
Jero menyandarkan punggungnya di sebuah pohon yang terletak di depan sanggar , matanya menatap kosong bangunan besar di depannya . Dia sudah mencari Lia hampir di setiap sudut bangunan itu , bahkan ia sudah bertanya pada semua seniman yang ada di tempat itu . Tapi hasilnya tetap saja nihil .... Lia tidak ada di sanggarnya .
Hatinya tidak akan pernah tenang jika ia belum menyampaikan permintaan maafnya secara langsung . Ada banyak salah paham yang harus di luruskan , tapi sepertinya alam sedang menghukumnya . Dia pantas di hukum karena sudah menyakiti gadis yang mencintainya dengan tulus .
Jero terperanjat ketika merasa seseorang menepuk bahunya pelan . Odelia .... gadis itu tampak tersenyum dan duduk disampingnya . Kaos oversize , ripped jeans sebatas lutut , sneaker putih dan rambut yang di ikat asal hingga terlihat sedikit berantakan . Tampilan apa adanya yang membuat gadis itu terlihat sangat cantik di mata Jero .
Rindangnya pohon membuat mereka nyaman duduk di tempat itu .
" Hai .... " sapa gadis itu ramah , seperti biasanya .
Tak ada kebencian di mata Lia walau ia sudah menyakitinya begitu dalam . Meremehkan perasaan gadis itu , menuduhnya mencuri lukisan yang sebenarnya adalah miliknya sendiri ....
" Aku mencarimu Lia ... "
" Aku tahu , tadi aku sedang sarapan di kafe depan . Albert hanya membawa roti dan susu tadi ! Dan sayangnya itu tidak cukup membuatku kenyang " ujar Lia tertawa kecil .
Sebenarnya Lia tahu kedatangan Jero karena kebetulan kafe tempatnya makan ada di seberang jalan sanggar . Gadis itu sudah menduga jika Elda pasti bisa ' menangani ' Jero dengan baik .
Pada awalnya Lia tidak ingin bertemu dengan cinta pertamanya itu , tapi kemudian ia berubah pikiran . Dia merasa harus bisa menghadapi Jero .
Tidak salah jika Jero menuduhnya mencuri lukisan karena setahunya lukisan lukisan itu adalah milik Via . Dia yang salah karena sudah lancang membalas setiap pesan yang dikirim Jero untuk kakaknya hingga kesalahpahaman ini terjadi .
__ADS_1
" Kau tidak membenciku ?? Kenapa kau masih bisa sebaik ini padaku ??! "
Lia tak menjawab , sepertinya gadis itu sedang menata hatinya agar mampu menjawab setiap pertanyaan Jero dengan hati lapang .
" Aku tidak membencimu Kak , aku tidak punya alasan untuk itu "
" Semalam aku berkata hal yang tidak pantas padamu ... Maaf "
" Yang kak Jero tahu semua lukisan itu milik Kak Via jadi tidak salah jika Kakak bersikap seperti itu . Dan soal pernyataan cintaku ... aku masih lima belas tahun waktu itu . Buatku laki laki keren adalah laki laki dengan wajah tampan , postur tubuh tinggi , pintar dan kaya raya . Ha ... ha... "
Jero ikut tersenyum ketika mendengar tawa Lia yang terdengar begitu lepas .
" Dan waktu itu kau memenuhi semua kriteriaku , jadi aku beranikan diri untuk menyatakan cinta padamu ... berharap seperti dongeng dongeng di cerita yang sering aku dengar . Pangeran akan membawa upik abu sepertiku pergi ke istana megah dan hidup bahagia selamanya . Maaf jika hal itu malah mengganggu hidupmu " kata Lia masih mencoba untuk tenang , walau masih ada perih yang menyiksa hatinya .
" ltu kan hanya perumpamaan Kak !! Menyebalkan !! Aku juga sudah menarik semua kata kata bodoh yang aku ucapkan waktu itu , jangan di ingat lagi !! Kak Jero sendirian ke sini ?? Kak Via mana ??! Apa Noah ikut !? "
" Noah pagi pagi sekali sudah pergi bersama temannya , Via bersama Albert .... kenapa tidak ada satupun dari kalian yang bercerita tentang fobia Via ?? Kenapa kalian tidak terus terang jika kaulah gadis yang menjadi kencan pertamaku ... bukan Via !!? "
Terselip kekecewaan yang besar di setiap kata yang diucapkan pria tampan di sampingnya . Tapi waktu itu semua terjadi begitu saja .
" Maaf .... jika waktu bisa diputar , aku tidak akan melakukan itu . Waktu itu aku tidak bisa menolak permintaannya , tapi aku mohon jangan pernah salahkan Kak Via . Dia hanya ingin sempurna di matamu , dia sangat mencintaimu !! "
__ADS_1
" Tidak ... dia tidak pernah mencintaiku , begitupun aku . Kami hanya sebatas saling mengagumi . Apa kau tahu ?? Aku selalu membaca berulang ulang pesan darimu jika moodku tidak baik , pesan yang aku anggap ditulis oleh Via . Aku selalu antusias jika jika kau mau membalas setiap pesan yang aku kirim . Tanpa aku sadari aku menyukaimu walau waktu itu aku masih mengira Via yang berinteraksi denganku "
" Aku bisa mengenalmu walau aku menutup mataku ... itu yang kau katakan waktu itu . Kau tahu Kak ??! Saat kau datang aku berharap sebuah keajaiban terjadi . Kau akan langsung tahu bahwa gadis itu aku ... bukan Kak Via . Tapi nyatanya kau sama sekali tidak mengenalku "
" Waktu itu aku .... "
" Mata bisa tertipu tapi tidak dengan hati . Aku masih bukan siapa siapa untukmu , mungkin akan terus seperti itu . Tadi di kafe aku sempat berpikir untuk tidak ingin menemuimu . Tapi aku tidak mau masalah semalam malah akan membuat kita canggung nantinya "
" Stop it !! Lia aku .... "
Belum sempat Jero meneruskan kata katanya Lia sudah lebih dulu memotongnya .
" Jangan meminta maaf lagi , cukup !! Kita masih sangat muda , masih banyak hal yang bisa kita raih ke depannya . Salah satunya mungkin cinta ... Dua tahun lagi , waktu itu kau memintaku untuk menunggu dua tahun lagi agar kau bisa menyelesaikan semua mimpimu . Jika waktu itu sudah selesai kau bisa menemuiku lagi ! Jika kau digariskan untukku maka aku akan menjadi milikmu , tapi jika aku bukan .... "
" Kau akan menjadi milikku !!!! Akan aku pastikan itu !!! Aku tahu aku sudah berbuat kesalahan besar .... tapi apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi milikku !! " tegas Jero yang tidak ingin mendengar hal yang tidak ingin ia dengar dari mulut gadis itu .
Odelia tertawa mendengarnya , kali ini dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri rumor dari para pria Adipraja yang selalu memaksa pada wanita yang diincarnya . para pria itu tidak akan pernah melepaskan seorang wanita jika mereka benar benar sudah jatuh cinta padanya .
" Kalau begitu sampai jumpa dua tahun lagi .... "
***T A M A T***
__ADS_1
Untuk kisah para pewaris Adipraja Emak cukupkan sampai disini . Terimakasih untuk para reader setia yang selalu mengawal novel novel Emak . Kalian yang membuat proses belajar ini menjadi sangat menyenangkan . Kritikan dan saran dari kalian adalah cambuk agar Emak bisa lebih baik lagi . Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💝💝💝💝...