
" Abang mau kemana !? "
" Sebentar ya sayang , di bawah ada Ayah dan Uncle Hiro ! Abang temui mereka sebentar , kamu istirahat saja di kamar kalau memang masih lemes " ujar Janu dengan mengecup kening Ava yang masih berbaring di atas ranjangnya .
Beberapa hari ini Ava selalu mengeluh cepat lelah dan manjanya naik berkali kali lipat . Sudah dua hati ini Janu selaku berangkat ke kantor siang hari karena selalu saja ada drama pagi harinya .
Ava akan menangis jika ia memaksa berangkat ke kantor saat pagi hari , putri kesayangan pilar kedua itu selalu saja bad mood jika pagi hari .
" Tapi Ava kangen Ayah .... "
" Mau ikut ke bawah ?? "
" He em , nanti pinjem ponsel Abang ya !? " ujar Ava dengan mengedip ngedipkan matanya .
" Lho memang ponsel kamu kemana ??? "
" Jadi Ava nggak boleh pinjem ponsel Abang ?? Pasti Abang ada chat sama cewe lain dan nggak mau ketahuan !! Ya kan ... ngaku !!! " pekik Ava dengan air mata sudah ada di kedua sudut matanya .
" Bukan begitu sayang , tadi kan Abang cuma nanya ponsel kamu kemana "
Janu menghela nafasnya , diambilnya ponsel yang ada di atas nakas dan di berikannya pada istrinya .
" lni ponsel Abang dan sekarang naik.ke punggung Abang , kita temui Ayah "
Ava tersenyum lebar ketika sudah mendapat apa yang dia inginkan , dan sesuai permintaan segera ia naik ke punggung sang suami .
__ADS_1
Sampai di bawah Ava.meronta turun dan segera berlari ketika melihat ayahnya sudah duduk di sofa ruang tamu .
" Ayaaahhhh .... "
Adam memeluk erat tubuh putrinya , diciuminya pucuk kepala Ava dengan penuh kasih sayang . Padahal baru kemarin mereka bertemu tapi ia selalu saja kangen untuk melihat putri kecil kesayangannya .
" Uncle Hiro .... lama tidak bertemu " sapa Ava yang kemudian salam takzim pada pria bermata sipit itu .
" Kau sudah besar dan sangat cantik sayang , pantas jika pewaris utama keluarga ini tergila gila padamu ... Maaf kemarin kami tidak bisa menghadiri pernikahan kalian "
" Tidak apa apa Uncle , it's ok ! " sahut Janu yang menarik lembut bahu istrinya agar kembali ke dalam pelukannya . Dan itu membuat semua orang terkekeh melihat betapa overprotektifnya seorang Janu Kamma .
" Kita duduk di sana sayang , jangan ganggu ayah karena pasti ia masih lelah setelah perjalanan dari Bandung "
" Ava duduk di taman aja Bang , sama liatin ikan ikan kakek "
Pertama ia buka galeri gambar di ponsel warna hitam itu . Dia tersenyum ketika melihat galeri itu dipenuhi dengan foto foto gambar dirinya , sedari dirinya kecil sampai saat ini sudah menjadi istrinya .
Kemudian Ava membuka aplikasi chat yang ada disana , dahinya berkerut ketika membaca sebuah grup chat dengan nama ' Squad Ghibah Anak Ningrat ' . Sebuah grup chat yang ternyata adalah milik para putra Adipraja . Ava kadang terbahak membaca isi percakapan mereka tapi dahinya berkerut ketika membaca percakapan terakhirnya .
Steve : Sumpah baru kali ini ada Kunti muncul siang hari ... ini nyata !!!
Gema. : Bukannya seneng ?? biasanya emang doyan kunti kan ?
Langit : Untung dia nggak pingsan dia tadi 🤣
__ADS_1
Janu : Vcall WOOYYYY ... kita bikin rencana buat kerjain mbak kuntinya !! tuman dibiarin ... merajalela
Steve : ntar gue baru deketin mbak dokter calon bini , nanti malem aja kita ngopi di tempat biasa
Ava terbahak tak habis pikir , pria pria yang terlihat dingin itu ternyata punya sisi lain ketika bersama saudara saudaranya . Tapi dia masih bertanya tanya siapa Mbak Kunti yang mereka maksud di obrolan ghibah itu .
Dan di ruang tamu Janu yang masih bisa melihat istrinya di samping taman hanya geleng geleng kepala melihat istrinya yang kadang tertawa kecil melihat ponsel miliknya .
" Jadi apa yang harus kita lakukan dengan keluarga Kyle ?? Anak b*ngsat itu ternyata punya bisnis besar dengan saudara saudara kita . Mungkin mereka sudah merencanakan ini sejak lama " ujar Bumi .
" Jero dan Oliver sudah ke Dubay untuk mengurus bisnis anak itu dengan Al Shamma , Aku dan Vania akan menyusul mereka besok " sahut Hiro yang duduk tepat di samping pilar pertama .
" Vania ?? Revania Alvaro maksudmu ?? "
" Tentu saja , calon pendamping dari putra sulung kalian . Menantu dari seorang Adam Adipraja ... " kata Hiro dengan memandang Adam yang sedari tadi belum bersuara .
" Gema ?? Vania ?? Tidak mungkin ... gadis itu tidak akan mudah mendapatkan hati Gema . Kalian tahu jika dia baru saja patah hati ! "
" Tidak ada yang tidak mungkin jika Dia sudah berkehendak ... " ujar Adam dengan nada datar dan pandangan sinis pada pilar pertama .
" Ckk .... jangan bawa bawa Dia , menyebalkan !! " gerutu Bumi yang tak bisa menyangkal lagi .
" ljinkan kami yang menyelesaikannya , kali ini biarkan kami yang mengurus Ellard Kyle dan Kak Cherry . Mungkin ada beberapa hal yang masih butuh bantuan dari kalian tapi biarkan kami belajar ... "
Bumi , Adam dan Hiro menoleh bersamaan ketika Janu mengeluarkan suaranya . Mereka bisa melihat kesungguhan di mata pewaris utama klan Adipraja itu .
__ADS_1
" Tentu saja ... Papa bangga menjadi orang tua dari pria pria hebat seperti kalian !!! "