
Sedangkan di sisi lain Fahmi yang sudah mendapatkan rekaman milik Letta yang sudah tersebar jika Letta bersindikat korban pembunuhan pun segera memberikan video pada sang ayah untuk membuktikan pada nya jika Letta itu adalah Alleta, temannya yang lama.
“ kau tidak usah bercanda Fahmi. Papa tidak percaya apapun itu, reinkarnasi dan semua hal hanyalah bulshit..” tegas Diki.
Diki tidak percaya apapun menyangkut apa yang Fahmi katakan, dan Fahmi hanya bisa pasrah melihat ayahnya yang menjauh.
hari ini letta sudah sekolah, karena mobilnya masih di perbaiki, letta bersama Bastian ke sekolah menggunakan tongkat, Brayen pun tetap ada di rumahnya dan berangkat bersama ada Nato yang membantu dia.
“ sebenernya tu gue ada kejutan buat loe.” Jelas Letta kepada Brayen.
Brayen melirik letta yang duduk di sebelahnya aneh.” Nanti pulang sekolah loe harus ikut gue.” jelas Letta tersenyum tipis,
Brayen terdiam ditempatnya dan mengangguk pelan, “ gue harap loe bisa dipercaya.” Jelas nya.
Letta mengangkat bahu acuh menatap kedepan sebab mobil Mereka memasuki pekarangan sekolahnya.
Di turunkan oleh nato dengan hati-hati, letta tersenyum tipis melihat orang yang banyak menatap dirinya.”Yuk letta, loe bareng gue aja kita kan sekelas.” Jelas Bastian.
Letta mengangguk pelan, segera pergi bersama Bastian menuju kelasnya. Nato membantu brayen untuk ke kelasnya.” Duluan. Loe jagain Letta, dia kelewat nakal.” Jelas Nato melirik letta. Letta menjulur lidahnya mengejek. Nato mendengus kesal dibuatnya.
“letta..” teriak Betta memeluk Letta yang sudah masuk.
” Yaampun loe udah sembuh??? Gila gila gue lihat video rencana pembunuhan loe tersebar. Katanya pelakunya sekarang sedang di cari kan?” Tanya Syafira dengan bertubi tubi pada letta.
Letta mendengar hal itu tersenyum lebar.” Loe jangan nanya nanya dulu deh, Tanya yang lain aja jangan bikin orang pusing,,” Gumam Bastian mendorong syafira yang bicara kepada letta.
Syafira mendelik menatap Bastian yang mendorongnya.” Gue Cuma nanya doang.” “ gumamnya kesal.
“ Pertanyaan loe nggak bermutu, Letta baru pulang dan loe nanya gitu.” Ketus bastian.
“ udah. Jangan ribut, masih pagi juga.” Jelas beta kepada mereka dengan kesal.
Keduanya saling tatap dingin.” Sini Letta gue bantu.” Gumam Beta segera membantu letta untuk duduk di kursinya. Letta melirik mereka jengah. Kakinya ini bukan buntung tapi mereka menganggap dirinya seakan cacat saja.
Brak.. mereka melirik di arah pintu, dimana Tama yang datang menatap letta dingin, Letta melihat tama tiba tiba masuk menatap dirinya dengan dingin kaget, mendekati Letta dengan langkah lebar diikuti dengan tiga temannya, tangannya reflek mendorong semua meja yang menghalangi dirinya, brak.. ia menepuk meja di depan Letta dengan keras hingga meja itu retak.
Bastian menatap Tama dengan kaget, sama dengan yang lain,
__ADS_1
Telunjuk Tama di depan mata Letta tertegak tinggi dengan tatapan merahnya. “ Loe... cewek sialan..” teriak Tama.
plak.. kya. Semua berteriak saat Tama menampar wajah Letta kuat. wajah Letta tertoleh karena tamparan Tama.
Plak. wajah Tama ikut tertoleh melirik siapa yang berani ikut menamparnya.
Betta. Betta menatapnya geram, dan nanar.” loe apa apaan ha???? Tiba tiba nampar anak orang begitu?” Tanya Betta berteriak.brak.
