
" Sudah baikan ?? " tanya Adam yang melihat putra sulungnya sudah tidak terlalu pucat .
Gema sedang duduk bersandar di ranjang tempatnya di rawat . Masih ada raut kecewa setelah tadi sempat melihat putra sulungnya itu berusaha menghubungi seseorang .
" Gema sudah baik baik saja Yah ? Ibu mana ?! Sepertinya dari pagi Gema tidak melihatnya ... "
" lbumu sedang di mansion utama , kemarin aunty Aira memintanya untuk ikut mendampinginya hari ini , jika tidak salah Langit akan melamar secara resmi gadis impiannya " jawab Adam .
" Langit ?? Anak itu masih saja penuh kejutan . Dan bagaimana dengan Ava , dia di mansion sendirian ?? Enggak apa apa Yah ?? "
" Ada Janu .. kemarin Janu melamar adik kamu . Dia siap jika harus menikah secepatnya ! Tapi Ayah serahkan semua pada adikmu , dan itupun jika kau tak keberatan karena sudah seharusnya dirimu yang menikah terlebih dahulu "
Gema menghembuskan nafas panjang , tak masalah baginya jika sang adik akan lebih dulu menikah . Tapi masalahnya iapun sebenarnya juga sudah punya niat baik pada seorang wanita dan niat baiknya tertunda karena masalah yang tak pernah ia duga .
" Boleh Gema bicara ?! "
__ADS_1
" Tentu saja , aku ayahmu ... bicarakan semua yang kepadaku " jawab Adam mendekat pada ranjang tempat putranya duduk dan duduk di sebuah kursi yang ada disampingnya .
" Sebenarnya hari ini Gema juga berniat melamar seorang wanita . Kami memang belum lama kenal , tapi entah Gema merasa dia wanita yang tepat untuk menjadi pendamping sekaligus ibu dari anak anak Gema kelak "
" Dia setuju !? "
" Sayangnya dia menyerahkan semuanya pada kedua orang tuanya . Baginya keputusan orang tua adalah yang terbaik untuknya "
" Sepertinya pilihanmu sangat istimewa ... "
" Sangat ... itu sebabnya aku jatuh hati saat pertama kali melihatnya . Tapi dia hanya gadis biasa , maksud Gema .... "
" Jangan plin plan , barusan kau bilang dia sangat istimewa bukan ?? Ayah ataupun semua keluargamu tidak pernah memandang seseorang dengan ukuran kekayaan mereka . Harta hanya titipan ... nyawa hanya sebatas pemberian . Kapanpun Dia bisa mengambilnya !! "
*
__ADS_1
Sementara di mansion Adipraja , Aira yang di bantu Diva sedang menyiapkan beberapa bawaan yang akan di jadikan tanda mata ketika datang ke rumah calon istri Langit .
" Sudah siap semua Mbak , sebaiknya kita cepat berangkat . Kasihan Langit jika menunggu terlalu lama " kata Diva sambil tersenyum , beberapa kali Langit mengirim pesan bertanya apakah keluarganya sudah berangkat menuju pesantrennya .
Keponakannya itu sepertinya sudah tidak sabar meminang secara resmi gadis impiannya .
" Mas Adam nggak ikut ?? "
" Enggak Mbak masih nunggu Gema , tapi sepertinya sih anak itu sudah baikan . Katanya mau nyusul kalau dokter memperbolehkan Gema keluar sekarang . Anak itu ingin menyaksikan kebahagiaan Langit , Embak kan tahu dari dulu Gema sangat menyayangi semua adik adiknya "
" Ya ... ya ... dia pantas menjadi putra sulung kita , bahkan dia pernah berani menghadapi kemarahan Mas Bumi saat dia murka pada Langit . Putra sulung kita memang sangat hebat !! " sahut Aira yang kagum dengan kelembutan serta keteguhan hati seorang Gema Aksa .
Pembicaraan mereka terhenti ketika melihat Bumi menghampiri mereka . Pria yang masih sangat tampan di usianya yang sudah tidak muda lagi itu mendekati sang istri sambil mencium keningnya sekilas .
" Udah siap semua sayang ?? Gema mana tadi Adam bilang mereka akan ikut "
__ADS_1
" Belum pasti , nunggu dokter dulu " jawab Aira meraih tangan sang suami untuk salam takzim .
" Ckk ngapain nunggu nunggu dokter , kalau soal Langit pasti anak itu tak bisa di ganggu gugat . Mas jamin jangankan dokter ... Adam pun tak akan bisa mencegahnya untuk datang dan ikut kita "