
" Abaaanngg .... euugghh !! " lirih Ava menahan semua rasa yang diberikan suaminya di hari yang sudah menjelang siang ini .
Hawa dingin dan suasana sepi villa yang ada di daerah pegunungan ini membuat Janu ingin terus dan terus menyentuh istrinya . Seperti saat ini pria itu sudah melepas satu persatu kain yang menempel ditubuh istrinya dengan memberikan jejak keunguan di area kulit leher dan dada hingga kadang terdengar jerit tertahan Ava .
Ava masih mencoba menikmati alurnya walau dia merasa aneh di bawah sana . Rasa yang berbeda dengan apa yang dirasakan saat pertama sang suami menjadikan miliknya seutuhnya .
Dia tahu jika Janu sudah memakai benda di dalam kotak kecil itu , sebuah benda yang di gunakan untuk mencegah hadirnya seorang bayi di rahimnya .
" Aakkhhhhhhhh .... "
Setelah beberapa waktu akhirnya mereka berdua luruh dalam puncak kenikmatan yang membuat dua tubuh itu bergetar hebat bersamaan .
" Terimakasih sayang , aku mencintaimu ... "
Janu terlihat melepas sesuatu dan berlari kecil ke arah kamar mandi dengan tubuh yang masih polos sempurna . Ava meraih nakas dan mengambil kotak berwarna coklat yang masih tersisa dua benda kecil di dalamnya , masih ada tiga kotak utuh lagi di dalam sana . Mungkin untuk stok hari berikutnya .
" Mau mandi sekarang sayang ?? " tanya Janu yang melihat istrinya sudah duduk bersandar di kepala ranjang dengan hanya berbalut selimut sebatas dada .
" Ava mau bicara sama Abang , boleh ?? "
__ADS_1
" Tentu saja sayang "
Janu kembali naik ke atas ranjang dan duduk di samping istrinya , dari wajahnya Janu tahu jika Ava ingin bicara serius padanya .
" lni apa ?? "
Ava menunjukkan barang yang sedari tadi pagi membuat perasaannya tak enak , benda yang membuat rasa hubungan suami istri yang baru mereka lakukan menjadi hambar .
" lni pengaman sayang , rasa kesukaanmu ... coklat !! "
Ava mencubit dada liat suaminya karena sangat kesal , bukan soal rasa yang sedang ingin dia bahas .
Janu terkekeh kemudian mencium kening istrinya cukup lama .
" Abang tahu apa yang ada dipikiran kamu sayang . Maaf jika Abang tidak mengatakan hal ini sebelumnya padamu . Aku hanya ingin kau bisa menikmati masa mudamu terlebih dahulu , agar kau bisa mencapai semua keinginan ataupun cita cita yang belum bisa kau wujudkan . Hanya itu .... tidak ada maksud lain sayang "
Ava naik ke pangkuan sang suami dengan membiarkan selimut yang menutupi tubuh polosnya tersingkap . Janu sejenak memejamkan matanya ketika nafas Ava menerpa wajahnya .
" Dengerin Ava .... buka lebar lebar telinga Abang !! Sejak Ava menerima pernikahan ini maka Ava sudah menerima sepenuhnya kodrat Ava sebagai istri Abang . Termasuk menjadi ibu dari anak anak kita kelak !! "
__ADS_1
" Abang tahu tapi ... Awwww sayaaannngg !! "
Janu menjerit kaget ketika pundaknya digigit dengan sangat keras oleh istrinya hingga deretan gigi membekas disana .
" Kebiasaan , jangan menyela kalau Ava lagi ngomong !! "
" Cita cita semua istri mungkin sama ... yaitu punya buah cinta dari suaminya . Untuk cita cita yang lain akan Ava raih jika memungkinkan . Tugas utama Ava adalah menjadi istri dan ibu yang baik .... jadi jangan pernah berpikir jika masa muda Ava akan hilang hanya karena mempunyai anak " ujar Ava yang sesekali mendesis karena sang suami masih saja jahil dengan dagunya dipucuk kemerahan dua bukit yang dia biarkan polos .
" Sudah sayang ?? Sekarang giliran Abang yang ngomong . Abang bahagia karena bisa menjadi bagian dari hidupmu , menjadi suamimu . Dan Abang tahu kau akan mengatakan hal ini suatu saat nanti , dan hari ini kau sudah mengatakannya . Memakai pengaman ini bukan berarti Abang mau merampas hak kamu untuk menjadi seorang ibu . Bukan itu sayang ! Tapi kita harus siap lahir batin untuk dtitipi anugerah itu . Biarkan kita belajar dulu untuk meniti bahtera yang baru saja kita arungi bersama , setelah semua siap maka kita akan segera program mempunyai baby "
" Abang belum siap jadi seorang Papa !? "
" Sangat siap , tapi masih banyak yang harus Abang pelajari dari menjadi seorang suami seorang Queen Ava . Kita jalani saja dulu sayang , soal anak biar itu menjadi rahasiaNya " sahut Janu mencubit lembut pipi istrinya .
Segera diraihnya dua bukit yang menggantung sempurna didepannya , di hisapnya satu demi satu pucuk kemerahan yang sudah dari tadi membuatnya on lagi .
" Abaaanngg ... jangan pakai itu lagi !! Enggak enak jadinyaaa "
" Mau model yang lain ?? Abang punya yang bergerigi rasa strawberry , mau coba ??!! "
__ADS_1
" Apa !!! "