
Sudah dua minggu pengobatan Via berlangsung , dan gadis itu merasa semakin nyaman berbicara dengan Albert . Via semakin terbuka dengan pertanyaan pertanyaan yang kadang dilontarkan oleh dokter muda itu .
Ya , Albert tidak hanya menerapkan sistem pertanyaan dan jawaban seperti yang biasa di jalani oleh Via dulu . Kadang Albert membawa Via ke alam bebas pada siang hari agar gadis itu lebih mengenal alam secara langsung . Bukan dari buku atau bayangan bayangannya sendiri tentang alam yang baginya sangat menakutkan .
" Kau suka berkuda ?? " tanya Albert tanya Albert yang mulai hari ini datang pada sore hari . Mereka sedang duduk di teras depan mansion yang dipenuhi oleh tanaman hias milik Anna .
" Tidak tahu , aku belum pernah mencobanya . Apa kau akan mengajakku kesana !? "
" Tentu saja jika kau mau , kita akan kesana saat weekend agar tidak mengganggu jadwal home schooling . Ngomong ngomong dari tadi aku tidak melihat Lia "
" Dari siang dia ke sanggar , tadi malam dia bilang sanggar akan mengadakan pameran besar besaran . Kali ini mereka mengumpulkan dana untuk rumah sakit khusus kanker untuk anak anak " jawab Via dengan kepala tertunduk .
Lia selalu saja bisa berbuat hal yang menurut semua orang adalah keren . Adiknya selalu aktif di kegiatan kegiatan sosial seperti itu . Berbeda dengannya yang selalu takut dengan waktu . Dia takut waktu akan habis dan ia tak bisa pulang karena malam menjelang .
" Lia sangat suka melukis , apa kau pernah mencoba membubuhkan warna diatas kanvas ?? "
" Aku tidak bisa melukis Al , jangan bercanda " kata Via yang tak sekalipun mencoba melukis diatas benda putih itu .
" Aku tidak sedang memintamu melukis, aku hanya ingin kau membubuhkan warna apapun yang kau mau di atas kanvas ... tanpa berpikir tentang objek !! Hanya murni tentang warna . Besok kita akan melakukan itu di taman samping jika kau tidak keberatan "
__ADS_1
Via mengangguk pelan , baru ia sadari jika langit sudah mulai berwarna jingga dan suasana sedikit temaram . Matahari sudah mulai turun dari peraduannya .
Gadis itu mulai gelisah , keringat dingin mulai membanjiri dahinya . Albert yang mengetahui hal itu segera meraih tangan gadis cantik itu . Tadi dia sengaja meminta duduk di teras agar bisa menyaksikan fenomena sore seperti ini .
" Aku minta fokus Vi , seperti yang sering aku katakan . Kau tidak sendiri ... ribuan orang sedang menikmati sore yang indah ini !! Lihat langit jingga itu .... perpaduan warna sempurna antara warna terang dan gelap . Semua di dunia ini seimbang Vi ... jika orang timur berkata keseimbangan antara Ying dan Yang "
Genggaman tangan Albert membuat Via sedikit tenang walau jantungnya masih berdetak sangat cepat . Bayangan tentang malam masih menghantui pikirannya .
" Siang dan malam hanya sebuah fenomena di mana matahari dan bumi sedang menikmati peran masing masing . Semua di alam ini punya peran masing masing . Pada siang hari bumi di sibukkan dengan aktivitas penghuninya , dan saat langit menjadi gelap bumi ingin para penghuninya beristirahat . Tentu saja agar keseimbangan tetap terjaga , untuk kebaikan para penghuni bumi itu sendiri "
" Aku tahu ... tapi aku masih takut Al !! "
" Aku bersamamu , lagipula matahari belum turun sempurna . Kau masih bisa melihat dan menikmati indahnya sore ini . Buka matamu ... bukankah aku masih bersamamu !? "
" Kita masuk Vi ... pelan pelan saja ! Aku tidak memaksamu untuk menyukai langit senja . Besok kita akan ada di tempat ini lagi ! Aku ingin kau kembali melihat matahari yang turun dari peraduannya . Aku ingin kau merasa menjadi bagian dari alam semesta ini , bagian dari banyak keajaiban yang Allah buat untuk kita "
Albert menarik lembut tangan Via untuk beranjak dan masuk ke dalam mansion . Sesi kali ini memang agak berat , tapi Via harus cepat belajar .
" Sudah ngobrolnya sayang ?? " Anna terlihat muncul dari arah dapur dengan membawa beberapa toples kue dan dua cangkir teh panas yang baunya sangat memanjakan indera penciuman .
__ADS_1
" Aunty ... kenapa harus selalu repot repot ?? Terimakasih tapi maaf saya harus segera pamit . Ada kepentingan setelah ini ... " ujar Albert yang menuntun Via untuk duduk di sofa .
Setelah ini Albert memang ingin segera pergi ke sanggar , sudah beberapa hari dia tak melihat Lia di mansion . Dan entah kenapa rasa rindu menderanya , ada ruang kosong di hatinya yang rasanya sangat menyiksanya . Albert ingin melihat Odelia agar hatinya menjadi lebih tenang .
Dokter muda itu kemudian duduk berjongkok di depan Via tanpa melepas tangannya yang masih di genggam oleh gadis itu .
" Kau sudah ada di dalam , sekarang kau bisa buka matamu Via ... "
Via menghembuskan nafas lega ketika mengetahui jika dia sudah ada di dalam rumah . Gadis itu menarik tangannya dengan wajah yang memerah ketika sadar jika tangannya masih menggenggam erat tangan Albert .
" Maaf , aku tidak bermaksud... "
" That's fine ... besok sore kita akan bertemu lagi . Sekarang istirahatlah, hari ini pasti sudah sangat melelahkan " ujar Albert beranjak untuk pamit pada Anna .
Setelah pria itu pergi Anna mendekati putrinya .
" Dokter Albert sangat baik , bukan begitu sayang ?? Ibu kagum dengan kesabarannya , pria sempurna yang pasti bisa membahagiakan wanitanya kelak "
" Maksud Mommy !? " tanya Via yang merasa kata kata itu sarat dengan maksud tertentu .
__ADS_1
" Jero punya pesaing seimbang kali ini ... " kata Anna sambil tertawa ketika melihat wajah putrinya yang malu malu .
" Apaan sih Mom , tidak semudah itu pindah ke lain hati !! "