
" MAMAAAHHH .... !!!! "
Aira dan Lulu.terkejut ketika Janu memekik dari ujung tangga atas memanggil dirinya yang sedang berada di dapur . Dua wanita cantik itu segera menghampiri putra sulung pilar pertama itu karena ingin tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi .
" Ada apa sayang !?? Kok teriak teriak sih !!! " ujar Aira melihat wajah panik putra sulungnya .
" Ava Mahhhh !! Istri Janu lagi ada di kamar mandi !! Dia .... "
" Ya Tuhan ... kita kesana !!! "
" Iya Mah ! " ujar Lulu
Aira dan Lulu pun menjadi ikut panik karena mengira sesuatu yang buruk terjadi pada Ava . Mereka berlari mengikuti Janu ke arah kamar , dan benar saja disana mereka menemukan wanita cantik itu sedang terkulai di bawah wastafel kamar mandi . Kondisinya terlihat sangat lemas .
" Ava !!! Bawa dia ke ranjang ... Ya Tuhan kenapa bisa jadi begini , dia terpeleset atau bagaimana ??? Kenapa kamu tidak jaga dia !?? Panggil dokter sekarang juga !! "
Aira panik karena wajah Ava begitu pucat , tidak biasanya gadis itu terlihat seperti ini . Lulu membantu Janu mengangkat Ava yang duduk bersandar di dinding kamar mandi . Setelah itu Janu mencoba menelpon dokter keluarga .
" Dokter akan datang sebentar lagi " kata Janu pada Aira yang sedang memijit tengkuk dan pundak istrinya .
" Bagaimana ini bisa terjadi ?? Kenapa Ava bisa ada di bawah wastafel seperti tadi !? Sudah Mamah bilang kan untuk menjaga istrimu dengan baik !! " kata Aira yang hafal dengan perangai menantunya yang sradak sruduk alias petakilan .
" Tidak tahu Mah ... tadi tiba tiba ia muntah muntah hebat di kamar mandi " ujar Janu mencoba menjelaskan .
__ADS_1
" Pagi tadi kamu kasih makan apa istrimu ?? Kamu kasih roti bakar bikinan Mamah tadi kan !? " tanya Aira karena beberapa hari ini Ava sarapan di kamarnya .
" Ya iyalah ... Janu nggak berani kasih yang lain "
" Coba inget inget lagi , Ava makan apa tadi pagi ?? Mungkin ada makanan yang di perutnya enggak cocok "
" Ava nyicipin pisang tadi ... " celetuk Ava yang langsung membuat dahi Aira berkerut .
" Pisang ?? "
Aira bahkan tidak melihat satu kulit pisang pun di mangkuk buah yang ada di atas nakas . Hanya ada anggur , apel dan kelengkeng disana .
" Pisang yang ada di meja sofa Mah , tadi Abang kasih itu "
Janu masih mengenakan setelah kemeja jas dengan dasi yang sudah terlepas yang hanya dipadukan dengan celana pendek bergambar animasi . Sekarang ia baru menyadari apa yang baru terjadi pada menantu dan putranya itu .
" Ya Tuhan ... kau apakan istrimu anak nakal !!! Pantas saja dia mual mual !! "
Aira mencubit keras lengan putra sulungnya saking gemasnya . Ava dan Lulu tertawa mendengar Janu yang meringis kesakitan . Baru kali ini Lulu melihat seorang Janu tampak lebih manusiawi karena selama ini pria itu sangat pendiam dan cuek .
Tak lama setelah itu seorang dokter datang memeriksa keadaan Ava .
" Bagaimana Dokter ?? lstri saya baik baik saja kan !? " tanya Janu ketika seorang dokter keluarga sudah tampak selesai memeriksa istrinya .
__ADS_1
" Baik , semua sangat baik ... saya beri vitamin untuk Nyonya Muda agar kondisinya cepat fit lagi . Apa Nyonya sudah mendapat period bulan ini ? "
" Bulan kemarin sudah ... tapi bulan ini belum , masa period Ava memang tidak begitu teratur Dokter " jawab Ava yang sepertinya mengerti dengan arah pembicaraan dokter di depannya .
" Saya punya dugaan tapi sebaiknya dipastikan dulu , kebetulan saya tidak membawa alat untuk mengetes . Jika tidak keberatan secepatnya di tes mandiri dulu , setelah hasilnya positif baru saya rekomendasikan dokter terbaik untuk Nyonya Muda "
Aira pun tersenyum dengan mengelus lembut punggung menantunya , begitupun Lulu yang ikut tersenyum bahagia .
" Bagaimana kalian bisa tersenyum saat istri Janu sakit begini , ini serius Mah !! Kau tidak apa apa sayang ?? "
" Besok pagi kita tes sesuai permintaan dokter jika hasilnya positif maka bersiap siaplah menghadapi ayah mertuamu !! Bersiaplah mendapat murkanya , kau tidak bisa menjaga Ava dengan baik " ucap Aira dengan wajah di buat serius, padahal ia sedang merasa geli .
Lulu pun memeluk ' kakak ipar ' yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu . Pribadi Ava yang ceria membuat mereka lebih mudah menjadi dekat .
" Biar Mamah dan Lulu yang jaga Ava , sekarang pakai dengan benar celanamu dan segera berangkat kerja sebelum Uncle Dewa menelpon Mamah untuk menanyakanmu lagi !! "
Janu terhenyak ketika melihat dirinya sendiri , saking paniknya ia hanya mengenakan celana pendeknya saat ini .
" lni tidak yang seperti Mamah pikirkan .... " ujar Janu dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Pantas saja sampai muntah begitu ... kamu yang kurang kerjaan !! Besok lagi jangan mau lagi disuruh yang aneh aneh sama anak Mamah .... "
" lya Mahh ... " sahut Ava dengan mengedipkan satu mata pada suaminya yang wajahnya sudah memerah sepenuhnya .
__ADS_1
" Ckk awas nanti ... "