Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
kecelakaan


__ADS_3

Mars mengangguk pelan mengapot kan pipi letta, “ iya..” bisiknya tersenyum lebar.


Letta mengangguk pelan. diam Mars mengambil kalung hitam Letta pelan, Letta menatap Mars yang menarik kalungnya dan berusaha membukanya.


” Loe ngapain?” Tanya Letta pelan. Menahan Mars yang maling terang-terangan.


Mars diam Masih membuka pengaitnya.” Ini buat gue. masa gue kasih loe tapi loe nggak ngasih gue balik sih?” Tanya Mars pelan.


" pamrih sih.." Gumam Letta membuat mars tertawa pelan.


Letta mendengarnya menatap kalung yang mars ambil. Kalung itu hanya kalung hitam biasa dengan mata yang berbentuk pedang panjang, tidak tajam tapi itu murah. Letta membelinya hanya 120ribu saat itu.


Mars tersenyum berdiri dan mengambil kalung ditangan Letta, memakaikan Letta kalung tersebut. Letta diam membiarkan Mars memasangkannya dirinya kalung yang ia berikan. Mars senang melihat leher letta terpampang kalung pemberiannya,. Ada juga satu kalung kecil yang terlihat menambah maniskan kalung miliknya.” Cantik banget.” Jelas Mars tersenyum lembut.


Letta mengangguk pelan.” sini gue pakein loe kalung gue.” tegas letta. Mars melebarkan mata melihat Letta yang mengambil kalung ditangannya dan memakaikan dirinya kalung. Mars mengerjab merasa jika Letta sangat dekat padanya, tak berjarak. Bisa ia cium aroma coklat vanita di tubuh Letta menguar. Letta menatapnya tersenyum lebar.


” Ini murah tapi. Gue harap loe ngak gatel gatel makeknya.” Bisik Letta terkekeh.


Mars tersenyum tipis mendengarnya, semakin memerah malu. Letta menggeleng pelan. Mars sangat menggemaskan dimatanya. Segera minum Letta kembali makan dengan diam. Mars samar melirik letta disebelahnya.


Letta semakin membuat dirinya sulit meninggalkan Indonesia.


...----------------...


“katanya dia mau tunangan sama abang loe?” Tanya Brayen pada Fakar di sebelahnya, menatap ke depan, di sana ada Letta yang sedari tadi bersama Mars begitu dekat DNA mesra, lihat sekarang Letta makan dan Mars meinum minuman milik Letta.


Fajar membidik Letta dan memvideokan dirinya. “dia murahan banget.” Bisik Brayen menyipitkan mata memandang Letta dan mars.


“ Percuma cantik kalo begitu tingkahnya.” Kembali bicara mencemooh Letta yang begitu murahan, Fajar melihat pesan yang dirinya kirim pada Zeyn hanya di read mengepalkan tangan. Harusnya Zeyn memarahi Letta bukan hanya diam saja begini.


...----------------...


Di sisi lain Zeyn mendapatkan pesan dari Fajar adiknya menaiki alisnya. Letta yang bersama pria lain yang ia sudah tau adalah Mars, laki laki yang juga mengontrak letta, laki laki yang juga bekerja bersama letta. tapi mereka sangat intens. Zeyn mengeratkan tangannya di hp nya. “bagaimana tuan?? Apa perlu kita bunuh sjaa laki laki ini?” Tanya tangan kananya.


“ sebenarnya boleh.” Jelas Zeyn tersenyum miring. Tangan kananya adalah temannya sendiri, menyeringai segera berdiri.” Loe akan tingal beresnya besok.” Jelasnya mengedipkan satu matanya. temannya segera menjauh dari duduknya


...----------------...


“ gue duluan yah..” teriak Letta melambaikan tangan pada Mars yang di dekat mobilnya. Karena mereka beda arah dan beda mobil., jaid mereka pulang sendiri sendiri. Mars melambaikan tangan.” Hati hati yah.” tegas Mars. Letta mengajukan jempolnya dan segera menjauh dari sana,

__ADS_1


Mars melompat senang memandang Letta yang menjauh., segera menuju mobilnya. Mars menaiki mobilnya dan segera keluar dari parkiran., tak jauh dari sana sosok lain tersenyum miring melihat Mars yang melaju mobilnya keluar dari parkiran.


