Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Tertekan


__ADS_3

“anjir. Selesai masalah sama Brayen dan kawan kawan malah berurusan sama anak kak Tama.” Gumam Letta meremas lengannya sendiri.


Melirik Bara yang menaiki alis memandang dirinya. Letta menghela nafas pelan. duduk di sebelah Bara. Di ikuti dengan Bastian dan Udin duduk didekat letta.” gara gara loe kita kena omel.” Bisik Letta pada Udin.


"’ loe yang ketawa. Yang lain ngak ada ketawa sekenceng loe.” Cibir Udin pada Letta yang menyalahkan dirinya, Padahal kan Letta sendiri yang tertawa.


“ Utami sekolah dimana sih?”Tanya Letta mengalihkan topic.


“ loe nggak inget kalo Utami bilang kalo dia kuliah di luar negeri?”Tanya Bastian pada Letta.


Letta menepuk pelan keningnya, ingat memang saat Utami kuliah di luar negri karena ingin kuliah di sana, Udin dan Bastian satu kampus tapi beda jurusan, Bastian mengambil jurusan kedokteran sama dengan dirinya sedangkan Udin kemaren juga ambil kejurusan dokter tetapi tidak diterima, dia hanya dapat di bagian management, mau tak mau ia mengambil jurusan itu.


Sedangkan Letta sendiri mengambil jurusan dokter bedah, sama dengan Bima dan Bastian dan Beta. Wah wah rupanya teman letta hanya tinggal dengan urutan nama B B. haha apakah letta harus mengganti namanya jadi awalan B juga???


“ yang disana jangan bengong.” Letta mengerjab mendengar Tama yang bicara, semua memandang kepadanya dan Letta menyipitkan mata.


Tama sialan,. Kenapa suka sekali sih mencari masalah dengannya?


Selesai acara Letta menghela nafas berjalan menuju mobilnya, tetapi ia melihat ada Tama yang berjalan mendekati dirinya. Letta mundur melihatnya yang menyeringai berdiri di depan Letta. “ mau pulang bareng?” tanyanya.


Letta membuang muka enggan bicara pada nya. Melangkah menjauh. Tama mencengkram tangan Letta mmenghentikan langkah letta. mendektai bibirnya ketelinga Letta.” loe nggak akan bisa hidup bebas di kampus ini.” ancamnya dingin.


Letta menghentikan langkahnya, menaiki alis memandang tama” Loe pikir gue takut?” Tanya Letta tersenyum miring. “ nggak ada alasan buat gue takut sama loe.” Tegasnya menunjukkan telunjuknya di dada Tama.


Tama memainkan lidahnya di dalam bibir, memandang Letta yang menantang menailki alisnya.. letta menggeleng menjauhkan dari Tama..


“ Guys dia cewek gue, bagi yang bully dia bakal gue pacarin..” tegas Tama mengeras tersenyum miring.


Letta mendengarnya menghentikan langkah kakinya, melirik kesekeliling yang bersorak heboh. Ada banyak perempuan memandang dirinya dnegan pandangan mengintimidasi, Letta segera menjauh dari Tama yang mencari masalah padanya.” Inget bagi yang mau jadi cewek gue dan dapet imbalan dari gue. bully dia..” tegas tama kembali.


" Coba aja.." bisik Letta tersenyum miring. Letta terima apapun yang akan dirinya dapatkan di kedepan hari.


“ nggak ada wibawanya loe jadi presma..,” bisik Fahmi mendekati Tama dingin.


Tama melirik Fahmi yang berada di belakangnya bersama Fajar dan adiknya Brayen. Membuang muka segera pergi. “Gue ingetin jangan ganggu letta..” teriak Fahmi tegas.


Tama hanya melenggang menjauhi Fahmi. Mengepalkan tangan Fahmi melirik Brayen yang memandang abangnya menjauh datar.” Bilangin sama abang loe. Jangan buat letta dalam masalah.” tegas Fahmi serius.

__ADS_1


“ loe suka sama letta?” Tanya Brayen pelan pada Fahmi.


Fahmi mengernyitkan dahinya.” Nggak. Tapi lebih dari suka. gue berhutang nyawa sama dia.” Tegas Fahmi menjauh.


