
Dua jam penanganan di dalam, Letta dan Nemo tertidur di ruang tunggu, sebab lama menunggu Nadia dan Agung yang belum juga keluar keadaan Nemo pun masih abu-abu.
wajar saja, sebab Nadia membangunkan mereka semalam jam 1 malam. Letta juga memiliki darah rendah.
Sampai jam setengah lima subuh baru Agung dan Nadia keluar ruangan, karena memang Nemo akan diperiksa darah, tensi dan detak normal jantung, itu cukup membuang banyak waktu.
Nadia dan Agung melihat Letta yang tidur dengan posisi kepala di bahu Nato dan Nato kepalanya di atas kepala Letta tersenyum tidak enak, jarang-jarang anak pertama dan ke duanya ini akut, bisa tidur dengan akrab seperti ini.
jika ada yang melihat pasti akan mengira keduanya adik kakak yang akur dan saling sayang.
agung dan Nadia Segera mendekati anak anaknya dan menepuk pundak Natp pelan. Nato terbangun otomatis Letta terbangun, memandang Agung bertanya.” Kalian jika mau pergi pulang, pergilah, kalian pasti capek kan biar ibuk bapak aja di rumah sakit jagain Nemo.” Jelasnya tegas.
“ bapak Nemo bagaimana kabarnya?” Tanya Nato tidak menjawab pertanyaan Agung yang lain.
Agung menggeleng pelan " Cuma sakit biasa. Kalian ayo pulang dulu istirahat yah.” jelasnya mengusap kepala Letta pelan.
Letta bisa lihat raut sedih di wajah Agung yang dia tutup, Letta mengerjab pelan melihatnya, memandang nato yang duduk di sebelahnya.” Yaudah kita pulang yah pak buat siapin makanan dan baju kalian.” Jelas letta pelan..
Nato mengangguk setuju. Agung mengangguk.” Hati hati yah dijalan.” Jelas Agung lembut.
Letta mengangguk membawa Nato menjauh. Nato menyalami ayahnya dnegan buru buru berjalan setengah terseret oleh letta.” santai letta.” gumam Nato memberontak.
Letta berdecap pelan di lorong rumah sakit, melihat Agung yang masih melihatnya, Letta tersenyum dan berbelok di ruang lain,
Agung yang melihat mereka sudah menghilang segera masuk kembali, beda dengan letta yang mengintip, melihat Agung yang sudah tidak ada Letta memandang nato yang melihatnya bingung. “ loe kenapa sih? ayok pulang.” ujarnya dengan pelan.
Letta mengeleng pelan.” Nemo sakit apa?” Tanya Letta pelan.
Nato memuyar bola mata malas.’” Loe pikir gue cenayang tau baca pikiran orang. bapak aja nggak ngomong apa apa.” Jelas Nato ketus kepada Letta. setiap bicara ada nada emosi di setiap ucapannya.
Letta memandang Nato kesal.” Auk ahk, ngomong sama loe bikin emosi mulu.” Gumam Letta kesal segera menuju ke mobil, tapi tunggu.
__ADS_1
” Kunci mobil gue mana?”Tanya Letta kepada Nato pelan
” Lah ? bukannya sama ibuk?” tanyanya Nato pelan.
Letta berdecap kesal segera berjalan ke ruang rawat kembali. Nato menggaruk kening semakin kesal segera menyusul Letta untuk ke rumah sakit kembali padahal ruang inap dan tempat parker cukup jauh ditempat.
sampai di ruang UGD, letta segera measuk dan menuju ruangan ibunya, melihat siapa saja yang sakit, untungnya lagi tidak banyak yang sakit, hanya dua di ujung dan di ujung. Letta segera mendengar suara Nadia yang menangis, diikuti Nato yang menuju ruang milik nemo.
“ hiks hiks, gimana pak, dimana kita cari duit buat Nemo?” Tanya Nadia yang menghentikan langkah Letta.
Letta dan Nato mengerjab mendengar Nadia yang menangis. Agung memeluk sang istri lembut.” Sabar yah buk.. kita pasti ada jalannya kok.” ujar agung lemas.
Agung memeluk sang istri lembut.” Sabar yah buk.. kita pasti ada jalannya kok.” ujar agung lemas. dirinya juga sama pusingnya, hanya tak bersuara saja.
Nato hendak mendekati orang tuanya, ada apa? Apa sakit Nemo? Sama hal dengan Letta yang memasuki ruang nemo.
