
Doble up yah.....
Agung menghela nafas pelan.” udah hampir dua bulan letta enggak pulang. bapak kangen loh nak.. maafin bapak kalo bapak ada salah.” Gumam Agung lirih, air matanya jatuh dengan rasa kerinduan yang mendalam.,
” apa kamu sebenci itu sama bapak sampai menghukum bapak seberat ini??” lirihnya sedih memandangnya bingkai foto Letta. agung merasa dadanya sangat sesak dan perih karena Letta tak kunjung pulang. ini sangat sakit.
Sampai Nadia datang membawakan teh untuknya, Nadia menghela nafas pelan melihat suaminya yang terus bersedih.” Bapak ayo minum tehnya, malam ini panas, bappak nggak mau di dalem aja ngadem pakek ac?” Tanya Nadia lirih.
Agung disana menghela nafas dan menggeleng tak menjawab. Nadia menjadi bertambah sedih
Sampai seseorang mendekati mereka, Agung melihat tamu yang datang dengan heran dan penasaran sebab ia tidak kenal sosok tersebut, sampai sosok yang ia rindukan sedikit terlihat dibalik punggung pria itu.
Agung segera berdiri dengan melepaskan bingkai poto tak sengaja.” Letta..” panggilnya bergetar segera berlari mendekati Letta.
Letta yang dibelakang Xior melebarkan matanya, menatap Agung yang bahkan berlari segera menubruk tubuhnya, memeluknya erat hingga Letta tak bisa bernafas. Xior segera menjauh dari Letta membiarkan agung lebih leluasa.
Letta shok lupa bernafas. Agung disana benar benar erat memeluk Letta, memutar tubuh anaknya dan mencium kepala Letta lembut. Tangisan Agung terdengar lirih ditelinga Letta.
Nadia melihat itu sontak berjalan lemas mendekati Letta dan Agung. Xior diam kembali sedikit menjauh melihat mereka.
Letta di tempatnya tak bisa bernafas melonggarkan pelukan tapi agung menangis lebih lirih.” Maafin bapak yah kalo bapak ada buat kamu salah. Tolong jangan pergi lagi nak. Maafkan bapak.” Bisik Agung lirih dan sedih.
Letta di sana tak bisa menahan laju air matanya, di sana mengeratkan pelukannya pada Agung, Agung terus menangis dibahu letta hingga basah.” Bapak mimpi indah sekali nak.. hiks hiks bapak sayang sama Letta kenapa Letta nggak pulang pulang.. “ bisik agung mericau merasa jika ini mimpi.
Letta terus menangis tak kuasa menahan diri untuk tak haru. Agung begitu menyayangi dirinya meksipun dirinya sudah tau jika dirinya bukan anaknya.
Agung sudah tau tapi tetap begitu kerindukan dirinya.” Letta yang haruus minta maaf. Maafin Letta yang udah bikin bapak khawatir.” Bisik Letta lemah mengucap kepala Agung lirih. Agung diam tak bicara tapi tangisnya tak bisa ia tahan.
“ nak..” bisik Nadia bergetar.
Letta menatap Nadia terkekeh pelan, Nadia segera memeluk Letta Dengan tangisan. Letta dipeluk oleh Nadia dan Agung tak bisa menahan tangisnya.
Tapi Xior menatap Letta menggleng pelan. Letta tidak boleh menangis begitu lirih dan akan membuat dadanya sakit. Letta menahan diri agar tak menangis lebih keras.
“ bapak ibu Letta nggak bisa nafas... “ gumam letta lirih.
Agung dan Nadia sontak melepaskan pelukannya menatap Letta kaget. Letta tersenyum tipis menampilkan gigi dan gummy smile miliknya.” Hehehe Letta nggak apa apa kok.” jelasnya.
Agung dan Nadia disana memandang Letta lemas. Mengusap pelan pipi anaknya Nadia menghela nafas pelan dan.
kyakkk. Kya.. Letta kaget saat Nadila menarik telinganya. Melotot Memandang Nadia yang menatap dirinya tajam.” dari mana aja anak nakal?? Terus aja nakal bikin ibuk bapak khawatir. Kami nyariin kemana mana dan nggak ketemu ketemu.” tegas Nadia kesal.
