Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
point' rumah sakit


__ADS_3

.


Selesaikan masak. Letta segera menaruh just buah apel dan buah naga di depannya Juya. Lalu menaruh kotak bekal yang sudah ia isi sayur dan nasinya.


” juya mau bareng ibu aja apa sama papa ke sekolahnya?” Tanya Letta pelan.


Juya mengerjab pelan.” bareng ibu aja boleh??” tanyanya senang.


Letta mengangguk pelan.” boleh. Habiskan yah makanannya, nanti ibu yang anter.” Jelas letta.


” asik.. maaci ibu.” Gumamnya memeluk lengan Letta, Letta terkekeh pelan. segera menaruh jus wortel yang dicampur dengan jus wortel pada putra.


“ kamu mau aku taro juga bekalnya hm?” Tanya Letta pada Putra.


Putra mengulum senyum senangnya.” Nanti anter aja siang ke kantor aku.” Jelasnya dengan berbinar.” Eh enggak deng, nanti siang aku ke rumah sakit kamu buat ajak kamu makan siang. Aku jemput juya dulu biar kita bisa lunch bareng. Gimana?” tanyanya berbinar.


Juya menatap ayahnya senang.” Asik dong. Juya setuju juya setuju.” Jelansya.


Letta berdehem pelan.” boleh boleh, nanti yah jam 12 jemput di rumah skait.” Jelas Letta.,


Putra mengangguk senang menatap Letta, tentu saja Putra harus pamerr dengan teman temanya jika ia mendpaatkan pujaan hatinya.


Putra tidak mnegapik rasa senang dan perasaan membara pada dirinya, rasanya Letta adalah hal paling berharga di dirinya. Rasanya seluruh dunia harus tau jika letta sudah jadi miliknya. Letta sudah menjadi hak paten miliknya. Pokoknya seluruh dunia harus tau..!


Mengantar Juya ke sekolah lama, “ kata kak Alleta Juya akan pindah kenapa masih disini sih.” gumam Juya pada Letta masam menatap sekolah lamanya.


Letta melirik juya.” Kamu masih kelas 1 dan udah akhir semester,. Sekarang orang orang lagi sibuk ukjian dan kamu jadinya nggak bisa pindah langsung deh. Nanti jika sudah baru deh bisa pindah,. Pas itu kelas dua kamu segera masuk sekolah baru.” Jelas letta dengan penuh pengertian.


” Oh kalo sekarang emang kenapa bu?” tnya juya polos.


“ kalo sekarang nanti kamu nya nggak naik kelas. Emang mau ngak naik kelas?” Tanya letta lagi.


”nggak mau.” Seru juya tak mau.


Letta menghentikan mobilnya di tempat parkiran dan segra turun. “ yaudah yuk turun. Ujian yang bagus yah biar cepat pindah.” Jelas Letta menyambut juya turun.


Juya masih harus menggunakan tongkat Karena kakinya masih belum sepenuhnya bisa berjalan.


Kedatangan Letta tentu menyambut perhatian orang banyak. Gaya Letta yang bahkan menggunakan celana celana dasar berwarna cream panjang, baju kemeja biru polos menampilkan tubuhnya yang tinggi dan cantik. Belum lagi rambut yang sengaja diikat tinggi dnegan jepit biasa. Letta terlihat sangat cantik dan bau bau uang sangat kental.


Letta membantu juga berjalan dan membawanya tas juya.” Wahh daebak.” Gumam teman teman juya menatap juya dnegan kagum.


Juya menatap mereka sombong.” Ini ibu aku. Aku punya ibu kan?” tanyanya dengan sombong.


” Tapi dia sangat cantik dan muda..” jelas temannya tak terima.


” Apalagi dia menggunakan jas dokter. Kamu bohong yah” Tanya yang lain.


Juya menatap mereka tidak terima.” Mana ada.” Jelansya menatap Letta.


Letta menatap juya dengan tenang.” dia emang anak saya.. kalian saja yang baru tau.” Jelas Letta tegas. menatap anak anak lelaki nakal didepannya letta menyipitkan matanya.” awas yah jika kalian menganggu anak saya. Kalian akan aku suntik mati nanti.” Tegas letta dingin.


