
Sesuai permintaan istrinya siang itu Janu dan Ava kembali ke lbukota dengan menggunakan kereta komersial . Ava hanya ingin menikmati perjalanan ini bersama suaminya .
" Kok sepi sih Bang ?? Nggak banyak penumpang ngantri perasaan " tanya Ava pada sang suami yang sedang memeluknya erat . Mereka duduk di stasiun seperti layaknya penumpang kereta lainnya .
" Ya mungkin bukan musim liburan , jadi nggak banyak penumpangnya "
" Kita di gerbong berapa ?? "
" Kita di gerbong dua sayang , gerbong satu ada Om Digta cs sedang gerbong tiga ada Om ltem sama teman temannya "
" Ooooo ... memang semua ada berapa gerbong Bang ?? "
" Empat ... "
" Gerbong ke empat berarti penumpang lain ya ?? "
" Bukan , gerbong ke empat adalah restoran khusus yang akan melayani makanan kita nanti "
" Sama aja bohong , Ava kan kepengen jadi penumpang biasa kaya penumpang lain !! Jangan selalu di istimewakan ... "
Janu mencium kening istrinya , awalnya dia memang ingin hanya memesan satu gerbong untuk dia dan para pengawalnya tapi ada peringatan dari papanya jika perjalanan kali ini mereka harus lebih hati hati .
Janu tahu jika sampai Bumi berkata seperti itu berarti memang ada masalah yang mungkin akan membahayakan keselamatannya ataupun sang istri .
__ADS_1
Dan ketika semua siap akhirnya mereka berangkat , semua masih baik baik saja ketika mereka sudah sampai di stasiun Jogjakarta . Karena ada waktu berhenti sekitar sepuluh menit Ava meminta turun untuk sekedar membeli oleh oleh khas Jogja .
" Ditemenin ltem saja , Abang terusin aja bobonya ! Kan tadi Abang yang jagain Ava bobo "
" Abang temenin sayang ... kamu kan tanggung jawab Abang "
Akhirnya mereka turun dan bergegas menuju sebuah toko oleh oleh yang ada di stasiun . Ava sempat membeli dua cup mi seduh yang sudah di beri air panas karena tidak ada di restoran keretanya .
Dari dulu Janu memang melarang jika Ava menkonsumsi mi instant karena dari kecil ia memang tidak di biasakan oleh Aira memakan mi siap saji itu . Aira akan memasak mi sendiri jika pun anak anaknya menginginkan sajian itu .
" Sayang kok beli itu sih !! "
" Udah lama banget nggak makan ini , level lima Bang !! Nggak pedes kok !! "
" Ckk mana kenyang makan satu , lagian udah telanjur bikin dua ! Mubadzir kalau dibuang ... dosa tau bujang buang makanan " ucap Ava berharap ia boleh memakan semua mi rasa kesukaannya itu .
" Kasih ke Om ltem atau Om Digta .... "
Dengan mulut mengerucut akhirnya Ava memberikan salah satu cup nya pada pengawal pribadinya , ltem . Setelah itu mereka naik karena sudah waktunya berangkat .
Tapi tanpa di duga sebelum memberikan cup nya pada sang penjaga seorang wanita parubaya tak sengaja menabraknya .
BRUGGHHH ...
__ADS_1
" Akhhhhh ... "
Janu dengan sigap meraih istrinya yang terhuyung ke belakang , sedang Ava menatap tajam para pengawal yang ingin membekuk wanita parubaya yang berpenampilan sederhana itu .
" Maaf .... maaf Nona , saya sedang terburu buru ke kereta sebelah ! Tadi barang saya ada yang ketinggalan disana , takutnya keburu berangkat lagi . Maaf Nona ... "
" Tidak apa apa , ibu baik baik saja ?? "
" Saya baik , maaf permisi saya ambil barang saya dulu " ujar wanita itu terburu buru menuju ke kereta disebelah kereta yang ditumpangi rombongan Ava .
Janu tidak sempat menyelidiki lebih lanjut wanita itu karena kereta sudah akan berangkat .
" Abang mau ?? "
Janu hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum .
" Mau di pesenin minum sekalian ?? "
" Enggak , masih ada air putih di botol " tunjuk Ava pada botol air mineral di depannya .
Tapi sesaat kemudian Ava terkejut ketika suaminya merebut makanan yang ada di tangannya .
" Stop ... jangan di makan !! Muntahkan semua sayang !! Panggil dokter kesini CEPATT !!! "
__ADS_1