Water N Fire

Water N Fire
62


__ADS_3

" Mas Langit hari ini udah mulai kerja !? Mau di bawain bekal buat makan siang ? " tanya Lulu yang sedang membantu Langit memasang dasi .


Tubuh tinggi besar itu membuatnya harus sedikit mendongak , dan Langit sangat menikmati wajah ayu yang ada di depannya . Hembusan nafas gadis didepannya mampu membuat dia sedikit kehilangan akalnya .


" Kamu cantik ... "


" Ckk jangan menggodaku Mas , kalau aku grogi nggak kelar kelar ini pasang dasinya " ujar Lulu dengan rona merah di wajahnya .


" Kan sudah Mas bilang , kita lagi masa pacaran ! Mas harus sering sering puji kamu biar kamu cepet cinta sama Mas "


Selesai memasang dasi Lulu segera melangkah pergi bermaksud mengambil tas kerja milik suaminya , tapi dua tangan kekar sudah melingkar di perutnya .


" Maasss .... udah siang , pasti mereka sudah nungguin kita sarapan "


Langit tetap tak melepaskan rengkuhannya , ia malah menarik tubuh itu agar merapat ke tubuhnya .


" Aku sudah merengkuhmu tapi aku merasa kau masih bukan milikku .... " bisik Langit tepat di telinga istrinya .


" Bicara apa sih Mas !! " kilah Lulu yang memang belum bisa menyerahkan hatinya pada suaminya .


" Sebentar ... aku ingin seperti ini sebentar . Wangi tubuhmu membuatku tenang , boleh aku membuat satu permintaan padamu ?? "

__ADS_1


Lulu membalikkan tubuhnya , walau sebenarnya masih canggung tapi ia berpikir sekarang ia adalah seorang istri . Dia tak boleh egois memikirkan dirinya sendiri . Walau belum saling mencintai dia tahu benar jika Langit pasti sangat menginginkan dirinya .


" Mas minta apa ?? "


Perlahan Langit mengecup keningnya dengan penuh perasaan , pria itu juga mendekap tubuhnya erat seakan tak mau melepasnya lagi .


" Jangan pernah tinggalkan aku !! Apapun yang terjadi jangan pernah sekalipun berniat meninggalkan aku . Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu walau aku sadar aku terlalu banyak kekurangan "


" Mas ... "


" Aku bukan pebisnis hebat seperti saudara saudaraku , aku bukan pria kaya raya yang punya pundi pundi yang melimpah ... "


" Aku mencintaimu , dari awal aku melihatmu aku sudah bertekad untuk memilikimu ... untuk membuatmu bahagia . Aku akan berjuang keras untuk kita "


" Aku juga akan belajar mencintaimu ... sekarang kita turun dan sarapan . Aku tidak ingin suamiku telat ke kantor dan harus potong gaji "


Langit terkekeh mendengar kata kata istrinya , tapi ia bahagia ketika mendengar Lulu ingin belajar untuk mencintainya .


CUPPP ...


" Mas !! "

__ADS_1


" Cuma pipi sayang ... " kata Langit sambil tertawa lebar , sangat menggemaskan untuknya ketika melihat wajah malu malu istrinya .


Aira yang melihat wajah berseri putranya yang sedang turun dari tangga di dampingi istrinya merasa sangat bahagia . Akhirnya putra keduanya bisa menemukan kebahagiaannya walau sampai saat ini kesedihannya belum juga sembuh karena sudah menyakiti putranya yang lain .


" Cieee ... cieeee ... pada senyum senyum nih !! Dapet jatah semalem elo Lang !! Akkhh .. Mom jangan jewer telingaku ... aku bukan anak kecil lagi " pekik Steve ketika dengan tiba tiba Mommynya menjewer telinganya .


" Nggak sembuh sembuh jahilnya , udah gede ... ngaca !!! " gerutu Nayya yang sebal melihat putranya yang selalu jahil .


Aira mendekat ketika Lulu mengambil kotak bekal di lemari . Dia tahu jika menantunya ingin menyiapkan bekal untuk putranya .


" Langit tidak suka nasi yang sudah dingin , kau bisa mengantar bekal nanti saja , Supir yang akan mengantarmu "


" Iya Mah ... maaf Lulu tidak tahu " sahut Lulu dengan kembali menaruh kotak bekal itu di lemari .


" Tidak apa apa sayang , jangan tersinggung jika Mamah memberitahu tentang kebiasaan kebiasaan Langit padamu "


" Tidak Mah ... Lulu yang seharusnya berterimakasih "


" Ava juga bantuin siapkan makanannya Mah ... "


Aira sungguh merasa bahagia , dia merasa punya dua orang anak perempuan yang dari dulu ia harapkan . Seorang anak perempuan yang benar benar bisa menjadi putrinya ... seorang Adipraja!!

__ADS_1


__ADS_2