Water N Fire

Water N Fire
52


__ADS_3

Suasana mansion utama terlihat sangat sibuk , akad dua pewaris Adipraja di lakukan di halaman samping dengan tema garden party yang elegan dan santai . Tidak terlalu ramai karena hanya mengundang keluarga , beberapa perwakilan pesantren dan para pejabat penting perusahaan .


Terlihat Adam sudah bersiap duduk di depan penghulu karena akad pertama adalah akad putrinya . Janu juga sudah terlihat duduk di depannya dengan wajah yang sangat tegang .


" Abang jelek banget sih mukanya .. senyum Bang !! Senyuummm .. " goda Steve yang duduk tepat di belakang Janu bersama Langit , Jero dan Gema .


" Steve ... " Gema memperingatkan adiknya yang malah membuat Janu semakin tampak gugup .


" Aku bermaksud baik Kak , mana ada pengantin mau akad mukanya seperti mau maju perang !! " sahut Steve yang baru saja mendapat peringatan dari Gema .


" Langit , kau baik baik saja !? "


Bukan tanpa sebab jika Gema menanyakan hal itu , seperti juga Janu wajah Langit juga terlihat sangat tegang .


" Kalian aneh .. bayangkan saja setelah ini kalian bisa unboxing !! Pasti itu membuat hati kalian berbunga bunga ... "


" Steve ... "


" Aku tidak apa apa Kak " jawab Langit sambil meraup wajahnya kasar .


" Kalian hanya perlu mengucapkan kalimat yang semalaman kalian hafalkan ... setelah itu semuanya selesai . Jadi tidak usah memasang wajah menakutkan seperti itu jika tidak ingin calon istri kalian nanti kabur . Calm down ok ?!! "


Janu dan Langit hanya mendengus bersamaan mendengar kata kata dari putra sulung Adipraja itu . Merekapun sebenarnya tak habis pikir pada diri mereka sendiri yang merasa sangat gugup seperti ini .

__ADS_1


Bagi mereka meeting dengan klien besar ataupun balapan liar ekstrim sekalipun tidak akan membuat hati mereka gugup seperti ini .


Akhirnya rangkaian demi rangkaian acara segera di mulai , dan semua mengucapkan rasa syukur ketika Janu telah selesai mengucapkan kalimat ijab kabulnya .


" SAHHHHH ???!! "


" SAAAAAAHHHHH .... " sahut para tamu bersama sama untuk menjawab penghulu .


Dan wajah tegang itu menjadi berbinar ketika pengantin wanitanya terlihat keluar di dampingi empat ibunya sekaligus . Ava terlihat begitu cantik dengan balutan kebaya putih buatan Diva dan Jasmine .


Hatinya sungguh bergetar ketika menyadari sang istri sudah berdiri di depannya dengan senyumnya yang membuat Ava menjadi seperti seorang bidadari saat ini .


" Kau cantik sayang ... " lirik Janu setelah sang istri meraih tangan kanannya untuk salam takzim .


Semua tamu tersenyum lebar ketika mendengar celotehan pengantin wanita yang terlihat tersenyum centil itu .


" Walaikumsalam istri ... " jawab Janu sambil mengecup kening istrinya .


Tak sampai cukup disitu dengan gemas ia mencium dua pipi , hidung , dan kedua mata istrinya dengan sangat mesra . Hingga ketika ia akan meraih bibir kemerahan itu Steve dan Jero terdengar berteriak bersamaan .


" Woooiiii ... ngelunjak pada yaaa !! Mentang mentang udah halal !! "


Sepertinya sang pengantin pria lupa jika mereka masih berada di tengah tengah acara mereka sendiri . Janu hanya tersenyum kikuk dan memeluk sang istri yang saat ini menyembunyikan wajah malunya di dalam dekapannya .

__ADS_1


" Abaaanngg bikin malu iihhh ... "


" Habis gemes sama kamu . Terima kasih sudah hadir dalam hidup Abang , aku mencintaimu Queen Ava .. sangat mencintaimu "


" Aku juga mencintaimu Janu Kamma ... l love you Abang " lirih Aba dalam dekapan suaminya .


Setelah akad Janu dan Ava selesai Adam mundur dari duduknya di gantikan oleh Pak Dedy yang tadi duduk di sampingnya . Langit pun sudah duduk diposisi kakaknya tadi .


Janu dan Ava pun duduk bersama saudara lainnya untuk menyaksikan dengan khidmat acara pernikahan Langit .


" Mas ... " lirih Aira yang melihat putra kedua mereka sudah bersiap untuk melaksanakan ijab kabulnya .


" Mereka sudah besar sayang , biarkan anak anak yang memutuskan hidupnya ! Tugas kita mengawasi dan mendukung " ujar Bumi yang tahu jika istrinya sedang gundah karena melihat ketegaran Gema yang masih setia mendukung Langit walau bisa melihat masih ada luka di mata putra sulung Adipraja itu .


Gema menepuk pelan bahu Langit yang terlihat beberapa kali menarik nafas dalam dalam .


" Calm down dude , jangan gugup "


Langit menjawabnya dengan anggukan yang di iringi senyuman kecil .


Dan tibalah saat itu , saat Pak Dedy meraih tangan kanannya dan semua tamu menjadi sangat hening . Jero dan Steve pun sudah tak terdengar meledeknya lagi .


" Saudara Langit anda sudah siap ?? " tanya penghulu yang melihat raut Langit yang masih saja sangat gugup .

__ADS_1


" Iya ... insyaallah "


__ADS_2