Water N Fire

Water N Fire
96


__ADS_3

TUKKKK ...


" Aaawwsshhh ... sakit ! " Vania merajuk ketika Gema menyentil dahinya cukup keras .


" ltu hukuman untukmu .... bisa bisanya kau pergi tanpa pamit !! Sementara aku kebingungan mencari kau malah bersenang senang disini . Puas membuatku kalang kabut gadis nakal !!?? "


" Lupa kalau Om yang meminta aku untuk pergi !!!??? Sudah aku bilang kan aku sedang liburan disini . Aku tidak mau menemani orang yang sedang meratapi cinta atau pun masih merindukan mantannya , bikin eneg ngeliatnya !! " ujar Vania malah berjalan menjauhi Gema ke arah pangkalan ojek yang tak jauh dari tempat itu .


" Siapa yang sedang meratapi mantan hahh !?? Waktu itu aku hanya memintamu untuk tidak memanggilnya bodoh " sahut Gema mengikuti arah jalan gadis yang masih merajuk itu .


" Bodo amat ....Blih anterin muter muter sini !! Kira kira berapa duit ? " tanya Vania pada salah satu pengendara ojek yang terlihat paling muda dan tampan diantara pengendara lain . Dia ingin segera pergi agar bisa menjauh dari pria menyebalkan yang terus mengikutinya .


" Ya tergantung Non ! Muternya jauh apa deket !? " jawab tukang ojek itu dengan mengernyitkan dahi karena pria dewasa di belakang gadis yang memesan jasanya terlihat menatapnya sangat tajam .


Sebenarnya tukang ojek itu ingin menolak karena melihat murka di mata pria itu , tapi terasa sayang jika harus menolak permintaan tolong gadis belia secantik bidadari di depannya .


" Yang jauuuuhhhhh .... "


" Dua ratus Non !! Kalau mau sampai malem ya empat ratus , gimana ?? Bensin mahal soalnya ... itu aja udah di murahin banget !! Nanti Blih ajak ke tempat tempat nongkrong paling asyik "


" Berapa harga motormu !? "


" Ya Tuan !!!? " tukang ojek itu terkejut mendapat pertanyaan tiba tiba yang terdengar aneh dari pria yang ada di belakang gadis cantik yang membutuhkan jasanya .


" Atau harus aku ganti pertanyaannya ?? Berapa harga kepalamu !!! "

__ADS_1


" Ehhmm Nona sepertinya saya ada calling pesanan di tempat lain , maaf saya pergi dulu !! Mari Tuan .... "


Dan semua tukang ojek di tempat itu segera kabur ketika bisa merasakan aura murka pria bertubuh besar yang menatap mereka satu persatu dengan tajam . Mereka tahu pria bertubuh besar itu pasti bukan orang sembarangan .


" Kau mau pergi kemana ?? Aku bisa antarkan , aku sangat mengenal daerah sini "


" Ogahh ... nanti buntut buntutnya diturunin lagi ditengah jalan . Dikira enggak sakit apa ?? Malam malam sepi anak gadis dibiarin berjalan sendirian , untung saja enggak ada penculik " gerutu Vania masih berdiri tanpa mau menatap Gema yang sudah meraih tubuh mungilnya agar menghadap padanya .


" Maaf ... "


Vania tak bergeming , walau malam itu dia terlihat sangat tenang tapi ia merasa sakit hati diperlakukan tidak pantas oleh pria yang ia cintai .


" Hei aku minta maaf ... kenapa kau tidak menjawabnya !!? Kau masih marah ??! "


" Kau mau apa !!?? " lirih Gema ketika melihat Vania melepas tiga kancing kemejanya hingga dada bidangnya terekspose .


CUPPP ....


" Kau .... " desis Gema menahan sesuatu yang tiba tiba menyala dalam dirinya .


" Aku ambil lagi ciumanku saat itu . Om ingat kan jika aku pernah berkata jika selama tiga puluh hari aku disini aku akan menciumnya ... agar aku bisa ada di dalamnya , mewarnai hari harimu !! Dan sekarang batal pokoknya !! Ternyata banyak pria bule tampan disini ... Jeronimo juga sangat tampan dan kaya !! " sinis Vania yang meronta ketika tubuh tinggi besar itu malah merengkuhnya semakin erat .


" Apa ?? Ulangi lagi .... "


" Gema Aksa !! Aku bebaskan kau dari hatiku , itu berarti kau bisa raih kebahagiaanmu sendiri .... "

__ADS_1


CUPPPP ...


" Apa ?? Ulangi lagi ... " lirih Gema setelah mengecup sekilas bibir yang sudah dari awal membuatnya gemas itu .


Vania terpaku , antara rasa tidak percaya dan rasa kesal yang bercampur di hatinya .


" Kau boleh kejar wanita bodoh itu lagi !! Kau puas hahh !!! "


CUUPPP ...


" Aku tidak mendengarnya , ulangi sekali lagi "


Dua kali ... dua kali Gema mencium bibirnya sekilas dengan tatapan yang menghunus tajam padanya .


" Aku membencimu !! Kau bilang tidak akan tertarik pada gadis kecil ... kenapa menciumku ??! Kau membuat ciuman pertamaku tidak indah ... menyebalkan !! "


Vania menutupi bibirnya ketika wajah tampan itu mendekat ingin menciumnya lagi , tapi dugaannya salah karena ciuman itu tidak mendarat di bibirnya . Ciuman itu mendarat cukup lama di keningnya .


" Bukan itu yang ingin aku dengar .... " kata Gema setelah melepas ciumannya di kening gadis itu .


" Jangan harap ... aku tidak akan mengatakannya !! "


" Maka aku akan memaksa , jangan harap aku akan menunggu karena aku tidak punya waktu !! "


" Coba saja .... " tantang Vania .

__ADS_1


__ADS_2