Brayen tersenyum miring.” Bilang aja suka. susah banget.” Bisiknya malas. Fahmi tak mengapik, sesungguhnya Fahmi tidak menyukai Letta, dirinya menganggap Letta teman saja, merasa bersalah kepada Letta dan juga tau jika Letta adalah teman ayah sambungnya. Hanya itu.


Letta mengepalkan tangan menjatuhkan dirinya di kasur, mengepal kan tangan, anak Bima benar benar menyebalkan baginya. Melirik hp nya yang berisikan banyak pesan dari Zeyn memintanya bertemu, sedangkan Bima, lelaki itu sangat sibuk, suka keluar kota dan keluar negeri, tapi sekali pulang akan membawa banyak oleh oleh. Contohnya ini gelang Letta, ia kirim lewat paket saja. Gelang berlian seharga 1m. Letta cek di google, mau ia jual rasanya sayang. Nanti saja pas butuh batin Letta.


“ letta bisa ketemu nggak?” Letta menaiki alis memandang pesan dari Mars, segera mengiyakan. Letta bersiap siap untuk pergi menemuinya Mars di café malam ini. “ mau kemana Let?” Tanya nadia melihat Letta turun dari tangga.


Letta tersenyum melihat Nadia.” Mau ketemu Mars bentar buk.” Jawabnya mencium pipi Nadia.


Nadia mengangguk pelan.” yaudah hati hati yah.” tegas Nadia lembut.


Letta mengangguk melirik dua karyawan Nadia. Baru seminggu ini. Nadia kualahan menghadapi pembeli yang tak habis habisnya, memiliki banyak keuntungan Nadia jadi membuat Foodgo juga atas saran dari letta sendiri.


Letta memasuki caffe tempat dimana ia dan Mars bertemu, menatap penjuru café. Letta melihat ada Mars di sudut ruangan, tepat di bagian sofa yang santai. Letta segera menuju kepada Mars yang duduk di sana. terlihat mars yang bermain HP santai sendirian.


” Udah lama?” Tanya Letta pelan.


Mars melirik Letta dan berdehem pelan, memasukan hpnya ke kantong.” Lumayan.” Jelasnya lamban.


Letta mengangguk pelan.” laperr banget boleh deh .” jelas Letta.


Mars mengangguk mengangkat tangan, memanggil writer ke sini. Letta memesan beberapa makanan berat. ice grean sebagai minum, ciken katsu dan ring gurita. Letta menyenderkan tubuhnya menunggu makananya sampai melirik Mars yang diam memainkan minum di sebelahnya.


“ mama nanyain kapamn kita tunangan.” Jelas mars,. Letta melebarkan mata yang saat Mars menatapnya.” tapi loe tenang aja. Gue beralasan kuliah diluar negri jadi secara nggak langsung kontrak kita bakal habis di sana dan loe nggak usah lagi buat khawatir sama mama papa.” Jelasnya kembali.


Letta menyandarkan kembali tubuhnya nyaman. “ jadi loe kuliah diluar negeri?” Tanya Letta pada Mars pelan.


Mars mengangguk singkat.” Gue juga mau ngambil jurusan yang bagus di sana. bang Pluto kan nggak mau lanjutkan usaha papa.” Jelasnya sedih memandang minum miliknya.


Letta mengangguk pelan menyentuh lengan Mars. Mars menoleh pada Letta menatap letta lamban.” Loe baik banget. Gue harap di sana loe bisa jaga diri dan nggak bergaul bebas.” Jelas Letta tegas pada Mars.


Mars mengerjab pelan mengangguk tersenyum tipis. Sejujurnya sejak dulu Mars memiliki perasaan pada Letta, saat pertama kali bertemu dimana Letta memasuki sama sama dengannya. Tapi ia tak berani mendekat. Apalagi saat Letta mengejar Fajar.


‘ kriteria cowo idaman loe apa Letta?” tanyanya berbisik.

__ADS_1


Letta menjauhkan tanganya dari Mars dan mengetuk dagunya.” Yang tanggung jawab dan setia. Kayak pak agung .” jelas letta tersenyum.” Bahkan dia masih cute banget sama bu Nadia. Bu Nadia nggak sempet makan dia ambilkan, bu Nadia sakit dia urus, nggak malu kalo nyapu rumah. Nggak malu kalo cuci piring.” Jelas Letta tersenyum lebar. Agung type ideal dimatanya.


