
Nadia menatap Agung yang menatap dalam anak anaknya yang segera berangkat.” bapak nggak tauu apa yang mereka sembunyikan, tapi bapak harap mereka tau mana yang baik dan buruknya. bapak harap mereka baik baik aja.” Gumam Agung pelan.
Agung tau ia tak punya begitu banyak hak mengenai Letta sebab Letta memang bukan Letta asli, mau agung menolak keras sekalipun agung takut Letta tak nyaman dan pergi.
Nadia mengangguk, mereka tau jika banyak yang ditutupi oleh Nato dan Letta saat ini. apa lagi letta yang tidak lagi makan daging padahal dia sangat suka daging, dan Nato yang terlihat sangat cemas beberapa hari ini.
Di dalam mobil Xior menepuk pelan pipi letta.”Letta hey.. kamu baik baik aja? Letta?” gumamnya pelan.
Nato yang duduk di depan dekat sopir segera menoleh kebelakang. Menatap Xior yang menepuk pipi adiknya khawatir heran.” Letta kenapa?” Tanya Nato pelan.
Xior menggeleng pelan.” dia tadi mengeluh sakit dan mencoba minum obat lewat dari yang di anjurkan. Kita harus segera pergi ke dokter..” jelas Xior tegas.
Nato menatap Letta dan Xior kaget. Sontak ia menoleh kebelakang lebih lagi agar bisa melihat wajah sang adik.” Letta sakit apa??” Tanya Nato dengan pelan dan juga serak.
Xior menatap Nato dengan dingin dan nanar.” nanti juga kamu tau, sekarang tenang.” gumam Xior.
Nato menatap Xior rumit, dirinya mana bisa tenang jika diknya begini?? dan Nato bertambah kaget saat Xior membuka wig di kepala Letta. rambut Letta rupanya nyaris botak, andai rambut harus itu tidak terlihat. “ letta.. apa yang kalian sembunyiin dari gue?” teriak Nato nanar berteriak. Xior mennatap nato tajam.
“ bawa mobil lebih cepat.” tegas Xior pada supir.
” Baik tuan.” Gumam supirnya gugup, sebab saat ini kecepatan mereka sudah sangat menggila, kecepatan bagaimana lagi yang tuannya inginkan?? Ia masih ingin berumur panjang saat ini.
Membawa Letta kerumah sakit tempat Letta suka cek darah, dikarenakan dokter Glorse yang belum bisa di hubungi. Letta dibawa dengan cepat ke sana.. syukurlah Letta juga sudah berhubungan baik dengamn dokter utama Faris sehingga dokter segera ke sini menangani Letta saat jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Letta segera ditangani oleh beberapa pelayan dan perawat disini secara berkal
Dua jam berlalu di sana., Letta diinpus diberi alat bantu pernapasan, dan sudah sadar.
Dokter Faris menatap Letta dengan gelengan kepalanya. Segera menjauh dari ruangan meninggalkan Xior dan Putra yang mulai masuk ke dalam ruangan.” Dokter bagaimana keadaan adik saya?” Tanya Nato khawatir, sejak tadi dirinya bertanya Tanya tapi tidak mendapatkan jawabannya. Xior hanya bungkam tak bersuara.
Dokter melirik Letta yang terbaring, Letta menyembunyikan penyakitnya dan tak bisa dibantah.” Kamu bisa bertanya langsung dengannya saat sudah pulih nanti..” jelas dokter.
Nato mengusap wajahnya kasar, sialan, bisa bisanya ia menjadi orang bodoh begini??? Nato pikir ia akan liburan ke luar negri. Bukan malah menerima semua teka teki dan masalah ini.
“ Letta..” gumam Xior mendekati letta, menyentuh tangan Letta pelan, Letta mengerjab disana memandang Xior yang berdiri di dekat Letta.
Letta tersenyum tipis melihatnya yang terlihat khawatir.” Thanks.” Gumam Letta pelan.
Xior mengangguk pelan, rasa sakit dan sesak dihati Xior menyuar lebar, mengapa orang sebaik Letta harus merasakan semua kesulitan ini???? batinnya bertanya Tanya tentang itu. sungguh.
__ADS_1
Xior menghela nafas pelan meremas tangan Letta. mengusap pelan pipi Letta ia tersenyum." Loe harus kuat!!!"
