
Membantu brayen turun dan memasuki rumah, rumah ini sangat sepi sekali, menaruh Brayen di sofa ruang tamu, letta meringis pelan sebab Brayen benar benar berat. Ia menatap Brayen yang sudah tak berdaya. Menelpon dokter ke rumah brayen.” Nyeyel banget di suruh ke rumah sakit minta pulang.” gumam Letta meneleng pelan.
Menyusuri rumah ini. mata Letta melebar melirik brayen, mebnatap figure utama,. Bima dan mantan istrinya, ada rasa tak nyaman di hati letta. apa dirinya cemburu? Tidak, Letta merasa masuk ke rumah istri sah dan dirinya hanya selingkuhan. Hahaha sialan.
Segera mengambil tasnya Letta menbatap Brayen yang terkapar di sofa.” Gue duluan, ntar ada dokter ke sini.” Jelas Letta segera menjauh.
Brayen tak bersuara memandang Letta menjauh, samar samar dirinya mengepalkan tangannya, mengapa harus Letta yang membantu dirinya di saat setengah hampir mati? Harusnya orang lain, bukan orang yang dirinya benci. Sial sial sial..
Jika begini Brayen harus bagaimana? mengucapkan kata terima kasih terlalu sulit dan membenci seperti memiliki hutang.
Mengepalkan tangan. Letta paham apa yang membuat Brayen membenci dirinya. Rupanya perasaan nya seburuk ini, Bima Dan mendiang istrinya bercerai. Brayen psti berfikir jika dirinya adalah perusak rumah tangga ayah dan ibunya, berfikir jika dirinyalah pelakor dan wnaita muraham. Berkali kali Letta memukul stirnya kesla.
” Letta sialan.” Gumamnya kesal. Jika begini Letta harus otoke? Brayen membencinya dengan hal dasar. Seorang anak pasti membenci perempuan perusak keluarganya.
Memasuki perkarangan kampus, letta tak masuk di jam pertama, memasukinya kelasnya, Letta mendapatkan kelas yang sudah free.” Letta anjir., dari man aloe?” Tanya Bastian menatap Letta berwajah suram mendekati mereka.
Letta menaruh tasnya ke atas meja dan menghela nafas pelan. “ loe ada masalah?” Tanya Betta pada letta heran.
Letta melirik Betta dan mengangguk.” Loe mau cerita?” tanyanya kembali.
Letta menggeleng pelan kepada Betta.” Sulit buat gue jelasin.” Gumam Letta lemah.
Betta dan Bastian mendengarnya mengangguk paham, tidak lagi banyak ucap pada letta.”nih dari nyokap, katanya buat makan bareng kalian.” Jelas Betta pada letta dan Bastian.
“ asik makan gratis.” Jelas Bastian senang memakan yang diberikan Beta. Segera mengambil bakpau karena isinya memang bakpau isi ayam cincang, makan dengan semangat di depan letta.” emm enyak bangyet let. Cobain.” Ujar Bastian tidak jelas memaksa letta makan.
Letta hendak menolak membuat bibirnya sedikit mangap. Hap Bastian tak membuat hal itu sia sia. Ia menyuapi letta dan terkekeh. Letta mendelik.” Enak kan?” Tanya Bastian kepada letta.
Letta terpaksa mengunyah dan berdehem.” Iya enak.” Gumamnya juga mengambil satu.
Bastian terkekeh mendengar dan melihat hal itu, menatap Letta yang juga makan.” Enak banget ngubah mood loe, tinggal kasih bakpau diem.” Gumam Betta menggeleng.
“ enak.” Gumam Letta tampa beban.
Bastian mengangguk.” Hidup dibikin asik aja Let. Semisal ada yang buat loe sakit dan kesal cobalah buat ngubah diri loe paham sama masalahnya, secara apapun masalahnya kalo loe paham apa salahnya loe udah nyelesaikan lima puluh persen dari masalah yang loe hadapi.” Tegasnya.
“ lah kok bijak?” Tanya Betta menatap Bastian aneh.
Bastian terkekeh.” Gue emang bijak, kalo nggak bijak bukan bastian namanya.” Jelas bastian menyugar rambutnya sombong ke belakang.
Betta dan letta melihat hal itu jengah, menyumpali mulut Bastian menggunakan bakpau Betta menggeleng.” terlalu PD yah gini.” Gumamnya. Letta terbahak mendengar Betta dan Bastian yang tersedak.