” Buk..” gumam Letta pelan.
Letta menggeleng pelan.” Nemo sakit apa? Gara gara letta tadi yah??” Tanya letta memelas.
Agung menggeleng pelan kepada Letta.” Nemo sakit biasa, kamu ngak usah ngerasa bersalah letta.” jawab Agung tulus dan serius.
“ terus apa? Bukankah kita keluarga? Nemo adik Letta dan Letta juga harus tahu apa yang nemo rasain, siapa tau letta bisa bantu kan?” Tanya letta tegas.
Nato hanya diam melirik Letta yang bertanya tegas. “letta.” gumam Nadia memelas kepada Letta. ditahan oleh Agung memandang Nadia supaya nadia tidak jujur.
Nadia menggeleng pelan.” kita harus cerita pak biar Nemo ada yang bantu.” Jelas nadia menegaskan.
Memandang Letta yang semakin menatap mereka runyam.” Nemo sakit penyumbatan jantung sejak bayi karena dia dulu Hampir keguguran, dan diharuskan memasang Ring jantung, dia juga punya penyakit epilepsi letta.” ujarnya tegas membuat Letta shok bersama Nato .
“ ibuk?” Tanya Nato kaget.
__ADS_1
Nadia menggeleng pelan.” ibuk nggak tau harus bilang gimana sama kamu Nato, Letta kami nggak ada uang buat bayar pemasangannya, kami boleh pinjam uang kamu???” tanyanya dengansl serius.
“ buk..” tegas Agung kepada Nadia.., sebagai seorang ayah ia merasa tidak ada harga diri jika meminjam uang dari anaknya sendiri.
“ berapa?” Tanya Letta meneguk saliva keringnya pelan.
Nadia memejamkan mata nya tak tenang.” Biaya pemasangan belum bisa ditentukan, tapi di tafsir sekitar 100 juta lebih belum dengan perawatan di rumah sakit atau rawat inap.” Jelasnya tegas. Nadia tidak ada pilihan lain selain meminta pada anaknya sendiri.
Letta paham, artinya ia harus siapkan dua kali lipat dari itu, Letta agak ngeblank sebab uang yang dirinya miliki dari Bima sudah habis untuk melunasi rumah, beberapa juga kemaren ia juga sudah membayar uang ganti rui nemo menghancurkan tempat tokoh coklat. ada dua ratus juta itu masih kurang 100 juta kan? Letta takut itu kurang.
Melihat keterdiaman Letta membuat Agung semakin merasa bersalah.” kamu nggak usah mikirin apa apa, kamu hanya perlu untuk doa adik kamu saja yah. nanti bapak usahakan uangnya.” Jelasnya tegas kepada Letta. Agung merasa gagal sekali.
Letta memandang Agung dan menghela nafas..” letta pulang dulu, bapak ibuk nggak usah khawatir, Letta akan cari uangnya.” Tegas Letta kepada Agung tegas.
” Dimana kamu dapat uang sebanyak itu?” Tanya Nadia memelas. " Ibu pikir kamu punya... maaf kan ibu.." Bisiknya lirih.
“ibuk nggak lihat?” Tanya Letta menunjukan antingnya.” Ini bahkan harganya 80juta, kalikan aja berapa perhiasan Letta yang lain, Letta bisa mendapatkan uangnya setelah menjualnya, kalian tenang saja. Lagipula ini semua salah Letta karena Letta buat nemo jadi begini.” Jelas Letta tegas kepada mereka.
Nadia dan Agung memandang letta shok, Letta menarik tangan Nato pelan, Nato yang sejak tadi diam memandang Letta rumit.” Yaudah kami pulang yah pak buk,. Bapak ibu jangan pikirkan apapun. Letta pasti bantu.” Jelasnya dengan serius.
Melirik nemo yang menggunkan tabung oksigen semakin menambah rasa bersalah di hatinya. Letta mundur dan pergi membawa Nato menjauh.
“ letta.” panggil Agung membuat letta menoleh.
Agung tersenyum kepada letta.” terimakasih.” Pelan agung menaruk bahu Letta untuk dirinya peluk, cairan bening Agung jatuh dipunggung nya. Letta dipelukan Agung membenamkan wajahnya di dada agung. Bahu agung selama ini terlalu kokoh hingga lupa jika dirinya juga lemah.
" terimakasih..!" Bisik agung memelas.
...
...----------------...
__ADS_1
Thanks semuanya!!!