
suara sekolah ricuh terdengar nyaring karena berita gempar yang menampilkan wajah Letta yang penuh darah berseliweran di Twitter, tanpa sensor bahkan bagian leher Letta yang hampir si gorok membuat banyak warganet iba sekaligus tidak berani menatap secara terang-terangan.
Bahkan di Grub sekolah sudah ramai diperbincangkan.
“ Jar loe tau nggak Letta dibegal?” Tanya Fahmi pada Fajar yang baru saja sampai ke sekolah.
Fajar mendengarnya menatap Fahmi dengan tatapan kaget.” Kapan?” tanyanya shok., sebab terakhir ia bertemu Letta semalam dan dia menurunkan letta dijalan.
“ lah nggak tau dia. Padahal udah rame banget di grub,” ujar Fahmi heran.
” Sumpah gue nggak tau.” Ujar Fajar dengan pelan. " Emang dimana di begalnya? ko bisa??"
“ Letta dibegal di tikungan Sembilan, leher dia hampir digorok loe tau, dan katanya lagi dia punya luka serius dibeberapa bagian tubuh dia. “ jelas Fahmi dengan penuh penekanan.
Fajar mendengarnya tiba tiba kehilangan akal, mengerjab pelan.” Liku Sembilan?? Semalem? Jam Sembilan malem?” Tanya Fajar gugup.
Fahmi mengernyitkan dahinya.” Kok loe tau? Jangan jangan loe ninggalin dia di sana?” Tanya Fahmi menuduh.
Fajar mendengarnya mengerjabkan matanya.” serius dia hampir di gorok?” Tanya Fajar dengan gugup
Fahmi mendengarnya berdecap mengeluarkan HPnya. membuka beberapa foto yang memang tidak disensor. Di sana Fajar melebarkan mata menatap Letta terbaring di rumah sakit dengan darah membasahi baju yang sama ia kenakan dengan baju semalam, saat membersihkan luka.
Terlihat leher Letta yang luka memanjang dan juga cukup dalam, di lengan yang sobek menampilkan warna dalaman Letta. lalu kaki Letta yang terluka dan mengelupas, tangan Letta juga bahkan banyak yang terkoyak.
Fajar benar benar kaget melihat itu semua. Ternyata dirinya meninggalkan Letta semalam adalah kesalahan fatal. Tiba tiba hati Fajar penuh bongkahan kata kata Letta yang membencinya, jika begini sudah pasti Letta bertambah membencinya.
...----------------...
Letta memandang berita yang berada di hpbya menggeleng.” Di besar besarkan banget. Cuma luka dikit doang padahal.” Gumamnya pelan.
Sedari semalam dirinya dibawa ke sini tapi dirinya tidak memberitahu ibunya atau ayahnya. Letta tidak mau keduanya malah bingung atau pusing memikirkan dirinya. Letta hanya pamit menginap di rumah temannya.,
“ dek..” Letta mengerjab menatap keempat polisi yang memasuki kamarnya.
Letta meringis menduduki dirinya dan menatap keempatnya, salah satunya Letta seperti mengenal. Tapi Letta tidak bisa benar benar menebak orang yang sama atau tidak.
“ masih ada yang sakit?” Tanya salah satunya tenang, polisi yang di name tag Josua.
Letta menatapnya dan berdehem.” Namanya luka yah sakit maze, nggak mungkin langsung sembuh.” Jelas Letta malas.
Polisi pun terkekeh mendnegarnya.” Oh iya., perkenalkan nama saya Josua..” jelasnya kepada Letta. dia yang mengendarai mobil semalam.
__ADS_1
“ saya Reno..” jelas salah satu yang dibelakang tenang. Dia yang paling bontot alias pendek
“ saya Deno.” Jelas yang satu lagi. Dia yang paling hitam tapi manis dan kurus.
” saya Putra.” Letta menatap lamban Putra. pria yang duduk menghimpit pada Letta semalam. Dia yang paling tampan.
Ia tersenyum tipis. Putra yah??? Putra pria yang sempat memberikan dirinya warna di kehidupan lama , berdehem sejenak Letta mengangguk.
” Saya Letta,.” ujar Letta pelan.
Raut wajah Putra paling sendu mendengar nama itu sedangkan yang lain mengangguk.” Kami sudah melihat di kartu namanya adek. Maaf yah sudah lancang, tapi adek semalam cukup sibuk dalam penanganan sedangkan kami harus membuat laporan. Jadi mau nggak mau kami lancang” Jelas Josua kepada Letta
Letta mengangguk pelan.”nggak apa apa, yang penting jangan geledah dan maling uang saja. Soalnya saya miskin, Kalo nambahin boleh, ngurangin jangan.” Jelas Letta pelan.