Letta meringis kesakitan disana menatap ibunya memelas.” Buk aduh aduh.” Gumamnya kesakitan menahan tangan nadia ditelinganya.
__ADS_1
” Nggak ad aduh aduh. Pulang kamu.. pulang ..” tegasnya Nadia tegas.
Nadia menyeret Letta pulang ke rumah dan Letta dengan rasa sakit ditelinganya memandang Agung memelas tapi Agung malah membuang muka.
Letta jadi kesakitan dan hanya ikut mendengarkannya celotehan dan omelan milik Nadia untuknya. Akh Letta pikir akan ada pelukan hangat kembali.
Sampai di rumah Letta duduk di lantai, dengan Xior bersama Agung duduk di sofa, Nadia yang berdecak pinggang memandang letta yang duduk dilantai.” Selalu saja bikin bapak ibu cemas. kamu tau gimana cemasnya anak gadis nakal ini nggak pulang pulang? malah mengantarkan surat berisikan hal menyedihkan. Letta ibuk sama bapak khawatir sama kamu.” Tegas Nadia bergetar suaranya.
Letta disana hanya diam tak bersuara, memandang Nadia memelas. “ jangan memandang ibu begitu, kamu harus dihukum biar nggak gini lagi letta.” tegasnya kesal dan ingin.
“ ibu bapak... “ gumam Letta lirih meminta pengampunan.
“ bapak nggak pernah marah sama Letta, Cuma jika ada masalah yah jangan kabur, hadapi kami, bilang sama kami yang sejujurnya, kalo pergi kayak gitu kamu sama saja melukai kami. Apa kamu tidak percaya pada kami? Pa kamu tidak menginginkan kami sebagai keluarga? Ibu dan ayahmu?” Tanya Agung tegas pada Letta.
Letta tak berani menjawab.” Bapak akan selalu menjadi orang pertama melindungi kamu, mau apapun itu masalahnya, Kamu rasa enak ditinggal saat ada masalah? Apa kamu mau bapak sama ibu meninggal baru puas cari masalah?” Tanya Agung sedih.
letta melotot pada agung.” Kok bapak ngomongnya gitu?” Tanya Letta tidak suka.
“ karena itu jangan berprilaku sesuka kamu Letta, kami sangat sayang kamu, apapun masalah yang kamu hadapi kami akan terus bersama kamu.. kamu benar benar buat bapak kecewa dengan tingkah kamu.” Jelas Agung lirih.
Letta memandang Nadia memelas. Melirik Agung yang membuang muka dan menjauh dari sana Letta hendak mengejarnya tapi Agung tak mau menoleh padanya.
“ ibuk?” Tanya letta merangkak mendekati Nadia.
“ Loh kok Letta ditinggal sih?” Tanya Letta tak suka.
“ pikir masalahmu dan renungkan..” tegas Nadia.
Letta ingin berteriak keberatan tapi Nadia dan Agung sama sama sudah pergi. Letta memandang kedepan kosong dan juga sedih.
“mereka sangat menyayangi kamu, dan kamu lihat? Kamu hanya pergi sebentar tapi mereka begitu terluka dan murkah, bayangkan jika kamu pergi selama lamanya." Tegas Xior. Letta sampai menjadi bungkam dibuatnya.
" Agung sampai jatuh sakit. Letta jika kamu selama ini selalu berfikir tentang kebahagiaan orang lain, mari coba berpikir bagaimana kamu bisa terus menjadi kebahagiaan orang lain. Orang lain tidak akan bahagia jika kamu tinggalkan, tangan ada malah sedih.. kamu sumber kebahagiaan orang-orang..” tegas Xior
Letta mendengar itu diam. Copot menghela nafas pelan.” aku ada urusan, aku harap kamu bisa menyelesaikan masalahmu disini, besok aku kembali jemput ke sini saat waktu nya pulang... Letta ada banyak yang harus kamu selesaikan di dunia ini secara manusiawi, cara menyelesaikan masalah itu bukan mati, tapi berani menghadapi semua masalah secara tegas..” tegas Xior memandangnya letta rumit.” Kebiasaan menyelesaikan masalah sama mati.” Gumamnya kesal.
Letta mendengar itu jadi diam tak membantah. Xior menggeleng pelan dan segera pergi dari sana meninggalkan Letta sendirian di lantai.
