Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Kebingungan


__ADS_3

haloo ges.....


.


.


.


.


“ widiih sepatu baru nih. KW pasti..” Nato melirik orang sekolahnya yang mengatakan sepatunya kw mendelik,.


“ eh Gem... ini asli anjing..” Gumam teman temannya memandang lebih dekat sepatu Nato yang sangat gelas, Faktanya sepatu yang Nato kenakan adalah sepatu mahal.


” njir maling sepatu gue loe yah? ini mirip sepatu milik gue!!!” teriak teman Gembrot tajam pada Nato. Nato diam menatap mereka tak tau harus jawab apa.


” Mulut loa anjir kayak sampah.,. sembarangan loe ngomong..” teriak Letta tak jauh dari sana mendengarnya.


" Lah secara dia miskin, emang mampu dia beli?" Tanya teman Gembrot remeh. Gembrot dan teman temannya menatap Letta yang sudah ada di dekat mereka dan Nato yang mengerjab menatap Letta yang datang.


“ Gue saksinya dia beli sendiri. Mulut loe gue jahit tau rasa loe?!” teriak Letta menantang.


“ loe kok belain dia terus sih Letta gue lihat lihat. Bukannya dari dulu loe yang nyuruh orang orang buat bully dia, loe yang benci banget sama dia? “ Tanya Gembrot kepada Letta sinis. Tiba tiba menjadi baik emang dia pikir dia bisa diterima? Tidak.


Letta mencebik.” Tetep dia gue yang bully, kalian jangan, nggak ada yang berhak bully Nato kecuali gue. sekarang Nato babu gue..!” teriak Letta tidak suka.

__ADS_1


“ huawaw,,,, soswit..” ujar Gembrot mengejek Letta.


Letta mendengarnya mencebik dan menatapnya sinis.” Gue nggak main main. Yuk babu..” jelas letta menarik kera bahu Nato.


Nato pasrah mau tak mau menurut Letta. Letta menatap siapa yang menatapnya dingin,” kalo ada yang ganggu loe patahin aja lehernya. Cuma gue yang boleh ganggu loe ngerti nggak sih?.” Tegas Letta dingin masih di dengar orang orang. Nato mendengarnya Tersenyum tipis, cuma Letta yang boleh kan??


...----------------...


“ kamu akhir akhir ini kok lebih pendiem gitu sih? kamu berubah sama aku.” Kirana menatap Fajar dengan memelas, memainkan jemari jemari Fajar yang ada di tangannya, mereka ada di kelas Fajar karena memang Kiara kesini.” Udah tiga hari nggak hubungin aku. Kamu masih anggep aku pacar kamu atau enggak si Fajar?” Tanya Kirana tidak terima diperlakukan begini


Teman teman Fajar hanya sibuk dengan urusan mereka, tidak ambil peduli. Fajar menghgela nafas menatap Kirana.’'Akhir akhir ini aku sibuk Kir, aku nggak hubungin kamu iya karena belum ada waktu aja. Maaf yah.” jelas Fajar kepada Kirana pelan,


,” kalo ada yang ganggu loe patahin aja lehernya. Cuma gue yang boleh ganggu loe ngerti nggak sih?.”


Sampai suara Letta bersama Nato yang lewat depan kelas Fajar segera melihatnya. Dimana Letta menyeret Nato, Fajar mengerjab melihat hal tersebut.” Tuh kamu lihat Letta, kamu suka sama letta yah mangkanya kamu nggk pernah peduliin aku.” Jelasnya Kirana semakin masam melihat Fajar yang tidak menatap dirinya sama sekali.


Kirana membuang muka sebal mendengar jawaban Fajar. “ iya awas aja kalo ketahuan kamu suka sama dia.” Jelas Kirana penuh pengancaman. Fajar mengangguk memeluk Kirana. Kirana dipeluk menghela nafas pelan. Fajar sangat jarang bersikap romantic padanya, padahal Kirana sangat mencintai Fajar.


Sedangkan Fahmi hanya diam di tempatnya, menatap buku yang sama sekali tidak dirinya baca., sejak semalam dirinya memikirkan ucapan Letta mengenai kematian dirinya.


Fahmi mencoba mengelak fakta yang diberikan oleh Letta tapi yang dikatakan Letta seakan real meskipun terdengar fantasi.


