Water N Fire

Water N Fire
91


__ADS_3

" KURANG AJAARRR !!! "


Cherry mengayunkan tangannya bermaksud ingin menampar gadis belia yang tiba tiba saja muncul di depan mereka . Tapi gerakannya kalah cepat ! Tangan kiri gadis itu sudah mencekal tangannya yang sudah terayun sedang tangan lainnya menampar pipi mulus Cherry dengan sangat keras .


PLAAKKKK ...


" ltu hukuman setimpal karena kau sudah menyebut priaku sebagai anak pungut !! Aku tidak suka mendengarnya " ucap gadis belia itu dengan mengeratkan genggaman tangannya karena Cherry berusaha melepas cengkeramannya .


Cherry dari awal sudah mengincar nyawa Gema , wanita itu iri dengan keberadaan pria yang sangat disayangi dan di andalkan di keluarga itu . Dan tentu saja hal itu akan menjadi urusannya walau ia percaya Gema bisa menjaga dirinya sendiri .


" Gadis gila !! Aku tidak punya urusan denganmu ... siapa kau !? Grandpa tolong aku !! " pekik Cherry meminta pertolongan pada Putra karena tanpa ia duga semua pengunjung di bar tiba tiba saja sudah tidak ada . Hanya mereka bertiga pengunjung yang tersisa .


" Berani kau melangkahkan kakimu maka aku pastikan liang kuburmu di gali malam ini juga !! "


Putra sepertinya masih sangsi dengan kemampuan gadis itu , ia melangkah maju untuk melepaskan cengkeraman gadis itu pada cucunya yang terlihat kesakitan .


" Kau sudah aku peringatkan kakek jahat !!! Jadi jangan salahkan aku "


DUAAGGHHH ... BUGGHHHH


BRAKKKKKK ...


" Aaaaaaa .. tolong !! Ada gadis gila disini !!! "

__ADS_1


Sebuah tendangan dan pukulan bertubi tubi mengenai tubuh yang sudah tidak muda lagi itu . Gadis belia yang ternyata adalah Vania itu membuat Putra jatuh menimpa meja bar , dan Cherry memekik ketakutan melihat kakeknya meringis kesakitan .


" Kalian memang orang orang yang tidak tahu di untung !! Otak kalian terlalu tumpul untuk berpikir !! Kalian pikir kenapa sampai sekarang Adipraja tidak pernah menyentuh kalian walau mereka sebenarnya sudah tahu kebusukan kalian hahh !!?? "


" Karena mereka semua bodoh !!! Mereka lebih percaya padaku daripada anak pungut itu dan ayahnya !! "


PRANNGGGG


" Akkhhhhhh .... "


Vania mengayunkan sebuah botol bir yang tadi diminum oleh Putra ke kepala Cherry hingga pecah berantakan .


" Cherry sayang .... "


Putra berusaha bangkit untuk meraih cucunya yang masih berdiri dengan darah yang mulai mengalir di sela sela dahinya . Cherry terlihat panik ketika menyadari darah mengalir di wajahnya dan perlahan ia merasa sangat pusing .


" Tua Bangka itu ... tidak mungkin !! "


" Kakek Alvian berpesan pada ke empat pilarnya agar tetap membiarkan kalian hidup sebagai penebus kesalahannya . Putrimu menjadi bagian keluarga Adipraja karena campur tangannya walau setelahnya ia menyesal karena kalian sudah menipunya mentah mentah !! Narra sudah mengandung anak dari pria lain ketika menikahi Reynand Adipraja . Kau dengar itu Nona Cherry ??? Kakekmu yang sangat kau banggakan ini pernah menjual ibumu untuk menutupi kerugian perusahaannya . Dan kini ia akan menjualmu hanya untuk ambisi pribadinya ... kisah yang sungguh menyedihkan "


" Tidak mungkin .... " lirih Cherry yang sudah luruh ke lantai karena merasa pusing .


" Terserah mau percaya atau tidak . Tapi kuingatkan kalian !! Jika sayang nyawa maka pergi jauh dari keluarga Adipraja "

__ADS_1


" Siapa kau ??!! Kau bukan anggota keluarga mereka , apa urusannya denganmu ?? "


" Tentu saja ada , karena salah satu dari mereka sudah ditakdirkan menjadi milikku . Jadi mau tidak mau aku adalah anggota keluarga mereka . Sekarang panggil penjaga kalian , pergi ke rumah sakit sebelum aku buat kalian tidak pernah bisa kemana pun juga "


" Dasar gila ... " umpat Cherry lirih tapi masih bisa di dengar oleh Vania .


Gadis belia itu kemudian melangkah mendekati Cherry yang terlihat ketakutan padanya . Vania berjongkok kemudian meraih dagu Cherry hingga wajah wanita itu menghadap padanya .


" Gila hahh ??? Kau bahkan belum tahu apa dan bagaimana definisi GILA untukku , berdoalah agar selamanya kau tidak melihat kegilaanku karena jika itu terjadi kau bahkan akan memohon untuk kematianmu sendiri "


Setelah berkata seperti itu Vania melangkah keluar dari bar itu . Sebuah mobil hitam terlihat mendekat padanya .


" Antar aku ke bandara sekarang juga , malam ini juga aku berangkat ke Bali "


" Tuan Muda Gema tadi pagi meminta Tuan Wicaksono untuk melacak keberadaan Nona , sekarang ia juga belum pulang ke apartemen karena mencari anda . Tuan Wicaksono hanya mengatakan jika anda masih ada di lbukota "


" Baru sehari ... biarkan , dia sendiri yang kemarin ingin membuktikan dirinya jika ia belum terlalu tua untuk mengejarku . Kita akan lihat seberapa besar kekuatan yang dia punya ... " sahut Vania menimpali perkataan penjaganya .


" Baik Nona .... "


Vania tersenyum dengan memandang ke arah luar jendela , mungkin di suatu tempat pria yang ia cintai sedang kebingungan mencarinya . Tapi dia tidak akan membuat ini menjadi mudah ....


"' Kejar aku Om " lirihnya dengan perlahan menutup matanya dan tertidur , hari ini memang cukup melelahkan untuknya .

__ADS_1


Ketika pagi tadi keluar dari apartemen milik Gema , dia mendengar kabar tentang keberadaan sumber masalah yang saat ini sedang di hadapi Adipraja . Seorang wanita yang berniat mencerai berai keluarga keluarga ternama itu .


Vania sudah memutuskan jika Adipraja tidak mau berbuat apapun pada Cherry karena sebuah janji , maka dia yang akan mengurusnya hingga semua selesai . Dia sudah siap jika nantinya akan ada yang keberatan dengan hal itu . Karena masalah ini tidak akan pernah selesai jika akar permasalahannya tidak segera tercabut dengan tuntas .


__ADS_2