Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Menghubungi


__ADS_3

Pulang membawa banyak belanjaan. Letta di tatap tajam oleh tiga pria sekaligus di meja ruang tamu, sekarang sudah jam lima. Letta cengengesan melihat mereka, ada dua orang asing di sini memandnag letta penuh senyum lebar meski wajahnya sudah terlihat kusut.” Hai,,.hehehe. aku bawain banyak loh buat kalian.” Jelas Letta segera mendekati mereka.


Menaruh tote bag di tangannya di atas meja dan mengeluarkan satu kotak.” Nih ada tiga dasi warnanya sama semua cantik banget.” Gumam Letta memaparkan kedepan Bima,.


Putra dan Xior yang memandangnya dingin.


Letta meringis dibuatnya, lalu mengeluarkan baju kemeja di tote bag lain. isi tiga baju dengan warna yang berbeda beda.” Om Bima warna Hitam soalnya badannya paling bagus jadi kelihatan gagah, lalo Xior, karena bajunya kebanyakan hitam aku belikan yang warna navi,. Emang gelap Cuma lebih ada warnanya, kalo buat Putra aku belikan baju putih., soalnya Putra melambangkan kebersihan dan kecantikan alami.” Jelas Letta bersinar pada mereka.” Dan ad.”


“ letta.” gumam Bima menghentikan tangan letta yang hendak membuka tote bag lain.


Letta mengerjab pelan memandang Bima. Bima menggeleng.” yang kamu??? Kamu beli apa?” tanyanya lembut kembali, sebab sejak tadi Letta mengatakan yang untuk mereka.


Letta menatap mereka dengan senyuman tipis. Mengeluarkan satu bok.” Baru tidur bareng buat kita berempat.” Jelas letta bertepuk tangan.


Keempatnya memandang baju tidur yang letta tunjukan. Fani dan Jiya yang tak jauh dari sana hanya diam memandang letta dan rekannya. Letta menepuk pelan baju yang ia keluarkan dan bagikan.


Bima membuka baju yang Letta berikan, sama dengan Putra. Hanya Xior memandang mereka malas.” Baju sapi??” gumam Bima masam.


Letta mengangguk.”ada tanduknya hehe. Ucul banget kalo kita pakek buat tidur bareng. Nanti kita selfi oke.” Jelas Letta dengan semangat.” Dan ini dia.. “ jelas letta mengeluarkan kamera.” Tara....” gumamnya tersenyum lebar.” Kamera?” Tanya Putra pelan.


Letta mengangguk.” Aku pengen buat kenangan manis bareng kalian paling banyak... semuanya...” jelas Letta dan mulai menghidupkan kameranya.


” Tapi kita bisa menyimpannya di dalam otak kok. kamu akan men..” “ suttt.. kadang yang indah harus di abadikan, bukan untuk kita, tapi untuk rindu tiba tiba.


“ jelas letta terkekeh.” Suaru hari nanti jika kalian dan aku menua patsi kita akan banyak melupakan banyak hal, tapi dengan adanya memori begini pasti akan menjadi cerita paling seru di kehidupan berikutnya.” Jelas letta kembali senang.


Bima. Putra yang awalnya ingin marah menjadi terharu, lihat bagaimana wajah ceria Letta mengatakan hal itu, mereka sudah menunggu sejak jam 2 tadi siang yang artinya 3 jam sudah menunggu.


Letta pulang memberi senyum hangat menghangatkan perasaan mereka. Xior hanya diam mendengar dan melihat semuanya dalam diam, tidak akan tau apa yang dirinya pikirkan.


Letta menepuk pelan pundak bima.” Jiya potokan kami.” Teriak Letta.


Jiya mengangguk segera mendekati mereka dan mulai memfose Letta dan mereka. Letta tersenyum lebar bersama Bima putra dan Xior yang linglung.


Letta tersenyum lebar di tengah tengah mereka. Cekrek.. cektrek.. sampai pada Putra mnemeluk letta, bima yang melihat ikut memeluk letta. Xior disana berdehem pelan dan mendekati Bima.


Cekrekk.... Letta terkekeh pelan menarik tangan Xior.” Sekali lagi..” cekrek..... suara kamera memenuhi ruangan yang indah malam ini.


