
Diva tersenyum lebar ketika menyambut putranya yang tanpa malu malu menggandeng erat tangan gadis belia yang ia kenal sebagai putri dari sahabat baik keluarga mereka , Dennis Alvaro . Secara tidak langsung putranya seperti sudah mengumumkan kepemilikannya pada gadis yang terpaut imut sepuluh tahun dengannya itu .
" Hai cantik , sudah puas jalan jalannya ?? "
" Hai Aunty , Bali memang surganya dunia ... sangat sayang aku lewatkan empat belas tahunku tanpa datang kesini lagi " sahut Vania yang tak bisa memeluk Diva karena satu tangannya terus di genggam oleh Gema .
" Ya Tuhan Nak ... ini sudah di dalam rumah , tidak ada penyeberangan jalan di sini hingga kau harus terus menggandeng Vania seperti itu ! Ibu tahu kau tak akan rela melepaskannya ... tapi ini sudah dirumah " kata Diva sambil tertawa kecil melihat putranya yang salah tingkah karena mendengar tegurannya .
" Aku ke kamar dulu ... gerah banget "
Setelah Gema sudah naik ke atas dua wanita itu kemudian tertawa bersama .
" Putraku selalu begitu , dia sangat menggemaskan jika sedang malu malu . Yuk Aunty bikin es serut pelangi , pasti seger kalau diminum sore sore begini " kata Diva membimbing Vania ke arah dapur .
" lni Aunty bikin sendiri !? "
__ADS_1
" Mereka lebih suka masakan Aunty daripada masakan maid . Mereka adalah orang orang luar biasa tapi jika soal makanan mereka tidak pernah rewel ! " kata Diva sambil menuang sari buah pada es batu yang sudah diserut dalam sebuah mangkok kecil .
" Pantas mereka sangat menyayangi Aunty "
Setelah beberapa lama mengobrol , mereka di kejutkan dengan Gema yang berlari kecil dari arah tangga . Pria itu terlihat sudah rapih .
" Kau mau kemana Nak !?.Kenapa terburu buru !? "
Gema menghentikan langkah dan berbalik melangkah menuju wanita yang sangat ia kasihi , saking terburu buru ia sampai lupa jika belum berpamitan .
" Gema ada urusan sebentar Bu , titip dulu gadis nakal ini " ujar Gema meraih tangan kanan ibunya untuk salam takzim .
Dan Gema hanya mendengus kesal ketika Vania menjulurkan lidah padanya seakan merasa menang karena Diva secara tidak langsung sudah memberi restunya .
" Vania akan antar Om dulu ke depan ... boleh Aunty ?? "
__ADS_1
" Tentu saja sayang .... Om ?? Ya Tuhan kenapa aku baru sadar jika putraku sudah setua itu " gumam Diva yang mendengar Vania memanggil putranya dengan sebutan ' Om ' .
Vania meraih lengan kekar Gema dan menariknya pelan agar berjalan ke depan . Dia tahu ada sorot kekhawatiran di mata pria itu dan ia tahu benar apa penyebabnya .
" Ava baik baik saja Om !! Uncle Adam sudah menanganinya . Apa kau lupa jika adikmu adalah istri dari pewaris utama Adipraja !? Janu adalah pria tangguh dan sangat terlatih , kurasa ia mampu melindungi istrinya . Apa kau lupa jika adikmu adalah menantu dari pilar pertama ?? Aku yakin Uncle Bumi mengawasi mereka dengan ketat . Dan apa kau lupa jika Ava adalah putri dari seorang Adam Adipraja ?? Benteng terkuat pertahanan klan Adipraja , Om tahu apa artinya itu !? Ava akan selalu baik baik saja karena dia ada dalam perlindungan orang orang yang hebat "
Gema menatap Vania dengan pandangan penuh tanya , bagaimana bisa gadis itu mengetahui apa yang terjadi pada adiknya padahal ayahnya sendiri yang sudah menangani hal itu . Dan itu artinya jika kejadian itu akan ditutup rapat , hanya ayahnya dan orang orangnya yang bisa mengetahuinya .
" Apa kau memata matai kami ?? Aku paling tidak suka jika ada orang yang mengganggu privasi keluarga kami . Kau tidak akan tahu apa yang bisa aku lakukan padamu jika kau benar benar melakukan itu " hardik Gema dengan nada penuh ancaman .
" Apa yang akan kau lakukan padaku jika aku memang melakukannya ?? Kau akan menyarangkan satu dua pelurumu ke kepalaku ?? Atau kau akan menyeretku ke markas dan menyiksaku disana ?? Seperti kalian menangani para pengganggu lainnya hahh !! " lantang Vania menatap tajam pada netra elang yang juga sedang menatapnya .
" Jangan mencoba menantangku !! "
" Ya ... Aku menantangmu Gema Aksa !! Lebih baik aku menghadapi pelurumu daripada harus selalu melihatmu hidup dengan beban yang tak seharusnya kau tanggung sendiri !! Bangunlah ... adik adikmu sudah besar, mereka bisa menjaga dirinya sendiri . Kau masih bisa menikmati hidupmu tanpa harus selalu berkorban untuk mereka . You are alive !! Dan kau berhak bahagia ... "
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah bahagia jika mereka tidak bahagia !! Dan hidupku bukanlah urusanmu ... jangan campuri urusanku !!! Kau hanyalah orang asing untukku ! " ketus Gema dengan satu tangan meraih wajah cantik yang membuat emosinya berada di ubun ubun .
" Akan aku ingat itu ... Aku hanya orang asing untukmu !!! "