Mengikuti Mars untuk menjauh dari sana. Mars santai membawa mobil di tengah keramaian malam ini. jam masih menunjukan pukul 9 ini tidak terlalu padat. Tapi ada yang aneh, rasanya gas dan remnya agak serak. Ada apa yah?? Mars menginjak remnya sekali lagi, kenapa tidak berfungsi??


Mars cemas memandang kedepan, mars melirik spion mobilnya, menyipitkan matanya, apakah ia sedang diikuti? tapi rasa cemas rem yang blong membuatnya sangat cemas, Mars melepasklan gasnya mencoba tenang, tetap mobil melaju dengan cepat.


Mengepalkan tangan Mars menatap di depan. Bis pariwisata yang melintas dan mobilnya keluar jalur tak mampu ia kendalikan kembali., memutar stir dan bar...


suara tabrakan keras terdengar nyaring. Mars terdiam merasakan pecahan kaca menimpa dirinya dna tubuh yang tertahan dengan kursi. Bagian kap depannya hancur tak berbentuk, hingga terpenyok kedalam., Mars tidak bisa melihat apapun kedepan kecuali cairan bening menetes di kepalanya dan kehilangan kesadaran.


Tangan kanan Zeyn melihatnya tersenyum miring segera menjauh dari mobil Mars, melihat banyak orang sudah mendekat termasuk mobil pariwisata tadi segera turun melihat keadaan Mars dan juga kecelakaan. Keramaian mengitari Mars yang sudah kehilangan kesadaran.


Letta pulang tetapi hatinya gelisah, melirik kebelakang tetapi tidak tau apa yang terjadi. Memejamkan mata Letta menggeleng kan kepala beberapa kali singkat.” Apa sih?” gumamnya memegang dadanya sendiri. Letta tidak tau apa yang terjadi, tapi yang jelas ada hal yang ganjal.


Pulang ke rumah, baru menginjakkan kaki ke gerbang. Letta mendapat telepon dari nomor asing menelpon dirinya. Letta nenaiki alis mengangkatnya tenang.” Hallo dengan temannya saudara Mars?” Tanya dari seberang.


Letta meneguk Saliva kering.” Yah?” Tanya letta bergumam pelan.


“ sebelumnya kami dari kaporli ingin mengabarkan jika tuan Mars mengalami kecelakaan di tugu baru, baru saja dilartikan ke rumah sakit Citra nusantara, kami melapor kepada nona sebab nomor nona terakhir kali beliau hubungi dan mohon memberi tahu kepada keluarganya.” Jelas polisi.


Letta melebarkan mata mendengarnya. “ anda bukan penipu?” Tanya Letta dingin.


Letta segera membuka bagasi kembali dan mendekati mobilnya. Buru buru mmengeluarkan mobilnya.


Nato melihat letta yang baru saja pulang kembali keluar heran., ada apa sih? padahal sudah jam 10 hari ini


Menyusuyri jalan begitu cepat Letta sampai di rumah sakit yang di inofokan, segera menerabas masuk ke dalam UGD dan menanyakan pada bagian resepsionis.


“ mbak kecelakana barusan atas nama Mars dimana ruangannya?” Tanya letta tegas.


Resepsionis mengerjab pelan.” yang baru saja kecelakaan sedang di tangani di ruang IDG mbak, silahkan tunggu saja di depannya.” Tegansya mengarahkan arah lain.


Letta segera menuju dimana mereka suruh, melihat kedalam, rupanya ada banyak dokter yang masuk. Tangan Letta bergetar memandang orang orang yang sangat banyak di sini.


Letta mengambil Hpnya untuk menghubungi Bunga dan Bumi, tetapi belum ia menghubungi keduanya suara tangisan mengerang mendekati letta.


” Letta Mars Letta. “ teriak Bunga mendekati Letta dengan urai air mata yang bergerai di pipinya.


Letta menaruh hpnya di kantong dan menatap Bunga nanar. melirik bumi yang suram menguap bahu istrinya. Bunga memeluk letta bergetar menangis

__ADS_1


” Mars Letta.” bisiknya menangis histeris.


Letta diam memeluk Bunga lebih erat, ini diluar hal yang letta bayangkan. Rasanya terlalu tiba tiba, baru tadi belum dua jam ia bertemu dengan Mars tapi Mars sudah kecelakaan.


