
Suasana mansion utama terlihat sangat sibuk , akad dua pewaris Adipraja di lakukan di halaman samping dengan tema garden party yang elegan dan santai . Tidak terlalu ramai karena hanya mengundang keluarga , beberapa perwakilan pesantren dan para pejabat penting perusahaan .
Terlihat Adam sudah bersiap duduk di depan penghulu karena akad pertama adalah akad putrinya . Janu juga sudah terlihat duduk di depannya dengan wajah yang sangat tegang .
" Abang jelek banget sih mukanya .. senyum Bang !! Senyuummm .. " goda Steve yang duduk tepat di belakang Janu bersama Langit , Jero dan Gema .
" Steve ... " Gema memperingatkan adiknya yang malah membuat Janu semakin tampak gugup .
" Aku bermaksud baik Kak , mana ada pengantin mau akad mukanya seperti mau maju perang !! " sahut Steve yang baru saja mendapat peringatan dari Gema .
" Langit , kau baik baik saja !? "
Bukan tanpa sebab jika Gema menanyakan hal itu , seperti juga Janu wajah Langit juga terlihat sangat tegang .
" Kalian aneh .. bayangkan saja setelah ini kalian bisa unboxing !! Pasti itu membuat hati kalian berbunga bunga ... "
" Steve ... "
" Aku tidak apa apa Kak " jawab Langit sambil meraup wajahnya kasar .
" Kalian hanya perlu mengucapkan kalimat yang semalaman kalian hafalkan ... setelah itu semuanya selesai . Jadi tidak usah memasang wajah menakutkan seperti itu jika tidak ingin calon istri kalian nanti kabur . Calm down ok ?!! "
Janu dan Langit hanya mendengus bersamaan mendengar kata kata dari putra sulung Adipraja itu . Merekapun sebenarnya tak habis pikir pada diri mereka sendiri yang merasa sangat gugup seperti ini .
__ADS_1
Bagi mereka meeting dengan klien besar ataupun balapan liar ekstrim sekalipun tidak akan membuat hati mereka gugup seperti ini .
Akhirnya rangkaian demi rangkaian acara segera di mulai , dan semua mengucapkan rasa syukur ketika Janu telah selesai mengucapkan kalimat ijab kabulnya .
" SAHHHHH ???!! "
" SAAAAAAHHHHH .... " sahut para tamu bersama sama untuk menjawab penghulu .
Dan wajah tegang itu menjadi berbinar ketika pengantin wanitanya terlihat keluar di dampingi empat ibunya sekaligus . Ava terlihat begitu cantik dengan balutan kebaya putih buatan Diva dan Jasmine .
Hatinya sungguh bergetar ketika menyadari sang istri sudah berdiri di depannya dengan senyumnya yang membuat Ava menjadi seperti seorang bidadari saat ini .
" Kau cantik sayang ... " lirik Janu setelah sang istri meraih tangan kanannya untuk salam takzim .
Semua tamu tersenyum lebar ketika mendengar celotehan pengantin wanita yang terlihat tersenyum centil itu .
" Walaikumsalam istri ... " jawab Janu sambil mengecup kening istrinya .
Tak sampai cukup disitu dengan gemas ia mencium dua pipi , hidung , dan kedua mata istrinya dengan sangat mesra . Hingga ketika ia akan meraih bibir kemerahan itu Steve dan Jero terdengar berteriak bersamaan .
" Woooiiii ... ngelunjak pada yaaa !! Mentang mentang udah halal !! "
Sepertinya sang pengantin pria lupa jika mereka masih berada di tengah tengah acara mereka sendiri . Janu hanya tersenyum kikuk dan memeluk sang istri yang saat ini menyembunyikan wajah malunya di dalam dekapannya .
__ADS_1
" Abaaanngg bikin malu iihhh ... "
" Habis gemes sama kamu . Terima kasih sudah hadir dalam hidup Abang , aku mencintaimu Queen Ava .. sangat mencintaimu "
" Aku juga mencintaimu Janu Kamma ... l love you Abang " lirih Aba dalam dekapan suaminya .
Setelah akad Janu dan Ava selesai Adam mundur dari duduknya di gantikan oleh Pak Dedy yang tadi duduk di sampingnya . Langit pun sudah duduk diposisi kakaknya tadi .
Janu dan Ava pun duduk bersama saudara lainnya untuk menyaksikan dengan khidmat acara pernikahan Langit .
" Mas ... " lirih Aira yang melihat putra kedua mereka sudah bersiap untuk melaksanakan ijab kabulnya .
" Mereka sudah besar sayang , biarkan anak anak yang memutuskan hidupnya ! Tugas kita mengawasi dan mendukung " ujar Bumi yang tahu jika istrinya sedang gundah karena melihat ketegaran Gema yang masih setia mendukung Langit walau bisa melihat masih ada luka di mata putra sulung Adipraja itu .
Gema menepuk pelan bahu Langit yang terlihat beberapa kali menarik nafas dalam dalam .
" Calm down dude , jangan gugup "
Langit menjawabnya dengan anggukan yang di iringi senyuman kecil .
Dan tibalah saat itu , saat Pak Dedy meraih tangan kanannya dan semua tamu menjadi sangat hening . Jero dan Steve pun sudah tak terdengar meledeknya lagi .
" Saudara Langit anda sudah siap ?? " tanya penghulu yang melihat raut Langit yang masih saja sangat gugup .
__ADS_1
" Iya ... insyaallah "