Foto yang letta ambil sudah ia cetak dan ia taru di dalam album, Letta tersenyum lebar melihat Putra, Bima dan Xior yang memeluk dirinya, meski wajah Xior penuh keogahan.


Letta menghela nafas legah memegang dadanya nyeri. Apakah Letta rutin minum obat? Sama sekali tidak, letta tidak minum obat. Alasan utama adalah letta tidak mau memperpanjang usia hanya untuk menahan sakit, jika memang usianya sudah singkat biarkan singkat saja.

__ADS_1


Jika memang waktunya dia meninggal, maka Letta akan biarkan saja. Letta tidak ingin merasakan rasa sakit ini berkepanjangan, apalagi efek samping obat yang ia konsumsi jangka panjang akan merenggut keindahan dunia. Gagal ginjal. Tuli dan buta. Letta tidak mau.


“ nona... ini sangat lucu.” Gumam Fani mendekati letta dengan teh hangat. Letta buru buru menghapus air mata yang tiba tiba jatuh, segera menatap sembarang arah dan menggeleng pelan.


” ini imut... kita akan membuat banyak hal imut termasuk foto kita.” jelas letta menaruh foto letta bersama Fani dan Jiya di dalam mobil kemarin.


“ nona.” Gumam Fani menahannya.


Letta mengerjab pelan memandangnya fani. Jiya mendekati letta dan melihatnya.” Kami hanya pelayan, tidak usah kami diletakkan di sana. kita buat album lain saja.” Jelas Fani kepada letta tak enak.


Letta menggeleng pelan mendengar itu tidak setuju.” Apa apaan itu???? kalian adalah orang orang baik dan terdekat harus diletakkan di sini. Ini album untuk orang orang tersayang dan saya sayang dengan kalian.” Jelas Letta. Jiya dan Fani memandang Letta hangat. Mereka baru kenal tapi sikap Letta sangat baik. itu sangat indah untuk mereka jelaskan.


“ saatnya untuk memesan gaun nona.” Jelas Jiya pelan, kemaren tidak jadi pemesanan sebab Letta sudah lelah, jadi hari ini. Letta jadi kikuk dibuatnya.


“ aku ingin di buatkan empat gaun yang berbeda, dengan tema yang berbeda. Dengan Xior berbeda, dengan Bima berbeda dengan putrapun berbeda.” Jelas Letta dengan pelan.


jiya mengangguk pelan.” aku akan mengatakannya kepada penjahit nona. Mari nona kita ke ruang tamu.” Jelasnya menunjuk kan jalan.


Letta mengangguk pelan, mulai menemui madam dari pemilik butik yang akan menjahit baju milik Letta kelak. Letta memandang semua rincian gaun, menambahkan beberapa detail yang ia harapkan. Letta menghela nafas pelan dengan pilihannya, semua mereka semua suka. “ ukuran Jasmin berapa yah?” gumam Letta pelan mengetuk pipinya pelan.


Matanya melebar mengambil HPnya. kemarin sudah ia minta kok. tut.. telepon tersambung.. “ haloo.” Panggil letta tersenyum lebar.


Jasmine di seberang yang baru selesai mandi mengernyit memandang HP nya berbunyi ada yang menelpon, apalagi nomor baru. Ia mengangkatnya tenang..” halooo..” gumamnya dengan pelan segera duduk di kasur.


Jasmine mendnegar hal itu mengangguk pelan tersenyum lebar.” Eoni.. panggil aku Eoni, aku sudah lebih cukup tua di banding kamu letta kecil..” gumam Jasmine gemas pada letta yang enggan memanggilnya kakak.


Letta terkekeh pelan. “ hmmm oke oke eoni.. hmm jangan eoni ini cukup sulit di panggil, jika Uni saja bagaimana?” Tanya Letta pelan.


jasmine terkekeh.” Tapi aku bukan orang minang letta.” gumamnya gemas.


Letta menggeleng.” itu singkatnya eoni..” jelas letta kekeh.


Jasmine mengangguk.” Yasudah bagusnya saja letta.” gumamnya pelan.


Letta mengangguk tegas. “ bagaimana dengahn hari mu jasmine??? Eh Uni? “ Tanya letta pelan.


Jasmine mengangguk.” Hmm baik. kamu bagaimana? Tidak terluka lagikan gadis kecil?” tanya Jasmine.


