Water N Fire

Water N Fire
71


__ADS_3

" Sayang bobonya kok madep situ sih !! Enggak enak kalau tidur cuma liat punggung kamu ... "


" Bodo amat !! " sahut Ava dalam hatinya , dia sedang tidak ingin berbicara pada suaminya seharian ini .


Janu merengkuh perut datar sang istri agar merapat padanya , diciuminya punggung atas dan tengkuk istrinya hingga samar terdengar desisan halus dari bibir candunya .


Seharian ini wanita halalnya sedang melakukan aksi bungkam , dan itu sungguh sangat menyiksanya . Dia yang sudah terbiasa melihat dan mendengar kenakalan kenakalan sang istri merasa sangat kehilangan .


" Sayang .... "


Janu mulai membuat jejak jejak ke ungguan di tengkuk dan leher istrinya .


" Jangan mulai jika Abang enggak bisa nerusin , memang Abang pikir Ava apa sih ?? "


" Kamu sayangnya Abang ... kamu istri Abang , satu satunya Queen di hati Abang "


Ingin sekali Ava meremat bibir yang sedang merayunya itu , dengan mudah memujinya tanpa sadar jika sudah membuatnya terpuruk dalam rasa ketidakpercayaan diri .


" Jauh jauh gihh !! Panass ... bikin gerah " kata Aba sambil berusaha melepas dua tangan yang melingkar erat di perutnya .


Dan tentu saja tidak berhasil karena Janu tidak membiarkannya .


" Maaf jika kemarin malam Abang mengecewakanmu , tapi bukan begitu sebenarnya maksud Abang "


" Terus maksud Abang apa ??? Abang sakit ?? Abang nggak suka sama perempuan !? Seharusnya Abang tidak langsung pergi jika memang tidak bisa . Duduk dan bicara sama Ava ... Abang sendiri yang bilang kalau Ava ini istri Abang !!! ISTRIII .... Abang ngerti kan kalau istri itu tempat untuk berbagi !? " pekik Ava kesal .


" Maaf ... "

__ADS_1


" Bukan cuma maaf , tapi kita butuh bicara !! Sini duduk cepetan "


Janu sebenarnya ingin tersenyum melihat sang istri yang sedang berapi api , Janu lebih suka jika mendengar suara pekik istrinya daripada melihat wanita cantik itu diam seribu bahasa .


" Abang suka laki laki apa perempuan ?? "


" Ckk kok nanya .... "


" Jawab saja tanpa perlu embel embel !! "


Janu ingin sekali menggigit wanita yang duduk bersila didepannya , wajah serius Ava terlihat sangatlah menggemakan .


" Perempuan ... "


" ltunya Abang bermasalah ?? "


" Hisshhh ... ituuuu ... masa nggak ngerti sih !! ltu yang buat itu ituan " ujar Ava dengan saling mengetukkan dua jari telunjuknya .


" Ya Tuhan ... gadis ini "


" Jawab Abang !! Kan udah dibilang jawab jangan pakai embel embel "


" Abang normal sayang , sangat normal ... "


Gadis di depannya diam , dahinya berkerut seperti sedang berpikir .


" Ooooo Ava tau ... pasti karena kekecilan !! Abang dengerin Ava , kupingnya di buka lebar lebar ... Ava nggak pernah mempermasalahkan mau itunya Abang gede atau enggak !! Bagi perempuan ya Bang , ukuran tidak terlalu penting ! Jika di landasi cinta maka semua akan terasa lebih indah "

__ADS_1


Janu meraup kasar wajahnya , jika saja ia tidak terikat janji maka ingin sekali ia ' menghabisi ' gadis halalnya saat ini juga .


" Beneran ukuran enggak penting !? "


" Ya menurut rubrik yang Ava baca sih begitu , ya mana Ava tahu baru mau nyoba sekali saja Abang kabur duluan . Sini .... "


Ava tiba tiba menarik lengan sang suami untuk mendekat padanya . Wajah cantiknya masih terlihat begitu serius .


" Buka cepet !! "


" Mau ngapain sayang ?!! " panik Janu ketika Aba menarik tali celana trainingnya hingga menjadi kendur .


" Mau lihat .... "


" Enggak cobain sekalian !!? "


" Ya udah , awas kalau Abang lari lagi !! "


Janu hanya pasrah ketika istrinya mulai membuka kaos yang di kenakannya .


" Yang itu mau dilepasin apa mau lepas sendiri ?? "


" Lepas sendiri saja ... kamu juga lepas punya kamu "


Ketika semua kain yang menempel pada tubuh suaminya terlepas Ava malah menjerit histeris .


" Aaaaaaa .... nggak mau !!! Nggak bakal muat !!! Pakai lagi bajunya ... "

__ADS_1


" Nanggung sayang ... kata kamu ukuran tidak pernah jadi masalah !! "


__ADS_2