Letta menghela nafas pelan, jika sudah begini harus bagaimana??? Pulang ke rumah Xior pun sudah sangat malam.
......
Brayen kaget saat nmelihat ada Letta yang memasuki kamar miliknya, kamar Brayen memang ada di dekat kamar Letta yang kosong. Letta melihat ada Brayen yang menatapnya kesal segera memasuki kamarnya.
__ADS_1
Brayen menghela nafas.” halusinasi kali yah.” gumamnya menggeleng. segera ke bawah mengambil air putih.
............
“ Xior... dimana Letta?” Tanya Bima kepada Xior yang memasuki rumah.
Xior yang di ajak bicara oleh Bima diam, entah bagaimana Xior jadi ingat bagaimana sedihnya wajah Letta tadi saat melihat Bima bersama wanita lain. Tangan Xior terkepal mendekati Bima dan Bugh.
Argh....
Bima sontak melebarkan mata menatap Xior kaget meringis kesakitan. Putra disana juga kaget memandangnya Xior heran.
” Apa apaan sih?? “ Tanya Bima membentak tak terima, tersunggiur di lantai memegang pipinya yang kebas Bima benar benar kaget kenapa dirinya diserang begitu tiba tiba.
Xior mengangkat bahu acuh.” Rasanya pas lihat muka kamu, saya ingin mukul aja gitu, tangan saya gatel kayaknya.” Jelas Xior menyeringai.
Bima mendengar itu mendengus tak terima segera berdiri. “ Xior ada apa?” Tanya Putra dengan tegas.
Putra tau jika Xior tidak mungkin menyerang orang tiba tiba., Xior bukanlah orang gila yang sembarang menyerang orang.
Xior menghela nafas pelan.” kan saya sudah bilang., tangan saya gatal tiba tiba pengen mukul orang.” jelasnya tegas.
Bima dan Putra hanya diam disana memandang Xior heran. sekali lagi rasanya Xior ingin menghajar Bima., Cuma Xior malas bertengkar.
” Dimana Letta? Kata pelayan kau membawanya pergi.” Tegas Bima.
Xior mengangguk.” Mengantarnya pulang ke rumah.” Tegas Xior.
Bima menaiki alisnya memandang Xior, aneh sekali jika tiba tiba letta dibawah pulang kan?? “ letta yang mau pulang?” Tanya Putra tenang pada Xior, tadi ia sangat khawatir, dirinya pikir Letta memang ingin pergi atau kabur.
Xior berdehem pelan.” dia tetap saja anak perempuan dari ayahnya, ibunya pun pasti akan sangat mengkhawatirkan dirinya.. kalian pikir pilihannya itu tepat? Kabur dan menikahi tiga laki laki dewasa?” Tanya Xior tenang.
Bima dan Putra bungkam memandang Xior. Xior menghela nafas pelan.” dia akan pulang ha1 sebelum akad akan di mulai. Kalian tenang saja.” Tegas Xior. Bima dan Putra kembali diam tak bersuara memandang Xior yang menjauh.
“ apa dia sedang bersikap baik?” Tanya Putra heran.
Xior bukan orang baik. sekali lagi ditekankan, dia bukan orang baik. dia akan melakulan apapun untuk menggapai apa yang dirinya inginkan. Putra tau jika Xior membunuh orang tua nya, saudara saudaranya untuk mendapatkan warisan.
Putra juga tau jika Xior kerap kali melakukan hal kotor untuk mendapatkan apa yang dirinya impikan, tidak mungkin jika dia melakukan semua ini secara gratis, pasti karena dia memiliki keinginan yang luas.
Beda dengan Bima yang mendengus kesal." sialan.” Giumam Bima meringis mengusap sudut bibirnya yang terasa perih. “ apa dia menjadi gila? Tiba tiba memukul orang sembarangan.” Ketus Bima kesal.
“ mengapa tidak membalas?” Tanya Putra mendelik kepada Bima.
__ADS_1
Bima melirik Putra dengan kesal.” Aku tidak diberi waktu, jikapun membalas pasti akan berkepanjangan. Lihat saja, nanti aku akan membalasnya..” ketus Bima. Putra hanya diam malas bicara lagi kepada Bima.