Water N Fire

Water N Fire
10


__ADS_3

" Abang nanti malam jalan jalan yuk !! " celetuk Ava di tengah acara makan pagi itu .


Bumi dan Aira saling memandang ketika putranya tak bergeming sekalipun gadis yang sudah mereka anggap sebagai putri bungsu itu sudah menatap penuh harap .


" Bang ... "


Aira memanggil putra sulungnya agar bersikap lebih sopan . Dia tahu benar apa yang akan menjadi jawaban putranya tapi setidaknya gadis itu mendengar jawabannya langsung .


" Abang tidak bisa , ada kencan nanti ! Bukannya kemarin dulu Abang udah cerita soal Billa ?? "


" Temen Abang dari London itu ?? "


" Dia pacar Abang .... Billa sedang berlibur dan datang ke lndonesia . Abang mau nemenin dia jalan jalan "


" Oooo gitu ya .... "


Bumi terlihat menatap putranya dengan menggelengkan kepalanya pelan , ia tidak suka jika Janu bersikap seperti itu . Dia tahu Janu hanya membuat alibi agar tidak bersama gadis itu .


Setahunya putranya adalah pribadi yang tertutup jika menyangkut seorang wanita . Tidak semudah itu mendapatkan hati seorang Janu Kamma Adipraja . Teman temannya dari London memang sering mengunjunginya tapi sebagian besar sahabatnya adalah seorang pria .


Suasana menjadi hening setelahnya , gadis cerewet itu tampak makan dengan sangat tenang . Tak terdengar lagi ocehan ocehannya yang kadang membuat pasangan pilar pertama itu tersenyum .


" Pergi sama Aunty saja yuk !?? "

__ADS_1


Ava hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman , Aira adalah ibu kedua untuknya . Wanita itu sangat tahu caranya untuk membuat moodnya yang buruk kembali seperti semula .


" Makasih dehh , tapi nanti Ava minta Kakak saja buat nemenin "


Setelah sarapan selesai Ava membantu Aira untuk membersihkan meja . Walau ada banyak maid di mansion tapi Aira sudah terbiasa melakukan hal itu sendiri .


" Aunty ... Ava boleh bicara dengan Langit !? " tanya Ava yang melihat sosok Langit sedang duduk di samping kolam ikan milik opa mereka .


Pria muda yang tak kalah tampan dari kakaknya itu tidak ikut sarapan karena sejak tinggal di pondok ia terbiasa puasa di hari Senin ataupun Kamis .


Dulu Langit adalah sosok pemuda yang sangat humoris dengan kesan badboy . Tapi sejak terjadi sebuah peristiwa besar yang melibatkan dirinya , Langit menjadi pemarah dan emosinya sulit terkendali . ltu sebabnya Bumi dan Aira menitipkannya putra kedua mereka di sebuah pondok pesantren milik salah seorang sahabat Alfian Adipraja .


" Hai Langit ... "


" Apa sih Lang !! Gue bukan virus ... ngapain elo menjauh ?! "


" Hushh .. hushhh sono jauhan dari gue !! Bukan muhrim lagian Elo pakai baju apa kain lap sih !? Enggak atasan enggak bawahan sobek sobek semua gitu . Demen banget umbar begituan .. " gerutu Langit


Ava hanya tergelak , sejak tinggal di pondok pria muda itu menjadi pribadi yang sangat berbeda .


" Temenin gue jalan jalan hari jni yuk Lang !! "


" Ogahh ... mending gue ngaji di kamar , dapat pahala . Jangan ke tempat seperti itu lagi , banyak bahayanya " ujar Langit memperingatkan karena biasanya Ava meminta di antar ke sebuah klub malam terbesar di kota ini .

__ADS_1


" Ya masa malem malem gue harus ke kid fun sih !! Bisa bisa diketawain ayam gue .. "


" Ckk bandel dipiara !! " gerutu Langit .


" Elo sudah baik baik saja kan Lang ?! " cicit Ava takut pertanyaannya menyinggung putra kedua dari Bumi Adipraja itu .


" Alhamdulilah sih ... elo takut sama gue !? "


" Elo yang paling ngerti sama perasaan gue !! Dan gue juga yang paling ngerti sama elo . Sakitnya elo adalah sakitnya gue Lang !! Elo juga tahu kan gue dulu garda pertama yang menentang uncle Bumi dan aunty Aira yang berniat kirim elo ke psikiater " kenang Ava ketika dulu menentang habis habisan saat sahabat sekaligus kakaknya akan di rehab ke psikiater .


" Udahh nggak usah di bahas ... gue juga udah enggak apa apa . Betewe makasih udah belain gue waktu itu . Mau dikasih bocoran enggak nanti malam Abang mau jalan kemana ?!! "


" Mau !! Emang Elo tau !?? "


" lyalahh ... semalem.papa bilang malam ini mereka akan menemui relasi mereka yang berasal dari Rusia "


" Uncle Varo ?? "


" Bukan "


" Lhohh tapi tadi Abang bilang mau kencan sama pacarnya yang bernama Billa "


Langit beranjak dari duduknya meninggalkan gadis yang terlihat masih sedang berpikir itu .

__ADS_1


" Kenapa harus bohong sih Bang !! " lirih Ava dengan air mata yang sudah menggenang di sudut matanya .


__ADS_2