
" Abang nanti malam jalan jalan yuk !! " celetuk Ava di tengah acara makan pagi itu .
Bumi dan Aira saling memandang ketika putranya tak bergeming sekalipun gadis yang sudah mereka anggap sebagai putri bungsu itu sudah menatap penuh harap .
" Bang ... "
Aira memanggil putra sulungnya agar bersikap lebih sopan . Dia tahu benar apa yang akan menjadi jawaban putranya tapi setidaknya gadis itu mendengar jawabannya langsung .
" Abang tidak bisa , ada kencan nanti ! Bukannya kemarin dulu Abang udah cerita soal Billa ?? "
" Temen Abang dari London itu ?? "
" Dia pacar Abang .... Billa sedang berlibur dan datang ke lndonesia . Abang mau nemenin dia jalan jalan "
" Oooo gitu ya .... "
Bumi terlihat menatap putranya dengan menggelengkan kepalanya pelan , ia tidak suka jika Janu bersikap seperti itu . Dia tahu Janu hanya membuat alibi agar tidak bersama gadis itu .
Setahunya putranya adalah pribadi yang tertutup jika menyangkut seorang wanita . Tidak semudah itu mendapatkan hati seorang Janu Kamma Adipraja . Teman temannya dari London memang sering mengunjunginya tapi sebagian besar sahabatnya adalah seorang pria .
Suasana menjadi hening setelahnya , gadis cerewet itu tampak makan dengan sangat tenang . Tak terdengar lagi ocehan ocehannya yang kadang membuat pasangan pilar pertama itu tersenyum .
" Pergi sama Aunty saja yuk !?? "
__ADS_1
Ava hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman , Aira adalah ibu kedua untuknya . Wanita itu sangat tahu caranya untuk membuat moodnya yang buruk kembali seperti semula .
" Makasih dehh , tapi nanti Ava minta Kakak saja buat nemenin "
Setelah sarapan selesai Ava membantu Aira untuk membersihkan meja . Walau ada banyak maid di mansion tapi Aira sudah terbiasa melakukan hal itu sendiri .
" Aunty ... Ava boleh bicara dengan Langit !? " tanya Ava yang melihat sosok Langit sedang duduk di samping kolam ikan milik opa mereka .
Pria muda yang tak kalah tampan dari kakaknya itu tidak ikut sarapan karena sejak tinggal di pondok ia terbiasa puasa di hari Senin ataupun Kamis .
Dulu Langit adalah sosok pemuda yang sangat humoris dengan kesan badboy . Tapi sejak terjadi sebuah peristiwa besar yang melibatkan dirinya , Langit menjadi pemarah dan emosinya sulit terkendali . ltu sebabnya Bumi dan Aira menitipkannya putra kedua mereka di sebuah pondok pesantren milik salah seorang sahabat Alfian Adipraja .
" Hai Langit ... "
" Apa sih Lang !! Gue bukan virus ... ngapain elo menjauh ?! "
" Hushh .. hushhh sono jauhan dari gue !! Bukan muhrim lagian Elo pakai baju apa kain lap sih !? Enggak atasan enggak bawahan sobek sobek semua gitu . Demen banget umbar begituan .. " gerutu Langit
Ava hanya tergelak , sejak tinggal di pondok pria muda itu menjadi pribadi yang sangat berbeda .
" Temenin gue jalan jalan hari jni yuk Lang !! "
" Ogahh ... mending gue ngaji di kamar , dapat pahala . Jangan ke tempat seperti itu lagi , banyak bahayanya " ujar Langit memperingatkan karena biasanya Ava meminta di antar ke sebuah klub malam terbesar di kota ini .
__ADS_1
" Ya masa malem malem gue harus ke kid fun sih !! Bisa bisa diketawain ayam gue .. "
" Ckk bandel dipiara !! " gerutu Langit .
" Elo sudah baik baik saja kan Lang ?! " cicit Ava takut pertanyaannya menyinggung putra kedua dari Bumi Adipraja itu .
" Alhamdulilah sih ... elo takut sama gue !? "
" Elo yang paling ngerti sama perasaan gue !! Dan gue juga yang paling ngerti sama elo . Sakitnya elo adalah sakitnya gue Lang !! Elo juga tahu kan gue dulu garda pertama yang menentang uncle Bumi dan aunty Aira yang berniat kirim elo ke psikiater " kenang Ava ketika dulu menentang habis habisan saat sahabat sekaligus kakaknya akan di rehab ke psikiater .
" Udahh nggak usah di bahas ... gue juga udah enggak apa apa . Betewe makasih udah belain gue waktu itu . Mau dikasih bocoran enggak nanti malam Abang mau jalan kemana ?!! "
" Mau !! Emang Elo tau !?? "
" lyalahh ... semalem.papa bilang malam ini mereka akan menemui relasi mereka yang berasal dari Rusia "
" Uncle Varo ?? "
" Bukan "
" Lhohh tapi tadi Abang bilang mau kencan sama pacarnya yang bernama Billa "
Langit beranjak dari duduknya meninggalkan gadis yang terlihat masih sedang berpikir itu .
__ADS_1
" Kenapa harus bohong sih Bang !! " lirih Ava dengan air mata yang sudah menggenang di sudut matanya .