
Selesai mandi, berganti baju yang formal, letta segera keluar dengan penampilan yang fress, bahkan lengkap dengan make up dan parfum kesukaan letta Sudah ada di kamar letta. akh Letta rasanya tak ingin pulang jika begini. Jiwa nyamannya melekat rasanya.
__ADS_1
“ mau saya antar baby?” Tanya Bima melihat Letta yang sudah siap dan keluar dari kamar.
Letta menggeleng.” no.. letta kemaren bawa mobil.” Jelas letta serius.
Bima mengangguk pelan sudah lengkap juga dengan stelan.” Jika ada apa apa kamu bisa hubungi saya. Dan.” Ia memberikan kartu di tangan letta.” kamu bisa gunakan semau kau, dan untuk password rumah ini adalah tanggal lahir kamu.” Jelas Bima dengan tenang .
Letta menerima kartu dengan degdegan. Ini kartu blackcard, limited, tidak salah Bima memberikan pada dirinya, ia mendongak menatap Bima yang tersneyum tipis.” Om nggak salah ngasih ini ke letta??? saya matrek loh om. Kalo saya habisin uang om gimana?” Tanya letta pelan.
Bima terkekeh pelan.” no. om percaya sama kamu, kamu bisa beli apapun dengan kartu itu.” jelas Bima mengusap rambut Letta ringan.
“ beli mobil? Rumah?” Tanya Letta polos.
Bima mengangkat bahu acuh.” Asal jangan membuat Om bangkrut, jika Om bangkrut om tidak bisa menghasilkan uang buatmu lagi.” jelas Bima dengan kekehan.
Letta tertawa mendengar jawaban milik Bima, mengangguk-angguk segera menaruh kartu itu di dompetnya,
Di tolak kah? Tidak lah, sorry Letta bukan wanita yang jaim, menolak karena tidak enak, letta tetap saja Letta, ia dekat dengan Bima juga karena hartanya. Letta tidak munafik yah, dia nyaman dengan Bima karena Bima Royal., apa lagi??? tampang?? Tampang Bima juga tampan kok.
tapi apalah guna wajah tampan kalo kere, tak ada uang dan pelit?
“ yaudah Letta pergi duluan yah OM... bye cup.” Letta mengecup singkat bibir Bima dan melambaikan tangan.
Bima memerah melambaikan tangan kepada Letta yang sudah pergi.” Masa harus ku kasih blackcard dulu baru Letta mau mencium ku lagi?” gumamnya kesal.
Zeyn mendapatkan semua laporan dari Xior jika Letta menginap di rumah milik Bima, darahnya menggebu, menguar rasa amarah besar, tapi tunggu, ia belum bisa berbuat lebih banyak.
ia akan melakukan sesuatu agar Letta terbebas dari Bima. Yah pasti nanti.,
Mobil Letta memasuki perkarangan kampus, masuk kan mobil di parkiran utama fakultasnya. Letta keluar dengan tenang, menggunakan kaca mata hitam yang ia ambil dari rumah nya Bima tadi, menenteng jas putih yang memang sejak semalam ada di mobil. Letta segera melewati segerombolan anak anak kuliah yang duduk di depan kelas tau sekedar ngobrol
“ Mba.” Letta menoleh melihat siapa memanggilnya.” Boleh kenalan?” Tanya salah satu laki laki di segerombolan di sana terkekeh.
Letta tersenyum sinis segera pergi.” Gila. Sombongnya.” Gumam nya di sorak heboh yang lain. malu ia menatap letta kesal. Siapa juga mau kenalan dengan mereka? Toh dia terlihat tidak punya apa apa batin Letta,
“ Letta.”
"Cekkk" Letta berecap kesal . Melirik siapa memanggilnya malas, tapi tertegun melihat siapa yang memanggil, rupanya dosen.
” Eh iya pak?” Tanya Letta pelan dan kikuk.
__ADS_1
dosen tersebut menaikan alisnya memandang letta heran.” Kamu berdecak kesal? Kamu tidak suka saya panggil?” Tanya dosen kembali yang bernama Gio tersebut dingin. Dia dosen killer yang banyak bertanya pada Letta tempo hari.
Letta meneguk Saliva kering.” Tadi ada yang godain saya pak, saya pikir bapak rombongannya.” Jelas letta jujur.
