
Siang itu Gema menjemput Lulu karena hati ini adalah jadwal untuk kontrol ke rumah sakit . Lulu tadinya menolak keras karena gadis itu sudah bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat lagi . Tapi apa daya , pria itu terlalu keras kepala hingga ia kemudian mengalah .
" Sudah sampai ... duduk dan tetap ditempatmu " ujar Gema yang melihat Lulu akan membuka pintu mobilnya .
Tapi gadis itu tetap saja keluar , ia tahu benar apa yang ada dipikiran pria pemaksa itu . Jika tidak di gendong maka pria itu pasti akan mencari kursi roda dan akan mendorongnya . Padahal sudah ia katakan berkali kali jika ia sudah baik baik saja .
" Ckk .. Bandel !! "
" Jangan mendekat , jangan coba coba menggendongku lagi !! Berlari pun aku sudah sanggup .... "
" Coba saja ... " desis Gema yang langsung meraih dan mengangkat tubuh itu karena ia masih melihat gadis itu berjalan dengan tertatih .
" Awwsshh ... turunin !! Malu !! "
" Malu pada siapa ? Kita tak kenal mereka , lagipula jika jalanmu begitu kita akan sampai ke ruang periksa sampai nanti malam "
" Nanti mereka mengira kita ada hubungan apa apa "
" Kenapa harus selalu memikirkan tentang pendapat orang lain !? Memang kenapa kalau kita ada hubungan ? Kita tidak merugikan mereka bukan ? " sahut Gema yang tak suka dengan kata kata gadis dalam rengkuhannya .
__ADS_1
Lulu seolah olah tidak mau jika orang orang melihat mereka sebagai pasangan .
" Kau laki laki ... dan aku perempuan , tak terlalu masalah jika orang melihatmu menggendong seorang perempuan . Tapi kaum kami berbeda , masyarakat akan menilai kami buruk jika kami melakukan hal yang tidak sesuai norma . Bisa saja mereka menganggap kami murahan jika kami terlalu dekat dengan seorang pria " jelas Lulu yang terkadang harus menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu karena mendapat tatapan aneh dari orang orang yang di lewatinya .
" Aku robek mulut mereka jika berani mengatakan hal itu ... "
Lulu seketika diam , percuma berdebat dengan pria keras kepala seperti mantan bosnya ini . Setelah sampai di ruang periksa seorang dokter wanita menghampirinya . Dia adalah dokter yang tempo hari menggantikan dokter pria yang nyaris terkena amukan beruang kutub menyebalkan itu .
" Mbak Lulu ya ... Bagaimana kakinya masih ngilu ?? "
" Cuma sedikit Dok , kemarin sudah nggak pakai tongkat lagi jalannya "
" Tapi dia bukan ... "
" Doakan saja kami bisa secepatnya menikah , anda akan kami undang jika tiba hari bahagia itu " sahut Gema dengan senyum penuh arti pada gadis disampingnya .
Dokter itu hanya mengangguk dan tersenyum , setelah selesai memeriksa dokter itu menulis resep .
" Tidak perlu obat peringan rasa sakit lagi . Yang saya resepkan hanya vitamin agar nona Lulu lebih cepat fit "
__ADS_1
" Terima kasih Dok " ucap Gema dan Lulu hampir bersamaan .
Gema mengalah ketika gadis melotot saat ia kembali ingin menggendongnya untuk keluar kamar .
" Aku jalan sendiri , kau ingat yang aku bilang tadi kan ?! "
" Ya .. ya ... terserah , kita tebus obat dulu sebelum pulang "
Dengan sabar Gema membimbing tangan Lulu yang masih sedikit kesulitan berjalan . Tanpa sadar dia tangan mereka bertaut dengan erat . Saat ada di depan apotik Gema kemudian membimbing tubuh Lulu untuk duduk di kursi tunggu .
" Apa kau mau menikah denganku ?! "
" Apa ?? Kau bilang apa barusan Tuan Gema Aksa !? " tanya Lulu yang merasa telinganya bermasalah karena tiba tiba mendengar sebuah lamaran dari pria di depannya .
" Nona Hulwa Tsabilla , apa kau mau menikah denganku !? " tanya Gema yang duduk dengan bertumpu satu lututnya .
" Kau melamarku ? Di rumah sakit !? "
" Ckk ... jawab saja !! Ya atau tidak ?? "
__ADS_1
" Tidak , jodohku sudah ditetapkan .... "