Mereka melebarkan mata. Segera buru buru menjauh dari sana. tak berani pada Letta. juya melirik Letta terkekeh pelan.” kalo mereka ganggu kamu telpon ibu biar ibu suntik mati .” tegas letta.


” ay auy capten.” Seru juya. Letta terkekeh hanya mendengarnya. Akh senangnya.


...----------------...


Melangkah memasuki ruangannya. Letta sudah bertemu dengan Rio di sana yang menatapnya tajam. letta menaiki alisnya menatap CEO utama dari rumah skait ini. “ ada yang bisa saya bantu?” Tanya letta tenang kepada Rio.


Rio yang duduk di kursi milik letta menatap letta tajam.” kamu mau cari gara gara dengan saya?” tanyanya dingin dan tajam.

__ADS_1


Letta menatap rio menantang, memasukan kedua tangannya ke dalam kantong baju putih khas miliknya.” Memang saya melakukan apa bapak?” Tanya Letta tersenyum miring


Rio mengeprak meja sangat kuat, menatap letta dengan pandangan tajam ia segera berdiri dan mendekati Letta, Letta hanya diam di tempatnya menatap rio yang mulai mendekatinya dan hendak memukulnya. Tapi letta tetaps aja Letta, letta menahan pukulan Rio kuat dan menatap rio tajam.


Rio mendapatkan intimidasi yang tidak seperti yang ia bayangkan menatap Letta dengan pandangan tajam. menarik lagi tangannya yang ada di tangan Letta tapi Letta menahannya kuat, menatapnya dingin dan tajam. Rio menghempaskan tangan Letta sekali lagi tapi letta malah meremas tangan rio kuat.


“ lepas.” Teriak Rio kesakitan.


Letta mencibir Rio yang marah marah padahal dia duluan yang menyerang dirinya. “ why??” tanyanya pelan.


Rio menatap letta tajam dan dingin.” Kamu duluan mencari masalah dengan saya, saya mendpaatkan laporan jika kamu dan Mars melaporkan saya sebagai koruptor?” Tanya Rio dingin dan sinis.


Letta menatapnya dengan pandangan remeh. Rio memegang bahu letta dingin.” Aku bisa saja membunuhmu saat ini karena sudah mencari perkara dengan saya. Tapi aku masih memikirkan potensi yang kamu miliki.” Jelasnya sinis.” Aku tak akan marah jika kamu berhenti cari gara-gara dengan saya dan bekerja samalah dengan baik. Jadi simpanan saya saja!!!.” Jelasnya tegas.


Letta mendengar ucapan terakhir Rio menatapnya mengejek, lepas Letta tertawa dengan sombongnya. Rioo melihat hal itu menatap letta tidak terima, ini penghinaan bagi dirinya.” Sorry anda bilang apa tadi?” Tanya letta menatap rio dengan tatapan mengejek.” Simpanan?” Tanya letta kembali dan tertawa terbahak bahak. Rio mendpaatkan penghinaan semakin menatap Letta tajam.


Letta mnenggeleng pelan menatap rio yang bahkan lebih pendek dari dirinya.” Tuan.. Anda bukan hanya memiliki hati yang jahat, sikap yang jahat wajah yang jelek..” jelas letta menghina satu persatu.” Dan kamu juga brengsek.. wah Daebak.” Letta bertepuk tangan dibuatnya.


Rio menatap Letta lama, tangannya terkepal hendak memukul mulut letta yang bicara kurang ajar pada dirinya. Letta berdehem pelan.” anda benar benar menjiikan tuan.” Jelas Letta terkekeh pelan.


” sialan.. tidak bisa berterima kasih kamu yah." teriak Rio menggema.


“ terimakasih apa?” Tanya Letta pelan lalu melirik sekelilingnya, ia sengaja menaruh CCTV di ruangannya ini secara tersembunyi, untungnya maish hidup.


Rio mendekati Letta dan menamparnya. Letta diam membiarkan dia menampar Letta kali ini. letta tersenyum miring.” Sudah aku beri pekerjaan disini, sekarang kamu saya pecat.’” Teriaknya menggema.


Letta menatap Rio dengan pandangan rendah.” Aku dipecat?” Tanya Letta terkekeh.