.......
Nato memandang Letta yang bermain bersama teman temannya tersenyum tipis, senang rasanya melihat Letta sudah berubah, jaduh dari yang dirinya harapkan., maksudnya jauh lebih baik.
Letta sangat mencintai keluarga, memberikan yang terbaik, hingga selalu bersikap terbaik terutama kepada Nadia dan agung orang tua mereka, berkat Letta mereka tidak lagi kekurangan ekonomi, dia juga tak pernah membuat ulah lagi.
“ diliatin doang. Samperin kek.” Jelas temannya menaik turun alisnya.
__ADS_1
Nato mendelik melirik temannya. “ Ngapain.” Gumamnya pelan.,
Mahardika terkekeh mendengar jawaban Nato yang sewot. “ kalo suka yah dikejar. Jangan dilihatin doang. Emang sih dia cantik banget. Trending lagi di kampus.” Jelas Fedo salah satu temannya, kedua ini teman Nato saat di kelas.
Nato melirik keduanya mendelik." sotoy kalian.” Ujarnya kesal.
Seakan-akan sok tau saja. Mana ada Nato menyukai adiknya sendiri. Begi begini Nato masih waras yah, secantik apapun Letta, tetap jelek itulah dimatanya.
“ ye dibilangin juga, Gue paham kok sari pandangan loe!!.” Gumam Fedo kesal melirik letta semakin dekat membuat ia menyeringai.” Letta salam Nato. Dia suka sama loe.” Teriaknya.
Nato melebarkan mata menatap fedo yang berteriak sembarangan kesal.
Letta meloot mendengar teriakan teman Nato, sedangkan Betta dan Bastian terbahak mendengar hal konyol itu.” Loe di tembak abang loe noh. Abang loe suka sama loe, apa sih siscom apa tu namanya? Hahaha.” Terbahak Betta kepada Letta saking tak tahannya mendengar teriakan fedo.
Fedo yang ditertawakan meringis tak paham, apa ada yang salah? Nato menepuk kepala Fedo kesal.” Malu maluin aja sih loe.” Jelasnya kesal.
Letta menggeleng pelan melihat Fedo dan Nato.” Sorry gue sama dia musuhan., no cinta cinta. “ jelas Letta dengan kekehan.
“ gue juga benci loe. Kita musuhan.” Ketus Nato pada letta.
“ dih sewot.” Gumam letta menatap Nato mencibir.
Nato melotot membuang muka.” Yuk kantin males sama musuh.” Jelas Letta menjauh membawa teman temannya.
Sedangkan Nato mendengus.” Lah gitu?” gumam Mahardika menggeleng.
“ gini yah gue jelasin. Letta itu sama nato adek kakak mana ada cinta-cintaan. cinta-cintaan pala nenek kalian....” ketus bastian menggeleng meninggalkan Fedo yang melotot kaget.
Seharian penuh Letta lelah di kampusnya. Nato sudah pulang duluan karena jam mereka pasti berbeda toh beda fakultas. Letta menatap mobilnya dengan kesal. Ban mobilnya kempes, menatap banyak paku yang menusuk dan membuatnya rusak. Letta harus menahan diri agar tidak memaki siapapun, sial masih ada saja yang menganggu dirinya.
siapa yang berani kepadanya sih?
Tintin.
Letta melirik siapa yang datang, menatap siapa yang datang menyipitkan mata, letta melihat Zeyn keluar mobil menggunakan kaca mata.” Kenapa mobil loe?” tanyanya pelan.
Letta menggeleng pelan melihat Zeyn yang menghampirinya.” Nggak tau gue, di tusuk pakek paku sama anak anak.” Jelasnya kesal pada Zeyn.
Zeyn menganguk paham.” Mau pulang bareng? Biar mobil loe di pernbaiki sama montir gue nanti, dia jemput di sini mobil loe.” Jelas Zeyn pada Letta.
Letta melirik zeyn penuh curiga, ada apa dia menjadi baik begini??? “ gue Cuma mau ngajak loe makan aja mau main bareng. Loe nggak lupa kan kalo loe masih gue sewa." jelas Zeyn tenang.
" gue harap loe nggak ilang ingatan lagi setelah ngabisin uang gue miliyaran rupiah.” Jelas Zeyn ketus menyindir Letta yang terus menerus menghilang dari pandangan dirinya.
