
" Apa yang kalian berdua lakukan pagi pagi buta begini .... "
" Uncle Hiro !! "
" Ayah !!! "
Bersamaan mereka melihat tepat di bawah tangga dua orang pria gagah sedang berdiri dengan dua tangan ada di pinggangnya . Dan Vania kesal karena bukannya melepas rengkuhan Gema malah semakin erat padanya .
" Ckk ... lepassss !! " bisik Vania lirih .
" Sudah aku bilang aku tidak akan melepasmu lagi ... " ujar Gema bersikukuh dan itu membuat Vania kesal dan sekaligus ingin menghilang dari tempat itu saat itu juga .
Hiro terkekeh ketika melihat Gema menuntun gadisnya menuruni tangga dengan satu tangannya menggenggam erat tangan Vania .
" Benar benar pria Adipraja ... " kata Hiro dengan menepuk bahu sahabatnya .
Mereka berempat akhirnya duduk di sofa ruang tamu . Seperti seorang pesakitan yang akan diadili , Gema dan Vania duduk di tengah tengah dua parubaya yang sedang menatap mereka tajam .
" Kenapa datang pagi pagi buta begini , ayah sedang tidak memintamu untuk datang ketempat ini ... "
" Ehmmm ... maaf jika Gema sudah mengganggu istirahat kalian . Semalam Gema mendengar kedatangan Uncle Hiro ... sudah lama Uncle tidak berkunjung , jadi Gema langsung kesini untuk bertemu dengannya " jawab Gema terbata .
" Dua puluh tahun aku menjadi ayahmu , berbohong bukanlah keahlianmu ! "
" Sudahlah ... itu urusan anak muda !! Kita orang tua hanya bertugas melihat dan mengawasi . Kau lihat mereka sekarang ?? Seperti tumbuhan ... mereka gagal berkembang karena interogasimu " kata Hiro yang tak habis pikir walau sedang di interogasi Gema masih tak mau melepaskan tangan gadis di sampingnya .
__ADS_1
" Memang apa hubungannya tumbuhan dengan pertanyaan pertanyaanku ?? Aku sedang bertanya pada putraku ... bukan pada tumbuhan " sungut Adam pada sahabatnya .
" Ya Tuhan .... aku tidak berbicara tentang tumbuhan . Sebaiknya kita semua tidur lagi dan nanti ketika sudah bangun dengan badan dan kepala yang segar kita akan kembali menginterogasi mereka "
" Aku ingin menikahi Revania Alvaro secepatnya .... "
" Apa ???!!! " sahut dua parubaya itu bersamaan ketika pria muda yang terlihat sangat posesif pada gadisnya itu mengeluarkan suaranya .
" Kau bicara apa tadi ?? Ayah tidak dengar ... "
" Aku akan menikahi Vania secepatnya Ayah ... Gema akan ke Rusia untuk meminta secara langsung pada Uncle Varo . Mungkin setelah masa liburannya habis , kami akan menikah sebelum dia masuk ke universitas "
Adam memijit keningnya , bukan Varo yang menjadi masalah untuknya tapi kakek dari gadis itu . Georgeus Alvaro tidak akan pernah melepas dengan mudah cucu kesayangannya untuk pria sembarangan . Kakek gadis itu pasti mencari seseorang yang benar benar sempurna untuk mendampingi Vania . Lagipula umur gadis itu masih terlalu muda untuk menikah .
" Ayah tidak yakin padaku ??? Aku tahu benar apa yang akan kuhadapi ke depannya . Dan aku sudah siap untuk itu .... "
" Tidak usah khawatir pada kami ... kami pasti bisa melaluinya " sambung Vania yang masih melihat sorot gundah pada mata pilar kedua itu .
" Hey .... tenang saja , dia adalah putramu !! Dia pasti bisa mengatasinya " ujar Hiro sambil terkekeh melihat pasangan unik di depannya . Pria dingin yang bahkan tak pernah terlihat senyum darinya dipasangkan dengan gadis belia superaktif yang jahil dan tak bisa diam .
" Aku tahu " sahut Adam dengan menghembuskan nafasnya dalam dalam .
*
Pagi itu Steve sengaja berangkat pagi pagi sekali agar bisa sarapan di kantin rumah sakit karena sangat rindu dengan wajah dokter cantik pencuri hatinya .
__ADS_1
Tapi tangannya terkepal ketika melihat wanitanya sedang duduk sarapan berdua dengan pria berjas putih di kanton itu . Dengan tergesa ia melangkah ke arah mereka , tak akan dia biarkan pria manapun mencari perhatian pada dokter cantiknya .
" Selamat pagi .... "
Ravenna dan dokter pria itu menoleh bersamaan .
" Ckk kenapa pagi pagi begini kau datang kesini ?? lni rumah sakit , bukan rumah makan ! Kau tidak bisa semaunya datang kesini untuk keperluan yang tidak berhubungan dengan fungsi tempat ini !! " sinis Venna yang merasa tidak enak karena pria menyebalkan yang berdiri di depannya menatap tajam pada salah satu rekan kerjanya .
" Aku tidak suka jika kau duduk berdua dengannya .... " geram Steve karena melihat senyum meremehkan dari dokter pria yang duduk di depan wanitanya .
" Kau pikir siapa dirimu melarang kami !? " dokter pria itu tampak berdiri dan angkat bicara .
" Kau bertanya siapa diriku hahh !! "
Venna tampak ikut berdiri dengan satu tangan menghadang tubuh Steve yang akan merangsek maju dengan tangan terkepal . Wanita itu tahu Steve tidak suka dengan sikap rekannya yang terlihat memandang remeh padanya .
" Kami rekan kerja , bukankah kemarin sudah aku katakan jika hari ini aku akan sangat sibuk ?? Kenapa masih datang juga ?? "
" Sengaja pagi pagi aku kesini karena ingin bertemu denganmu . Satu jam kedepan kau akan brieving sebelum operasi pasien kanker darah yang akan berlangsung siang nanti ... "
Venna mengerutkan dahinya , dia sedikit terkejut karena Steve tahu benar jadwalnya hari ini .
" Darimana kau tahu semuanya ?? Jangan pernah mengusik apapun tentang diriku ... aku tidak suka itu "
" Kau yang sudah mengusik hidupku !! Aku berhak tahu apapun yang terjadi di sini karena sejak semalam rumah sakit ini sudah menjadi milikku !!! "
__ADS_1
" Kau !!! "