” Letta.. kamu ngak apa apa?” Tanya Nato mendekati Letta dan menatap Letta khawatir. Tatapannya sangat sedih dengan kening yang mengerut kedalam.
Letta melirik Nato mengangguk pelan.” apa yang terjadi sama loe? Kenapa bisa terjadi gini??? Loe loe kenapa letta?” Tanya Nato menangis didekat Letta.
Letta meliik Xior dengan tatapan bertanya. Sedangkan Xior membuang muka,. Xior sendiri tidak tau harus menjawab apa kan???
.............
Acara pernikahan sudah 100 persen jadi, pukul sudah menunjukan pukul 9, sosok Putra, Bima sudah berada di gedung yang mereka sewa., keduanya menghubungi Xior tetapi sama sekali tidak ada sahutan membuaat keduanya kesal. Satu jam lagi acara akan dimulai sedangkan pengantin wanitanya tidak ada.. apa yang terjadi sebenarnya???
'' bagaimana ini ?” Tanya Putra dengan serak pada Bima. Ia khawatir kepada Letta, apa yang terjadi pada Letta? apa dia kabur???
” dia ... aku harap dia baik baik saja.” Gumam Bima dengan serak. Melirik Putra yang terlihat frustasi.
Sampai di kedatangan jasmine, gina. Reno... dan Calisa. Calisa???? Bima melirik calisa tertegun kaget, sebab ia tidak mengundang dia datang. Bahkan tidak bilang dimana gedung yang akan mereka gunakan untuk menikah.
Ada Brayen dan Tama juga menggunakan jas yang sama dengan Bima. Bima memang menggunakan jas navi, sama dengan Brayen dan Tama. Brayen berjalan dengan pelan karena kakinya masih sakit, sedangkan Tama menggunakan kursi roda.” Kalian??? Kalian mengapa ada di sini?” Tanya Bima kaget. Putra tak kalah kaget.
Gina dan Reno saling lirik.” Kita di undang letta.” jelas Reno pelan.
Calisa berdehem pelan.” aku di undang oleh Letta.” jelas Calisa pelan.
Bima mendengar itu kaget, sontak matanya melebar, baju yang Calisa kenakan sama dengan warna baju dirinya. Tama dan Brayen, Navi. Gaun yang sangat manis sangat cocok dengan kulit putih dan bersih Calisa. Tapi bagaimana bisa Letta kenal dengan Calisa? Ini tidak mungkin terjadi karena tak sengaja kan??? di dunia ini tidak ada yang tidak sengaja bagi Bima..
Calisa mengeluarkan sesuatu di tasnya.” Ini kemarin saat Letta mengundangku, dia menitipkan pesan ini kepada kamu.. dan katanya harus diberikan saat kalian menikah disini.” Jelas Calisa. Bima mendengar itu semakin takut, mendekati Calisa dan membuka surat yang Letta berikan.
Tulisan pertama yang ia lihat sama seperti tulisan Letta. ia jadi tau itu memang tulisan Letta, di awali dengan kata manis.” Halooo om Bima... cie sudah bertemu dengan cinta pertama mu kembali, aku senang kamu menemukan wnaita yang baik dan lembut seperti nona Calisa. Dia terlihat cocok untuk ibunya Tama dan Brayen.”
Bima meremas pelan surat itu, dadanya sakit... ia melirik calisa sejenak lalu kembali melihat surat itu.” aku memiliki penyakit jantung, aku tidak bisa menikahi kalian, tidak bisa melakukan hubungan lebih lanjut atau bahkan melalui hidup yang sulit. Aku masih muda dan masih ingin menjalankan hidup secara remaja. Om Bima.. aku berterimakasih banyak karena om bisa menjaga dan menyayangiku sepenuh hati. Aku pun sama sangat menyayangi om bima, sepenuh hati. Om Bima type ku, tapi sayangnya aku tidak bisa.. karena Om Bima harus mendapatkan wanita lebih baik dariku.”
“ tapi kamu yang terbaik.” Gumam Bima terjatuh
.” Papa.” Gumam Tama dan Brayen lirih segera mendekati Bima.
