Water N Fire

Water N Fire
157


__ADS_3

" Gimana Pia ?? Mau elo lamar !? " tanya Vania dengan mata fokus pada layar televisi yang sedang menayangkan film kesukaannya .


" Nggak ada acara lamar lamaran , gue cuma janji bakal jemput dia dua tahun lagi . Dan dia janji bakal.nunggu gue " jawab Jero .


" Besok pagi kita pulang ke lndonesia , udah pamitan sekalian biar dia nggak mewek mewek ditinggal ?? "


" Gue langsung ke asrama aja !! Lagian tugas gue udah selesai , biar Kak Gema yang nyelesein masalah wanita ular itu "


" Cherry ??? Masih berani bikin ulah dia !? "


Jero mengangguk pelan sambil menyeruput coklat panasnya , sesekali kepalanya ia gelengkan untuk mengusir bayangan ciuman panas yang merupakan ciuman pertamanya pada seorang gadis . Via adalah gadis yang ia cium pertama kali dalam hidupnya . Dan akan menjadi satu satunya dalam hidupnya .


" Gana rasanya ?? "


" Apanya !!? " tanya Jero pada pertanyaan Vania yang terdengar ambigu .


" Gue juga kaya gitu pas di cium sama laki gue pertama kali , ganggu banget !! Rasanya itu sesuatu banget , pengen dilupain biar nggak kebayang bayang terus tapi juga pengen ngerasain lagi ... elo udah cium Pia kan !? "


Jero hanya mendengus kasar , ternyata gadis disampingnya mampu menebak apa yang ada di pikirannya . Tapi nyatanya semua yang dikatakan Vania sangat benar , rasanya ia sangat ingin kembali merasai bibir manis itu lagi .


" Gue nyaman sama dia , ternyata banyak kejutan malam ini . Gue kira dia adalah gadis lemah lembut yang sangat pemalu , tapi tadi dia bisa membuat seorang pria yang ingin mengganggu kami mundur . Saat itu gue bisa lihat aura Via kuat banget !!! "


" Pia bisa ngusir pria iseng ?? Nggak becanda kan elo !? "


" Ckk ... gue lagi enggak becanda ! Gue kira dia tipe penurut tapi dia bisa menolak gue saat gue pengen cium dia " kenang Jero dengan memejamkan matanya , ciuman itu kembali terbayang di otaknya .


" Pasti elo paksa dia ... nggak adik nggak kakak sama saja , pemaksa !! "

__ADS_1


Jero terkekeh dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , dia pun tak habis pikir kenapa tadi bisa menjadi pria pemaksa .


" Gue nyaman banget sama dia , masih muda banget tapi sikapnya sangat dewasa ... nggak kaya elo srudak sruduk nggak bisa diem !! "


BUGGHHH


" Awwwsshh ... sakit Van !! Apaan sih elo !? Kotor nih baju gue " gerutu Jero .


Vania meninju lengan Jero dengan keras hingga minuman ditangan pria itu tumpah sebagian ke bajunya .


" Ojo di banding bandingke .... jangan pernah bandingin gue sama orang lain !! "


Jero langsung beranjak pergi ke kamar untuk mengganti bajunya yang terkena tumpahan coklat . Calon kakak iparnya itu memang sering membuatnya merasa kesal . Tapi walau begitu ia merasa Vania adalah teman yang menyenangkan .


*


Alfian dan Rita memutuskan untuk tinggal di pulau pribadinya setelah semakin berumur . Mereka benar benar ingin menjauh dari hingar bingar dunia . Pulau kecil itu tidak mereka huni sendiri , ada beberapa penduduk di sana yang bekerja sebagai petani dan nelayan .


Walau begitu Adam ataupun Bumi menerapkan keamanan yang sangat ketat di pulau itu . Hanya orang orang tertentu yang bisa masuk ke dalam pulau . Alfian dan Rita tinggal sebagai penduduk biasa seperti pada umumnya , tidak ada kekayaan yang mereka bawa .


Seperti halnya Gaffar yang memutuskan tinggal di tengah tengah masyarakat desa di sebuah rumah kayu sederhana , Alfian pun memilih tinggal di sebuah rumah biasa yang jauh dari kata mewah . Karena baginya hal termahal adalah ketenangannya saat di umurnya yang sudah semakin tua .


" Akhirnya kita bisa bertemu juga anak pungut !! "


Suara seorang wanita membuyarkan lamunan Gema . Dia sangat hafal dengan pemilik suara ketus itu , seseorang yang membencinya sejak pertama kali ia mendapat nama Adipraja sebagai nama belakangnya .


" Bukannya kita sama ??! "

__ADS_1


" Cihh ... aku adalah anak dari menantu pertama keluarga ini " ketus Cherry yang kemudian berdiri di samping Gema .


" Kau tahu cerita sebenarnya ... tapi hatimu selalu di butakan oleh kebencian . Aku tidak pernah mengusikmu ... jadi jangan mengusikku "


" Aku bahkan membenci kalian semua !! Jika saja Bumi berjuang mempertahankan cintanya maka Mommyku tidak harus menikahi Reynand ... jika saja mereka menolong Mommy saat itu maka Mommy tidak akan mati sia sia "


" Dia mati syahid , sekejam apapun wanita itu tapi dia meninggal karena melahirkan putranya . Semua sudah ketentuan dari Nya , kenapa selalu kau masalahkan !? Aku yakin ibumu sudah tenang disana . Jika kau kehilangan satu ibu bukanlah Dia sudah menggantinya dengan empat ibu sekaligus yang sangat menyayangimu !? Jangan terlalu serakah "


" Tapi kalian bahagia di atas penderitaan mommyku !! "


" Kakek Alfian bersikeras mengadopsi dirimu menjadi salah satu bagian dari Adipraja karena rasa bersalahnya walau nenek Rita sempat tidak setuju . Jangan pernah melihat semua dari kacamatamu sendiri ... "


" Ya ... aku di adopsi hanya untuk diperlakukan tidak adil , tiap hari aku harus mendengar mereka memuji sampah sepertimu . Kau hanyalah anak dari pria pemabuk dan pemain wanita !! "


" Jaga bicaramu ... "


" Sangkal itu jika aku salah !!! Gilang Perkasa hanyalah sampah jika saja Adam tidak membantunya diam diam " ketus Cherry


Gema menarik nafasnya dalam dalam , sepertinya percuma bicara dengan wanita yang sudah dibutakan dengan kebencian semacam Cherry . Adam memang menolong ayah kandungnya secara diam diam yang membangun bisnis kafenya . Adam hanya ingin Gema masih bisa punya sosok ayah kandung yang layak di ingat .


" Dan anak manusia sampah sepertinya harusnya tidak ada di dunia ini ... " geram Cherry yang diam diam sudah membawa pisau di tangannya .


Tapi sesaat kemudian matanya terbelalak ketika merasakan seseorang memuntir pergelangan tangannya hingga pisau yang ia genggam terjatuh .


" Kau !!!? "


" Hai ... kita bertemu lagi "

__ADS_1


__ADS_2