
" Abang jangan makan terus , itu kan oleh oleh buat yang dirumah !! " seru Ava yang melihat Janu sudah menghabiskan beberapa bungkus snack yang ia beli untuk di bawa pulang .
" Kan bisa beli lagi besok sayaanngg .... Lagian mama sama papa juga enggak di rumah " jawab Janu yang malah mengambil satu lagi satu bungkus kripik buah dengan rasa unik yang dia suka .
" Lhohh mama sama papa memang kemana Bang ?! "
" Mamah ke London bersama Lulu , sedang papah lagi ke Dubay bertemu Uncle Abbio dan Uncle Zahid. Ada proyek baru antara Adipraja dan Al Shamma "
Ava yang baru saja mandi kemudian duduk di samping suaminya , wanita cantik itu meraih bungkus keripik buah yang baru saja di buka suaminya .
" Jangan ngemil terus , selama di sini Abang nggak pernah olah raga sekalipun !! Yang ada makan terus ... bisa endut ini perutnya " kata Ava menunjuk perut rata suaminya .
" Siapa bilang enggak olah raga , sehari pasti minim tiga kali aku berkeringat ... Awwwsshh sayang kok nyubit sih !! "
" ltu beda olah raganya ... " gerutu Ava sebal , selama liburan disini sang suami tak pernah berhenti menyentuhnya , Janu selalu saja membawanya ke nirwana . Berbagai gaya mereka lakukan hingga kadang Ava mengeluh pegal pada pinggangnya .
" Abang ... "
" Ya sayang ... lagi ?? "
" Ckk bukan itu !! Kalau mama sama Kak Lulu pergi terus siapa yang jagain Langit ?? Kan kemarin Abang bilang kalau Langit lagi sakit . Kok Kak Lulu tega ya ninggalin Langit sakit sendirian di rumah "
" Ceritanya panjang sayang ... besok kalau sudah pulang ke rumah pasti Abang ceritain "
" Kenapa enggak sekarang ??
" Karena Abang cuma ingin waktu kita disini hanya untuk membuat kenangan indah , cerita masalah Langit nanti malah bikin kamu emosi dan bad mood . Dan pasti ujung ujungnya berimbas ke Abang " jawab Janu sambil menciumi pipi Ava dengan gemas , aroma sabun yang menguar dari tubuh istrinya sedikit mengganggu sesuatu di bawah sana yang sudah tertidur lelap .
__ADS_1
" Sayang ... "
" Enggak !! Seharian ini udah empat kali , di kira enggak capek apa ?? "
" Abang punya rasa baru lho , kamu pasti suka ... "
" Sekali enggak ya enggak !! Keramas aja sampai belum sempat di keringin gini malah minta lagi "
Janu terkekeh , nyatanya tubuh sintal dalam rengkuhannya memang membuatnya sangat candu .
" Keluar jalan jalan yuk Bang ! kepengin makan yang seger seger ... "
" Memang mau makan apa ?? "
" Rujak es krim sama pentol setan ... asem asem sama pedes pedes dingin kayaknya enak banget deh "
" Ya udah ganti baju sana " kata Janu sambil mencium bibir istrinya sekilas , apapun akan ia lakukan demi ke bahagiakan Ava .
*
" Anterin aku pulang ke mansion Effendy saja Om , udah enggak mood jalan jalan lagi " kata Vania yang saat ini sedang duduk didamping Gema yang sedang menyetir mobilnya .
" Udah malam , kita mampir makan dulu "
" Ckk nggak usah !! Vania cuma pengen tidur .. capek banget soalnya !! " sahut Vania yang sebenarnya tidak ingin berlama lama berada di dekat pria tampan disampingnya . Dia masih tersipu jika ingat tiga kali pria itu tanpa ijin sudah menciumnya .
Gema diam dan terus fokus dengan jalanan malam yang lumayan padat . Hingga tak berapa lama kemudian senyumnya mengembang ketika melihat Vania sudah tertidur di kursinya .
__ADS_1
" Gadis nakal , tidurlah .... sebentar lagi kita pulang " lirih Gema dengan mengelus lembut pucuk kepala gadis yang beberapa hari ini membuatnya kalang kabut mencarinya .
Waktu itu dia dan Radit sama sekali tak menemukan info apapun tentang Vania . Gadis itu bagai ditelan bumi , tapi firasatnya kuat bahwa gadis itu berada di pulau ini . Pulau tempat kelahirannya .
Ketika mengecek setiap jadwal kedatangan pesawat pribadi yang terbang ke pulau itu , ia menemukan jadwal kedatangan pesawat pribadi milik orang yang sangat ia kenal baik . Dan ia yakin itu ada hubungannya dengan gadis nakalnya .
Oliver mengatakan bahwa adik iparnya sudah meminjam pesawatnya untuk menjemput seseorang di Jakarta . Pantas saja kepergian Vania tercover dengan sangat baik , ternyata istri dari bungsu empat pilar ikut turun tangan .
Walaupun terlihat cantik dan lemah lembut , tapi istri istri empat pilar mempunyai kekuatan tak terduga . Ke empat ibunya adalah wanita wanita hebat .
" Van ... bangun " lirih Gema membangunkan gadis yang sepertinya masih berada di alam mimpinya .
Tapi sepertinya gadis itu memang sedang sangat kelelahan , beberapa kali dibangunkan tapi masih saja memejamkan matanya . Akhirnya Gema memutuskan untuk mengangkat dan membawa gadis itu ke kamar yang ada di lantai atas .
" Ya Allah Nak ... anak siapa yang kau culik malam malam begini !! Cantik banget ... " kata Diva yang langsung di tahan langkahnya oleh sang suami yang tadi duduk disampingnya.
" Biarkan sayang ... dia Vania ! Anak Varo dan Erina , sudah lama sekali mereka tak mampir kesini lagi "
" Tidak mungkin ... maksud Mas gadis itu bayi yang dulu sering di gendong gendong sama Gema ?? Masa iya sih udah segede itu , cantik banget mirip Mbak Erina "
Adam hanya mengangguk , dia tahu putranya beberapa hari ini kelimpungan mencari gadis hebat itu . Gadis yang di tempa langsung oleh seorang Gregorius Alvaro sebagai penerusnya . Sebagai penguasa di dunia yang sudah sangat lama Adam tinggalkan .
Sementara itu di sebuah kamar bernuansa kuning muda Gema meletakkan gadis yang masih tertidur dalam pelukannya . Kamar itu sebenarnya adalah kamar Ava adiknya karena tak mungkin ia membawa Vania untuk tidur ke kamarnya .
" Selamat tidur gadis nakal , maaf jika ada sikapku yang membuatmu sakit hati . Tapi aku benar benar tidak sengaja melakukannya .... "
" Aku menbencimu Om !! Kau menyebalkan "
__ADS_1
Gema tersenyum ketika melihat gadis itu mengigau dalam tidurnya , di kecupnya lembut kening gadis itu .
" Dan sekarang biarkan aku mengejarmu ... "