Water N Fire

Water N Fire
122


__ADS_3

" Abang mau kemana !? "


" Sebentar ya sayang , di bawah ada Ayah dan Uncle Hiro ! Abang temui mereka sebentar , kamu istirahat saja di kamar kalau memang masih lemes " ujar Janu dengan mengecup kening Ava yang masih berbaring di atas ranjangnya .


Beberapa hari ini Ava selalu mengeluh cepat lelah dan manjanya naik berkali kali lipat . Sudah dua hati ini Janu selaku berangkat ke kantor siang hari karena selalu saja ada drama pagi harinya .


Ava akan menangis jika ia memaksa berangkat ke kantor saat pagi hari , putri kesayangan pilar kedua itu selalu saja bad mood jika pagi hari .


" Tapi Ava kangen Ayah .... "


" Mau ikut ke bawah ?? "


" He em , nanti pinjem ponsel Abang ya !? " ujar Ava dengan mengedip ngedipkan matanya .


" Lho memang ponsel kamu kemana ??? "


" Jadi Ava nggak boleh pinjem ponsel Abang ?? Pasti Abang ada chat sama cewe lain dan nggak mau ketahuan !! Ya kan ... ngaku !!! " pekik Ava dengan air mata sudah ada di kedua sudut matanya .


" Bukan begitu sayang , tadi kan Abang cuma nanya ponsel kamu kemana "


Janu menghela nafasnya , diambilnya ponsel yang ada di atas nakas dan di berikannya pada istrinya .


" lni ponsel Abang dan sekarang naik.ke punggung Abang , kita temui Ayah "


Ava tersenyum lebar ketika sudah mendapat apa yang dia inginkan , dan sesuai permintaan segera ia naik ke punggung sang suami .

__ADS_1


Sampai di bawah Ava.meronta turun dan segera berlari ketika melihat ayahnya sudah duduk di sofa ruang tamu .


" Ayaaahhhh .... "


Adam memeluk erat tubuh putrinya , diciuminya pucuk kepala Ava dengan penuh kasih sayang . Padahal baru kemarin mereka bertemu tapi ia selalu saja kangen untuk melihat putri kecil kesayangannya .


" Uncle Hiro .... lama tidak bertemu " sapa Ava yang kemudian salam takzim pada pria bermata sipit itu .


" Kau sudah besar dan sangat cantik sayang , pantas jika pewaris utama keluarga ini tergila gila padamu ... Maaf kemarin kami tidak bisa menghadiri pernikahan kalian "


" Tidak apa apa Uncle , it's ok ! " sahut Janu yang menarik lembut bahu istrinya agar kembali ke dalam pelukannya . Dan itu membuat semua orang terkekeh melihat betapa overprotektifnya seorang Janu Kamma .


" Kita duduk di sana sayang , jangan ganggu ayah karena pasti ia masih lelah setelah perjalanan dari Bandung "


" Ava duduk di taman aja Bang , sama liatin ikan ikan kakek "


Pertama ia buka galeri gambar di ponsel warna hitam itu . Dia tersenyum ketika melihat galeri itu dipenuhi dengan foto foto gambar dirinya , sedari dirinya kecil sampai saat ini sudah menjadi istrinya .


Kemudian Ava membuka aplikasi chat yang ada disana , dahinya berkerut ketika membaca sebuah grup chat dengan nama ' Squad Ghibah Anak Ningrat ' . Sebuah grup chat yang ternyata adalah milik para putra Adipraja . Ava kadang terbahak membaca isi percakapan mereka tapi dahinya berkerut ketika membaca percakapan terakhirnya .


Steve : Sumpah baru kali ini ada Kunti muncul siang hari ... ini nyata !!!


Gema. : Bukannya seneng ?? biasanya emang doyan kunti kan ?


Langit : Untung dia nggak pingsan dia tadi 🤣

__ADS_1


Janu : Vcall WOOYYYY ... kita bikin rencana buat kerjain mbak kuntinya !! tuman dibiarin ... merajalela


Steve : ntar gue baru deketin mbak dokter calon bini , nanti malem aja kita ngopi di tempat biasa


Ava terbahak tak habis pikir , pria pria yang terlihat dingin itu ternyata punya sisi lain ketika bersama saudara saudaranya . Tapi dia masih bertanya tanya siapa Mbak Kunti yang mereka maksud di obrolan ghibah itu .


Dan di ruang tamu Janu yang masih bisa melihat istrinya di samping taman hanya geleng geleng kepala melihat istrinya yang kadang tertawa kecil melihat ponsel miliknya .


" Jadi apa yang harus kita lakukan dengan keluarga Kyle ?? Anak b*ngsat itu ternyata punya bisnis besar dengan saudara saudara kita . Mungkin mereka sudah merencanakan ini sejak lama " ujar Bumi .


" Jero dan Oliver sudah ke Dubay untuk mengurus bisnis anak itu dengan Al Shamma , Aku dan Vania akan menyusul mereka besok " sahut Hiro yang duduk tepat di samping pilar pertama .


" Vania ?? Revania Alvaro maksudmu ?? "


" Tentu saja , calon pendamping dari putra sulung kalian . Menantu dari seorang Adam Adipraja ... " kata Hiro dengan memandang Adam yang sedari tadi belum bersuara .


" Gema ?? Vania ?? Tidak mungkin ... gadis itu tidak akan mudah mendapatkan hati Gema . Kalian tahu jika dia baru saja patah hati ! "


" Tidak ada yang tidak mungkin jika Dia sudah berkehendak ... " ujar Adam dengan nada datar dan pandangan sinis pada pilar pertama .


" Ckk .... jangan bawa bawa Dia , menyebalkan !! " gerutu Bumi yang tak bisa menyangkal lagi .


" ljinkan kami yang menyelesaikannya , kali ini biarkan kami yang mengurus Ellard Kyle dan Kak Cherry . Mungkin ada beberapa hal yang masih butuh bantuan dari kalian tapi biarkan kami belajar ... "


Bumi , Adam dan Hiro menoleh bersamaan ketika Janu mengeluarkan suaranya . Mereka bisa melihat kesungguhan di mata pewaris utama klan Adipraja itu .

__ADS_1


" Tentu saja ... Papa bangga menjadi orang tua dari pria pria hebat seperti kalian !!! "


__ADS_2