Water N Fire

Water N Fire
187


__ADS_3

" Suamimu mana sayang ?! " tanya Aira pada Lulu yang sedang menikmati susu untuk kehamilannya pagi itu .


" Biasa Mah , ngumpet kalau ada orang sarapan " jawab Ava sambil tertawa.


Entah kenapa sejak kehamilan istrinya Langit tak bisa melihat apalagi menghirup bau dari makanan saat pagi hari . Jadi setiap pagi Langit akan tetap berada di kamarnya atau malah berangkat pagi agar tidak melihat orang makan di sekitarnya .


" Gembul elo ngomongin gue ya ... " kata Langit yang baru saja turun dari tangga setelah lewat jam makan pagi .


" Abaaaannnngg .... " teriak Ava ketika Janu keluar dari kamar mereka .


" Laanngg .... " tegur Janu pada adiknya .


Memasuki usia kehamilan lima bulan membuat tubuh Ava semakin berisi . Dua pipinya mekar seperti bakpau dan bobot tubuhnya semakin hari semakin melesat naik . Dan itu kadang membuat Ava menjadi tidak percaya diri .


" Emang dia gembul Bang ... Awwsshh !! "


" Sukuriiinnn !! " pekik Ava menjulurkan lidahnya pada adik suaminya .


Lulu mencubit lengan suaminya karena Langit masih sangat suka jahil pada Ava . Langit dan Ava sudah sangat dekat dari kecil , dialah dan Gema yang akan menjadi garda terdepan jika Langit mendapat amarah dari Bumi .


" Nggak usah bilang bilang dia gembul Mas , Lulu juga sebentar lagi kayak Ava . Atau Mas Langit memang nggak suka cewek gendut ya !!? "


" Lhohh yang bilang Mas nggak suka kalau kamu jadi gendut siapa !? Mas cinta kamu apa adanya ... "


" Preettt ... bohong banget Kak !! Nih Ava semenjak melar gini nggak pernah di ajak jalan keluar sama Abang "


Janu mencubit sayang pipi chubby istrinya , sejak kehamilannya yang semakin besar Ava memang semakin manja padanya .


" Yang kemarin habis jalan jalan ke mall borong daster siapa ?? Sebelumnya yang ngotot minta jalan jalan beli kue cubit siapa !? Yang kemarin beli ling .... "

__ADS_1


Janu berhenti berkata kata karena dua tangan istrinya sudah membekap mulutnya . Mata bulat itu sedang menatapnya sebal , Ava tahu jika suaminya ingin mengatakan jika kemarin dulu dia memborong lingerie untuk baju dinas malamnya .


" Hisshhh ... ini sudah waktunya kalian berangkat ke kantor . Cepat berangkat sebelum Uncle Dewa datang ke sini . lbu akan jaga istri istri kalian ... "


" Terimakasih Bu... "


Janu dan Langit akhirnya berangkat ke kantor setelah salam takzim pada ibu mereka dan mencium istri mereka . Sebelum mencapai pintu ruang depan Langit menerima telpon dari seseorang .


" Siapa Lang ?? " tanya Janu setelah Langit menutup ponselnya .


" Steve bilang dia sakit , masuk angin paling semalam datang ke pesta temennya . Temanya kolam renang jadi pasti dia semaleman berendam sama cewek cakep !! Nggak berubah ... " ujar Langit sambil geleng geleng kepala .


Sebenarnya diapun di undang di acara itu tapi sejak masuk pesantren dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga dirinya dari pergaulan bebas seperti dulu .


Sementara itu di sebuah apartemen mewah seorang pria tampan sedang tidur meringkuk di ranjang dengan selimut tebal menyelimuti seluruh tubuhnya .


" Tumben sakit !? " ujar Venna menyingkap selimut Steve sebatas dada .


Steve menggeram pelan ketika merasa lembutnya tangan wanitanya menyapu dahi dan lehernya .


" Kau demam , sudah aku bilang untuk tidak datang ke pesta itu . Kondisimu belum terlalu stabil untuk ikut pesta hura hura semacam itu , atau kau memang tak mau melewatkan pemandangan indah wanita berbikini !!?? "


Steve tersenyum , ia suka mendengar wanita pendiam itu memarahinya . Hatinya malah terasa menghangat ketika mendengar Venna mengomel .


" Aku tidak ikut berendam di kolam sayang ! Aku hanya ingin membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku bisa menahannya ... "


" Menahan ?? "


" Kau tahu aku bukan pria lurus yang akan diam saja melihat tubuh b*gil di depanku "

__ADS_1


" Dasar bodoh !! Jadi kau datang ke pesta itu hanya untuk ajang untuk mencoba menahan libidomu . Pantas jika kau sampai demam "


" Tapi aku berhasil , aku tidak melirik satupun dari mereka walau mereka mempertontonkan seluruh tubuhnya padaku . Kukatakan pada diriku sendiri jika aku sudah punya kamu , dan itu berhasil ... "


" Konyol ... " gerutu Venna walau sebenarnya dia ingin tersenyum senang .


" Apa aku akan mendapat hadiah ??! "


" Tidak ada yang menyuruh , tidak ada yang meminta jadi jangan macam macam !! Aku tahu hadiah seperti apa yang kau minta " cicit Venna mengambil beberapa obat dan segelas air putih .


" Minum obatmu dulu "


Steve menurut , ia meminum satu persatu obat yang di berikan Venna padanya .


" Memang aku minta apa ?? Aku hanya minta kau tetap bekerja disini . Jangan pergi ... aku tidak bisa hidup tanpamu "


" Cuma itu !?? "


" Ckk aku serius sayang "


Venna kembali menyelimuti tubuh Steve dengan selimut , ia seperti tidak peduli dengan tatapan penasaran yang tertuju padanya .


" Besok kita temui Daddy , kebetulan besok Daddy datang ingin bertemu dengan Gema Aksa Adipraja untuk membicarakan sesuatu . Buktikan kata katamu , kau bilang ingin segera melamarku "


Steve langsung terbangun mendengar kata kata yang barusan seperti angin segar untuknya .


" Ya Tuhan kau serius !?? Akhirnya kita kawin juga .. maksudku menikah "


" Jangan senang dulu , belum tentu Daddy menerima lamaranmu "

__ADS_1


__ADS_2