Bima diam memandang surat letta.” aku tau kamu masih menyukai nona Calisa, kemarin aku melihat bagaimana lepasnya tertawa om dengan nona Calisa di Café. Aku tidak pernah melihat tawa om selebar itu saat bersamaku. Om bima aku akan kembali dengan tubuh yang sehat. Aku harap om sudah bahagia dengam keluarga kecil. Terimakasih banyak om Bima.. aku menyayangi kamu seperti menyayangi mu seperti kamu menyayangiku. Salam... letta cantik..”
__ADS_1
Bima menghela nafas sesak, putra melihat itu tau posisinya.”Letta kabur?” gumamnya sulit.
Bima menggeleng pelan.” dia memiliki penyakit jantung.” Jelas Xior..
Mereka kaget melirik Xior yang tiba tiba datang disana.
Bima segera berdiri menatap Xior. Xior masih menggunakan baju biasa yang terlihat kusut dengan wajah sedihnya. Putra dan Bima memandang xior cemas.. “ dia tidak bermaksud meninggalkan kalian, tapi keadaan dia tidak baik baik saja. “ jelas Xior.
Putra hampir jatuh dari posisinya, andai saja brayen tak memegang tubuhnya. Xior menghela nafas pelan.” sejak pertama dia bilang untuk ingin menikahi kita, ia ingin bersama orang orang tersayang, tapi dokter mendoktrin penyakit buruk kepada Letta. dengan penyakit ini Letta akan sulit berhubungan, ia akan sulit memiliki anak. Bahkan kemungkinan sangat kecil karena itu dia sangat merasa bersalah jika harus ditengah-tengah lelaki dewasa seperti kita. Ia tau dirinya tidak bisa egois. “ jelas Xior.
“ kau tau???” Tanya Bima nanar.” kau diam saja tidak memberi tau kami?” Tanya Bima hampir berteriak.
Xior menggeleng.” aku baru tau, tapi Letta sangat menyayangi kalian, jadi dia tak ingin kalian khawatir... “ jelas Xior tegas.
“ bagaimana keadaan dia sekarang?? mengapa tidak hadir ke sini?” Tanya Putra kembali serak.
Xior menggeleng pelan.” dia harus secepatnya kembali oprasi dan pemulihan, dia tidak bisa menikahi kalian. Letta memberi pesan agar kalian bisa menemukan pasangan kalian yang jauh lebih baik.” jelas Xior.
Putra mendengar itu menangis dalam diam, sesak rasanya, kehilangan lagi dan lagi. “ dia benar benar tidak mau egois, tolong pahami dia yah.. Letta tidak bersalah di semua keadaan ini, dia dipaksa oleh keadaan. “ jelas Xior melihat wajah kekecewaan Putra dan Bima.” Dia bisa melakukan ini semua untuk kalian. Dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.”
“ dengan cara menanggung sakitnya sendiri? Dia egois Xior.” Jelas Putra pada Xior dingin.
Xior mengangguk.” Aku tau.. karena egoisnya dia hanya untuk kita.. Letta meminta maaf karena masih tetap mengecewakan kalian.” Jelas Xior lirih. wajahnya terlihat sedih mengatakan hal ini.
“ terus Letta sekarang dimana?” Tanya Reno dan Gina sedih disana. Mereka tidak tau keadaan Letta separah itu, mereka pelaku utama yang malah menjebak Putra, dan sekarang letta sakit. Tiba-tiba rasa bersalah bertambah lebih besar.
apa mereka keterlaluan?
Xior menggeleng pelan, air mata Xior jatuh di sana. putra dan Bima tidak bisa bersuara lagi. air mata mereka jatuh di tengah hari yang seharusnya hari bahagia malah menjadi hari tersulit. Letta sellau egois dan merasa dirinya paling kuat. itu paling dibenci oleh Bima dan Putra.
“ tuan... apakah acara akan dimulai?” Tanya panitia pelan ditengah acara. Bima dan yang lain tak menjawab. Mereka hanya bisa diam dan saling lirik.
Brayen disana menghela nafas pelan. ia pikir Letta akan menjadi ibunya beneran, rupanya tidak...
Perasaan Brayen dan Tama sama sama merasa tidak enak, mereka sudah memiliki banyak dosa pada Letta.
Brayen yang selalu mencari gara-gara dengan Letta selama ini dan Tama yang menyerang Letta secara brutal. Tama bahkan membuat semua orang membully Letta saat ospek
__ADS_1
Tama dan Brayen sangat menyesal sudah sejahat itu kepadanya.