Seakan mereka tidak memiliki ikatan apapun. padahal Letta tetap saja masih kontrak dengannya kan??? dia pikir uang sebanyak itu daun?
Letta meringis mendengar sindiran Zeyn.” yaudah deh loe mau ngajak gue kemana? Yuk.” Ujar letta tenang.” Tapi jangan cari gara gara sama gue. gue males kalo loe kasar.” Jelas letta terang terangan pada Zeyn. “ gue juga nggak suka loe maksa-maksa gue.” jelasnya kembali.
“ diel?” Tanya Letta menjabat tangan Zeyn.
__ADS_1
Zeyn tersenyum tipis mengeluarkan tangannya dari saku menyambut tangan Letta, tangan Letta bahkan sangat lembut batinnya.
Segera keduanya memasuki mobil Zeyn. Dari jauh Fajar melihat hal itu Mengepalkan tangannya. Letta benar benar murahan batinnya.
semalam bersama putra sekarang bersama kakaknya.
Melihat pemandangan malam di kota secara tenang, keduanya memilih ke apartemen milik Zeyn, letta tidak paham mengapa Zeyn suka dengan tempat sunyi, dia terlihat seperti introvert kan??? mendapatkan ruangan yang sangat rapi dan bersih letta menghempaskan tubuhnya di sofa.
Melihat hal itu Zeyn menutup pintu dan segera membuka sepatunya, menggantikan jadi sandal rumahan.
“ beli makanan yah Zeyn.” jelas letta melirik zeyn yang mendekat sembari membuka jasnya.
Zeyn melirik letta tajam.” aku lebih tua dari mu.,” tegasnya.
Letta melirik Zeyn memutar bola mata malas. Tidak tau saja bahkan usianya jauh lebih tua dari pada Zeyn. “ jadi? Mau dipanggil apa? Ayang? Mas?” Tanya Letta mengejek.
Zeyn mendengar hal itu memerah, hanya saja ia titipkan dengan cara menuju ke kamarnya tenang.” Mas boleh.” Bisiknya yang masih di dengar oleh letta,
Letta melirik Zeyn dengan menyipit.” Mabuk loe?” tanyanya.
Zeyn segera menaiki alisnya melirik letta” tidak.” Tegasnya.
Letta menggeleng pelan malas meladeni Zeyn, sesungguhnya letta sangat canggung, tidak tau harus bicara apa dengan Zeyn di ruangan tertutup speerti ini, sampai kelelahan letta memainkan HPnya, memberi tahu orang tuanya jika dirinya sedang bermain bersama teman temannya.
Zeyn melihat letta cengengesan di sana menggeleng pelan, memberikan gaun merah inda, Letta menoleh melirik Zeyn kaget.” Pakai gaunnya, dan beriaslah. Kita akan ke acara klienku.” Tegasnya.
Letta mendengar hal itu memandnag Zeyn tidak mau, “ saya nanti transfer,.” Jelas Zyen membuat Letta yang ingin menolak menjadi tersenyum lebar, letta segera beranjak mengganti baju.
" Berapa dulu??" Tanya Letta berhenti memandang Zeyn.
" Sepuluh juta!" Tegas Zeyn kepada Letta.
Letta menggeleng pelan memberi baju kembali pada Zeyn. " Nggak akh. murah!" ketus Letta.
" 20juta..!" jelas Zeyn kembali. Letta tetap diam. " 50juta." Tegas Zeyn kembali membuat senyum Letta segera mengembang dan mengangguk semangat.
" Nah gitu dong. 50juta... segera kirim ke rekening saya yah tuan Zeyn." jelas Letta menepuk pelan pundak Zeyn senang
" Uang saja cepat" gumam Zeyn menggeleng kesal.
" Dasar perempuan matrek!" Ketus Zeyn.
" yah gue suka panggilan itu.!" jawab Letta terkikik.
" Licik." Gumam Zeyn mendelik.
Letta mengangguk " Yah iyalah. apalagi!" ketus Letta santai.
lihat dia bahkan menerima semua ucapan pedas Zeyn.
__ADS_1
Zeyn hanya menghela nafas pelan dibuat Letta. Letta mengambil uangnya dan dirinya mengambil waktu Letta. sebenarnya ini bayaran terlalu mahal.
tapi jika tidak dibayar sangat sulit berurusan dengan Letta.