
Setelah melalui makan siang yang sedikit terasa canggung untuknya Gema kemudian mengikuti Jasmine ke ruang tengah untuk pengukuran baju . Sebenarnya dia sedikit heran kenapa harus Jasmine yang mengukur bajunya karena ibunya pun sebenarnya sangat bisa melakukannya .
Lulu juga sudah terlihat duduk di ruang tengah bersama Diva . Jika saja menuruti kata hatinya sebenarnya ia ingin segera pergi dan kembali ke kantornya . Akan lebih sulit melupakan gadis itu jika terus melihatnya .
" Mbak sepertinya kita harus ambil pengukurnya di ruang kerja , sekalian ambil buku katalog biar Lulu bisa pilih modelnya " kata Jasmine yang menarik tangan Diva untuk segera pergi dari tempat itu .
" Bukannya alat pengukur ada di laci nakas ruang tengah , tadi sudah aku siapkan disitu " lirih Diva yang tangannya terus ditarik oleh Jasmine .
" Biarkan mereka say hello dulu , siapa tahu mereka akan bicara dari hati ke hati !! "
" Oooo ya sudah aku titip mereka padamu saja . Mas Adam meminta ditemani makan siang "
" Ok siap !! " bisik Jasmine dengan mengacungkan dua jempol tangannya .
Gema dan Lulu menarik nafas hampir bersamaan ketika Diva dan Jasmine sudah melangkah pergi ke mansion sebelah , mansion dimana Dewa dan Jasmine tinggal .
Sepertinya mereka sadar inisiatif ibu mereka yang sengaja mempertemukan mereka agar bisa bicara . Mungkin ibu mereka berpikir ada hal hal yang harus mereka selesaikan dan bicarakan empat mata .
__ADS_1
" Mereka sengaja mempertemukan kita ... "
" Aku tahu " sahut Lulu sambil tersenyum , dia sudah merasa ada maksud lain ketika Aira menjemputnya dengan tidak menyertakan Langit pulang bersamanya . Padahal jarak pesantren dan rumahnya tidak begitu jauh .
" Maaf jika ini semua harus terjadi , waktu itu kejadiannya begitu cepat dan aku sulit menghubungimu "
" Ponselku hilang ketika bis yang aku tumpangi ada di rest area , aku ceroboh !! Maaf ... "
" Bukan kau , seharusnya aku yang minta maaf padamu . Jika saja ... "
" Terlalu banyak ' jika ' andai kita terus mengungkit kejadian yang lalu . Sungguh aku ikhlas jika harus menjalani semua . Jika Dia tidak menyatukan kita dalam ikatan cinta , maukah kau tetap menjadi temanku ?? Kita akan tetap bisa berbagi ... mungkin suatu saat nanti kita akan duduk dan minum kopi bersama sambil bercerita tentang sebuah kenangan "
" Langit ....apa hal ini tidak akan menjadi duri dalam daging jika kita terus menyembunyikannya !? Bagaimana jika hal ini suatu saat bisa mengganggu hubungan kalian !? "
" ltu berarti hubungan kami sedang di uji , jika dia percaya padaku maka semua akan baik baik saja " jawab Lulu mantap .
" Bagaimana jika tidak !? "
__ADS_1
" Bukankah kau yakin jika dia yang terbaik untukku ?? Kami pasti bisa melaluinya "
" Aunty boleh berpendapat ?? Alangkah lebih baik jika sebuah pernikahan di landasi dengan sebuah kejujuran . Seberapa menyakitkan sebuah kejujuran itu lebih baik daripada menyimpan kebohongan yang kadang di jadikan alasan agar semua terlihat baik baik saja "
Suara Jasmine yang membawa sebuah katalog dan alat ukur sedikit mengejutkan mereka .
" Aunty tidak ingin menghalangi pernikahanmu dengan Langit , tapi sebaiknya salah satu dari kalian berbicara padanya . Walau saat ini mungkin hubungan kalian adalah murni pertemanan tapi tak ada salahnya jika kalian jujur padanya . Pernikahan adalah ikatan cinta seumur hidup ! Aunty tidak ingin hubungan persaudaraan kalian merenggang gara gara hal ini "
Jasmine memberi kode agar Lulu berdiri untuk ukur baju , setelah selesai bergantian dengan Gema .
" Gema yang akan berbicara dengannya , besok Gema akan ke pesantren mengunjunginya "
" Bagus .. lebih cepat lebih baik . Jangan sampai dua kakakku selalu mengeluh karena terlalu mengkhawatirkan kalian terus !! Kak Aira ingin kau menikahi Lulu sedang Kak Diva ingin Langit saja yang menikahi Lulu . Membuatku bingung !! Bicara secepatnya agar aku bisa menyelesaikan baju kalian dengan cepat ... " gerutu Jasmine yang sedang memperlihatkan katalog koleksi desain kebaya pada Lulu .
" Memang ada hubungan dengan baju baju itu !? "
" Kau suka hitam sedangkan Langit lebih suka putih "
__ADS_1
Gema hanya mengernyitkan dahinya sambil berpikir tapi ia tetap tak menemukan ada hubungan apa di balik baju baju itu dan pembicaraannya nanti dengan Langit .