Water N Fire

Water N Fire
40


__ADS_3

" Terimakasih sebelumnya karena sudah memilih gadis sederhana seperti saya untuk menjadi teman hidup . Saya adalah sulung dari saudara saudara saya , itu berarti saya tidak punya kakak yang hebat seperti anda Tuan Langit .... "


Semua orang di ruangan itu tertawa kecil kecuali Gema dan ayahnya . Sepertinya dua pria itu tahu akan kemana arah pembicaraan gadis itu .


" Jika pria disamping anda adalah kakak terhebat maka saya akan mengajukan pertanyaan padanya .Jika dia kakak terhebat maka dia akan bisa memutuskan apa yang terbaik untuk anda Tuan Langit . Dan jawaban dari kakak anda yang akan menentukan diterima atau tidak lamaran yang sudah Tuan Langit ajukan ... "


Hening ..... suara tawa di ruangan itu seketika menghilang ketika mendengar kata kata Lulu barusan .


" Mas ... " lirih Aira melirik suaminya , dan Bumi hanya memejamkan matanya sekilas sambil menganggukkan kepalanya seakan ingin berkata pada sang istri agar tetap tenang .


" Boleh saya bertanya sekarang Tuan Gema !!!?? "


Mata elang itu akhirnya menatap gadis yang beberapa waktu lalu membuatnya kalang kabut karena tak bisa menghubunginya .


" Bertanyalah Nona Hulwa Tsabilla .... aku akan menjawabnya . Dan aku harap jawaban yang aku berikan akan sesuai dengan keinginan hatimu "


" Apa menurutmu aku pantas untuk adikmu ? Kalian sama sekali tidak mengenalku , bagaimana bisa kalian bisa berpikir jika aku akan mampu menjadi pendampingnya . Tuan Langit terlalu sempurna untukku "


" Tidak ada yang sempurna di dunia ini , kalian akan saling melengkapi satu sama lain ! Langit akan terus memantaskan diri agar bisa menjadi imammu , dan aku harap kau pun belajar agar bisa tetap ada di sisinya !! Kami yakin kau bisa melakukan itu karena seorang gadis yang mencintai keluarga di atas segala galanya akan bisa menjadi istri dan makmum yang baik untuk suaminya " jawab Gema dengan pandangan melembut pada gadis yang sudah menjadi calon istri adiknya .


" Apa arti cinta untukmu ??! "


" Jika aku tanyakan hal yang sama maka apa jawabanmu ?? "

__ADS_1


" Pengorbanan ... aku akan melakukan apapun untuk orang orang yang aku cintai " jawab Lulu dengan pandangan tak lepas dari putra sulung Adipraja itu .


" Maka itulah jawabanku ... Masih ada yang ingin kau tanyakan Nona !? "


" Tidak , hanya itu yang ingin aku tanyakan . Terimakasih untuk jawaban atas pertanyaan pertanyaanku . Bismillahirrahmanhirrahim .... saya terima lamaran dari anda Tuan Langit . Semoga setelah ini kami bisa saling belajar menerima atau bahkan memberi . Terimakasih sudah percaya kepada saya , sebisa mungkin akan saya jaga kepercayaan dari kalian semua nantinya "


" Saya kira semua sudah jelas ... calon istrimu sudah menerima lamaran darimu Nak Langit ! Dan sekarang kita bahas kapan sebaiknya pernikahan ini di laksanakan "


" Lebih cepat lebih baik saya rasa , untuk menghindari fitnah ataupun hal hal yang tidak di inginkan . Maaf bukan kami mendesak , tapi wanita rentan dengan hal hal seperti itu walau kami yakin Lulu bisa menjaga dirinya sendiri " kata Pak Dedy menjawab pertanyaan dari Kyai Abdulloh .


" Tidak apa apa , kami sangat mengerti ! Minggu depan kita akan melaksanakan akad untuk anak anak kita . Dan untuk pesta syukuran akan kita adakan di pesantren sesuai permintaan Langit " Bumi akhirnya memutuskan hari pernikahan putranya .


" Kami setuju ... "


" Kau bahagia !? "


" Sangat .... terimakasih Kak "


Semua keluarga tampak menyalami dua calon pengantin yang masing masing menampakkan senyum mereka . Setelah sebentar saling mengobrol dan berbasa basi akhirnya rombongan keluarga Adipraja pamit .


Di halaman depan tempat mobil mereka diparkirkan tampak Bumi mendekat pada saudara keduanya yang tampak masih memapah putranya berjalan menuju mobil mereka .


" Nanti malam kita bertemu di tempat biasa , aku butuh bicara dengan kalian berdua !! "

__ADS_1


" Ok ... sampaikan maaf kami pada Kyai karena kami tidak bisa mampir ke pesantren .. Aku harus segera mengantar Gema kembali ke rumah sakit , jahitan lukanya sepertinya terbuka lagi "


Bumi tampak mengamati luka di lengan Gema , kemudian ia menepuk bahu putra sulung pilar ke dua itu .


" Terimakasih Nak .... kau menahan luka yang begitu dalam hanya untuk kebahagiaan putraku "


" Tidak begitu sakit , luka seperti ini tidak akan membuatku merasa sakit Uncle ! Jangan terlalu mengkhawatirkan aku " sahut Gema dengan senyumnya .


" Bukan disini .... " tunjuk Bumi pada lengan yang terlihat memerah kain pembebatnya .


" Tapi disini ... " tunjuknya lagi tepat di dada Gema .


" Uncle ... "


" Aku juga papamu Nak , terimakasih untuk semuanya ... "


" Ckk jangan berlebihan !! Kembalilah ke mobil sebelum semua curiga dengan kelakuanmu yang lebay itu .. " lirih Adam yang melihat Aira dan Diva masih mengobrol dengan Nyai Abdulloh di dalam mobil mereka , mobil yang di bawa sendiri oleh Bumi .


" Dari dulu kau selalu menyebalkan !! Tapi terimakasih sudah menghadirkan putra sulung Adipraja yang hebat seperti dia , terimakasih sudah mendidiknya menjadi pribadi yang sangat menyayangi semua keluarganya . Ya sudah aku pergi dulu ... ingat nanti malam !! "


Tanpa mereka tahu di balik jendela ada sepasang mata yang menatap Gema dengan penuh rasa khawatir . Ada air mata yang tertahan ketika melihat pria itu menahan rasa sakitnya .


" Pengorbanan ... akan aku lakukan jika kau memang memintanya " lirih gadis cantik itu .

__ADS_1


__ADS_2