
" Nggak mampir ke Dubay ?? " tanya Gema pada bungsunya .
" Jero janji kesana sebulan lagi pas Olivia ulang tahun . Kalau kesana sekarang waktunya juga mepet banget , kan Daddy cuma minta ijin 3 hari cuti ke asrama "
" Yakin sama Via ?? "
" Yakinlah ... di yakin yakinin sih sebenarnya !! Dari dulu Jero udah penasaran sama dia . Ehhh kemarin kemarin pas ketemu jadi tambah yakin kalau Jero memang suka sama dia "
" Lhohh kok ada kata di yakin yakinin sih , elo masih nggak yakin !? " tanya Ava ikut nimbrung , wanita yang semakin gembul itu ada di pelukan suaminya .
" Ya gimana ya ... Jero aja masih bingung , makanya besok kesana mau mastiin , biar lulus bisa langsung kawin kayak kalian "
" Helehhhh masih orok mikir kaya gituan !! Kerja dulu biar dapat banyak duit , elo pikir punya bini enggak butuh duit apa ??! " timpal Vania sambil tertawa .
" Ckk gue sama elo juga tuaan gue ... ngatain gue orok enak aja ! Nah elo masih bocil juga udah kawin ... "
" Jeeerr ... " ujar Gema menegur Jero , bungsunya dan sang istri memang tidak pernah akur tapi Gema tahu mereka tetap bersahabat baik .
__ADS_1
" Iyaaaaa ... tapi dia duluan ngatain Jero " kilah Jero membela diri .
" Tapi kalau gue lihat ya Jer !! Tuh Odelia juga suka banget sama kamu !! Anaknya memang sedikit tomboy tapi dia tulus banget , enak ngomong sama dia " ujar Vania yang memang pernah berbincang dengan bungsu Al Shamma itu .
" lya sih , gue tahu itu . Tapi gue lebih penasaran sama kakaknya ! Cantik , pendiam , pinter melukis ... banyak hal mengejutkan yang membuat gue tambah jatuh hati "
" Via ??? Melukis ??? Nggak salah elo !!? " tanya Vania seperti kurang percaya .
Saat berkunjung di Dubay waktu itu , Vania pernah sekali masuk ke kamar Lia untuk ganti baju yang terkena tumpahan jus yang dia minum. Dan disana ia melihat alat alat lukis beserta kanvas yang masih polos . Sayang waktu itu dia tidak bertanya lebih lanjut tentang alat alat lukis itu karena Oliver dan Hiro mengajaknya pulang ke apartemen .
" Boneka ... " tebak Ava .
" Bunga ... dia kan feminim banget " tebak Vania .
" Ember ... atau mungkin centong nasi !! Elo bilang si Via nggak suka keluar rumah kan ?? Jadi dia akan melukis perabotan dalam rumah " ujar Langit yang membuat semuanya tertawa geli .
" Ckk ... salah semua , tebakan macam apa itu !! Masa iya lukisan centong nasi sampai ke Perancis sih " gerutu Jero kesal .
__ADS_1
" Memang Via gambar apa ?? " tanya Gema yang masih tersenyum geli karena mendengar tebakan Langit .
" Jero .... Via lukis wajah Jero Kak " jawab Jero yang malah disambut tawa kakak kakaknya .
" Malah pada ketawa .... serius ini !!! Lukisan wajah Jero ada di pameran lukisan di Perancis !!! Nggak percaya banget sih ... sampai sampai pas Jero disana tuh jadi pusat perhatian soalnya lukisan itu dominan sekali . Banyak yang mau beli tapi pelukisnya nggak mau jual , mau di jadiin koleksi pribadi . Saking cintanya dia sama Jero "
" Cinta apanya ... elo pernah cium dia nggak ?? Cewek itu bakal klepek klepek kalau udah kita cium " tanya Langit yang langsung membuat Jero menggaruk tengkuknya .
" Pernah nggak ?? " timpal Janu yang dari tadi hanya diam memperhatikan .
" Mana bisa dia cium cewek ... " kata Ava mencoba memprovokasi , wanita gembul itu berhigh five dengan Vania sambil tertawa .
" Sekali doang .... khilaf soalnya " cicit Jero yang di sambut tawa saudara saudaranya .
" Yaelah ... sekali doang dia bilang khilaf !! Nih ya khilaf itu kalau elo minimal lima kali nyosornya ! "
" ltu sih namanya nafsu ... Ckk ngantuk gue !! Jadi sesat kalau lama lama bicara sama kalian " gerutu Jero beranjak dan pergi ke mansion sebelah .
__ADS_1