Water N Fire

Water N Fire
102


__ADS_3

Sesuai permintaan istrinya siang itu Janu dan Ava kembali ke lbukota dengan menggunakan kereta komersial . Ava hanya ingin menikmati perjalanan ini bersama suaminya .


" Kok sepi sih Bang ?? Nggak banyak penumpang ngantri perasaan " tanya Ava pada sang suami yang sedang memeluknya erat . Mereka duduk di stasiun seperti layaknya penumpang kereta lainnya .


" Ya mungkin bukan musim liburan , jadi nggak banyak penumpangnya "


" Kita di gerbong berapa ?? "


" Kita di gerbong dua sayang , gerbong satu ada Om Digta cs sedang gerbong tiga ada Om ltem sama teman temannya "


" Ooooo ... memang semua ada berapa gerbong Bang ?? "


" Empat ... "


" Gerbong ke empat berarti penumpang lain ya ?? "


" Bukan , gerbong ke empat adalah restoran khusus yang akan melayani makanan kita nanti "


" Sama aja bohong , Ava kan kepengen jadi penumpang biasa kaya penumpang lain !! Jangan selalu di istimewakan ... "


Janu mencium kening istrinya , awalnya dia memang ingin hanya memesan satu gerbong untuk dia dan para pengawalnya tapi ada peringatan dari papanya jika perjalanan kali ini mereka harus lebih hati hati .


Janu tahu jika sampai Bumi berkata seperti itu berarti memang ada masalah yang mungkin akan membahayakan keselamatannya ataupun sang istri .

__ADS_1


Dan ketika semua siap akhirnya mereka berangkat , semua masih baik baik saja ketika mereka sudah sampai di stasiun Jogjakarta . Karena ada waktu berhenti sekitar sepuluh menit Ava meminta turun untuk sekedar membeli oleh oleh khas Jogja .


" Ditemenin ltem saja , Abang terusin aja bobonya ! Kan tadi Abang yang jagain Ava bobo "


" Abang temenin sayang ... kamu kan tanggung jawab Abang "


Akhirnya mereka turun dan bergegas menuju sebuah toko oleh oleh yang ada di stasiun . Ava sempat membeli dua cup mi seduh yang sudah di beri air panas karena tidak ada di restoran keretanya .


Dari dulu Janu memang melarang jika Ava menkonsumsi mi instant karena dari kecil ia memang tidak di biasakan oleh Aira memakan mi siap saji itu . Aira akan memasak mi sendiri jika pun anak anaknya menginginkan sajian itu .


" Sayang kok beli itu sih !! "


" Udah lama banget nggak makan ini , level lima Bang !! Nggak pedes kok !! "


" Ckk mana kenyang makan satu , lagian udah telanjur bikin dua ! Mubadzir kalau dibuang ... dosa tau bujang buang makanan " ucap Ava berharap ia boleh memakan semua mi rasa kesukaannya itu .


" Kasih ke Om ltem atau Om Digta .... "


Dengan mulut mengerucut akhirnya Ava memberikan salah satu cup nya pada pengawal pribadinya , ltem . Setelah itu mereka naik karena sudah waktunya berangkat .


Tapi tanpa di duga sebelum memberikan cup nya pada sang penjaga seorang wanita parubaya tak sengaja menabraknya .


BRUGGHHH ...

__ADS_1


" Akhhhhh ... "


Janu dengan sigap meraih istrinya yang terhuyung ke belakang , sedang Ava menatap tajam para pengawal yang ingin membekuk wanita parubaya yang berpenampilan sederhana itu .


" Maaf .... maaf Nona , saya sedang terburu buru ke kereta sebelah ! Tadi barang saya ada yang ketinggalan disana , takutnya keburu berangkat lagi . Maaf Nona ... "


" Tidak apa apa , ibu baik baik saja ?? "


" Saya baik , maaf permisi saya ambil barang saya dulu " ujar wanita itu terburu buru menuju ke kereta disebelah kereta yang ditumpangi rombongan Ava .


Janu tidak sempat menyelidiki lebih lanjut wanita itu karena kereta sudah akan berangkat .


" Abang mau ?? "


Janu hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum .


" Mau di pesenin minum sekalian ?? "


" Enggak , masih ada air putih di botol " tunjuk Ava pada botol air mineral di depannya .


Tapi sesaat kemudian Ava terkejut ketika suaminya merebut makanan yang ada di tangannya .


" Stop ... jangan di makan !! Muntahkan semua sayang !! Panggil dokter kesini CEPATT !!! "

__ADS_1


__ADS_2