Water N Fire

Water N Fire
31


__ADS_3

" Maaf jika kami harus memberikan sedikit penenang pada Tuan Gema karena tadi dia terlihat berkeras tak mau mengeluarkan peluru di lengannya "


Seorang dokter sedang berbicara dengan Bumi dan Aira yang saat ini berada di dalam kamar rawat Gema yang terlihat terbaring di ranjang pasien dengan masih menutup matanya .


Tadi pun Gema tak mau di bius saat pengambilan peluru karena setelah itu selesai ia ingin ikut melihat secara langsung proses pembersihan jesanah sahabatnya . Gema hanya ingin mendampingi sahabatnya hingga akhir .


Dika menembak kepalanya sendiri di depan kedua sahabatnya karena rasa malu dan rasa bersalahnya .


" Tidak apa apa , lakukan yang terbaik untuk putra kami . Sepertinya lukanya terlalu banyak mengeluarkan darah ... " ujar Bumi yang sudah melihat wajah pucat Gema saat akan di bawa ke rumah sakit tadi .


Hanya karena permintaannya putra pertama pilar kedua itu akhirnya menurut untuk di bawa ke rumah sakit untuk diambil peluru yang bersarang di lengannya .


" Tidak perlu seperti itu ... aku memaafkanmu , bangun bodoh ..... "


Bumi dan Aira saling memandang ketika mendengar racauan Gema yang masih dalam pengaruh obat biusnya . Sangat terlihat jika pria muda itu masih sangat tertekan melihat sahabatnya sendiri mengakhiri hidupnya di depan kedua matanya .


" Mas Adam dan Diva belum kau beri tahu Mas ?? "


" Mereka sedang dalam perjalanan "

__ADS_1


" Ava ??! "


" Sengaja belum di beri tahu , kau tau sendiri anak nakal itu sangat menyayangi kakaknya . Dia tak bisa melihat Gema dalam keadaan seperti ini . Janu ada bersamanya .... Adam sendiri yang akan memberi tahu setelah Gema sudah membaik "


Aira menganggukkan kepalanya membenarkan hal itu , Ava memang terlalu menyayangi kakaknya . Ikatan batin antara kakak beradik itu sangat kuat .


" Acara kita bagaimana Mas ?? Harus di undur ?! Sepertinya Langit sudah sangat antusias ... kasihan kalau tertunda "


" Ada Kyai dan istrinya yang mendampingi Langit datang ke rumah gadis itu . Aku dengar gadis itu juga belum pulang "


" Kalau lamaran Langit ditolak bagaimana Mas ?!! "


" Ya berarti memang harus kakaknya dulu yang menikah .... " jawab Bumi enteng .


Kabar itu awalnya membuat dia dan suaminya terkejut karena setahu mereka Langit sangat tertutup jika itu menyangkut dengan seorang wanita .


Tapi sang Kyai mengatakan mungkin dengan adanya pendamping di sisi putra kedua mereka mungkin akan membuat hidup Langit lebih tertata dan nyaman . Traumanya juga mungkin akan hilang seiring rasa bahagianya menjalani kehidupan baru dengan pendampingnya kelak .


TOKK .. TOKKK

__ADS_1


Seorang pria muda sepertinya datang untuk melihat keadaan Gema .


" Raditya ... masuklah ! " kata Bumi yang melihat salah satu sahabat Gema ada di depan pintu kamar rawat .


Bumi menepuk pelan bahu pemuda yang sudah menjadi salah satu tangan kanan Adipraja itu , dia tahu pria muda itupun masih shock dengan kejadian tadi .


" Dia baik baik saja , terimakasih sudah mengurus semuanya untuk kami "


" Itu sudah tugas saya Tuan Bumi , jenasah sudah saya kirim ke Medan sesuai permintaan keluarga . Dan sebentar lagi saya menyusul untuk mengklarifikasi hal ini dengan pihak keluarga " kata Radit .


" Adam sudah menelpon papanya Dika untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung . Dan mereka pun juga meminta maaf untuk kesalahan anak mereka yang sudah berniat menjatuhkan Perkasa Corp . Aku kira semua akan baik baik saja , setelah urusan di Medan selessi ambillah beberapa hari cuti ! Aku dan Dewa akan menghandle semua "


" Baik , terimakasih jika begitu saya pamit ! Satu lagi , sebelumnya Tuan Gema ingin pergi ke suatu tempat . Yang saya tahu ia ingin pergi bersama seorang gadis untuk menemui kedua orang tuanya "


Bumi dan Aira salng melempar senyum , mereka tak menyangka jika dua putra mereka ternyata mempunyai rencana yang sama .


" Aku tahu yang harus aku lakukan , taruh saja ponselnya di atas nakas . Jika dia bangun aku akan mengingatkannya " ujar Bumi yang melihat Radit membawa ponsel milik Gema , mungkin ponsel itu tertinggal di mobil saat peristiwa naas itu terjadi .


Bumi memeluk sang istri ketika Radit sudah keluar dari kamar rawat Gema .

__ADS_1


" Sayang sepertinya kita akan mendapat dua cucu sekaligus bersamaan .... Dua putra kita akan segera menikah !! Mungkin akan menyenangkan jika pernikahan mereka kita adakan bersama sama "


" Bukan dua pernikahan ... putra sulung kita juga sudah melamar langsung Ava pada ayahnya . Mungkin akan ada tiga pernikahan di keluarga kita "


__ADS_2