Gio mendengarnya mengangguk paham.” Saya harap itu bukan alasan bohong.” Jelasnya tegas dan memberikan buku besar pada Letta.” ini tolong kamu kasih tahu teman temanmu untuk membeli buku seperti ini, perisis., untuk pertemuan beriikutnya kita akan menggunakan buku ini, jika ada yang tidak beli siap siap nilainya saya buat D.” jelas nya tegas.
Letta melihat buku yang tebalnya setebal 7Cnti mengangguk pelan.” Wajib yah pak?” Tanya Letta tenang. Gio berdehem pelan segera pergi dari Letta. Letta menghela nafas pelan segera menunggu Lift untuk menuju kelasnya.
Kaget saat dimana buku miliknya di ambil alih oleh Bara ia mendongak melihat Bara yang membawa buku besar itu,
“ Thanks.” Gumam Letta tersenyum tipis. Bara melirik letta dengan lirikan dinginnya, lalu berjalan memasuki Lift, tidak banyak bicara tapi Letta bisa lihat jika wajah Bara sangat suram pagi ini.
Ada apa? Batinnya
Memasuki kelas, letta melihat ada bastian lagi duduk didekat Bita, menaiki alisnya mendekat diikuti Bara letta bertanya.” Loh bukannya bastian kelas B?” Tanyanya lagi.
” gue udha resmi pindah di kelas loe, tukeran sama Fino siapa tu.” Jelas Bastian senang.” Di sana nggak asik, orangnya pada sok.” Jelas Bastian kesal dan kecut
“ disini malah lebih nggak enak, apatis dan suka cari muka, kelihatan ,muka muka ambis dan mau menang sendiri.” Jelas Betta serius.
Pasalnya mereka mendapatkan kelas khusus, kelas yang berisikan anak anak pintar yang mendapatkan tes terbesar saat pembagian kelas. Sebut saja kelas Desmond.
“ nggak apa apa,. Asal ada kalian gue mau mau aja,” jelas Bastian dengan senang.
Letta mendengar hal itu tersenyum tipis duduk di bangku sebelah Bita.” Udin udah lama nggak ketemu kita, sibuk banget kayaknya.” Cibir Betta.
” Dia ada chat gue kemaren ngajak main sore ini, dia sibuk katanya ada banyak makul sore, tabrakan sama kita jadi nggak bisa bareng.” Jelas Letta. Betta mau tak mau mengangguk.
“ kalian tau nggak sih kasusnya Cinta sama Belle?” Tanya Bastian menyahut.
Bara tak di anggap hanya diam duduk di sebelah Letta dan mendengar apa yang mereka bicarakan. Betta mengangguk semangat.” Iya,, kasihan banget gue lihat beritanya, kata beritanya sebelah mata mereka dicongkel dan rusak, dia buta parmanen. Apalagi muka mereka banyak luka dalam gitu nggak sih sampek bolong. Ngeri banget pelakunya.” Jelas Betta merinding pada ucapannya sendiri,
“ asli weh ngeri banget.” Bisik Bastian mengangguk.
“ dia lagi di mana emang?” sahut Letta melirik bastian.
“ katanya dia lagi open BO kan di hotel? Nggak taunya yang nyewa mereka itu punya dendam mungkin, jadi dia ngelakuin itu, posisi itu yang di sayangkan CCTV semuanya mati, bener bener nggak hidup satupun, kayak eror gitu, jadi nggak ada bukti siapa pelakunya, dan dilihat dari aplikasi yang nyewa pun itu akun bodong yang alamatnya ada di makam di perumahan gede gitu, yang katanya atas nama Alletta, sedangkan Alletta itu udah meninggal.” Jelas Bastian tegas.
Brak. Mereka kaget mendengar Bara yang menatap mereka tajam.” kalian bilang siapa?” tanyanya dingin.
__ADS_1
Bastian mendengarnya meringis memegang dadanya shok.” Loe anjing ngagetin tau nggak.” Gumamnya memelas memegang dadanya.” Lah kan beritanya kesebar semuanya, emang begitu kasusnya, pembunuh tertera udah mati dan itu pasti akun bodong.” Jelas Bastian pada Bara kesal.
“ bener sih dari beritanya gue denger gitu.” Jelas betta dengan serius.