Mars mendengarnya menailki alis heran.” Kok mudah banget sih?” tanyanya bergumam.


Letta mengangkat bahu acuh.” Gue cuma berharap suatu saat nanti gue dapet suami yang bener bener paham kalo pernikahan sesungguhnya itu adalah sama sama membahagiakan bukan sama sama mau bahagia aja.” Jelas Letta tegas.


“Gue bisa semuanya. " jelas Mars.


Letta melirik Mars yang berbicara serius, “ permisi kak.. ini makananya.” Jelas Waiters yang tiba tiba datang dan mengantarkan makanan.


Letta segera duduk dan berdehem pelan. Mars mengepalkan tangannya melihat Waiters sialan ini. Waiters pergi Mars menyentuh tangan Letta . Letta menoleh melihat Mars yang memandangnya serius.”gue malam ini terakhir ketemu sama loe. Gue harap pertemuan berikutnya adalah pertemuan terbaik buat kita. “ jelasnya tegas.


Letta mengangguk tegas.” Gue harap loe sukses di masa depan.” Jelas Letta tulus.


Mars mengangguk dan tersenyum tipis. Seharusnya ia berangkat sejak sore tadi, tapi ia menginginkan bertemu dengan Letta. jadi hari ini ia bertemu pada letta. ini jauh lebih indah ketimbang yang dirinya bayangkan.


“ loe mau nganterin gue nggak besok ke bandara?” Tanya Mars pelan kembali saat Letta mulai makan.


Letta melirik mars dan mengangguk.” besok gue udah mos tapi. Loe jam berapa berangkat?” Tanya Letta pelan.


mars mengangguk.” Jam 7 pagi.”jawab Mars pada Letta.


Letta mengingat jadwalnya besok, disuruh jam enam? Tapi jika ia mengantar Mars ke bandara ia akan telat kan? Mars melihat wajah bimbang letta menggenggam tangan letta.” loe mau kan anter gue? untuk terakhir kalinya” Tanya Mars memelas.


Letta melihat hal itu kembali berfikir. Selama ini Mars memang baik kan, selalu memberikan dirinya uang tak menuntut ini itu. meksi dia nakal dia selalu berlaku baik pada letta. “ kayak mau kemana aja sih loe..” gumam Letta menepuk pundak mars keasal., ,


Mars terkekeh.” Mau nggak?” Tanya Mars kembali.


“ Baik, jam 7 kan?” tanya Letta ragu.


Mars tersenyum lebar memeluk Letta, Letta tertegun dipelukan Mars, membalas ragu pelukan Mars, Mars gugup melepaskan pelukannya. Ia mengambil sesuatu di dalam sakunya, menaruhnya di tangan Letta. letta mengerjab melihat kalung ditangannya. Melebarkannya dan melirik Mars kembali. Kalung bermata berlian ini cantik sebab di tengahnya berlian yang dibuat menonjol dan panjang seperti botol. “ ini buat loe tapi jangan di jual.” Tegas Mars.


Lettya terkekeh pelan mendengar mars. “ loe harus selalu pakek oke.. gue mau loe selalu pakek pemberian gue, dan pas gue ketemu sama loe lagi nanti, loe tetap makek ini.” tegasnya menyentuh hidung Letta.


Letta mengangguk pelan “ loe kayaknya malam ini dikit ngomong. Kenapa?” Tanya Mars heram pada Letta yang sejak tadi tak banyak bicara.


“ gue bingung mau bilang apa.” Jelas Letta jujur.” Secara loe salah satu orang yang paling baik gue temuin. “ jelas Letta kembali lirih.

__ADS_1


Telinga Mars memerah dan membuang muka sebab tersenyum terlalu lebar. Letta ikut tersneyum melihat tingkah menggemaskan mars.” Gue sedih kalo loe pergi. Gue harap loe pulang nggak luka yah. thanks selama ini udah ngasih gue uang.” Kembali bicara pada Mars.


__ADS_2