Water N Fire

Water N Fire
177


__ADS_3

Odelia sedang ada di sebuah sanggar cukup besar yang ada di pinggiran kota bersama teman teman senimannya . Sebagian besar dari mereka adalah seniman jalanan , mereka hidup dari menjual hasil karya mereka .


Walau begitu Odelia bangga menjadi salah satu anggota dari komunitas yang menurut sebagian orang adalah kaum minoritas . Lia bangga karena dari mereka dia belajar hidup mandiri , berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup walau dengan semua keterbatasan .


" Modelnya pasti dapat tampan , dia kekasihmu !? " tanya seorang bernama Elda , salah satu teman di komunitas yang cukup akrab dengan Lia .


Sama sepertinya Elda adalah seorang putri dari seorang pengusaha kaya .


" Bukan , hanya seorang teman yang kemarin sempat singgah ke rumah . Dia pacar Via ... " jawab Lia yang menyerahkan lukisannya untuk di gantung di dinding untuk seleksi pameran lukisan di Paris bulan depan .


" Sepertinya akan ada cinta segitiga ... " kata Elda yang juga membawa lukisannya untuk di seleksi .


" Aku bukan pelakor , masih banyak pria di dunia ini ... salah satunya pasti di takdirkan untukku . Kau melukis rumah pohon ?? " tanya Lia yang melihat lukisan Elda .


" Tempat itu satu satunya tempat ternyaman untukku ... " jawab Elda sambil menarik nafasnya dalam dalam .


Walau di beri materi yang berlimpah tapi Elda selalu merasa hidupnya kosong . Dia tak merasakan hidup di keluarga yang baik . Ayah dan ibunya hidup di satu atap hanya untuk menjaga nama baik keluarga .

__ADS_1


Masing masing dari mereka mempunyai pria ataupun wanita simpanan , dan anehnya mereka bisa berpura pura menunjukkan pada khalayak bahwa keluarga mereka sangat baik baik saja .


" Semua pasti akan baik baik saja , kau bisa mengandalkan aku ... " ujar Lia menepuk bahu sahabatnya .


" Ya aku tahu .. kau beruntung lahir di keluarga yang saling mencintai !! Dari lukisanmu aku bisa melihat cintamu yang berapi api padanya , kau memakai warna warna terang untuk penggambaran wajahnya !! Tapi ada sedikit semburat warna gelap yang juga kau tampilkan , kau sembunyikan rasa yang kau punya ... "


" Asal tebak !!! Mendengarmu aku menjadi lapar , bagaimana jika kita makan di kafe depan !? "


" Traktir ?? "


" Ok ... tapi nanti nebeng pulangnya "


Elda adalah salah satu seniman yang pandai menilai lukisan karya orang lain , walau menyangkalnya tapi hati keci Lia tidak menyalahkan penilaian sahabatnya itu . Sekeras apapun ia sembunyikan tapi nyatanya tetap menyala di hatinya .


*


Di kamar yang di tempatinya Jero sedang mengetik pesan untuk gadis pemilik hatinya . Walau tidak bisa rutin mengirim pesan tapi Jero selalu berusaha menyempatkan diri mengirim pesan untuk sekedar menanyakan kabar .

__ADS_1


Me : Hai , kau sedang apa ?


Love. : Membaca buku


Me : Aku sudah menduganya


Love : Hanya itu yang aku bisa


Me : Kemarin kau bilang sedang melukis diriku , boleh aku melihatnya ?! Aku penasaran !!


Love : Tapi aku tidak bisa melukis


Me : ???? Ya sudah jika masih malu , tapi suatu saat berjanjilah akan memperlihatkannya satu karyamu padaku


Jero menutup ponselnya , sesi berkirim pesan yang sangat berbeda dari yang biasanya . Kali ini Via rasanya terlalu singkat membalas pertanyaan pertanyaannya .


Biasanya Via selalu bercerita panjang lebar tentang semua kegiatannya . Dari pagi yang di penuhi omelan dari Mommynya , kegiatan yang out bersama teman teman hingga malam menjelang tidurnya .

__ADS_1


Jero selalu suka membaca pesan yang di kirim gadis itu , kadang jika lelah dengan rutinitasnya ia akan membaca ulang semua pesan pesan gadis itu padanya . Kata kata gadis itu membuatnya semangatnya cepat kembali .


" Olivia ... kenapa kadang aku merasa tidak mengenalmu !? "


__ADS_2