Water N Fire

Water N Fire
186


__ADS_3

" CEO Alvaro Group ??? Tidak mungkin !! Dia masih terlalu muda .... " lirih Rhea yang masih bisa di dengar salah satu rekan perusahaannya .


" Menurut yang saya dengar Revania Alvaro adalah penerus yang di mentor langsung oleh kakeknya untuk mewarisi tahta bisnisnya " ujar rekan Rhea dengan tatapan kagum pada gadis cantik yang masih terlihat sangat muda itu .


" Jadi dia benar benar CEO Alvaro Group !!? " ujar Rhea dengan wajah memucat , dia masih ingat dengan kata kata gadis muda yang melarang perusahaannya bekerjasama dengan Perkasa ataupun Alvaro .


Padahal anak perusahaan Alvaro menyebar di seluruh dunia dan merupakan perusahaan besar yang memiliki banyak proyek besar . Artinya RCorp akan mengalami rugi besar karena sang CEO sendiri yang sudah mengultimatum agar perusahaannya tidak mendekati Alvaro .


Satu jam kemudian meeting itu telah selesai , ketika semua staff keluar Rhea dengan sengaja tidak beranjak karena ingin bertemu dengan CEO dua perusahaan besar yang terlihat masih duduk dengan tangan Gema yang masih setia merengkuh pinggang istrinya .


" Hai Tuan Gema ... Nona Revania "


" Nyonya .... Saya sudah menjadi Nyonya Gema " sahut Vania tanpa melihat lawan bicaranya , dia masih tidak suka dengan cara berpakaian Rhea yang sangat seksi padahal hadir di acara resmi perusahaan .

__ADS_1


" Maksud saya Nyonya Vania ! Saya hanya ingin minta maaf dengan kejadian kemarin . Saya akui kesalahan saya karena sudah berlaku tidak sopan , tapi saya harap ini tidak akan berpengaruh pada kerjasama kita suatu saat nanti .... saya menyesal jika kerjasama dengan Perkasa harus berakhir seperti ini " ujar Rhea mencoba menyingkirkan egonya demi kepentingan perusahaannya .


Rhea tidak mau RCorp akan limbung gara gara nama perusahaannya di blacklist oleh Vania ataupun Gema . Dia tak menyangka Perkasa sebagai perusahaan baru ternyata punya hubungan kuat dengan perusahaan perusahaan raksasa dunia .


" Aku bukan wanita picik seperti yang anda pikirkan . Aku ambil alih ini karena RCorp tidak bisa bekerjasama dengan perusahaan suamiku dengan baik . Kami saling menjaga ... itu saja !! Tidak masalah jika suatu saat RCorp ingin kembali bekerjasama dengan perusahaanku atau perusahaan suamiku . Tapi pastikan perusahaan kalian layak terlebih dahulu .. " kata Vania tegas dengan tatapan tajam pada wanita yang sedang duduk dengan wajah tertunduk .


" Saya mengerti Nyonya ... saya pamit undur diri terlebih dahulu " ujar Rhea bangkit dan meninggalkan ruang meeting .


" Kak Radit kepo !! " sinis Vania .


" Lahhh paling dia pamer SSM ... " kata Radit melenggang keluar .


" SSM ?? Maksud elo apa Dit !? " tanya Gema sebelum Radit menjangkau pintu ruangan .

__ADS_1


" Susu Setengah Mateng .... " jawab Radit enteng .


Gema hanya bisa berdecih kesal , sedangkan Vania sudah tertawa terbahak bahak . Wakil CEO suaminya memang kadang sangat menyebalkan tapi juga tak jarang membuatnya tertawa .


" Kak Radit bener tuh !!! Kenceng enggak tapi pede banget dipamerin kesana kemari . Seneng enggak mabok iya " kata Vania masih dengan tawanya .


" Yuk ... " ujar Gema menarik lembut tubuh sang istri untuk bangkit dan mengikutinya .


" Ke ruangan Om ?? Masih ada yang harus kita bicarakan soal poin poin perjanjian baru yang sudah di buat Kak Radit tadi "


" Kita memang akan membahas hal itu sayang . Tapi bukan di kantor .... kita bahas itu di apartemen . Aku sudah kirim pesan pada Radit untuk menghandle semua urusan kantor hari ini . Sudah aku katakan dari awal , hari ini kau milikku sepenuhnya sayang ... "


" lm yours hubby ... "

__ADS_1


__ADS_2