Pulang dengan pikiran yang mumet Fahmi menatap Letta yang berada di depan kelasnya sembari bermain dengan teman kelasnya.


Terlihat tetawa lepas. Letta dulu mana ada mau, dia sangat pemilih dalam bermain. Lihat bahkan dia dan Udin aduh panco dan dimenangkan dengan mudah oleh letta. digiliur kembali dengan bastian.

__ADS_1


“ Bro..” Fahmi melirik Renja yang tiba tiba berada di sebelahnya..


Tersenyum tipis Fahmi menatapnya linglung.” Loe kenapa sih? gue lihat dari pagi loe diem terus. Biasanya loe paling heboh. Nggak mau cerita sama kita?” Tanya Renja rumit. Fahmi itu paling heboh dan paling keras suaranya, jika dia diam begini Fahmi terlihat sangat aneh dimata mereka., Fahmi terlihat bukan seperti teman biasanya.,


Fahmi mengerjab pelan dan menggeleng pelan.” Oh iya. Gue Cuma sariawan aja.” Gumam Fahmi bohong.


Renja mengangguk paham mendengarnya.'' kalo ada apa apa cerita oke., “ jelasnya. Fahmi berdehem pelan melangkah melewati kelas milik Letta yang masih ramai, mereka terlihat seperti taruhan.


“ hmm menurut loe Letta aneh ngak sih?? dia kelewatan berubah gitu?” Tanya Fahmi kepada Renja pelan.


Renja melirik Fahmi menaiki satu alisnya bingung.” Kelewatan berubah gimana?” Tanya Renja kepadanya pelan melirik letta yang menghitung uang dari Udin dan Bastian,.


Fahmi menelan Saliva kering, “ itu kan dulu Letta suka sama Fajar tapi sekarang dia malah ngilang gitu aja, terus dia kan suka rambut pajang tapi sekarang diporong rambut dia., nah dia kan biasanya caper tapi sekarang enggak.” Jelasnya Fahmi pelan


Renja mengangguk pelan.” kan setiap orang bisa berubah kapan saja Mi, lagian kan nggak ada yang aneh menurut gue, soalnya Letta berubah jauh lebih baik lagi, dulu yang suka bully orang sekarang enggak, adem, nggak suka gangu kita lagi terutama Fajar, dan rambut panjang itu hak dia, lagian bagus bagus aja rambut dia. “ jelas Renja menganguk pelan.


“ Tapi dia aneh Ren. Loe tau kan gimana tergila gilanya Letta sama fajar dulu?|” tanya Fahmi menggebu-gebu.


Renja menatap Fahmi heran.” Siapa mantan Fajar bukan Cuma Kirana??? Ada Celsi, ada Karnia, ada siapa lagi Zea, ada Qellla. Bahkan parahnya dulu Qella dia dorong sampek masuk rumah sakit dan hilang ingatan. Letta bener bener menggila sama Fajar, sampai ke Kirana. Udah tiga tahun, dan dia berubah Cuma gara gara satu malam? Itu kelihatan mustahil tau nggak..!!!” tegas Fahmi pelan.


“ loe tau kan?? cinta yang paling dalam aja kadang bisa berubah jadi benci karena pengkhianatan, rasa sakit dan hal hal lain. di dunia ini kadang memang diharuskan ada perubahan, bahkan orang gila sekalipun harus ada perubahan apalagi kita yang normal, Letta normal mangkanya dia berhenti buat ganggu Fajar atau kita, mungkin aja kan cinta dia terlalu sakit dan udah jadi dendam?” tegas Renja kepada Fajar mengenai opininya,.


Fahmi menghela nafas pelan mendengar Renja, yang dikatakan Renja adalah kebenaran tapi ia tidak bisa mengatapan apa yang dirinya dengar dari Letta. menatap lamban keberadaan Letta yang tersenyum sumringah menenteng tasnya menuju parkiran.” Gue duluan.” Ujar Fahmi.


Renja mengernyitkan dahi melihat Fahmi yang berlari menuju dimana Letta berjalan ke parkiran, menggeleng pelan Renja memilih menuju motor treal miliknya. Sudah sore dirinya ingin segera pulang, masih banyak tugas yang harus dirinya kerjakan.

__ADS_1


Renja menatap lagi kemana Fahmi tadi. Pertanyaan Fahmi terlalu janggal, ada apa dengan dia dan Letta?


__ADS_2