
Gema segera kembali ke apartemen , berharap Vania sudah kembali kesana . Tapi kemudian ia terhenyak ketika kamar gadis itu masih kosong . Berkali kali ia menelpon tapi tetap sia sia , gadis itu sepertinya tidak mau mengangkatnya .
Baru kali ini dia kesulitan mencari seseorang , Vania bahkan lolos dari pengawasan penjaganya . Gadis itu benar benar bukan gadis biasa .
Dengan segera ia keluar dari apartemen untuk mencari keberadaan gadis itu lagi , jika perlu ia akan menyusuri jalanan ibukota . Semua hal akan ia lakukan karena ia sudah berjanji pada Varo untuk menjaganya selama liburan ini .
Tapi matanya terpaku ketika melihat seorang gadis sedang berjalan dengan santainya ke arahnya .
" Lhohh Om mau kemana malem malem begini ?? Besok ngantor kan ? "
" Dari mana kau ?? "
" Ckk ... kan Om yang tadi minta Vania buat pergi , sekarang nanya darimana "
" Dari tadi aku mencarimu ... kau tidak ada di jalanan itu , jalan ketika aku pertama menurunkanmu "
Vania hanya tertawa kecil , ia berjalan melewati Gema dan masuk ke apartemen .
__ADS_1
" Sebaiknya Om istirahat daripada besok telat ke kantor , Vania udah gede ... jadi nggak usah terlalu dipikirin !! Good night Om Tampan , mimpi indahhh ... "
Gema tak bisa berkata kata , dia hanya melihat gadis itu melangkah ke atas menuju kamarnya . Vania sama sekali tidak marah dengan apa yang sudah dia lakukan padanya . Tapi hal itu malah menjadi tanda tanya untuknya , hampir tiga jam gadis itu berada di luar dan tidak mungkin gadis itu tidak melakukan apapun .
Karena sudah hampir pagi Gema segera menuju kamar untuk sekedar memejamkan matanya , sebelumnya ia sudah mengirim pesan pada Radit jika ia akan telat ke kantor pagi ini .
Mungkin karena sudah sangat lelah dengan mudah ia tenggelam ke alam mimpinya tanpa ia sadari seorang gadis sedang berdiri disamping ranjangnya dan menatapnya .
" See you again Om .... "
*
" Jadwal Abang cuma dua hari melihat lokasi proyek baru , selebihnya Uncle Dewa memang memberi kita curi buat liburan di sini . Semalam dia juga sudah kembali karena siang nanti dia ada meeting penting " ujar Janu yang kemudian merebahkan kepalanya di atas pangkuan sang istri yang sedang duduk menikmati udara pagi di balkon kamarnya .
" Mau di bikinin kopi biar anget !? "
" Pakai susu ya ! "
__ADS_1
" Apa Bang ??! Mesum pasti ... "
" Nggak boleh seudzon sayaanngg !! Ya memang enaknya minum kopi susu creamy dingin dingin begini "
Ava segera pergi ke bawah untuk membuat kopi sesuai keinginan suaminya , dia juga membuat roti panggang untuk menjadi teman kopi yang ia buat . Setelah selesai ia membawanya ke atas , Janu terlihat masih duduk bersandar di sofa yang berada di balkon sambil bermain dengan ponselnya .
" Abang sarapan dulu gih , mumpung anget ! Ava mau ambil body butter dulu , kalau dingin begini biasanya kulit Ava gampang kering "
" Siippp ... nanti Abang bantuin ngolesnya , full body dehh !! "
" liiiihhh maunya , dasar genit !! "
Sampai ke dalam kamar ia segera meraih laci nakas yang ada di samping ranjangnya , ia ingat semalam meletakkan body butter ya di sana . Ketika meraih body butternya matanya tertarik pada sebuah kotak kecil berwarna coklat yang semalam ia kira sebuah coklat .
Dahinya berkerut ketika melihat gambar potongan coklat di atasnya . Dia penasaran karena belum sekalipun pernah melihat benda itu secara langsung . Perlahan dibukanya kotak itu , di dalamnya ada tiga buah benda pipih kecil yang masing masing dibungkus rapi dengan plastik .
" Ini apa !?? "
__ADS_1
Ava akhirnya mengambil ponsel dan memfoto benda dengan tulisan Mandarin itu . Dia bertanya pada Mbah Guling tentang kegunaan benda kecil itu . Dan ia menunduk sedih ketika tahu benda apa yang ada ditangannya .
" Abang .... " lirihnya dengan air yang mulai mengalir di kedua sudut matanya .