“ dari keluarga pasien kecelakaan?” Tanya perawta yang keluar. Bunga melepaskan pelukan dari Letta mendekati perawat.


“ iya.” Gumamnya dengan emosi penuh membara.


Perawat mengangguk pelan mndekati Bunga.” Keadaan anak ibu cukup buruk. “ jelasnya. Bunga menangis hampir terjatuh jika tidak Bumi memeluk tubuh Bunga dan menahannya cepat.


“ mohon untuk segera menyelesaikan administtrasinya tuan. Kami harus melakukan oprasi sesegera mungkin, sebab terjadi penggumpalan darah bagian otak tuan Mars, “ jelasnya.


Bunga kembali menangis dipelukan Bumi.” lakukan yang terbaik sus. kami akan menyelesaikan administrasinya sekarang.” tegasnya dengan cepat.


" Baik kami akan menyiapkannya.." tegas perawat menjawab ucapan Bumi dan Bunga, perawat mengangguk segera mundur.


Letta di sana terunyah mendengarnya, duduk di kursi sudut dalam pandangan kosong. baru beberapa jam lalu mereka bertukar kalung dan saling bertemu dan sekarang mars terbaring di meja oprasi untuk menyambung hidup. andai dirinya tau Letta tidak mungkin membiarkan Mars pulang sendiri. hati Letta diliputi dengan rasa tak enak.


Bahunya di tepuk pelan oleh Pluto, rupanya ada Pluto yang juga datang. Pluto mengusap pelan pundak letta.” loe nggak apa apa?” tanyanya pelan melihat pandangan letta yang sangat kosong.


Letta mendongak memandang Pluto, suara letta tercekat, tak tau harus bicara apapun., “ mars kecelakaan.” Gumam Letta serak.


Memegang kepalanya lamban dan.meremas rambutnya kuat dihadapan Pluto, menahan tangan Letta nanat.” dua jam lalu dia pamit mau pergi kuliah jauh.” Gumam Letta bergetar.


Pluto melihat tatapan Letta yang kosong memeluk Letta erat dan mengusap kepala nya lamban. Letta tidak tau harus melakukan apa. Hanya diam dalam pandangan kosong.


Melihat Pluto yang memeluk letta. Bumi meminta tolong padanya untuk mengurus administrasi Mars. Membawa Mars ke ruang tindak operasi, Letta linglung melihat keadaan mars, buruk, setengah mukanya hancur, sampai air mata Letta bergulir jatuh,sesak dan sakit. Dibagian dadanya terasa sesak. Letta mengikuti Bumi dan bunga yang terlihat sangat kacau,.


Menunggu mars dalam operasi di dalam ruangan sampai tiga jam. Jam 2 letta benar benar tidak mengantuk atau tidur, menunggu bersama Bumi,. Bunga dan Pluto. Letta takut, dokter di dalam sana melakukan yang terbaik untuk mars, bagian kepala Mars sangat parah sebab tertusuk serpihan kaca tepat di otak kanan, lalu luka yang menghabiskan banyak darah di bagian otak dan membeku. Sehingga sata oprasi kembali pendarahan hebat di bagian sana.


Tiga jam oprasi selesai. Dokter keluar dengan wajah suran. Letta melihatnya diam dan menatap dengan nanar.” dokter bagaimana keadaan anak kami?” Tanya Bumi gemetar.


Dokter menggeleng pelan menatap Bunga dan Bumi. “ Kita mendaat kabar dokter Cindy sedang dalam perjalanan menuju ke sini juga mengalami kecelakaan, kita membutuhkan dokter bedah.” Jelasnya tegas


Letta berdiri mendektai dokter.” Saya.. apa yang kalian butuhkan?” Tanya Letta tegas.


Dojter melirik Letta shok sama hal dengan Bumi dna Bunga. Letta di tatap begitu menatap dokter. Mengerjab pelan Letta tersadar jika ini dokter pribadi ragiel.” Dokter Faris.” Tegasnya.


Dokter menatap Letta kaget, “ apakah anda dokter?” tanyanya pada Letta.

__ADS_1


Letta menggeleng dan mendektai dokter Faris membisikkan sesuatu. Dokter melebarkan mata memandang letta shok. Letta mengangguk membuat dokter segera membawa Letta kedalam. Bima dan Bunga tidak tau apa yang terjadi dan apa yang mereka lakukan. dan siapa Letta?


__ADS_2