Semua tertawa termasuk Putra yang hanya tersenyum tipis.” Adek bisa saja.” Jelas Deno menepuk pelan kepala Letta.
“Plak. Nggak usah SKSD Om. Saya masih kecil.” Jelas Letta kepadanya menciut.
Plak. Kepala Letta di sentil oleh Josua.” Kamu pikir kami pedofil?” tanyanya kesal.
“ Agak cocok sih.” jawab Letta polos.
Tawa Reno sangat kencang melihat temannya ternistakan oleh Letta. Sedangkan Putra hanya terkekeh di sana melihat wajah nelangsa Yosua dan Deno.
Letta berdehem pelan.” yah namanya juga cewe cantik. Ngapain aja tetep aja cantik dan menggemaskan.” Jelas Letta dengan percaya diri. Reno menampilkan wajah ingin muntah.
“ salah deh keknya pisikiater sama dokter nyuruh kita kesini buat hibur dan nemenin dia. Eh malah kita yang dihibur di sini.” Ujar Yosua kepada teman temannya menggeleng.
Letta mendengarnya hanya terkekeh. “ kirain kamu akan trauma karena semalam tapi rupanya malah jadi gila.” Lanjut Deno kepada Letta.
“ Enak aja. Saya tu nggak gila” jelas Letta mengelak.
Mereka hanya menggeleng pelan melihat Letta. Letta berdehem sejenak menatap Putra yang tidak banyak bicara.
“ hehe pak polisi ganteng kok nggak ngomong dari tadi? Sariawan yah?” Tanya Letta menaik turun alisnya.
Putra membuang muka tak menatapnya. Letta mendelik tidak terima.” Pak komandan emang gitu, dia pendiam tapi dia baik kok.” Jelas Deno pada Letta.
Letta diam mendengar jawaban Deno, luar biasa yah Putra. Sudah jadi komandan saja padahal masih muda. Usainya baru 28 tahun padahal kan??? Letta kagum mendengar kabar baik ini.
Tapi dia sudah banyak berubah yah.
__ADS_1
“ Yaudah kami akan jaga kamu sampai jam istirahat selesai, kamu bisa pulang hari ini. nanti siapa yang akan jemput kamu?” Tanya Putra kepada Letta tegas.
Bahkan suaranya tetap sama, lembut dan sopan di dengar. Letta jadi merindukan Putra lama yang selalu memberi warna,. Apakah mataharinya sudah meredup??? Menghilang dan layu?
Letta mengeleng pelan.” hmm nanti teman saya yang akan jemput.” Jawab Letta tenang
” Cowok cewek?” Tanya Reno.
Letta melirik Reno.” Yah cowoklah."
“ Cie bilang aja pacar kamu.” Jelasnya Reno mengejek dan menggoda Letta dengan alis yang naik turun.
“ Pernah ada bilang sama gue, kalo Cie itu kadang kata cemburu. Artinya om lagi cemburu yah cie..” ujar Letta kepada Reno menggoda.
Putra mendatarkan wajah mendengarnya menatap Letta nanar.
“ mana ada. Pacar gue perawat cuy. Cantik lagi nggak kayak loe burik.” Jelas Reno mengelak.
“ lah lah mala menghina., makin kelihatan cemburunya.” Jelas Letta masih menggoda Reno membuat yang lain ikut menyoraki.
“ Btw dia duda dek haha.” Jelas Deno membuat yang lain terbahak diikuti letta.
” woy status orang malah diketawain. Kalian kok gitu sama gue?” Tanya Reo tidak terima.
“ Mangkanya jangan main cewek, udah dapet bini cakep malah selingkuh. “ ujar Yosua pada Reno.
“ Loe juga di putusin Suci gara gara selingkuh yah. Nggak usah sok iye deh.” Ujar Reno kepada Yosua.
“ kan gue masih pacaran. Sah sah aja selagi gue cari yang terbaik.” Jawabnya mengejek.
“ mana boleh begitu. Contohin gue meskipun pacaran gue nggak pernah selingkuh., gue setia.“ jelas Deno menggeleng.
” Loe emang setia tapi chatan sama banyak cewek, percuma aja, sama aja boong.” Sahut Reno di angguki Yosua.
“ Itu namanya cadangan, semisal kalo putus gue ada cadangan.” Jawab Deno bangga.
" Ente kadang kadang ente!!" Gumam Letta menggeleng.
Yang disoraki oleh teman temannya. Letta mengusap telinganya pengang. Emang benar yah mereka ini bikin pekak saja.
.
__ADS_1
.
.