Water N Fire

Water N Fire
112


__ADS_3

" Dulu Uncle Adam pernah mengingatkan Papa agar tidak mengijinkan kakakmu berhubungan lagi dengan kakeknya , Putra . Menurutnya itu bisa membuka peluang dendam yang pasti masih terpendam di hati Putra karena kematian anaknya . Tapi Papa mengabaikannya , waktu itu Papa percaya kasih sayang kami akan mengalahkan rasa dendam yang ditanamkan oleh Putra padanya . Lagipula kami bisa melihat betapa sayangnya Cherry pada kalian adik adiknya " kata Bumi dengan meraup kasar wajahnya , sampai sekarang pun ia masih tak percaya Cherry mampu mengkhianati kasih sayangnya .


Dulu Rita pernah menentang jika Cherry diangkat menjadi salah satu anggota keluarga Adipraja . Istri dari Tuan Besar Adipraja itu sudah mempunyai firasat jika hal ini pasti terjadi , suatu saat Cherry akan membalas kematian ibunya .


" Harusnya Papa jujur saja pada kami , walau mungkin reaksi kami akan sama dengan para ibu kami tapi kami akan lebih percaya pada kalian " ujar Langit dengan menghembuskan nafasnya dalam dalam .


" Dia sangat mendukungmu karena menurutnya dia bisa menghancurkan Adipraja melalui dirimu . Dia membuatmu menentang Papa dan Mama ... "


" Kak Cherry membuat seolah olah dia adalah Dewi penolongku dan kalian adalah penjahatnya " lanjut Langit sebelum Bumi menyelesaikan kata katanya .


" Kau tidak marah pada kami ?? " tanya Bumi yang tadinya mengira reaksi Langit akan berapi api .


" Banyak kesalahan yang sudah aku lakukan , aku menjadi pemberontak hanya karena keegoisanku . Seharusnya aku bisa menjadi penerus yang bisa kalian banggakan , tapi ... "


" Kami bangga padamu ... Langit Putra Bumi Adipraja !! Kau adalah putraku . Dan akan tetap menjadi seperti itu !! Kami semua melewati fase seperti dirimu , kami semua pernah merasakan sakitnya jatuh dan sulitnya untuk bangkit " ujar Bumi dengan berkali kali menepuk bahu putra keduanya .


" Langit berjanji akan menjadi pria seperti yang Papa harapkan ... "


" Jadilah dirimu sendiri , maaf jika selama ini Papa memaksamu untuk menjadi pria seperti yang Papa inginkan . Apapun dirimu kau adalah putraku ... tugasku hanya membimbingmu , bukan mengekangmu ! Kau sudah menjadi seorang suami , mungkin sebentar lagi akan menjadi seorang ayah . Maka jadilah suami ataupun ayah yang baik untuk anak anakmu kelak "


Dua pria itu saling memeluk , dan semua yang terjadi antara mereka adalah pelajaran berharga agar mereka bisa memperbaiki diri . Tanpa mereka sadar ada air mata mengalir dari seorang wanita yang bahagia melihat antara ayah dan anak itu saling memaafkan .


*

__ADS_1


" Jangan paksakan jika kau tak menyukainya , aku tahu makanan disini pasti bukan seleramu " kata Venna yang melihat Steve menatap makanan yang barusan mereka pesan di kantin rumah sakit .


Venna tak mungkin makan di luar rumah sakit mengingat sebentar lagi dia akan brieving dengan dokter senior tentang operasi yang besok akan ia tangani .


Tadi mereka hanya memesan Soto Semarang dengan lauk sepiring tempe dan tahu goreng . Makanan favorit yang biasa Venna makan sejak bertugas di rumah sakit ini .


" Jangan khawatir , aku pemakan segala !! "


" Kenapa dari tadi hanya dilihat saja ?? Tidak enak jika dimakan dingin "


" Kenapa telurnya kecil sekali ?? Aku suka makan telur , tapi tidak pernah sekecil ini " tunjuk Gema pada dua telur yang mengapung di kuah sotonya .


Venna hanya mengulum senyum ketika mendengar pertanyaan Steve , pria menyebalkan itu selalu bisa membuat dia ingin tertawa .


" Aku tidak suka jika menyebut ' kecil ' di depanku . Punyaku cukup besar !! "


" Aku sedang bicara tentang telur Steve!! " kesal Venna .


" Aku juga bicara tentang telur !! Aku merasa kau sedang mengejekku ketika bicara tentang ' kecil ' .... itu sangat sensitif " ujar Steve dengan wajah sangat serius .


" Dasar otak mesum !! Makan sotomu atau kusuruh satpam menyeretmu keluar dari sini !! "


" Memang apa salahku ?? Aku hanya tidak suka mendengarmu selalu mengatakan kecil , itu saja " gerutu Steve mulai menyendok sotonya .

__ADS_1


Venna hanya geleng geleng kepala ketika Steve mampu menghabiskan tiga mangkok soto sekaligus dengan menyisihkan dua telur kecil yang tadi dia tanyakan .


" Telur adalah makanan bergizi kenapa tidak kau makan ?? "


" Tidak tega ... dengan memakannya aku seperti seorang sedang menganiaya kaum kecil "


" Berapa banyak wanita yang sudah kau kencani !? "


" Aku tidak menghitungnya ... " jawab Steve menggeser piring berisi tahu dan tempe agar lebih dekat padanya . Entah kenapa dua makanan sederhana itu sekarang rasanya menjadi luar biasa .


" Tidak ada satu pun dari mereka yang membuatmu ingin bertobat dari jiwa casanovamu itu !? "


" Ada ... "


" Siapa !?? "


" Kau ... aku tergila gila padamu saat pertama aku melihatmu "


" Ckk kau selalu tidak bisa di ajak bicara serius !! Ya sudah jika begitu aku kembali bekerja , masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan . Besok jangan datang lagi karena aku terlalu sibuk " kata Venna sambil melangkah keluar dari kantin rumah sakit .


" Siapa yang tidak serius ?? Aku bersumpah jika aku memang tergila gila padamu !!!!Besok aku tunggu di sini untuk makan siang lagi .... "


" Terserah !!!! "

__ADS_1


__ADS_2