Letta menggeleng.” tidak, disini aku senang uni... uni aku ingin menanyakan lingkar tubuhmu... “ jelas Letta semangat.


Jasmin mengernyitkan dahinya.” Untuk apa?” tanyanya heran.

__ADS_1


” Aku ingin memberikan kamu hadiah. Kemaren sudah membantuku berkali kali saat terluka, aku harap Uni mau menerima hadiah dariku ini.” jelas letta.


Jasmine menghela pelan.” Letta tidak usah. Aku membantumu karena itu tugasku. Tapi jika kamu ingin membelinya belikan ukuran pinggang 34LD 120 dan lingkar dada 34juga. Hehe.” Jelasnya dengan cengengesan.


Letta mendengar itu tertawa keras.” Uni bisa saja bercandanya.” Jelas letta.


Jamsin menggeleng pelan..” aku harap kau membeli yang cantik letta...” jelas nya tegas letta mengangguk pelan.


” ay ay uni. Uni tenang saja, seleraku yang terbaik.” Jelas Letta.


jasmine terkekeh perih mendengar hal itu.” yasudah jika begitu, jika bajunya sudah siap kita akan bertemu kembali uni.. bye bye.” Tegas letta.


“ iya letta kecil. Jaga kesehatanmu oke.” Jelas jasmine segera mematikan HPnya.


Wajah jasmine tiba tiba murung, menghela nafas pelan, tetap saja hatinya sakit. “ pantas saja jika Putra menyukainya, dia sangat baik.” gumam Jasmine dengan sedih. Mengusap air mata yang jatuh jasmine hanya bisa memandang hp nya nanar. sial sakit sekali rasanya mengikhlaskan laki laki nya untuk orang lain. akh bukan laki lakinya tetapi memang dirinya yang orang lain.


Letta tersenyum lebar mematikan HPnya.” selanjutnya adalah Brayen dan Tama... mereka harus mendapatkan jas yang bagus.” Gumam letta mengutak atik HP nya. Hp ini tersambung dengan Google lama nya sehingga semua kontak mereka sudah ada.. letta segera mencari kotak brayen senang.


Brayen menghela nafas pelan memandang kamar yang ia tempati., agung dan Nadia sekarang sibuk dengan pekerjaan mereka, Nato juga sibuk dengan perkuliahan,masih mencari Letta mereka tetap berharap Letta kembali. Tring...


Brayen melirik HPnya yang bergetar. Mengerjab pelan karena itu panggilan tak dikenali. Brayen dengan tenang mengangkat HP itu dan berdehem pelan. “ haloo..” gumam dari seberang. Brayen mendengar suara itu melebarkan mata.. letta..!!!!


” letta?” gumam Brayen cepat,


Letta terkekeh pelan.” apa kabar? apa kita bisa bertemu tampa orang lain?” Tanya Letta pelan.


Brayen kehilangan suaranya karena Letta. apa yang harus ia jawab?? Tapi tiba tiba air mata Brayen jatuh saat ini. entah apa penyebabnya tapi hati Brayen sakit tanpa dicegah..


“ Brayen???? ada apa?” Tanya nadia pelan.


Brayen diam memandang Nadia. Sedangkan Letta pun terdiam mendengar suara Nadia. Brayen menggeleng pelan.” aku hanya sedih..” gumam Brayen pelan.


Nadia tersenyum tipis menepuk pundak brayen.” tidak apa. Letta pasti baik baik saja.. ibu mempercayai anak ibu,” gumam nadia.


Brayen mengangguk... melirik hpnya dengan bergetar. Brayen ingin bersuara tapi ia tidak bisa bicara jika Letta belum mengizinkan dirinya.


...


Letta selesai menghubungi siapapun, termasuk Tama, laki laki itu, sebelum ke sini sempat ia minta untuk bertemu besok dio tempat yang sudah ia tetapkan dan Tama sendiri setuju. Letta memang sudah menyiapkan segala hal tampa harus bicara.


Letta memandang HP nya dan tersenyum lebar memandang langit yang luas dan suasana yang indah.” Kadang bahagia itu bukan tentang kita mendapatkan impian, tapi melihat orang lain bahagia juga akan membuat kita bahagia.” gumam Letta menaruh kepalanya di jendela.

__ADS_1


Hah Letta tidak sabar untuk melihat orang orang menyayangi dan mendukungnya juga bahagia.


__ADS_2