” Kamu tau tidak jika bahkan sudah tiga bulan aku kerja gajiku tidak di bayar oleh rumah sakit ini..” jelas letta remeh.” Dan apa tadi? Tidak tau di untung karena saya ngelaporin anda ke dinas hukum karena korupsi?” Tanya letta terkekeh pelan pada rio


Rio mengepalkan tangannya.” Iya kan? memang kan?” Tanya letta lagi mendesak Rio untuk jujur.


Letta mendengar itu memandang rio remeh.” Tidak mau mengaku aku sudah punya seluruh bukti. tunggu saja bagian penangkapan.” Jelasnya dengan sinis.


” Kurang Ajar kamu..” teriak rio marah.” Keluar kamu dari rumah sakit ini. saya tidak mau melihat kamu lagi.” jelasnya tegas.


“ oke saya akan keluar. Berapa sih gaji di rumah sakit ini?” Tanya letta sinis.


”Hampir seluruh bagian umum saya yang menangani. Tengah malam dibangun bahkan liburpun di ganggu. Lebih dari kalian bisa saya dapatkan.'' Jelas letta mengambil tasnya dan juga barang miliknya.


" Saya pergi dan tunggu kabar baik dari saya.” Jelas Letta lalu mengambil satu bunga kecil di atas mejanya dans egera pergi.


Rio mengepalkan tangannya, ingin rasanya memukul letta lebih tapi ia tau jika letta tak bisa ia pukul lagi, ia saja merasakan bagaimana eratnya cengrakman letta. memejamkan mata Rio menghela nafas pelan. merasa jika satu hama sudah pergi dari sini.letta memasuki mobilnya dan mengambil sim card dari cctv mini miliknya, lalu menaruhnya ke dlaam laptop miliknya, dengan tenang mengotak atiknya, Letta tersenyum miring segera menghubungi mars.


Mars yang di hubungi segera mengangkat telepnnya.” Haloo letta kenapa?” Tanya mars bingung, tidak biasanya letta menghubungi dirinya.


” Ketemu di café dekat sini.” Jelas letta.


Mars pun segera setuju. Letta pergi menuju rumah sakit milik bara tidak langsung ke cafe. Di sana ia segera keruangan Canva untungnya sednag tidak ada rang disana.


Canva melihat kedatangan letta kaget.” Loh ada apa letta?” tanyanya.


Letta berdehem,” saya mau pisum dook.” Jelas Letta tenang kepadanya.


Canva mendengarnya itu kaget.” Loh kamu di kdrt? Baru juga nikah udah kena kdrt aja kamu.” Jelasnya melotot.


Letta menggeleng.” intinya saya mau visum.” Jellas letta.


Canva mau tak mau mengangguk segra menghubungi tim visum. Letta dengan tenang melakukan vemisuman bagian tamparan Rio, lalu pergelangan tangannya yang di cengkram kuat membuat kebiruan di sana sangat kentara. Usai visum letta segera menyiapkan bukti dan menatap canva dengan senyum tipis.” Terimakasih bapak.” Ujar Letta.


“ Tunggu dulu, siapa yang melakukan ini letta?” tanyanya heran.

__ADS_1


Letta menggeleng pelan.” nanti bapak akan tau sendiri.” Jelas letta.


Canva mengangguk.” Jika butuh apa apa bilang sama saya ooke, saya akan bantu jika saya bisa bantu.” Jelas Canva lagi.


Letta mengangguk.” Saya mau pindah kerja disini dok.” jelas letta tenang.


Canva tersenyum lebar.” Wah bagus itu, kami sangat terbuka letta. saya akan mengajukan kamu ke ceo kami dan aku jamin kamu akan di terima.” Jelas Canva senang.


” Baik nanti aku akan hubungi lagi prof.” Jelas letta .


Canva mengangguk menatap letta menjauh. Prof tersenyum lebar, jika letta di sini ia akan senang sebab keberadaan letta sangat sangat menguntungkan rumah sakit baginya.


Letta bukan apa apa ingin kerja di rumah sakit, memiliki klinik sendiri itu memang bagus, hanya saja letta juga harus memiliki pengalaman yang bagus di beberapa rumah sakit besar seperti rumah sakit sebelumnya, rumah sakit tadika, meski hanya jadi dokter baisa. Letta hanya ingin menjadi orang yang berguna bagi banyak orang.