Arghgh, Betta berteriak kesakitan saat Tama menendang meja dan menimpa perut Betta semua mundur di sana.
“ hoy..” teriak Bastian mendekati Tama marah.” Ets diem loe.” Tekan teman Tama dengan menahan Bastian, menarik tubuh Bastian jauh. Bugh.
Argh. Bastian berteriak kesakitan saat ketiganya menghajar dirinya di sana. Tama melihat Bastian yang dihajar oleh ketiga temannya di sana menyeringai
Letta melihat teman temannya di hajar di sana dingin.” Lepasin temen gue.” tegas Letta. tapi bagai angin lalu, mereka sama sekali tidak ada yang mendengar. Letta mendongak menatap Tama yang sekarang menatap dirinya. “ lepasin temen gue.” Tekan letta sekali lagi.
Tama di sana tersenyum miring dan menggeleng. reflek tangan Letta terangkat. “ GUE BILANG BERHENTI.” Teriak Letta menendang kuat meja di depannya menggunakan kakinya terkilir. Semua kaget menatap mata merah dan amarah Letta yang menggema.
Bastian terbatuk-batuk kasar saat ketiga teman Tama berhenti menghajarnya. Letta menatap tama di depannya tersenyum miring.” Apa mau loe sama gue?” Tanya Letta dingin.
“ gue Cuma mau hidup loe sengsara.” Tegas Tama dingin.
Letta menepis tangannya dan mengangkat kera baju Tama., semua orang kaget saat Tama terdorong mundur hingga terjatuh dan Letta menendang kepalanya kuat.
Tama menahan kaki Letta dan melintir nya. Letta menahan Gerangan kesakitan karena kakinya yang terluka .” letta.” gumam bastian lirih hendak membantu letta, tapi perutnya di injak,
Letta melihat Bastian di injak menggerakkan kakinya kuat menahan kakinya yang sakit dan menendang kuat rahang Tama. Tama tertegun memegang rahangnya kesakitan,. Memejamkan matanya menatap Letta yang berdiri di depannya dengan amarah seperti ingin membunuhnya.
“Cewek sialan." teriak Tama menendang kuat perut letta dan segera bangkit.
Letta mundur dan menahan lengan Tama dan keduanya saling berkelahi, semua terdiam menatap keduanya, dimana Letta dengan kuat menahan pukulan Tama, hingga tangannya kembali berdarah,
bugh., semua meringis melihat Tama yang memukul kuat pipi letta yang masih berkain kasa, kain itu seketika berdarah. tak sampai di sana. Letta pun membalas memukul talak di hidung Tama sampai berdarah.
“ panggil dosen..” teriak yang lain, tetapi tak ada yang berani, dua orang menutup pintu, itu orang Tama. Tubuh Letta dan Tama berguling sebab ruangan itu yang membundar dan bentuknya ke atas, tubuh keduanya saling memukul satu sama lain, sampai lantai bawah. Letta menahan leher Tama dan memukulnya dua kali lebih kuat. Tama terdiam di sana sejenak dan membalik tubuhnya.
“ letta.” Betta ketakutan menangis menelpon Nato dan Udin, tetapi ia di tahan, Syafira pun sama.
__ADS_1
Bastian mengerang mengepalkan tangan, memberontak tiada guna. Sehingga di sana harus kembali di hajar. . "mati loe mati mati.” Teriak Tama memukul wajah letta dua kali lebih kuat.
Letta menyeringai dengan gigi yang berdarah, menahan sekali lagi pukulan Tama dan membalikkan posisinya.’ Loe yang harus mati.” Teriak Letta menderah dan memukul kuat wajah Tama dua kali lebih kuat, sama sekali tidak ada kesadaran dari keduanya, isi di dalam ruangan segera hendak membantu tetapi mereka lebih takut melihat keadaan.
Plak. argh. Tubuh Letta terjatuh saat satu teman Tama menendang punggungnya, sontak Letta merasa dadanya sakit melirik siapa pelaku.
Tama merasa puas, segera mendekati Letta. sekali menendang dada Letta. Letta tertahan menahan dadanya.
