
" Sayang bobonya kok madep situ sih !! Enggak enak kalau tidur cuma liat punggung kamu ... "
" Bodo amat !! " sahut Ava dalam hatinya , dia sedang tidak ingin berbicara pada suaminya seharian ini .
Janu merengkuh perut datar sang istri agar merapat padanya , diciuminya punggung atas dan tengkuk istrinya hingga samar terdengar desisan halus dari bibir candunya .
Seharian ini wanita halalnya sedang melakukan aksi bungkam , dan itu sungguh sangat menyiksanya . Dia yang sudah terbiasa melihat dan mendengar kenakalan kenakalan sang istri merasa sangat kehilangan .
" Sayang .... "
Janu mulai membuat jejak jejak ke ungguan di tengkuk dan leher istrinya .
" Jangan mulai jika Abang enggak bisa nerusin , memang Abang pikir Ava apa sih ?? "
" Kamu sayangnya Abang ... kamu istri Abang , satu satunya Queen di hati Abang "
Ingin sekali Ava meremat bibir yang sedang merayunya itu , dengan mudah memujinya tanpa sadar jika sudah membuatnya terpuruk dalam rasa ketidakpercayaan diri .
" Jauh jauh gihh !! Panass ... bikin gerah " kata Aba sambil berusaha melepas dua tangan yang melingkar erat di perutnya .
Dan tentu saja tidak berhasil karena Janu tidak membiarkannya .
" Maaf jika kemarin malam Abang mengecewakanmu , tapi bukan begitu sebenarnya maksud Abang "
" Terus maksud Abang apa ??? Abang sakit ?? Abang nggak suka sama perempuan !? Seharusnya Abang tidak langsung pergi jika memang tidak bisa . Duduk dan bicara sama Ava ... Abang sendiri yang bilang kalau Ava ini istri Abang !!! ISTRIII .... Abang ngerti kan kalau istri itu tempat untuk berbagi !? " pekik Ava kesal .
" Maaf ... "
__ADS_1
" Bukan cuma maaf , tapi kita butuh bicara !! Sini duduk cepetan "
Janu sebenarnya ingin tersenyum melihat sang istri yang sedang berapi api , Janu lebih suka jika mendengar suara pekik istrinya daripada melihat wanita cantik itu diam seribu bahasa .
" Abang suka laki laki apa perempuan ?? "
" Ckk kok nanya .... "
" Jawab saja tanpa perlu embel embel !! "
Janu ingin sekali menggigit wanita yang duduk bersila didepannya , wajah serius Ava terlihat sangatlah menggemakan .
" Perempuan ... "
" ltunya Abang bermasalah ?? "
" Hisshhh ... ituuuu ... masa nggak ngerti sih !! ltu yang buat itu ituan " ujar Ava dengan saling mengetukkan dua jari telunjuknya .
" Ya Tuhan ... gadis ini "
" Jawab Abang !! Kan udah dibilang jawab jangan pakai embel embel "
" Abang normal sayang , sangat normal ... "
Gadis di depannya diam , dahinya berkerut seperti sedang berpikir .
" Ooooo Ava tau ... pasti karena kekecilan !! Abang dengerin Ava , kupingnya di buka lebar lebar ... Ava nggak pernah mempermasalahkan mau itunya Abang gede atau enggak !! Bagi perempuan ya Bang , ukuran tidak terlalu penting ! Jika di landasi cinta maka semua akan terasa lebih indah "
__ADS_1
Janu meraup kasar wajahnya , jika saja ia tidak terikat janji maka ingin sekali ia ' menghabisi ' gadis halalnya saat ini juga .
" Beneran ukuran enggak penting !? "
" Ya menurut rubrik yang Ava baca sih begitu , ya mana Ava tahu baru mau nyoba sekali saja Abang kabur duluan . Sini .... "
Ava tiba tiba menarik lengan sang suami untuk mendekat padanya . Wajah cantiknya masih terlihat begitu serius .
" Buka cepet !! "
" Mau ngapain sayang ?!! " panik Janu ketika Aba menarik tali celana trainingnya hingga menjadi kendur .
" Mau lihat .... "
" Enggak cobain sekalian !!? "
" Ya udah , awas kalau Abang lari lagi !! "
Janu hanya pasrah ketika istrinya mulai membuka kaos yang di kenakannya .
" Yang itu mau dilepasin apa mau lepas sendiri ?? "
" Lepas sendiri saja ... kamu juga lepas punya kamu "
Ketika semua kain yang menempel pada tubuh suaminya terlepas Ava malah menjerit histeris .
" Aaaaaaa .... nggak mau !!! Nggak bakal muat !!! Pakai lagi bajunya ... "
__ADS_1
" Nanggung sayang ... kata kamu ukuran tidak pernah jadi masalah !! "