Sampai di café yang di janjikan. Mars menatap sekeliling tidak ada siapa siapa mendengus, menghubungi letta tapi ia menyuruh mars untuk tunggu. Mars mau tak mau menungu hingga satu jam baru Letta datang dengan keadaan yang sudah cukup baik. hanya saja bekas biru di wajahnya terlihat.” Letta ada apa?” tanyanya kaget melihat letta.


Letta menggeleng pelan dan tersenyum miring. Menaruh laptop di atas meja dan segera memutar vidoenya dan Rio dan dirinya. Mars di sana diam menatap apa yang letta tunjukan.” Loe edit sampai sedramatis mungkin di sana dan uplad. Gue akan hubungin suami gue buat lapor kasus kekerasan terhadap perempuan.” Jelas Letta pada Mars.


Mars mendengar itu kaget.” Dengan adanya kasus gue dengan beberapa visum yang di dapat, beserta video ini yang viral di sana loe bisa cantumin nama rumah sakit dan semua masalah kita, kita udah ada banyak bukti dan canumkan juga biar banyak rang yang lihat dan dukung, biar kasusnya naik dan dilihat sama orang atas.” Jelas Letta lagi.


Letta mengusap pipinya dengan salep yang ia dapat dari Canva tadi.” Loe pikir gue bakal biarin orang buat nyentuh gue?” Tanya letta sinis.


” Nggak akan... gue patahin tangannya, kalo nggak inget kasus ini.” jelas Letta malas.


“ jadi loe udah di pecat?” Tanya mars kaget.


Letta bergumam malas.” Mana gaji gue nggak di bayar lagi. “ jelas letta kesal.


Mars terkekeh pelan.” sana edit cepet nanti virailin. Gue bakal hubungin pengacara dan suami gue buat ke sini.” Jelas Letta tegas.


“ cie yang udah suami suami aja. Gumam mars sedikit sesak.


Letta menatap Mars dengan tengil.” Mau juga loe? Nikahin tu kirana.” Jelas letta terkekeh.


Mars mendengus mendengar itu.”kirana pokus sama modelingnya dulu, katanya harus nunggu kontrak agensinya selesai baru bisa nikah.” Jelas mars sedih.


“ nyicil aja dulu.” Jelas letta terkekeh.


“ maksudnya gimana?” Tanya mars aneh.


” Yah hamilin.. biar nggak kabur.” Jelas letta dengan mata melebar.


” bajingan.” Gumam mars kesal.


leetta menatap mars mencibir.” Kemarin aja gue lihat kalian ciuman panas banget di ruangan lo.” Jelas Letta malas.


“letta loe..” gumam Mars kaget.


Letta menatap Mars, Putra tak tau saja membuat mars menghela nafas pelan.” cepet cepet.” Jelas letta.


Mars menghela pelan mendekati Letta." letta..” teriak dari arah pintu café. Terlihat putra mengedarkan pandangan pada seluruh orang hingga menemui Putra yang berteriak, Letta melambaikan tangan pada Putra.


Putra menyadari keberadaan Letta segera mendekat. Melihat sudut bibir Letta yang jebiru biruan menatapnya nanar dan sedih.” yaampun kamu nggak apa apa sayang?” tanyanya sedih.


Letta menggangguk pelan. “ siapa yang bikin kamu kayak gini? Biar aku bunuh orangnya. Jelas putra dingin.


Letta menggeleng pelan.” orangnya nggak boleh dibunuh dulu sebelum hak orang di balikin put.” Jelas letta jujur.


” Sayang.. ayo kita obatin dulu.” Jelas Putra mengelak. Letta mengangguk pelan padahal sudah diobati tapi jika putra kan mau bagaimana pun ia akan setuju.


Putra menghla nafas pelan melirik pengacara yang Letta minta. Segera mengambil obat dari pihak café dan mengompres luka Letta. Letta hanya diam saja sembari menjelaskan kasus yang sedang terjadi. Mars juga melakukan tugasnya untuk memviralkan apa yang terjadi, sehingga semua orang mulai beramai ramai melakukan dukungan kepada letta dan juga mars.

__ADS_1


__ADS_2