
Di salah satu sudut sebuah bar yang ada di pusat kota seorang gadis cantik dengan tubuh bak model sedang duduk di depan meja bartender yang sepertinya sedang membuat minuman untuknya .
Riasan natural dengan baju yang cukup terbuka membuat semua pria di bar itu merasa penasaran padanya . Penampilannya terlihat elegan dan sangat seksi .
" Nona ini minumannya ... "
" Terimakasih ... "
Seorang pria tua terlihat datang menghampiri dan duduk di sampingnya .
" Grandpa .... "
" Sudah Grandpa bilang jangan pergi ke ibukota , kenapa kau tidak mendengarkan aku ?? Terlalu banyak orang Adipraja disini !!! "
Putra ... ya kakek tua itu adalah Putra , ayah dari Narra yang merupakan ibu kandung dari wanita cantik yang sedang duduk disampingnya , Cherry .
" Sama saja , mau di manapun aku mereka akan selalu mengawasi !! Mereka akan selalu menjadi bayanganku . Dan aku membenci itu !! "
" Kau ceroboh !! Seharusnya kau bertahan lebih lama tinggal di dalam keluarga itu agar kau bisa lebih mengacaukan keluarga mereka . Kau harusnya lebih cerdik dari ibumu dulu !! "
" Grandpa pikir itu adalah hal mudah ?? Anak pungut itu selalu melindungi adik adiknya , anak pungut itu yang membuat setiap rencana ku gagal !! Lagipula bukan hal mudah mengelabuhi empat pilar terutama Uncle Adam !! Dia dan anak pungut itu bisa membaca setiap gerakanku !! "
__ADS_1
Putra menghela nafasnya , dulu di penjara ia bertekad untuk bertahan agar bisa membalaskan semua rasa sakitnya pada keluarga Adipraja . Keluarga yang membuat hidup putrinya hancur lebur tak bersisa .
" Jika saja Arden bisa membantuku , pria busuk itu sudah berhasil menguasainya hingga adikku tidak bersedia membantuku !!! "
Arden Bajhra Gozza adalah nama anak laki laki Narra yang lahir karena hubungannya dengan Terra , pria psikopat yang dulu tergila gila dengan Aira Prameshwari . Dan sayangnya Narra meninggal setelah melahirkan putra keduanya .
Arden diasuh oleh sendiri oleh Terra dan istri barunya yang berprofesi sebagai psikiater , Dokter Sophia . Mereka semua pindah ke Belanda setelah semuanya berlalu .
Cherry pernah beberapakali bertemu dengan adiknya itu , dan mengajaknya ikut dengan konspirasi menghancurkan keluarga Adipraja . Tapi sayangnya pria muda itu tidak pernah mau membantunya , Arden selalu mengatakan ingin kedamaian di hidupnya .
" Kau yang bodoh !! Jika saja kau bisa memanipulasi Arden dengan lebih baik maka dia pasti akan membantu kita "
" Kakek pikir Arden pria bodoh ??!! " pekik Cherry kesal karena Putra selalu saja menyalahkannya .
" lni apa ?? "
" Ckk .. baca saja !! "
Cherry tampak membaca kertas yang berisi tulisan kakeknya , seperti sebuah daftar memanjang yang membuat dahi Cherry berkerut .
" Itu nama nama musuh Adipraja , sebagian besar dari mereka adalah orang orang yang cukup kaya . Para pengusaha yang diputus kerjasamanya oleh Adipraja karena ketahuan berbuat curang "
__ADS_1
" Apa ini artinya Grandpa sedang menjualku ?? "
" Aku hanya ingin kau mendekati mereka semua bukan menjual tubuhmu , kumpulkan uang dan kekuasaan agar lebih mudah menumbangkan mereka "
" Cihh sama saja , Grandpa pikir mereka akan membantu kita dengan cuma cuma ?? Mereka pasti menginginkan aku " ujar Cherry dengan meremat kertas di tangannya .
" Apa kau keberatan dengan hal itu ?? "
" Tidak ... tentu saja tidak !! Jangankan tubuh , nyawapun akan aku berikan agar aku bisa meratakan Adipraja !! "
" Baguss !! Kau benar benar cucuku yang paling hebat !! "
Tanpa mereka sadar seorang gadis belia dengan rambut panjangnya datang mendekat ke arah mereka .
" Hei maaf permisi , apa kalian bisa menciumnya ?? "
Cherry dan Putra menoleh bersamaan , seorang gadis cantik mengenakan dress putih model sabrina duduk didamping mereka . Dari wajahnya mereka dapat mengira jika umur gadis disamping mereka masih sangat muda .
" Kami tidak mencium apapun , mungkin aroma alkohol yang ada dalam minumanku . Apa itu mengganggumu gadis cantik !? " sahut Putra nanar melihat penampakan indah di depannya .
" Tapi disini aku sedang mencium bau kakek kakek mesum bau tanah dan wanita jelek berhati busuk "
__ADS_1
" KURANG AJAARRRR !!! "