Bruk... pintu terbuka menampilkan Bara yang tertegun melihat kondisi Letta yang penuh darah, melirik pelakunya Tama mengepalkan tangan.,” bajingan.” Teriaknya mendekati mereka hendak membantu Letta.
Letta melihat bara yang di hajar oleh teman teman Tama hanya diam memegang dadanya, reaksi ini tidak normal, atau jangan jangan karena pemilik tubuh ini dulu pernah mengidap penyakit jantung.
Brak. Letta menahan Tama yang sekali lagi hendak menendangnya, Letta menarik kaki Tama dan menendang kuat di bagian inti hidup Tama, sekali lagi letta menarik kaki tama dan membantingnya kuat.
Tama berdegub dan suara yang mengerang. Letta menginjak dada Tama dengan napas yang naik turun. Nafas Letta benar benar tipis sekarang sampai tubuhnya limbung
Dadanya sangat sakit tidak lagi bisa bernafas Teman Letta tidak tau apa yang harus dirinya lakukan."Letta.” teriak bastian berdiri.
“ mama.’ Gumam Bara segera mendekati letta, Letta diam memegang dadanya sesak. Sekali saja dalam hidup tampa masalah, apakah hidup Letta memang harus penuh dengan musibah???
Bara segera menggendong tubuh letta menjauh dari sana, menepuk pelan pipi letta yang memucat. “ Mama..” gumam bara ketakutan segera memeluk letta nanar, segera berlari keluar dari kelasnya. Sial ia kelewat banyak hal.
" Minggir kalian semua!!!" Teriak Bara marah pada semua orang yang ada di kelas tetapi diam saja melihat ibunya di hajar habis habisan oleh Tama dan teman-temannya.
“ Letta.” Gumam bastian menatap nanar letta yang menjauh. Melirik Tama yang juga tak sadarkan diri dibawa oleh teman temannya.
Tangan Bastian terkepal, dengan air mata yang menetes. Demi Tuhan bastian menyalahkan dirinya sendiri jika sudah begini
Tubuh letta dibawa masuk ke dalam mobil milik Bara, segera dibawa ke rumah sakit miliknya, terdekat di sana. mobil bara dibawa dalam keadaan luar biasa kecepatan, tak peduli jika menabrak seseorang atau apapun itu, sampai didepan rumah sakit, ia segera menggendong tubuh Letta untuk dibawa ke ruang IGD.
” Dokter..” teriak Bara dengan kuat. para perawat yang tau jika itu Bara, pemilik sah dari rumah sakit ini segera membawa letta, mereka berseru heboh segera memanggil dokter untuk menangani letta, keseluruhan dokter turun menangani letta.
Bara memukul tembok berkali kali, menyalahkan dirinya sendiri, karena gagal dalam menjaga Letta." Tol0l. loe gagal lagi jagain mama loe." Gumam bara membatin sesak.
“ sudah tuan.. tuan.” Tegas beberapa perawat dan dokter melihat Bara yang ketakutan, Bara menangis kembali menatap Letta yang di tangani di depan mereka, menangis tersedu sedu bara memeluk dirinya sendiri, ini sangat sakit. sebelumnya ia telat datang karena memang ia selalu datang telat, tapi sekarang, ia kalah, ia salah. Semuanya menganiaya dirinya dalam rasa bersalah yang menguar besar.
Dua jam Letta ditangani, cek darah, cek detak jantung dan sebagainya. Sampai mereka kelabakan dan ketakutan jika Bara di luar sana akan mengamuk, lihat bagaimana seramnya wajah Bara saat ini. Jika wanita yang mereka obati ini tidak tertolong mereka pasti akan di pecat oleh nya.
__ADS_1
sampai selesai dokter keluar menemui bara dengan wajah melemas dan juga cemas.” bagaimana keadaan dia?” Tanya bara cepat.
‘ tuan.” Gumam dokter memelas memandang Bara, menekan rasa sesak di dadanya, dokter menghela nafas pelan. Sangat kentara sekali jika wajahnya membawa kabar buruk. Bara semakin ketar-ketir melihat wajah sang dokter.