
" Kau sudah temukan dia ?? Baguss .. bawa dia ke markas , besok aku kesana !! "
Gema memejamkan matanya sesaat setelah menutup telponnya . Dia menggunakan waktunya untuk menerima telpon saat lampu traffic sedang berwarna merah .
Tapi perhatiannya kemudian tersita pada pengendara motor sport yang ada di samping mobilnya . Seorang gadis belia yang bahkan menolak pengawalan yang dia berikan . Padahal ia tahu kinerja pengawalnya , mereka tidak akan menampakkan dirinya pada orang yang mereka jaga demi menjaga kenyamanan privasi orang tersebut . Gema yakin jika gadis itu bukan gadis biasa .
Setelah lampu berwarna hijau Gema segera melesatkan mobilnya untuk pulang ke apartemen . Seharian bertempur dengan angka membuatnya ingin segera merasakan kenyamanan berbaring di ranjangnya . Dia mengabaikan gadis yang tadi dia lihat karena ia memang tidak mempunyai urusan dengannya .
Tadi saat lampu merah kebetulan Radit menelponnya tentang tugas yang ia berikan kemarin . Akhir akhir ini dia merasakan ada seseorang yang berusaha mengacaukan hidupnya .
Di mulai dengan foto foto yang sering dikirimkan padanya dengan caption yang selalu berujar kata kebencian padanya . Hingga dengan beraninya ada orang yang membuat Steve kembali semangat untuk turun di arena balap . Dan Gema yakin itu adalah orang yang sama .
Menurut pengakuan Steve hari itu ada seseorang yang mengaku teman mengirimi sebuah pesan untuk mengajaknya bersaing di arena balap . Semua provokasi yang di baca oleh Steve membuat pria muda nekat balapan .
CKKIITTTT ...
Gema mengerem laju mobilnya dengan tiba tiba karena di depannya sebuah motor tiba tiba menyalip dan berhenti di depan mobilnya . Dari manuver gerakannya ia yakin orang itu sudah sangat ahli mengendarai motor .
__ADS_1
Matanya mengernyit ketika melihat pengendara motor yang melepas helm dan berjalan ke arahnya . Tidak mau menunggu Gema pun keluar dari mobil dan menghampiri gadis yang sudah berdiri tepat di depan mobilnya .
" Hei Om ... kau tidak merindukan aku ?? "
" Apa maumu !!? "
" Hari ini aku tepat berumur tujuh belas tahun , empat belas tahun yang lalu kakakku bilang seseorang pernah berjanji satu hal padaku !! Suatu saat jika aku berulang tahun dan bertemu dengannya maka dia akan memberikan apapun yang aku mau ... apapun !!! Jadi aku akan menagihnya sekarang "
" Itu bukan urusanku ... jadi menyingkir dari depan mobilku !! "
Gadis itu terlihat tersenyum sangat manis hingga tak dipungkiri Gema suka dengan senyuman itu . Entah , tapi Gema merasa ia sangat suka dengan senyum dan tawa gadis di depannya .
Perlahan gadis itu melangkah mendekat dan berdiri di depan Gema , karena tubuhnya yang kalah tinggi gadis itu terlihat mendongak ketika melihat wajah tampan di depannya .
" Aku hanya minta hatimu ... " ujar gadis itu dengan jari telunjuk yang menunjuk dadanya .
Setelah berkata seperti itu gadis itu membalikkan badan dan kembali berjalan ke arah motornya . Gema yang belum mengerti dengan maksud gadis aneh itu hanya bisa terpaku keheranan .
__ADS_1
" Janji ?? "
Matanya terpejam mencoba memutar memorinya , apakah dia pernah membuat janji pada seseorang .
DEGGHHHH ...
" Jangan jangan dia .... "
*
Sore itu pulang kerja Langit sengaja menemui Steve yang tadi mengiriminya pesan untuk bertemu di sebuah kafe . Benar saja , ketika ia tiba saudara sepupunya itu sudah terlihat duduk dengan segelas jus dan sepiring kentang goreng di depannya .
" Ngapain minta ketemuan disini , memang kita nggak bisa di rumah " tanya Langit yang kemudian duduk di depan Steve .
" Gue cuma ingin bicara empat mata sama elo , kayak enggak tau kalau semua dinding di rumah kita punya telinga yang sangat tajam . lni menyangkut elo .... maksudku istri elo !! "
Steve mengeluarkan ponsel dari saku celananya . Dia terlihat mencari sesuatu diponsel itu .
__ADS_1
" Tadi malam ada seseorang yang mengirimi gue gambar gambar , nggak tahu apa maksudnya tapi karena ini menyangkut kehidupan elo maka gue mau tunjukin itu ke elo . Gue kirim gambar itu ke ponsel elo , tapi gue minta jangan emosi dulu , aku bantu selidiki dulu karena tidak selalu yang kita lihat sama seperti yang kita kira "
" Bukannya ini .... "