
Paginya Ava benar benar melakukan apa yang disarankan oleh dokter , dia membawa testpack yang tadi malam di belikan oleh Lulu untuknya ke kamar mandi . Diletakkannya lima alat dengan merk berbeda sekaligus di sebuah wadah untuk memperkuat hasilnya .
Sepuluh menit dia menunggu , samar ia lihat sebuah garis merah muncul di kelima alat itu . Dan lima menit berikutnya dengan menghela nafas ia mulai angkat satu alat untuk melihat hasilnya .
Ava menutup mulutnya agar tidak berteriak histeris ketika melihat ke empat alat yang lain mempunyai hasil yang sama . Air matanya mengalir karena terharu dan sangat bahagia . Akhirnya apa yang di inginkannya tercapai , setelah sempat patah karena Janu berniat untuk menunda karena janjinya pada ayahnya .
Dengan sangat bersemangat ia membawa alat itu keluar untuk diperlihatkan pada suaminya yang tadi masih tertidur . Tapi ketika sudah keluar kamar mandi ternyata Janu sudah tidak ada di ranjang mereka .
Ava hanya bisa menghela nafasnya , kejutannya sepertinya akan ditunda sampai nanti . Mungkin pria muda itu sedang jogging ataupun di ruang gym sesuai kebiasaannya yang selalu olah raga di pagi hari .
Ava memutuskan akan memberitahu suaminya nanti jika pria itu sudah selesai berolah raga . Dia pergi ke bawah untuk memberitahu kabar gembira ini pada Aira dan Lulu yang dari kemarin sangat berantusias dengan tes kehamilannya ini . Tapi sebelumnya ia sengaja menaruh hasil tesnya di wastafel kamar mandi , berharap itu akan menjadi kejutan manis untuk suaminya .
" Mamahhh !!! Kak Lulu ... " pekik Ava ketika melihat dua wanita cantik sedang berada di dapur untuk membuat sarapan .
" Ya Tuhan sayang ... jangan lari lari !! " kata Aira yang melihat menantunya berlari ke arahnya .
ltu salah satu sebab dari kecil Janu terbiasa menggendong gadis itu jika turun dari tangga . Ava adalah gadis hiperaktif sejak masih kecil , tapi dia adalah kesayangan seluruh keluarga Adipraja .
" Bagaimana hasilnya sayang !? " tanya Aira tak sabar , ia tahu menantunya pasti sudah melakukan tes dengan alat yang di berikan oleh Lulu.
" Garis dua Mah .... "
Aira dan Lulu menjerit bahagia bersamaan , mereka bertiga saling memeluk dengan air mata yang sudah menggenang . Mereka menangis karena bahagia , akhirnya akan ada tangis seorang bayi di dalam mansion ini setelah hampir dua puluh lima tahun berlalu .
" Terima kasih sayang ... terima kasih kau sudah memberikan kabar bahagia ini pada Mamah . Mulai sekarang jangan pernah lagi berlari lari lagi seperti tadi !! lngat ada nyawa yang harus kau jaga di dalam rahimmu ! Suamimu sudah kau beritahu ?? "
__ADS_1
" Abang tidak ada di kamar Mah ! Mungkin ada di ruang gym dengan langit atau Papah . Tapi Ava taruh hasil tesnya di wastafel bias Abang bisa liat nanti " jawab Ava sambil menghapus air mata yang menetes di kedua pipi wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri .
" Selamat pagi semua !! "
Tiga wanita itu menoleh ketika mendengar suara dua pria tampan yang berjalan ke arah mereka . Bumi dan Langit berjalan menuju istri mereka masing masing kemudian mengecup kening mereka .
" Kalian baik baik saja bukan ?? Kenapa sepertinya aku melihat ada bekas air mata di wajah kalian ?? " tanya Bumi ketika melihat wajah istri dan dua menantunya yang terlihat sedikit sembab .
" Kita akan punya cucu Mas ... Ava hamil " ujar Aira dengan menekuk erat suaminya , sungguh dia segera ingin menggendong cucunya .
" Ternyata kita sudah setua itu " gumam Bumi menciumi pucuk kepala istrinya , setelah itu dia memeluk menantu yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri .
" Selamat sayang , Papah bahagia mendengar kabar ini . Lang telpon Uncle Dewa agar memberikan bonus satu bulan gaji pada seluruh karyawan Adipraja tanpa terkecuali . Aku ingin membagikan kebahagiaan ini pada semua orang "
" Baik Pah ... " jawab Langit memeluk istrinya , entah kenapa pria itu merasa istrinya tidak sedang baik baik saja .
" Tadi bilang ingin mandi dulu , gerah katanya !! "
Tak lama setelah itu Janu terlihat turun dari tangga , pria itu sudah terlihat rapi dengan menggunakan baju rumahan . Ava terlihat tersenyum sangat manis ketika Janu melihat ke arahnya dengan pandangan penuh arti .
" Kok udah dibawah sayang ?? Kirain tadi masih di kamar , biasanya minta di bawain sarapan ke atas " ujar Janu sambil mencium sekilas kening istrinya .
" Kangen bikin sarapan bareng Mamah dan Kak Lulu , Abang udah mandi ?! "
" Udah dong , udah wangi gini ... nggak kayak mereka !! Belom mandi langsung nyelonong kesini " sindir Janu pada dua pria yang sedang menatapnya malas .
__ADS_1
" Belom mandi juga masih ganteng dan wangi , ya kan Lang !!?? "
" Yo i Pah !! " sahut Langit yang langsung tos kepal dengan papanya .
" Abang tadi cuci muka di wastafel nggak ?? " tanya Ava yang penasaran apakah Janu sudah melihat kejutan yang ia letakkan di sana .
" Enggak sayang , langsung mandi tadi !! Keburu gerah banget . Kenapa memang ?? "
" Ooo ... enggak sih "
" Tapi sebelum mandi tadi Abang liat sesuatu di wastafel , benda kecil kecil gitu .... "
" Terus terus .... Abang udah liat !!??? " tanya Ava antusias , begitupun dengan dua wanita yang ada di tempat itu .
" Ya masa nggak liat sih !! Pelayan memang ceroboh , masa kotoran seperti itu ada di kamar mandi kita . Berjejeran di wastafel pula , untung aja Abang liat "
" Kotoran !???? "
" Tenang sayang , udah Abang buang kok !! Aman deh "
" Hahh !!!! "
PLAKKKKK
" Awwwwsshh Mahh !! Kok Janu dipukul sih !? " pekik Janu kaget .
__ADS_1
" Dasar !!! Anak dan bapak sama saja !!!! "
Dan Bumi terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , ternyata kejadian yang dulu pernah ia alami terulang lagi pada putra sulungnya .